...Bab 02. Haunted Apartment....
Erick yang dihadapkan dengan situasi yang mana kakeknya sedang dirawat di rumah sakit. Dia pun ingin mencoba melamar kerja di tempat yang nenek Wu.
Nama itu didapatkan dari kartu nama yang diterima oleh Erick.
Wu Shen.
General Manager Millenium Tower.
Seperti yang tertera di kartu nama. Nenek Wu meminta Erick untuk datang ke apartemen Millenium Tower dan Erick pun ke sana dengan mengunakan kendaraan umum.
Setibanya disana, Erick disuguhi dengan apartemen yang kumuh dan kotor bahkan terlihat dari luar. Apartemen Millenium Tower terkesan kumuh.
"Apakah apartemen ini ada yang huni?" gumam Erick.
Setelah itu, Erick pun masuk kedalam halaman apartemen yang mana Erick melihat ada pria yang sedang memangkas rumput dengan mengunakan baju seragam keamanan.
Melihat itu, Erick menatap heran. Lalu, dia pun menghampiri pria tersebut.
"Permisi, pak!" seru Erick yang sedang beradu suara dengan suara mesin pemotong rumput.
Sebenarnya suara Erick tidak terdengar namun, disaat dia melihat kesamping. Dia melihat Erick dan sontak tersenyum serta mematikan mesin pemotong rumput nya.
"Iya, dek. Mencari siapa?" tanya bapak pemotong rumput.
"Aku mencari Nenek Wu Shen, apakah dia didalam?" sambung tanya Erick.
Mendengar itu, bapak keamanan memiringkan kepalanya, "Nenek Wu Shen? Maksud adek, Nenek Pemilik Apartemen ini?"
"Mungkin, tapi. Disini bertuliskan bahwa beliau General Manager," ucap Erick seraya menunjukkan kartu Nenek Wu.
"Iya, memang beliau. Tapi, sungguh disayangkan. Nenek Wu sudah meninggal dunia setahun yang lalu," jawab bapak keamanan.
Mendengar itu, Erick sontak terkejut lantaran dia tadi malam saja menelepon Nenek Wu. "Eh? Benarkah? Tadi malam saja, aku menelepon nya pak. Bapak, jangan bercanda!" ucap ngelak Erick.
"Saya mana mungkin bercanda, dek. Saya sudah 10 tahun bekerja disini," jawab bapak.
Melihat jawaban dan Ekspresi bapak keamanan membuat Erick menghela nafas panjang. "Jadi, begitu."
Sesaat kemudian, sebuah pesan masuk didalam ponsel Erick yang mana ponsel itu merupakan ponsel lama yang memiliki layar 3.5 inci dengan tipe Samsung galaxy Young.
Mendengar itu, Erick sontak mengambil ponsel nya dan ada sebuah pesan masuk yang berasal dari nenek Wu.
Yang kamu dengar dari penjaga keamanan memang benar adanya. Datanglah ke kamar 3004! Nenek akan menjelaskan semua nya.
Melihat pesan itu, Erick percaya tidak percaya. Namun, mengingat kedekatan nya bersama Nenek Wu saat Erick masih bekerja di Kafe. Dia pun mencoba mempercayai nya.
Lalu, Erick pun meminta Izin. "Pak, bolehkah masuk?"
"Iya, silahkan! tapi, hati-hati! didalam sudah banyak kerusakan!" ucap bapak keamanan.
Erick pun mengangguk kepalanya dan masuk kedalam apartemen.
Persis seperti yang dikatakan oleh bapak penjaga keamanan, apartemen itu sudah sangat kumuh dengan lantai yang sudah banyak rusak serta cat dinding yang sudah pudar.
Meski begitu, Erick masih melihat beberapa orang didalam sana. Saat Erick melangkah kedalam, seorang tiba-tiba menghampiri Erick dan memberikan peringatan.
"Anak muda, berhati-hatilah! Saya tadi melihat Hantu wanita merah yang lewat dilantai bawah."
Erick hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Iya, aku akan berhati-hati."
Setelah itu, Erick melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam lift namun, saat dia ingin menekan tombol lantai 30 namun, tidak menyala. Lalu, tidak tombol yang menyala hanya mencapai lantai 28. Maka dari itu, Erick pun pergi ke lantai tersebut.
Meski lift masih berfungsi namun, lift itu memiliki kecepatan yang sangat lambat dengan suara gemuruh.
