Millenium Tower | Bab 11. Hantu wanita merah bagian Kedua

...Bab 11. Hantu wanita merah bagian Kedua...

Erick saat ini sedang berada di unit 1106 yang mana adanya hantu wanita merah yang menempati unit tersebut.

Saat hantu wanita merah itu pergi, Erick menelusuri unit itu. Dia berpikir mungkin ada sesuatu yang mungkin ingin dia lindungi. Namun, tidak menemukan apa-apa meski begitu, dia tidak menyerah dan terpikir sesuatu.

"Lebih baik aku kosong kan saja unit ini dahulu," gumam Erick seraya menggarukkan kepala belakang nya.

Lalu, Erick pun berdiskusi dengan Bu Santi dan Pak Eko tentang perpindahan unit nya. Bu Santi pun tidak mempermasalahkan nya dan menurut pak Eko, unit yang aman juga terang antara lantai satu sampai lantai tujuh. Meski, begitu para penghuni apartemen ini sangat tertutup.

Dengan dibantu oleh rekan kerja dari Pak Eko, perpindahan unit pun berjalan lancar dan kamar 1106 sudah dikosongkan.

Hal itu sangat membingungkan Erick lantaran permasalahan antara hantu dan manus,ia berbeda dengan yang dikatakan pak Yadi sebelumnya yang mana apartemen hantu berada di lantai 29 keatas sedangkan, manusia ada dilantai bawah nya.

Maka dari itu, Erick pun bertanya kepada Aosi.

"Aosi, sebenarnya apa penyebabnya ada hantu di lantai 11 dan basemen?"

Dan, Aosi pun menjawab nya.

Kling!

[Hal itu disebabkan lantaran Dimensi Astral tidak terlindungi dan pintu antar dimensi telah rusak.]

Erick yang mendengar itu, dia sama sekali tidak mengerti dan menjawab seadanya.

"Oh, be

Setelah di kosong kan, Erick melanjutkan pencarian nya. Baik dari sisi tembok ataupun lantai dan saat memeriksa sudut tembok dengan ketukan, Erick mendengar ada nya perbedaan suara. Dia sontak menaruh curiga pada tembok tersebut. Maka dari itu, dia pun mengambil palu dan menjebol tembok yang mana Erick menemukan sekantong barang-barang disana.

Erick yang melihat itu, dia sontak mengambil barang-barang itu yang mana barang itu terdiri dari passport, uang tunai dengan mata uang lama, ponsel lama dan flashdisk.

Lalu, Erick pun membuka Passport dan dia mengetahui bahwa hantu wanita merah itu bernama Julia.

Setelah itu, Erick melihat flashdisk ditangan nya. "flashdisk apa ini?"

Ditengah Erick berpikiran tiba-tiba sebuah rambut panjang menutupi kepalanya dan saat menyadari itu, Erick melihat keatas dan melihat wajah Hantu wanita merah yang dengan membuka mulutnya dengan mata yang hanya satu dan penuh dengan ulat blatung. Meski, Erick terkejut namun, dia bisa dengan cepat tenang.

Meski begitu, gerakan hantu wanita merah lebih cepat dengan mencekik Erick dan membawa terbang sampai tubuh Erick terbentuk di sisi tembok.

Erick pun berusaha untuk melepaskan diri namun, tidak berhasil. Erick mengumpulkan tenaga dan menahan rasa sakitnya untuk mengambil ponsel dan memberikan perintah kepada Aosi.

"Aosi, gunakan flash!" ucap berat Erick.

Sesaat kemudian, ponsel mengeluarkan cahaya flash kamera berkali-kali hingga hantu wanita merah itu melepaskan cekikikan nya dan kabur melarikan diri.

Disaat cekikikan terlepas, Erick terjatuh dan batuk-batuk seraya mengambil nafas dalam-dalam. Setelah tenang, Erick pun beranjak diri.

