...Bab 16. Hantu Pedang Katana...
Dalam semesta ini ada jenis Hantu yang berada di sebuah objek seperti boneka, pedang, lukisan, patung atau benda lainnya yang sudah memiliki umur ratusan tahun dan saat benda itu sudah memasuki umur 100 tahun maka benda itu akan hidup dan memiliki kesadaran.
Dalam istilah Jepang, hantu ini disebut Tsukumogami.
Dan, tanpa disadari oleh Erick di Millenium Tower memiliki benda seperti itu.
Setelah merapihkan basemen satu. Keesokan harinya, Erick melanjutkan pekerjaannya dengan membersihkan basemen dua yang tentu saja bersama Ari.
Setibanya di depan gerbang basemen dua, Erick dan Ari di hadapan dengan pintu troly yang di garisi oleh tambang jerami serta bendera garis putih. Melihat itu, Ari menelan ludah nya.
"Mas Erick, aku memiliki firasat buruk melihat gerbang ini." Ari pun memegang tambang jerami. "Aku pernah lihat di televisi. Ini berasal dari cenayang Jepang dan dalam kepercayaan Shinto ini untuk menyegel iblis didalam nya."
Erick yang mendengar itu, dia tersenyum. "Justru bukan kah itu menarik!"
"Eh?" respon Ari.
Sesaat kemudian, Erick menempelkan kedua tangan nya lalu, menundukkan kepalanya untuk memberikan penghormatan. Ari yang melihat itu, dia pun juga mengikuti gerakan Erick.
Setelah memberikan penghormatan, Erick melepaskan tambang dan membuka paksa troly yang dibantu oleh Ari.
Sesaat Pintu troly terbuka, angin kencang menerjang Erick dan Ari hingga mereka menutup mata dan menadahkan kedua tangan nya sebagai pelindung wajah nya.
"Angin apa ini?!" gumam Erick.
Beberapa saat kemudian, angin pun reda dan Erick membuka matanya namun, pandangan Erick bukanlah lantai basemen melainkan gua berbatu yang sangat gelap.
Menyadari itu, Erick sontak menyalakan LED bulat yang tergantung pada jaket Erick. Lalu, dia mencoba mencari Ari.
"Ari, dimana kamu? Ari!" teriak Erick seraya melihat sekeliling namun, Erick tidak mendapatkan jawaban yang ada hanya gema suara dirinya sendiri.
Setelah menyadari itu, Erick pun mengambil ponsel dan mempertanyakan keadaan dirinya kepada Aosi.
"Aosi, Ini dimana? Dan, apa yang terjadi kepada ku?" tanya Erick.
Kling!
[Tuan, saat ini anda sedang berada di dimensi Astral dan gerbang yang anda buka terhubung pada suatu Arwah.]
Mendengar itu, Erick menganggukkan kepalanya. "Jadi, begitu. Aku mengerti. Lalu, bagaimana dengan Ari?"
Kling!
[Saat ini Ari masih berada di dunia nyata lantaran dia tidak dipanggil oleh sang arwah pemilik dimensi ini.]
Mendengar itu Erick pun bernafas lega, "Syukurlah." Lalu, Erick menghadap ke arah Gua. "Mari kita mulai petualangan nya, Aosi!"
Kling!
[Baik, Tuan.]
Setelah itu, Erick pun melangkah dengan berlahan seraya memegang ponselnya. Dia bersiaga, takut-takut ada arwah pendendam yang menyerangnya. Namun, ketakutan itu tidak terjadi.
Erick melangkah tidak diganggu oleh siapapun sampai langkah Erick terhenti di ruangan gua yang besar disertai dengan api obor dan terlihat ada sebuah pedang katana yang tertancap di batu yang cukup besar.
"Apa itu?" gumam Erick yang penasaran dengan pedang yang ada dihadapan nya lantaran hal itu dia pun menghampiri nya dan terlihatlah dengan jelas pedang katana yang masih mengkilap.
Melihat pedang itu, Erick pun mencoba menarik pedang itu namun, tidak bisa dan ditengah Erick memegang pedang tersebut. Tiba-tiba juga pedang itu keluar darah hingga membuat Erick terkejut dan ingin melepaskan tangan nya akan tetapi tidak berhasil.
"Kenapa ini?!"
Erick yang menyadari bahaya, dia sontak mengunakan Flash dengan tangan satunya kearah pedang namun, cahaya yang dikeluarkan sangatlah terang hingga menutupi pandangan Erick.
Lalu, sesudah cahaya memudar. Erick pun membuka nya yang mana lagi-lagi lingkungan Erick berubah menjadi pandangan jaman samurai Jepang yang mana Erick melihat peperangan antar samurai dan Shogun.
"Aosi, Dimana ini?"
Kling!
[Tuan, anda telah berpindah di Dimensi ingatan.]
Saat mendapat kan jawaban itu, Erick baru menyadari ada nya katana yang sebelumnya dilihat kini berada di tangan seorang Shogun yang sedang banyak membunuh musuh seperti jerami.