Lalu, tibalah Erick dilantai 28 yang mana lantai itu sangat lah gelap dan mencekam. Erick tidak mempedulikan hal itu, dia terus melangkah bahkan terdengar suara anak kecil yang sedang bermain. Erick tetap melangkah dan mengunakan tangga darurat naik ke lantai 30. Saat di tangga darurat juga Erick mendengar suara langkah kaki dan Erick masih tidak mempedulikan nya.
Beberapa saat kemudian, Erick tiba dilantai 30 yang mana memiliki suasana yang sama seperti lantai sebelum nya bahkan lebih gelap.
Namun, demi untuk bertemu dengan Nenek Wu. Erick melanjutkan langkahnya dan mencari pintu dengan nomor 3004.
Sesaat kemudian, Erick berhasil menemukan apartemen nenek Wu dan menghentikan langkah tepat di depan pintu tersebut.
"Disini kah? apartemen nya?" gumam Erick lalu, dia pun mengetuk pintu.
Tok! Tok!
"Permisi, nenek Wu. Ini aku Erick," ucap Erick.
Tidak lama kemudian, pintu terbuka sendiri. Lalu, Erick pun masuk kedalam apartemen. "Permisi, nenek! saya masuk!" ucap Erick.
Setibanya didalam, Erick melihat sebuah apartemen mewah bergaya Eropa klasik dan terlihat lah nenek Wu sedang duduk di sofa panjang sedang menikmati segelas wine. Lalu, dia pun melihat Erick.
"Selamat datang, Nak Erick! Terimakasih sudah mau datang. Silahkan duduk!" seru nenek Wu yang mengarah Erick untuk duduk dihadapan nya.
Erick yang memiliki banyak pertanyaan di benak nya. Dia pun sontak duduk dan memulai pembicaraan.
"Nenek Wu, sebenarnya apa yang terjadi? Nenek Hantu ataukah manusia?"
Nenek Wu tersenyum dan meletakkan gelas yang berisi wine nya.
"Sesuatu yang terlihat belum tentu benar adanya. Jika memang nenek Hantu, apakah kamu percaya? Lalu, apakah kamu percaya dengan hantu?"
"Sebenarnya, percaya atau tidak. Menurut ku itu tidak penting karena hantu juga tidak beda jauh dengan manusia hanya hantu tidak bisa dilihat sedang kan, Manusia bisa dilihat. Malah mungkin, Mereka memiliki penderitaan lebih dibandingkan manusia. Jadi, apakah Nenek Hantu?"
"Bisa dikatakan seperti itu," jawab Nenek Wu dengan senyuman lebar.
"Mungkinkah, pekerjaan yang nenek maksud ialah mengurus apartemen ini?"
Nenek Wu menggelengkan kepalanya, "Aku ingin kamu menjadi pewaris apartemen ini dan membantu banyak manusia, hantu atau makhluk mistis lainnya yang menyewa di apartemen ini."
Erick yang mendengar itu, dia pun mengerutkan keningnya. "Apa nenek bercanda?"
"Aku tidak pernah bercanda jika menyangkut bisnis. Meski terdengar berat namun, bayaran yang kamu dapatkan juga besar berikut dengan bonus-bonusnya. Selain itu, kamu akan dibantu oleh Apartemen Operation System yang mana dia akan memberikan misi untuk membangun, mengembangkan dan membantu para penyewa. Apakah kamu mau menerima nya? Jika tidak, ingatan mu akan dihilangkan saat bertemu dengan ku disini."
Sebenarnya Erick sangat berat menerima pekerjaan itu namun, dia teringat akan kondisi kakeknya yang sedang berada di ruang ICU dan harus segera di operasi.
"Sebelum aku menerima nya. Bisakah aku meminjam uang untuk operasi dan biaya rumah sakit kakek ku?"
"Tidak perlu khawatir. Jika Nak Erick memang mau menerima pekerjaan ini maka, aku akan warisan tabungan dan surat-surat apartemen ini. Aku rasa itu cukup untuk biaya rumah sakit dan membayar pajak apartemen ini."
Mendengar itu, Erick pun bernafas lega. "Baiklah, Nek. Aku menerima nya."
"Terimakasih, Nak Erick." Lalu, Nenek Wu memberikan tangannya kepada Erick, "Dan, selamat bergabung di Millenium Tower!"
Erick pun tersenyum dan menerima tangan tersebut.