"Seperti nya flashdisk ini berharga," gumam Erick.

Setelah itu, Erick kembali ke apartemen nya yang mana Erick telah berpindah unit di 1007 yang merupakan apartemen Alcove dengan desain ruangan L. Disana, Erick pun menempel flashdisk dan melihat isi flashdisk tersebut.

Saat melihat itu, Erick pun terkejut lantaran data yang dia lihat merupakan data pencucian uang dari pejabat yang berpacaran dengan nya.

"Kasus yang amat pelik," gumam Erick seraya menyandarkan badan di kursi.

Ditempat yang berbeda terlihat seorang wanita belia dengan umur 20 tahun. Dia bernama Luna yang mana dirinya dihadapkan dengan seorang pemuda yang seusia nya.

"Luna, hari ini aku meminta putus!" seru tegas dari pria yang ada dihadapan Luna.

Pria itu bernama Faisal, dia adalah pacar dari Luna yang sudah menjalani hubungan selama 1 Tahun.

Faisal sendiri pemuda yang terkenal di kampus. Wajahnya tampan, kaya dan pintar. Tidak ada satu wanita pun yang tidak terpesona dengan karisma nya kecuali Luna.

Sifatnya yang dingin dan cuek membuat Faisal jatuh hati kepada Luna dan dia pun menyatakan perasaannya yang diterima oleh Luna.

Luna yang mendengar itu, dia bingung. "Sal, ada apa? kenapa tiba-tiba?"

Faisal memalingkan wajahnya kesamping dan terdiam namun, seorang wanita yang menjawabnya.

"Faisal itu taruhan sama kita!"

Luna yang sontak melihat kearah sumber suara yang mana dia melihat seorang wanita yang dikenal nya. "Fay, apa maksudmu?"

Wanita yang bernama Fay itu tersenyum remeh dan menaikan satu alisnya melihat Luna. Setelah itu, dia langsung merangkul lengan Faisal.

Luna yang melihat itu, dia pun mengerutkan keningnya. "Faisal, jelaskan kepada ku! apa yang sebenarnya terjadi? Dan, sejak kapan?"

Faisal lagi-lagi terdiam dan memalingkan wajahnya ke samping. Fay yang melihat itu, dia pun membelai pipi Faisal.

"Sayang, biar aku yang menjawabnya?!" ucap Fay.

"Terserah kamu saja!" jawab pelan Faisal.

Luna yang melihat pemandangan itu, dia hanya bisa terdiam seraya menahan amarahnya.

Sesudah mendapat jawaban dari Faisal, Fay mengembalikan pandangan kearah Luna.

"Asal kamu tahu Luna, sang gadis rendahan. Setahun yang lalu, Aku dan Andri menantang Faisal untuk berpura-pura pacaran dengan mu. Jika Faisal berhasil maka, Aku dan Andri akan memberikan 100 Juta untuk Faisal," jawab Fay.

Mendengar itu, Luna hanya bisa menghela nafas panjang dan melihat kearah Faisal, "Apa alasan mu?"

Lagi-lagi Faisal terdiam dan Fay yang menjawabnya, "Kamu tidak pantas untuk tahu alasan nya! Lagi, dari awal wanita jelek, miskin dan bodoh seperti mu. Tidak pantas untuk Faisal yang merupakan sosok sempurna untuk seorang pria."

Mendengar jawaban Fay, Luna menatap tajam Fay dengan mengepal keras tangan kanannya serta mengerutkan keningnya.

Dan, Fay pun terus berbicara menghina Luna sampai-sampai Luna tidak kuasa menahan amarahnya dan melesat tamparan keras kepada Fay.

Faisal dan Fay terkejut. Lalu, Faisal secara spontan mendorong keras Luna hingga dia terjatuh di tanah.

"Luna, apa yang kamu lakukan?!" seru marah Faisal.

"Tapi..." ngelak Luna.

