^^^Bab 04. Info dari pak Yadi dan Saldo Rekening.^^^
Erick saat ini sedang berbincang dengan petugas keamanan Yadi.
Menurut cerita dari Yadi bahwa sepuluh tahun yang lalu dibawah kepemimpinan Nenek Wu, Apartemen Millenium Tower sangatlah sukses yang mana seluruh unit penuh dan diisikan oleh orang kaya. Namun, kasus demi kasus pun terjadi serta banyak kematian dan pembunuh di apartemen Millenium Tower hingga membuat reputasi Apartemen Millenium Tower jatuh.
Tidak hanya itu saja, para hantu di Apartemen banyak yang menganggu penghuni lain nya oleh sebab itulah Nenek Wu memisahkan lantai antara unit hantu dengan unit manusia.
Lantai 1 sampai lantai 27 adalah unit manusia.
Sedangkan, lantai 28 sampai lantai 38 merupakan unit berhantu termasuk tempat parkir bawah tanah dan kolam berenang.
Mendengar cerita itu, Erick mengerutkan keningnya dan memotong cerita dengan pertanyaan.
"Tunggu, bagaimana dengan lantai 39 dan lantai 40?!"
"Yang memiliki unit lantai Penthouse, dia bukanlah hantu ataupun manusia melainkan Vampire."
Lagi-lagi Erick terkejut lantaran dalam benak nya Vampire itu hanya khayalan. "Vampire? apakah dia benar-benar ada?"
"Ya tentu saja ada." Lalu, Yadi mendengar wajahnya ke kuping Erick dan membisikkan sesuatu, "Setiap Minggu, dia selalu mendapat kiriman darah hewan dari penjagal."
"Benarkah?"
Yadi pun mengembalikan posisi duduknya lalu, mengangguk kepalanya. "Iya, ini benar adanya. Jadi, Dek Erick berhati-hatilah! menghadapi mereka."
Erick pun mengangguk kepalanya, "Iya, Aku akan berhati-hati."
"Dan, lebih dari itu. Saya harap Dek Erick bisa mengurus gaji ku yang sudah menunggak 10 tahun ini."
Erick sempat terkejut mendengar ucapan Pak Yadi, "10 tahun?! Baiklah, aku akan mengurus nya meski begitu terimakasih masih mau bekerja di apartemen Millenium Tower ini."
Pak Yadi pun tersenyum lebar, "Terimakasih, Dek Erick dan saya sarankan Dek Erick untuk mengurus prihal hukum dengan pengacara Miranda."
"Oh, Pengacara yang terkenal itu?!"
"Iya, menurut cerita. Pengacara Miranda merupakan anak angkat dari Nenek Wu. Dia pasti mau membantu."
"Baiklah, aku akan ke sana."
Sesudah itu, Erick pun meninggalkan apartemen Millenium Tower.
Tujuan kali ini memenuhi keinginan Nenek Wu untuk mengurus perpajakan dan membayar rumah sakit. Maka dari itu, Erick pergi ke ATM Center untuk memeriksa saldo milik Nenek Wu yang telah diwariskan kepada nya.
Setibanya di ATM center, Erick mengambil kartu ATM itu dari fitur penyimpanan yang mana kartu itu berwarna hitam dengan tulisan BICA atau singkatan dari Bank Internasional Center Asia.
"Semoga saja, Nenek Wu tidak mengecewakan karyawan nya," gumam Erick seraya memasukan kartu itu kedalam mesin ATM.
Disaat memasukan kartu itu, jantung Erick berdegup kencang lantaran dia takut bahwa kartu yang diberikan Nenek Wu tidak berfungsi, tidak memiliki saldo bahkan Nenek Wu telah menipunya hingga membuatnya menarik nafas berkali-kali.
Saat kartu sudah masuk, Erick pun memasukan pin yang mana pin itu didapatkan dari buku note kecil milik Nenek Wu dan pin pun bekerja dengan masuk ke layar utama ATM meski begitu, disaat Erick mencoba melihat saldo. Nilai nominal tidak muncul melainkan tulisan bahwa Erick harus menghubungi Customer servis BICA.
Memahami itu, Erick pun mengambil kesimpulan sendiri.
"Sudah ku duga, kartu sudah di blokir dan aku harus memperpanjang masa aktifnya," batin Erick.
Sesudah itu, Erick pun mengeluarkan kartu dari mesin ATM dan pergi ke bank BICA terdekat.
