...Bab 05. Bertemu Miranda dan Ponsel yang berubah....
Miranda Zhao, sosok wanita yang sangat terkenal di dunia hukum. Kariernya sebagai pengacara tidak di ragukan lagi.
Miranda sendiri dalam membela klien nya tidak pernah gagal maka dari itu, dia dikenal sebagai ratu hukum yang memiliki peluang kemenangan 90 persen.
Sesuai dengan kepopuleran nya, Miranda memiliki tarif pengacara yang sangat mahal namun, beberapa pejabat dan selebritis tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Dan, saat ini seorang pria biasa, Erick sedang pergi ke firma nya yang mana terletak di pusat kota Metropolis Jakarta dengan mengunakan kendaraan umum.
Beberapa saat kemudian, Erick tiba di sebuah gedung kantor mewah berlantai 5 yang mana terdapat tulisan Firma Hukum Zhao.
Setelah itu, Erick pun masuk kedalam kantor dan pergi ke resepsionis.
"Selamat sore, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.
"Aku ingin bertemu dengan Bu Miranda," jawab Erick.
"Apakah anda sudah ada janji?" ucap Resepsionis.
"Maaf, aku tidak buat janji."
"Mas, maafkan saya. Jika mas tidak memiliki janji maka anda tidak bisa menemui Bu ketua Miranda," jawab resepsionis.
Mendengar itu, Erick menghela nafas panjang. "Ahufuu ... aku mengerti."
Tidak lama kemudian, ada seorang pria yang melangkah keluar dari lift dan menuju pintu keluar. Lalu, dia melihat pun Erick yang sedang berbicara dengan resepsionis.
Sesaat kemudian, pria itu teringat perkataan atasan bahwa dirinya di utus untuk pergi ke bank BICA lantaran Miranda mendapatkan pesan bahwa Black Gold Card milik Nenek Wu telah aktif oleh cucu nya, Erick atau lebih tepatnya Miranda mengetahui bahwa sosok itu bukanlah cucu aslinya melainkan pewaris dari Apartemen berhantu, Millenium Tower.
Melihat Erick, langkah pria itu pun terhenti dan melihat Erick dengan seksama.
"Sosok pria tinggi dengan pakaian jeans berlubang dan jaket yang sudah kusam." Pria itu pun mengambil kesimpulan, "Mungkinkah, dia Erick Santoso."
Erick yang sudah berputus asa, dia pun berbalik badan dan melangkah keluar akan tetapi ditengah langkah nya seorang pria menghampiri Erick
"Maaf, apakah anda Erick Santoso?" tanya pria.
"Iya, Saya Erick. Ada apa?" tanya Erick.
Pria itu pun tersenyum senang, "Syukurlah, aku tidak harus mencari jauh-jauh."
"Maaf, Anda siapa? Dan, ada apa ya?"
Pria itu pun memperkenalkan dirinya, "Saya Doni, salah satu pengacara di firma ini dan kamu telah ditunggu oleh Bu ketua Miranda!"
"Benarkah?"
Doni pun mengangguk kepalanya, "Iya, sekarang ikutlah dengan ku!"
Sesudah itu, Doni bersama Erick masuk ke kantor dengan mengunakan ID Doni dan pergi ke ruangan Miranda.
Setibanya disana, Doni dan Erick melihat Miranda yang sedang sibuk dengan beberapa dokumen di atas meja.
Tanpa melihat Doni, Miranda memarahinya.
"Kenapa, Doni? ada yang ketinggalan?" tanya Miranda seraya mengerjakan dokumen.
"Bukan Bu ketua tapi, Tuan Erick ingin bertemu dengan anda."
Mendengar itu, Miranda menghentikan kegiatan nya dan melihat kearah Erick. Lalu, Erick membalasnya dengan senyuman dan anggukan kepala.
"Jadi, kamu pewaris Millenium Tower setelah Nenek Wu," ucap Miranda yang beranjak dari kursi dan menghampiri Erick.
"Iya, saya General Manager dan pemilik Millenium Tower yang baru, Erick Santoso," ucap Erick seraya menundukkan kepalanya.
"Lalu, bagaimana dengan keadaan Nenek Wu?" tanya Miranda.
"Nenek Wu sudah tenang dan dia dijemput oleh malaikat maut," jawab Erick.
"Syukurlah, beliau sudah lama ingin mencari penerus namun, beliau berkata belum ada yang cocok untuk mewariskan pekerjaan di apartemen Millenium Tower itu. Termasuk aku," jawab Miranda dengan tersenyum.