Fay pun berpura-pura menangis dan memeluk manja Faisal. "Sayang, lihat wanita rendahan ini telah menamparku bahkan kedua orang ku tidak pernah melakukan ini. Sayang, berikan dia hukuman!"

Faisal pun tersenyum dan melihat Fay seraya mengelus-elus pipi nya dengan manja. "Yasudah sayang, mari kita pergi ke rumah sakit!"

"Ayo cepat!" Fay melihat kearah Luna yang sedang terjatuh. "Aku tidak ingin melihat wanita rendahan ini lagi."

"Ayo!" jawab ramah Faisal.

Lalu, Faisal dan Fay saling bertukar senyum mesra. Setelah itu, Faisal kembali melihat Luna dengan wajah yang kesal.

"Luna, aku peringatkan! Jangan lagi menyentuh Fay sehelai rambut pun, kamu mengerti!"

Luna yang terduduk di tanah hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya.

Lalu, Faisal dan Fay pun pergi meninggalkan Luna.

Keesokan harinya, Luna melakukan aktifitas seperti biasanya dan pergi ke kampus. Akan tetapi, suasana berbeda dari hari sebelumnya yang mana Luna menjadi sorotan dan beberapa Mahasiswa disana saling berbisik. Luna bisa menembaknya bahwa mereka dengan membicarakan dirinya.

Selain itu juga semua mahasiswa menjauhkan diri dari Luna akan tetapi, tidak dengan seorang mahasiswi. Dia berlari kearah Luna dan sontak memegang tangan Luna.

"Sarah, ada apa?"

"Ikut dengan ku!" ajak Sarah seraya menarik tangan Luna.

Dan, Sarah dan Luna berlari kearah pusat kampus dan terhenti di papan berita kampus.

"Luna, lihatlah! pengumuman disana!" ucap Sarah.

Beberapa mahasiswa yang berdiri di dekat papan berita kampus, mereka pun sontak melihat kearah Luna dan saat Luna melangkah, beberapa mahasiswa memberikan jalan untuk Luna ke depan.

Saat sudah dibarisan depan, Luna melihat sebuah pemberitahuan bahwa Luna telah dijatuhi hukuman skorsing selama satu bulan karena melakukan kekerasan terhadap mahasiswi lain juga penagihan biaya kampus Luna harus segera di lunasi dalam waktu sebulan jika tidak, Luna akan dikenakan hukuman Drop Out dari kampus.

Luna yang melihat itu hanya bisa menahan rasa sedih bercampur kesal seraya mengigit bibirnya sendiri.

Sarah yang melihat pengumuman itu, dia pun kesal. "Apa coba maksudnya, pak dekan?! sungguh tidak masuk akal! Kapan juga Luna melakukan kekerasan terhadap Mahasiswi lain?!"

Luna pun hanya memberikan senyuman kepada Sarah, "Tidak apa-apa, Sarah. Kita ambil positifnya. Jadi, aku kan bisa liburan!"

Sarah yang mendengar itu, dia sontak tersenyum dan memeluk Luna. "Luna, kamu memang wanita yang kuat. Aku senang bisa bersahabat dengan mu."

Setelah itu, Luna dengan berat hati meninggalkan kampus namun sebelum itu, Luna pergi ke toilet wanita. Yang mana, saat Luna dengan membuang air kecil disalah satu ruangan tertutup. Tidak selang lama, Luna mendengar suara dari Fay juga teman-teman nya.

"Gila kamu, Fay! Seberapa kaya kamu sampai-sampai mampu menyogok Dekan," ucap salah satu pengikut Fay.

"Itu hanya uang recehan. Aku ingin semua tahu kalau Fay Gale bukanlah wanita biasa dan ini barulah awal. Aku akan membuat wanita rendahan itu lebih menderita."

Luna yang mendengar itu, dia hanya terdiam seraya menyandarkan badan nya dibalik pintu.