Setibanya di BICA, Erick harus mengantri cukup panjang sampai giliran nya pun tiba.
"Selamat Siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.
"Ini kak. Saya ingin memeriksa dan mengambil uang dari ATM tapi, kenapa tidak bisa?" tanya Erick.
"Boleh saya lihat kartunya?" pinta customer servis.
Mendengar itu, Erick pun memberikan kartunya kepada customer servis dan saat menerima nya kartu Nenek Wu, Customer servis pun terkejut.
"Apakah ini kartu Black Gold?" tanya customer servis.
"Iya, itu kartu Black Gold."
Saat Erick mengatakan itu, semua customer servis yang ada di samping Erick melirik kearah nya.
"Maaf, Mas. Saya harus menghubungi manager dahulu dan Mas, silahkan ikut saya ke ruang VIP!"
"Baik, kak."
Erick pun mengikuti customer servis dan menunggu di ruang VIP.
Disaat Erick ditinggalkan sendirian, tiba-tiba sosok hantu berambut panjang dengan pakaian putih muncul dihadapan Erick dengan terus melotot kepadanya.
Erick tidak takut akan sosok itu, dia malah memberikan senyuman. Lalu beberapa lama kemudian, customer servis itu datang bersama dengan manager pria yang mengenakan jas hitam dengan emblem BICA di jas nya dan sosok hantu wanita itu menunjukkan jari kepada dan Erick pun mengikuti arah yang di tunjuk.
"Maaf menunggu lama, Mas." ucap manager.
"Tidak masalah," jawab Erick. Lalu, dia melihat kearah hantu wanita namun sosok nya sudah menghilang.
Manager itu pun duduk di hadapan Erick dan customer servis sebelumnya berdiri diantara Erick dan manager.
Dan, Manager itu pun membuka pembicaraan. "Bolehkah aku bertanya?"
"Silahkan!"
"Kartu ini apakah milik anda?" tanya Manager seraya menaruh kartu ATM diatas meja.
"Iya, itu milik saya. Sebenarnya, kartu itu milik Nenek saya. Namun, Nenek telah memberikan nya kepada ku dan Nenek ku telah meninggal dunia."
"Saya mengerti. Saya turut berdukacita."
"Terimakasih," jawab Erick.
Bisakah saya lihat kartu penduduk anda?"
"Iya," jawab Erick seraya memberikan kartu penduduk nya.
"Baik, saya akan memeriksa nya." jawab Manager.
Sesudah itu, Manager mengetik sesuatu di komputer nya yang mana membuat matanya terbuka lebar lantaran kartu penduduk Erick sudah menjadi pemilik kartu emas hitam.
"Benar. Data sudah terkonfirmasi dan sekarang, tuan tolong tulis formulir dan tolong cap sidik jari di bawahnya!"
"Iya."
Erick pun menulis formulir dan mencap sidik jarinya.
"Terimakasih dan Sekarang, kartu anda telah aktif dalam kurs dollar Amerika."
Mendengar itu, Erick pun terkejut. "Apa?! kurs dollar Amerika!"
"Benar sekali, Mas Erick. Ini dana Internasional dan hanya anda yang bisa memakai nya dan ini kartu anda," ucap Manager.
"Oh, begitu. terimakasih," jawab Luna.
"Dan, ada pesan untuk pemilik dari kartu ini," ucap Manager.
"Pesan apa?"
"Setelah kartu aktif, Mas diharuskan menemui pengacara Miranda karena beliau pengawas dari rekening ini."
"Pengacara Miranda? Apakah yang kakak maksud Miranda Kyle?"
"Iya, Mas harus menemuinya."
"Aku mengerti." Dalam batin nya, Erick berkata lain. "Aku tidak menyangka akan berurusan dengan pengacara terkenal seperti dirinya."
"Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya manager.
"Sudah cukup, terimakasih."
Setelah itu, Erick pun meninggalkan ruangan VIP dan pergi ke ATM yang mana dia mencoba memasukkan kembali kartunya dan melihat saldo yang ternyata saldo disana berjumlah.
100 Juta USD atau jika dirupiahkan sekitar 1,7 trilliun rupiah.
Melihat jumlah itu, Erick pun sontak terkejut. "Wow, sepertinya memang aku harus menemui pengacara Miranda."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
mendadak sultan sekarang ya
2022-07-13
4
Sebut saja Kia
de javu
2022-05-16
1
Lista Charolina
bagus thor
2022-05-10
2