Mendengar itu, Erick pun terpikir sesuatu. "Bu Miranda, apakah anda percaya dengan hantu?"
Miranda dan Doni pun tertawa kecil, "Jika aku tidak percaya mana mungkin aku menjadi pengacara misteri juga tapi, sangat disayang kan. Aku dan seluruh staf disini tidak ada yang memiliki mata batin. Apakah kamu memiliki nya?" ucap Miranda.
Erick tersenyum dan mengangguk kepalanya, "Sejak kecil, aku sudah melihat hantu," jawab Erick.
"Begitu, pantas saja." Bu Miranda melihat kearah jam dinding dan dia pun terpikir sesuatu, "Erick, kamu sudah makan?"
Erick yang mendengar itu, dia tersenyum dan menggeleng kepala nya.
"Baiklah, kalau begitu. Ayo kita bicara di luar!"
Erick dan Bu Miranda makan siang bersama di restoran berbintang lima yang mana Erick disajikan dengan makanan dan minuman yang mewah.
Melihat itu, Erick pun tersenyum senang. Dia tidak menyangka selama hidup nya akan makan di restoran berbintang.
"Terimakasih, GOD. Aku bisa makan di restoran ini," batin Erick seraya melihat makanan yang akan disantap nya.
"Erick, Makanlah yang banyak! Saya yang traktir," ucap Miranda.
Erick pun tersenyum dan mengangguk kepalanya lalu, dia menyantap makanannya.
Seusai makan, Bu Miranda pun pergi ke kamar mandi dengan menaruh ponsel iPhone Pro 13 nya diatas meja.
Saat Erick melihat itu, sebuah getaran terasa dari ponsel Erick. Lalu, Erick yang penasaran dengan getaran itu sontak mengambil ponsel Galaxy Young 2 nya yang mana sistem memberi saran.
Kling!
[Data modifikasi terlihat! Apakah anda ingin merubah ponsel milik anda dengan biaya 100 poin?]
Melihat itu, Erick memiringkan sedikit kepalanya. "Memodifikasi?" Lalu, Erick yang penasaran dengan saran sistem itu, dia pun menyetujui nya. "Baiklah, sistem. Lakukan modifikasi!"
Kling!
[Dimengerti!]
Sesaat kemudian, ponsel Erick pun berubah dengan gerakan serangga seperti film Transformers yang pernah di tonton nya. Lalu, ponsel Erick yang awalnya Samsung galaxy Young kini berubah menjadi iPhone Pro 13.
Dan, poin milik Erick pun tersisa 1.470 poin.
Erick yang melihat itu, dia pun terkagum. "Sistem, kamu memang luar biasa," gumam Erick.
Tidak lama kemudian, Bu Miranda pun datang dan mereka pun membahas tentang keuangan Millenium Tower.
Dalam pembahasan itu, Bu Miranda mengatakan bahwa dirinya bisa mencairkan dana sebesar 1 juta USD atau 17 Milliar Rupiah untuk dana pribadi Erick sendiri.
Mendengar itu, Erick tertegun. "17 miliar? Benarkah?"
Sangat wajar Erick terkejut lantaran dia bukanlah orang kaya melainkan, orang miskin yang mengumpulkan satu juta rupiah saja sangat sulit dan Erick tidak menyangka bahwa didalam masa hidupnya, dia menjadi millionaire Indonesia.
Miranda pun tersenyum kecil, "Iya, ini sungguhan. Ini sudah dalam perjanjian dari Nenek Wu dan 99 juta dollar diperuntukkan sebagai dana Millenium Tower yang tentu saja dana itu berada didalam pengawasan ku dengan pembayaran 2,5 persen atau sekitar 2,5 juta dollar sebagai bayaran firma nya. Bagaimana kamu menerima nya?"
Erick pun tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Iya, tidak masalah untuk ku."
Miranda yang mendengar jawaban Erick itu, dia sontak beranjak dari kursinya lalu, memberikan tangan nya. "Terimakasih, Tuan Erick. Mohon kerjasama."
Erick yang melihat itu, dia juga sontak beranjak dari kursi dan menerima tangan Miranda tersebut.
"Iya, mohon kerjasama nya juga."
Erick dan Miranda pun saling bertukar senyum dan kesepakatan pun di buat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
miranda zhao atau Miranda Kyle
2023-01-10
1
John Singgih
lancar tanpa masalah
2022-07-13
3
𝓒𝓻𝓮𝓪𝓽𝓲𝓸𝓷
kira kira ada romance nya gak ya? , kalau ada romance nya jangan terlalu tebel thor! 三三ᕕ( ᐛ )ᕗ
2022-04-16
3