"Iya, Nek. Saya akan sebaik mungkin mengurus apartemen ini."
Erick dan Nenek Wu pun saling bertukar senyum.
Sesaat kemudian, ada sebuah pesan masuk berupa Apartemen Operation System dengan format apk. Lalu, secara otomatis aplikasi itu terinstall yang membuat ponsel Erick sangat panas hingga dia menjatuhkan ponselnya lantaran panas yang dia rasakan.
"Ouch!" gumam Erick yang memegang tangan nya.
"Tidak perlu khawatir. Ponsel mu tidak akan rusak malah ponsel pun akan menjadi ponsel paling canggih di dunia ini," ucap Nenek Wu dengan tersenyum lebar.
Tidak lama kemudian, ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu.
Tok! Tok!
Erick yang mendengar itu, dia sontak berdiri. "Nenek, biar saya yang buka kan!" ucap Erick.
Nenek Wu pun menjawab hanya dengan anggukan kepala dan Erick sontak beranjak dari kursinya dan membuka pintu yang mana dia melihat ada dua pria yang mengenakan jas hitam lengkap dengan sarung tangan hitam.
"Manusia, kamu bisa melihat kami?" tanya salah satu pria.
"Iya, maaf. Bapak-bapak siapa dan ingin menemui siapa?"
"Aura kehidupan yang melimpah," ucap pria yang lain.
"Seperti nya, dia pewaris dari apartemen ini," jawab pria yang sebelumnya.
Mendengar itu, Erick memotong pembicaraan. "Maaf, saya memotong pembicaraan. Kalian ingin menemui siapa?"
"Kami ingin menemui Wu Shen," jawab pria.
"Ini sudah waktunya penjemputan," jawab pria yang lain.
Mendengar itu, Erick menduga-duga dan terpikir lah sesuatu. "Apakah kalian Malaikat maut?"
"Bagus, tidak perlu lagi berkenalan," jawab pria.
Mendengar itu, Erick pun memberikan jalan dan mempersilahkan mereka untuk masuk. Lalu, Kedua malaikat maut itu pun masuk kedalam kamar apartemen bersama dengan Erick dan saat didalam, Erick terkejut melihat Nenek Wu yang sudah rapih dengan gaun hitamnya dilengkapi dengan topi hitam.
"Nenek Wu, anda sudah mau pergi?"
"Iya, Nak Erick. Aku titipkan apartemen ini dan kunci berangkas ada di fitur penyimpanan ponselmu. Nanti juga kamu akan mengerti!" ucap Nenek Wu yang tersenyum lebar.
Saat mendengar itu, Erick menitihkan air mata nya meski Nenek Wu sosok yang baru dikenalnya namun, dia memiliki kesan yang mendalam. Lalu, Erick pun berjalan kearah Nenek Wu dan memeluk nya.
"Nenek, aku harap nenek akan damai disana," ucap Erick didalam pelukan.
"Iya, Nak Erick dan Nenek sangat senang berkenalan dengan Nak Erick."
"Aku juga Nek," jawab Erick.
Sesudah itu Erick dan Nenek Wu melepaskan pelukannya dan saling tersenyum.
Setelah itu, Nenek Wu pun meninggalkan kamar yang dikawal oleh dua malaikat maut.
Dalam sekejap, kamar yang rapih menjadi berantakan dan kumuh dengan prabot yang sudah hancur, debu yang bertebaran dan dipenuhi dengan sarang laba-laba.
Memahami itu, Erick pun menghela nafas panjang dan mengambil ponselnya yang terjatuh.
Saat Erick memegang nya layar yang sebelumnya layar beranda menjadi gelap dan muncul tulisan yang diawali dengan suara pemberitahuan.
Kling!
[ Apartemen Operation System telah terpasang.]
Kling!
[Selamat anda telah menjadi Host dan General Manager yang baru!]
Kling!
[Apa yang bisa aku bantu?]
Kling!
[Selamat! Anda telah menyempurnakan arwah dari Wu Shen dan mendapatkan hadiah 2.000 System Poin.]
Melihat semua pesan itu, Erick tersenyum sendiri. "Seperti didalam game saja," gumam Erick.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
kudunya sih serem yoo kok aku malah guyu 🤭
2023-01-10
0
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
😂😂😂to the point banget si erik
2023-01-10
0
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
hpe yg kecil buntek itu yaa
🤣🤣🤣
2023-01-10
0