Sekeluarnya dari kampus, Luna tiba-tiba dihadang oleh mobil Van hitam dan menculik dirinya. Lalu, Luna ditutup mata dan mulutnya serta tangan dan kakinya di ikat sampai ke ruang basement Millenium Tower.

Setibanya disana, Luna dilempar keluar dari mobil seperti barang yang tidak berguna. Lalu, ada suara yang memberikan perintah yang lain tidak bukan itu suara Fay

"Habisi dia!" seru Fay.

Beberapa orang disana pun menuruti perkataan Fay. Mereka mengambil kayu dan pemukul kasti lalu, memukul Luna yang ada dilantai.

"Hah ... Fay, aku tahu itu kamu. Ampunilah aku!" seru Luna.

Mendengar itu, Fay pun memberikan tanda berhenti dan beberapa orang itu pun menuruti nya.

"Cihh ... aku ketahuan." Fay pun memberikan kode ke salah satu orang untuk menjambak Luna dan memaksanya melihat ke depan. Fay menghampiri Luna dan membuka penutup kepala. "Ini akibatnya kamu telah menampar pipiku."

"Maafkan aku, Fay. Aku terbawa emosi," ucap melas Luna.

"Tentu saja, aku akan memaafkan mu tapi, Kamu harus merasakan apa yang kurasakan." ucap Luna dengan senyum picik.

"Apa?"

Setelah mengatakan itu, Fay meminta pemukul baseball dan dia pun mengayunkan nya sebagai latihan.

"Kalian pegang dengan erat!" seru Fay.

Seperti yang diperintahkan, Luna dipegang erat lalu, Luna pun mengayunkan pemukul baseball kearah pipi Luna hingga terjatuh di lantai dengan mulut yang mengeluarkan darah.

Di sana, Luna terbaring lemas dengan pipi dan mata yang sudah bengkak dan biru dengan samar-samar melihat Fay.

"Hahaha ... Aku sudah merasa puas. Ayo, guys! kita pergi dan biarkan dia disini!"

Beberapa saat kemudian, salah satu dari kelompok mereka ada yang terdiam seraya menunjuk kearah belakang Fay. Setelah itu, semua orang disana melihat belakang Fay dan mereka sontak terbujur kaku lantaran melihat hantu wanita merah yang melayang di belakang Fay.

Fay yang melihat rekannya dia pun terbingung. "Ada apa?"

Saat Fay bertanya hantu wanita merah semakin mendekati Fay. Hal itu membuat rekan Fay semakin ketakutan dan tanpa menjawab pertanyaan Fay, mereka pun membalikkan badannya dan berlari kabur.

"Fay, kabur!" seru rekan Fay sambil berlari kencang.

Melihat sikap teman nya, Fay memberanikan diri untuk melihat kebelakang dan dia pun sangat terkejut melihat hantu wanita merah dan dia pun bergegas lari menyusul teman-temannya.

Disaat Fay dan rekan-rekannya sudah melarikan diri, Hantu wanita merah itu menghampiri Luna yang sedang tidak sadarkan diri. Melihat Luna membuat wujud nya berubah menjadi sosok wanita dewasa yang sangat cantik dan saat melihat Luna, dia pun menitihkan air mata nya.

"Luna, putriku!" gumam hantu wanita merah.

...# Millenium Tower: Smart Apartment System #...

Dalam chapter ini Putri Pewaris Cincin Sistem akan digabungkan dengan Millenium Tower.

