...Bab 15. Perbaikan...
Beberapa hari setelah kepergian Julia ke Nirwana, Erick pun mendapat 2.000 poin dan apk yang baru yaitu Astral Dimensional atau Dimensi Astral dari Malaikat Maut.
Maka dari itu, Erick memutuskan untuk memulai membangun ulang apartemen nya. Erick pun mengawali pekerjaan nya dengan memisahkan dua dunia di Millenium Tower. Yang mana, pengaturan itu dari lantai basemen satu sampai lantai 25. Erick membuat apartemen untuk manusia sedangkan, lantai 25 sampai lantai 40 dijadikan hotel hantu.
Meski dibilang hotel, Erick tidak memiliki satu pun karyawan di Millenium Tower. Hal itu membuat dirinya menghela nafas panjang. Maka dari itu, Erick untuk sementara mengabaikan hotel hantu dan fokus dalam perbaikan 25 lantai dengan bermodalkan 4.100 poin.
Langkah awal dari Erick ialah memperbaiki seluruh koridor dengan mengunakan desain yang sederhana dan menghabiskan 500 poin.
Selain koridor, Erick juga memperbaiki lampu namun, tidak mengunakan poin melainkan secara manual dengan dibantu oleh Pak Eko dan Ari.
Seusai merapihkan dan memperbaiki semua lantai, tibalah saatnya Erick membersihkan dan memperbaiki lantai basemen pertama yang mana Erick harus dihadapkan dengan suasana yang kotor dan bau bahkan saat Erick melihat pak Eko terlihat sangat sulit untuk membantu nya.
"Pak Eko, Ari. Biarkan Aku saja yang merapihkan basemen ini!" pinta Erick.
Ari yang mendengar itu, dia menggelengkan kepalanya. "Saya sudah terbiasa, Mas Erick." Lalu, Ari juga membantu Erick menyakinkan pak Eko. "Pak Eko lebih anda tunggu didalam. Saya saja yang membantu Mas Erick."
"Kalau begitu, saya minta maaf, Mas Erick."
"Tidak masalah," jawab Erick.
Sesaat kemudian, pak Eko pun undur diri dan Erick bersama dengan Ari menelusuri lantai basemen. Meski diluar suasana sangat panas dan terang namun, Erick dan Ari dihadapkan dengan suasana yang mencekam dan gelap. Hal itu membuat Erick dan Ari melangkah dengan mengunakan senter.
"Aneh, disini sangat gelap?!" ucap Ari seraya jalan pelan.
"Iya dan sekarang lebih penting mencari sakelar basemen lantai ini."
Ditengah menelusuri basemen, tiba-tiba langkah Ari terhenti dan dia menyoroti sisi kirinya. "Mas Erick, ada pocong yang melompat ke sini."
Mendengar itu, Erick pun menghentikan langkahnya dan mengikuti pandang dari Ari yang mana dia melihat sosok hantu pocong sedang melompat kearah nya namun, disaat Erick melihat nya. Tiba-tiba Pocong itu melompat dengan cepat kearah Erick.
"Mas Erick!" seru takut Ari.
Lalu, Erick juga dengan cepat mengambil ponsel dan memotretnya dengan Flash Killer sehingga membuat hantu pocong itu menghilang.
Sesaat itu, Ari pun memberikan peringatan. "Mas Erick, kita terkepung!" seru panik Ari.
Disaat Ari berteriak itu, semua hantu pocong melompat cepat kearah Ari dan Erick.
Erick pun juga tidak kalah, dia dengan cepat memotret mereka semua sehingga hantu pocong itu menghilang satu persatu sampai tidak ada yang terlihat. Hal itu membuat Erick bernafas berat dengan nafas yang terengah-engah.
"Mas Erick, anda baik-baik saja?" tanya Ari.
"Aku baik-baik, Ayo kita melanjutkan langkah!" jawab Erick.
Sesudah itu, Erick dan Ari pun menyalakan listrik yang mana mereka melihat mobil mewah dengan tipe lama seperti BMW, Mercedes Benz bahkan ada satu Lamborghini.
"Wow, ini seperti showroom mobil klasik saja," ucap kagum Ari.
Erick hanya tersenyum kecil lalu, dia melanjutkan langkahnya ke pintu gerbang basemen.
"Ayo, Ari! pekerjaan kita belum selesai," ucap Erick sambil berjalan.
"Baik, Mas," jawab Ari yang melanjutkan langkahnya mengikuti Erick.
