"Stop!" teriak Gwen sampai suaranya melengking memenuhi mansion.
Trevor dan Keiner yang akan saling menyerang, menghentikan aksi mereka. Mereka menatap Gwen yang mengacak tangannya di pinggang.
"Apa dengan kalian duel masalah akan selesai!?" tambah Gwen.
Juvel memainkan perannya, dia harus perhatian pada Keiner supaya orang tuanya percaya mereka saling mencintai.
"Babe, apa kau baik-baik saja?" tanya Juvel pura-pura perhatian sambil memeriksa wajah Keiner.
Trevor yang melihat itu kaget setengah mati. Seorang Juvellian Brown yang biasanya dingin pada pria jadi budak cinta?
"Lelaki pemerkosa itu menendang perut daddy, kenapa kau jadi lebih perhatian padanya?" tegur Trevor kemudian.
"Dad..." Juvel meninggikan suaranya. "Keiner bukan pemerkosa dan daddy sendiri yang menyerangnya duluan padahal kami hanya ingin menikah!"
"Kami saling mencintai dan ingin menikah jadi apa salahnya, Dad?"
"Apalagi ada bayi di perutku!"
Trevor langsung tersadar jika dia akan memiliki cucu, sungguh gila!
Trevor mendekati putrinya, dia memeluk Juvel ternyata putrinya sudah besar dan bisa hamil. Dia sampai melupakan jika Juvel sudah berumur seperempat abad. Trevor masih memiliki gairah muda yang menggebu-gebu.
"Daddy akan menerima bayi itu tapi jangan menikah dengan pemerkosa itu!" ucap Trevor yang membuat Keiner membulatkan matanya.
"Bayi itu adalah bayiku!" Keiner menarik Juvel supaya lepas dari pelukan Trevor.
Tapi Trevor tentu tidak membiarkan hal itu, dia juga menarik Juvel yang pada akhirnya mereka seperti melakukan tarik tambang.
"Bayiku!"
"Bayiku!"
Keiner dan Trevor terus menarik Juvel yang membuat gadis itu terhuyung ke kanan dan ke kiri.
"Astaga!" Gwen menepuk jidatnya sendiri melihat tingkah suami, anak dan calon menantunya.
"Mom, help me!" teriak Juvel meminta bantuan.
*****
Keiner dan Trevor masih saling menatap seperti musuh. Saat ini mereka duduk saling berhadapan di meja makan.
Rupanya perselisihan mereka berhenti karena ancaman dari Gwen.
Gwen menyelesaikan masakannya lalu meminta semua berkumpul di meja makan untuk makan bersama.
"Di meja makanku tidak boleh ada pertengkaran!" Gwen memberi peringatan.
Semua terdiam dan mulai menyantap hidangan yang tersaji.
"Makanlah yang banyak, Babe," ucap Keiner yang mengambilkan lauk ke piring Juvel.
Tentu saja tujuan Keiner adalah memanas-manasi Trevor. Dia tidak akan tunduk dengan bos mafia itu.
"Kau juga, Babe." Juvel mencoba menyuapi Keiner dari sendoknya.
"Apa kau gila!?" teriak Keiner dalam hatinya. "Aku tidak akan mau satu sendok dengan orang lain!"
Tapi Juvel memaksa Keiner membuka mulut dengan menendang kaki lelaki itu.
Akhirnya Keiner membuka mulutnya dan menerima suapan dari Juvel, Gwen yang melihat itu jadi senyum-senyum sendiri.
"Kalian so sweet sekali, tidak ada kata ancaman atau dominasi dari pasangan," ucap Gwen dengan maksud menyindir Trevor yang tidak bisa romantis.
"Cih, dia itu cuma lelaki pemerkosa, tidak ada yang so sweet!" cibir Trevor tidak suka.
"Dad..." protes Juvel karena Trevor yang selalu menyebut Keiner pemerkosa. "Jangan menyebut calon suamiku seperti itu!"
Lalu Juvel mengutarakan niatnya. "Setelah aku menikah, aku ingin hidup bersama Keiner jadi aku akan berhenti dari misi apapun, Dad!"
"Suamiku kaya, dia bisa membelikan apapun yang aku mau!"
Trevor tergelak mendengar pernyataan Juvel. "Sekali mafia tetap mafia, kau tidak akan bisa lari. Kalau pemerkosa itu mau menikahimu, dia harus jadi mafia!"
"Maaf, aku tidak tertarik. Aku sudah kaya tanpa harus menjadi mafia! Satu jam hidupku sudah bisa membeli mobil sport keluaran terbaru," tolak Keiner dengan elegan.
"Cih, sombong sekali kau!" decih Trevor sebal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Rianti Dumai
hahaa,,,byk seru,tuan mafia dan tuan arogan berebut d'bay,,,😅🤣😂
2024-07-31
1
Afika Fika Yesy
punya saigan nie
2023-12-23
1
🥰Siti Hindun
🤣🤣🤣Bang Trey,seperti'y lawan mu kali ini seimbang..
2023-11-20
0