Terpopuler

Comments

John Singgih

John Singgih

kayaknya Luna adalah anak dari hantu itu deh

2022-07-13

0

Ahmadi Buron

Ahmadi Buron

lanjut tor

2022-04-20

2

sanjaya

sanjaya

hahaha... bener" horor

2022-04-19

3

lihat semua
Episodes
1 Millenium Tower | Bab 01. Hari yang sial
2 Millenium Tower | Bab 02. Haunted Apartment
3 Millenium Tower | Bab 03. Fitur penyimpanan dan Perbaikan awal
4 Millenium Tower | Bab 04. Info dari pak Yadi dan Saldo Rekening
5 Millenium Tower | Bab 05. Bertemu Miranda dan Ponsel yang berubah
6 Millenium Tower | Bab 06. Operasi Kakek dan Pindahan rumah
7 Millenium Tower | Bab 07. Warisan ayah bagian pertama
8 Millenium Tower | Bab 08. Warisan ayah bagian Kedua
9 Millenium Tower | Bab 09. Warisan ayah bagian Ketiga (Case Close)
10 Millenium Tower | Bab 10. Hantu wanita merah bagian pertama
11 Millenium Tower | Bab 11. Hantu wanita merah bagian Kedua
12 Millenium Tower | Bab 12. Hantu wanita merah bagian Ketiga
13 Millenium Tower | Bab 13. Hantu wanita merah bagian Keempat
14 Millenium Tower | Bab 14. Hantu wanita merah bagian Kelima (Case close)
15 Millenium Tower | Bab 15. Perbaikan
16 Millenium Tower | Bab 16. Hantu Pedang Katana
17 Millenium Tower | Bab 17. Hantu Kolam berenang bagian pertama
18 Millenium Tower | Bab 18. Hantu Kolam Berenang Bagian kedua
19 Millenium Tower | Bab 19. Hantu Kolam Renang bagian Ketiga
20 Millenium Tower | Bab 20. Hantu Kolam Renang bagian Keempat
21 Millenium Tower | Bab 21. Hantu Kolam Renang bagian Kelima
22 Millenium Tower | Bab 22. Hantu Kolam Renang Bagian Keenam (Case Close)
23 Millenium Tower | Bab 23. Desa kabut bagian I
24 Millenium Tower | Bab 24. Desa kabut bagian II
25 Millenium Tower | Bab 25. Desa kabut bagian III
26 Millenium Tower | Bab 26. Desa kabut bagian IV
27 Bab Sampingan Luna - Cincin warisan Ibu | Bab 27. Desa kabut bagian V
28 Bab 28. Desa Kabut bagian VI | Side Luna: Luna Revenge.
29 Bab 29. Desa kabut bagian VII (Case Close)
30 Bab 30. Penghuni baru dan Perguruan Garuda Emas.
31 Bab 31. Ruang Putih dan kelas pertama Luna
32 Bab 32. Dungeon dan kelas Alkimia
33 Bab 33. Pewaris Dungeon dan Hantu Perkebunan pisang Bagian I
34 Bab 33.5 Luna Side: Kelas Alkimia II
35 Bab 34. Sistem Gabungan
36 Bab 34.5 Medusa
37 Bab 35. Membangun dengan sistem dan Hantu perkebunan pisang II
38 Bab 35.5 Catatan Julia
39 Bab 36. Homunculus dan Hantu Perkebunan pisang Bagian Tiga ( Case close )
40 Bab 37. Penyusup
41 Bab 37.5 Gita Clara
42 Bab 38. Kutukan Emas Bagian I
43 Bab 38.5 Perusahaan Unicorn
44 Bab 39. Kutukan Emas Bagian II
45 Bab 39.5 Satu hari sebelum masuk Game
46 Bab 40. Kutukan Emas Bagian III
47 Bab 40.5.1 Spesial Gita: Gita In Game World
48 Bab 40.5.2 Spesial Gita: Gita In Game World
49 Bab 40.5.3 Spesial Gita: Gita In Game World.
50 Bab 41. Kutukan Emas Bagian IV (Case Close).
51 Bab 41.5.1 Spesial Gita: Gita In Game World.