Lalu, sampai lah mereka di pintu gerbang basemen. Setelah itu, Erick dan Ari membuka paksa pintu troly besi.
"Satu ... dua ... tiga!" seru Erick seraya menarik troli ke atas dibantu oleh Ari.
Sesaat kemudian, pintu gerbang pun terbuka dan cahaya matahari pun masuk kedalam basemen menyinari lantai tersebut.
"Sekarang, tinggal membangun ulang!" ucap Erick.
"Apa?!" kaget bingung Ari.
Erick pun melihat Ari dan tersenyum. "Ari, rahasia kan apa yang kamu lihat!" seru Erick.
"Baik, Mas Erick," jawab Ari seraya menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapat jawaban itu, Ari mengunakan 20 poin untuk membangun ulang basemen dan dalam sekejap basemen itu berubah menjadi basemen apartemen pada umumnya.
Ari yang melihat itu, dia hanya menggelengkan dan terkagum. "Jika aku berbicara sekalipun tidak akan ada yang percaya dengan apa yang ku lihat." Lalu, Ari menyambung dengan pertanyaan. "Mas Erick, sebenarnya apa yang anda lakukan terhadap hantu pocong itu."
Erick pun menjawab dengan santai. "Aku mengurungkan nya di lantai 27."
"Ehhh?! yang benar saja!" kaget Ari.
Erick yang mendengar itu, dia hanya tersenyum kecil.
Ditempat yang berbeda, seusai Luna mendapatkan warisan dari ibunya sebesar 1 juta US Dollar atau 17 Milliar. Dia memutuskan untuk menemui dekan secara langsung.
Berkat bantuan dari Miranda, dekan berhasil di undang jika tidak mungkin, sosok Luna belum dipercaya oleh nya apalagi mengundang makan malam di restoran berbintang.
Pada malam itu, dekan pun datang ke restoran yang mana Miranda sudah menunggu dekan. Saat melihat nya, Dekan pun menghampiri Miranda dan duduk dihadapan nya.
"Terimakasih sudah mau datang pak Dekan Kampus Tiga."
Dengan ekspresi senang, pak Dekan pun tersenyum. " Saya yang merasa terhormat di undang oleh pengacara bintang seperti ibu Miranda ini. Ada apa memanggil ku?"
"Seperti yang kamu tahu, aku tidak suka bertele-tele," ucap Miranda.
"Apa maksud anda?" tanya bingung Dekan.
Miranda tersenyum dan memberikan sebuah kotak bingkisan kepada Dekan. Lalu, saat Dekan membuka nya, dia terkejut melihat beberapa keping emas murni dibawah gingseng.
"Ini obat yang manjur. Tapi, kenapa ibu Miranda memberikan kepada saya?"
"Cukup sederhana. Kamu hanya perlu mencabut skorsing atas nama Luna dan untuk kekurangan biaya kuliahnya sudah aku selesaikan," ucap Miranda.
"Tunggu, seperti nya itu sulit karena jika aku mencabutnya maka, aku akan berurusan dengan Gale Group?!" ucap nolak Dekan.
Disaat Dekan mengatakan itu, Luna yang sedang duduk berdiri dan menjawab perkataan Dekan.
"Tenang saja. Gale Group, aku yang atasi," jawab Luna.
Dekan pun terkejut melihat ada Luna disana dan dia pun sontak mengambil kesimpulan bahwa yang menyewa jasa pengacara Miranda ialah Luna.
"Kamu Luna, bagaimana bisa? bukankah, kamu wanita miskin. Siapa sebenarnya kamu?" ucap rendah Dekan.
Luna pun tersenyum dan duduk di samping Miranda. "Aku bukan siapa-siapa dan pak Dekan juga harus berpikir seperti sebelumnya."
Dekan pun menenangkan pikiran, "Baiklah, lagi pula kamu mahasiswa saya. Jadi, bukan kah sudah seharusnya seorang dekan membantu Mahasiswa nya."
Luna dan Miranda saling bertukar pandang dan tersenyum.
Dan, Beberapa hari kemudian di kampus tiga. Dekan menulis pernyataan permintaan maaf karena salah menduga dan telah menskorsing Luna. Maka dari itu, Luna di panggil kembali ke kampus untuk kuliah kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
John Singgih
berkat Miranda dan harta warisan Luna bisa kuliah lagi...
2022-07-13
1
Ahmadi Buron
lanjut tor
2022-04-21
1
Kaylha✌️✌️
mantap thor...
lanjutkan
2022-04-21
1