Selain itu, Erick dikejutkan dengan beberapa prajurit berkuda yang melintasinya yang mana sosok nya menjadi tembus pandang dan tidak lama, Erick mendengar suara pria.
"Aku sebagai katana selalu berpindah ke pemilik satu dengan pemilik lainnya dengan tujuan pribadi dan tidak pernah untuk kebaikan orang lain," suara pria dengan pandangan Erick yang terus berganti.
"Apapun yang mengunakan diriku selalu untuk menyakiti dan membunuh seseorang. Dalam bentuk itu juga, aku tidak memiliki kebebasan ataupun kemampuan untuk melihat, berpikir atau melakukan sesuatu," sambung Pria yang masih terus berganti pemandangan.
Erick hanya bisa diam, melihat dan mendengar kan seraya pandangan silih berganti seperti sebuah video.
"Aku dipaksa untuk menjadi saksi dan melihat apapun yang dilakukan oleh Tuan ku. Aku sudah lelah dan muak dengan semua itu! Aku tidak ingin menyakiti dan membunuh seseorang lagi. Aku juga berharap tidak digunakan untuk itu kembali."
"Penyesalan ku yang terbesar. Aku telah digunakan oleh samurai untuk membunuh seorang putri dan seluruh penghuni didalamnya. Penyesalan itu, aku lihat saat dirinya berjuang untuk bertahan hidup bagaimana pun caranya."
"Meski, aku telah menyesal. Aku tidak pernah didengar dan dihiraukan sampai suatu ketika pemilik ku yang terakhir menancap ku di suatu batu bersama dengan jasad nya di sampingku dan aku bersatu dengan pedangku."
Setelah perkataan itu, pandangan Erick berubah menjadi padang rumput yang luas diatas bukit.
Lalu, terdengar suara pria pedang itu di belakang Erick.
"Tuan, anda memiliki aura kehidupan yang tinggi."
Erick yang mendengar itu, dia sontak membalikan badan dan terlihat katana tersebut. Lalu, sang katana melanjutkan perkataannya.
"Bolehkah Aku melayani anda untuk menebus penyesalan ku?"
Erick yang mendengar itu, dia tersenyum. "Bagaimana jika aku mengunakan mu untuk menyakiti dan membunuh seseorang?"
"Aura anda tidak bisa dibohongi dan Aku rasa anda akan menghadapi sesuatu yang mengerikan dan mampu membahayakan dirimu juga orang-orang yang kamu sayangi. Maka dari itu, izinkan aku melindungi, Tuan!"
Erick yang mendengar itu, dia mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?"
"Suatu hari, anda akan mengerti."
Erick pun menghela nafasnya, "Baiklah, ada pepatah mengatakan lebih baik banyak teman dari pada banyak musuh. Lalu, siapa namamu?"
"Aku tidak memiliki nama."
Mendengar itu, Erick pun menghampiri katana. "Bagaimana kalau kuberikan nama, Ren?"
"Baik, suatu kehormatan aku diberikan nama."
"Mohon kerjasama, Ren!"
"Baik, Tuan."
Sesaat kemudian, Ren mengeluarkan cahaya terang yang menutupi pandangan Erick lalu, saat membuka mata. Erick sudah kembali ke basemen lantai dua dengan memegang pedang katana.
Melihat itu, Erick tersenyum sendiri. Lalu, dari sisi samping terdengar suara Ari.
"Mas Erick!" sapa Ari.
Mendengar itu, Erick menoleh kesamping dan terlihat Ari sedang berlari kearah nya. Lalu, Ari berhenti didekat Erick.
"Mas Erick, anda dari mana saja. Aku mencari kemana-mana tapi tidak menemukan anda."
Erick tersenyum kecil dan memamerkan katana yang dibawanya. "Aku mencari ini."
"Pedang katana?"
Erick mengangguk kepalanya. "Iya."
"Syukurlah anda baik-baik saja, aku pikir mas Erick dibawa makhluk halus."
Erick yang mendengar itu, dia tersenyum kecil.
Tidak lama kemudian, pak Eko berlari menghampiri Erick dan Ari. "Mas Erick!" teriak pak Eko.
Erick dan Ari yang mendengar itu, dia sontak menghadap kearah pak Eko dengan tatapan heran.
Lalu, Pak Eko menghentikan langkahnya di dekat Erick.
"Ada apa, pak Eko?" tanya Erick.
"Mas Erick, ada sesuatu di kolam berenang!" ucap panik Pak Eko.
Erick dan Ari pun saling bertukar pandang dengan ekspresi bingung.
"Baiklah, ayo kita kesana!" jawab Erick.
Setibanya di area kolam berenang, Erick dan Ari dikejutkan dengan kolam berenang yang berubah warna menjadi merah darah.
Melihat itu, Erick mengerutkan keningnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
roh pedang yang ingin melindungi Erick
2022-07-13
0
Mochamad Syafii
tanda atau aura jarang orang tahu
2022-04-25
1
Kaylha✌️✌️
mantap...
tinggal cara menggunakan pedangnya aj yg blum d.pelajari
2022-04-22
1