52 Bab 41.5.2 Special Gita: Gita In World Game.
53 Bab 42. Two World (Book 1. End)
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Millenium Tower | Bab 01. Hari yang sial
2
Millenium Tower | Bab 02. Haunted Apartment
3
Millenium Tower | Bab 03. Fitur penyimpanan dan Perbaikan awal
4
Millenium Tower | Bab 04. Info dari pak Yadi dan Saldo Rekening
5
Millenium Tower | Bab 05. Bertemu Miranda dan Ponsel yang berubah
6
Millenium Tower | Bab 06. Operasi Kakek dan Pindahan rumah
7
Millenium Tower | Bab 07. Warisan ayah bagian pertama
8
Millenium Tower | Bab 08. Warisan ayah bagian Kedua
9
Millenium Tower | Bab 09. Warisan ayah bagian Ketiga (Case Close)
10
Millenium Tower | Bab 10. Hantu wanita merah bagian pertama
11
Millenium Tower | Bab 11. Hantu wanita merah bagian Kedua
12
Millenium Tower | Bab 12. Hantu wanita merah bagian Ketiga
13
Millenium Tower | Bab 13. Hantu wanita merah bagian Keempat
14
Millenium Tower | Bab 14. Hantu wanita merah bagian Kelima (Case close)
15
Millenium Tower | Bab 15. Perbaikan
16
Millenium Tower | Bab 16. Hantu Pedang Katana
17
Millenium Tower | Bab 17. Hantu Kolam berenang bagian pertama
18
Millenium Tower | Bab 18. Hantu Kolam Berenang Bagian kedua
19
Millenium Tower | Bab 19. Hantu Kolam Renang bagian Ketiga
20
Millenium Tower | Bab 20. Hantu Kolam Renang bagian Keempat
21
Millenium Tower | Bab 21. Hantu Kolam Renang bagian Kelima
22
Millenium Tower | Bab 22. Hantu Kolam Renang Bagian Keenam (Case Close)
23
Millenium Tower | Bab 23. Desa kabut bagian I
24
Millenium Tower | Bab 24. Desa kabut bagian II
25
Millenium Tower | Bab 25. Desa kabut bagian III
26
Millenium Tower | Bab 26. Desa kabut bagian IV
27
Bab Sampingan Luna - Cincin warisan Ibu | Bab 27. Desa kabut bagian V
28
Bab 28. Desa Kabut bagian VI | Side Luna: Luna Revenge.
29
Bab 29. Desa kabut bagian VII (Case Close)
30
Bab 30. Penghuni baru dan Perguruan Garuda Emas.
31
Bab 31. Ruang Putih dan kelas pertama Luna
32
Bab 32. Dungeon dan kelas Alkimia
33
Bab 33. Pewaris Dungeon dan Hantu Perkebunan pisang Bagian I
34
Bab 33.5 Luna Side: Kelas Alkimia II
35
Bab 34. Sistem Gabungan
36
Bab 34.5 Medusa
37
Bab 35. Membangun dengan sistem dan Hantu perkebunan pisang II
38
Bab 35.5 Catatan Julia
39
Bab 36. Homunculus dan Hantu Perkebunan pisang Bagian Tiga ( Case close )
40
Bab 37. Penyusup
41
Bab 37.5 Gita Clara
42
Bab 38. Kutukan Emas Bagian I
43
Bab 38.5 Perusahaan Unicorn
44
Bab 39. Kutukan Emas Bagian II
45
Bab 39.5 Satu hari sebelum masuk Game
46
Bab 40. Kutukan Emas Bagian III
47
Bab 40.5.1 Spesial Gita: Gita In Game World
48
Bab 40.5.2 Spesial Gita: Gita In Game World
49
Bab 40.5.3 Spesial Gita: Gita In Game World.
50
Bab 41. Kutukan Emas Bagian IV (Case Close).
51
Bab 41.5.1 Spesial Gita: Gita In Game World.
52
Bab 41.5.2 Special Gita: Gita In World Game.
53
Bab 42. Two World (Book 1. End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!