Di sebuah klinik ibu dan anak, diam-diam Jullian membayar mahal seorang dokter kandungan supaya membantunya untuk menggugurkan kandungan Juvel.
Dokter itu terpaksa menerima karena Jullian menodongkan senjata ke kepalanya.
"Lakukan prosedur yang aman, buat adikku selamat!" ucap Jullian dengan nada mengancam yang membuat dokter ketakutan.
Akhirnya Juvel dibawa ke ruangan bersalin untuk melakukan proses aborsi diam-diam.
"Jangan takut, bukankah yang merasakan sakitnya aku!" bujuk Jullian yang sebenarnya juga mencemaskan keadaan adiknya.
"Jullian, kita akan membunuh bayi yang tidak berdosa!" Juvel sebenarnya masih meragu.
Jullian menyatukan keningnya dengan Juvel, keduanya memejamkan matanya bersama. Tentu saja ada rasa takut walaupun ini bukan pembunuhan pertama yang mereka lakukan.
"Semua akan baik-baik saja! Tangan kita sudah berlumuran darah sebelumnya," bujuk Jullian.
Juvel mengangguk, dia berbaring di bed pasien untuk menerima suntikan bius.
Saat suntikan bius sudah diberikan, Juvel memejamkan matanya perlahan. Gadis itu sudah tidak sadarkan diri.
Dokter kandungan yang diancam oleh Jullian sebelumnya memulai proses aborsi dengan jantung berdebar.
Baru saja akan memasukkan alat, tiba-tiba pintu ruangan bersalin di buka dan Keiner sebagai pelaku langsung meminta dokter untuk menjauh.
"Pergilah!" teriak Keiner.
Keiner bergegas menggendong Juvel dan membawanya pergi dari rumah sakit.
*****
Sebelumnya, Keiner berusaha mencari keberadaan Juvel dengan melihat rekaman cctv di parkiran perusahaan untuk melacak plat mobil yang dipakai oleh si kembar.
Beruntung si kembar tidak mengganti mobil saat menuju ke klinik ibu dan anak jadi Keiner begitu mudah menemukannya.
Saat sampai Keiner segera mencari keberadaan Juvel dan Keiner menemukan Jullian tengah menunggu adiknya di luar ruangan bersalin.
Untuk menghadapi mafia, Keiner harus menggunakan cara licik. Keiner sudah menyiapkan alat kejut untuk menyetrum tubuh Jullian.
"Jadi kalian benar-benar akan menggugurkan bayiku?" tegur Keiner yang mendekat ke arah Jullian.
Jullian kurang siaga karena dia juga ikut terpengaruh oleh obat bius yang disuntikkan ke tubuh Juvel.
"Kenapa kau bisa ada di sini, hah!?" Jullian kaget saat melihat Keiner yang menyusulnya.
Mata Jullian berkunang-kunang tapi dia berusaha tetap sadar.
"Aku tidak akan membiarkan kalian membunuh bayiku!" Keiner langsung menggunakan alat kejutnya yang membuat Jullian terjungkang ke belakang.
Lelaki itu langsung tak sadarkan diri. Buru-buru Keiner membuka pintu ruang bersalin dan membawa Juvel pergi.
Keiner membawa Juvel ke mansionnya, dia ingin bernegoisasi dengan gadis itu.
*****
Juvel membuka matanya dan dia terkejut saat mendapati dirinya tidak berada di klinik.
"Apa Jullian yang membawaku kemari?"
"Jullian!" panggil Juvel mencari saudaranya.
Tangan sebelah Juvel merasa tidak nyaman ternyata tangan itu telah diborgol di tiang ranjang, tempat dia berbaring.
"Apa-apaain ini!?" pekik Juvel merasa terancam.
Juvel berusaha berontak dan melepaskan diri tapi tentu saja usahanya akan sia-sia.
Tak lama Keiner masuk ke kamar dia menawan Juvel, lelaki itu sudah berpakaian santai bukan pakaian formal yang dia pakai di kantor. Tapi tidak sedikitpun mengurangi karismanya.
"Kau!" geram Juvel saat tahu jika ini semua ulah Keiner. "Di mana Jullian? Apa yang kau lakukan padaku?"
Keiner menyilangkan kedua tangannya di dada, dia melihat wajah Juvel dengan seksama.
"Ternyata gadis mafia itu lumayan juga," gumamnya dalam hati.
Tapi buru-buru Keiner berdehem dan berkata. "Aku membawamu ke sini untuk bernegoisasi. Aku tidak mau kau menggugurkan bayiku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Warni Arni
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2025-01-05
0
Warni Arni
Hahahhahahah
2025-01-05
0
Nami chan
wkkwkwkw ngakak ngeng 🤣
2023-12-21
2