Keiner saat ini tengah menghajar orang suruhannya karena tidak juga menemukan wanita pembawa benihnya.
"Sudah satu bulan tapi belum ada perkembangan apapun, dasar tidak becus!?"
Keiner memperbaiki kemejanya kemudian dengan sigap Lucas memakaikan jas pada majikannya yang sebelumnya dilepas.
"Ma--maaf, Tuan." Walaupun sudah babak belur orang itu tetap meminta maaf pada Keiner.
"Pergilah!" perintah Lucas kemudian, supaya suasana hati Keiner tidak semakin buruk.
Memang kurangnya petunjuk membuat pencarian sangatlah sulit, rekaman cctv rumah sakit rusak sebagai petunjuk utama. Mereka hanya bermodal sketsa wajah dari gambaran dokter Lala yang pernah melihat Juvel secara langsung.
"Saya akan mencari orang lagi yang lebih berkompeten, Tuan." Lucas berusaha membuat Keiner tenang.
"Sudah berapa orang, hah!? Ini sudah satu bulan pasti bayiku sudah tumbuh!" kesal Keiner sambil membanting gelas dari mejanya.
"Bagaimana kalau anda yang membuka diri saja, Tuan," usul Lucas takut-takut.
"Apa maksudmu?" tanya Keiner memastikan.
"Kita buat wanita itu mencari anda sendiri, kita tidak perlu menyembunyikan identitas. Menurut dokter Lala saat proses inseminasi buatan itu, wanita itu tampak bingung! Dan menurut Angel, dia juga bukan wanita biasa," jelas Lucas yang memberi solusi terakhir.
"Jadi kau yakin kalau wanita itu akan mencariku?Bagaimana kalau dia tidak mencariku? Atau malah dia menggugurkan bayiku?" Keiner mulai berpikir ke arah negatif.
"Kita coba saja dulu, Tuan." Lucas masih berusaha membujuk.
Akhirnya Keiner menurut juga, tidak ada salahnya mencoba.
*****
Siang itu, Keiner sedang melakukan rapat penting untuk mengembangkan bisnisnya di bidang teknologi. Ada beberapa teknologi buatan yang butuh pengembangan dan juga dana yang tidak sedikit.
Keiner menyimak presentasi dengan baik sampai Lucas berbisik padanya jika ada yang menunggunya dan memaksa bertemu.
"Mereka mengancam akan menghancurkan tempat rapat, Tuan," bisik Lucas.
Keiner mengerutkan dahinya dalam akhirnya dia mempercepat rapatnya supaya bisa menemui siapa yang berani mengancam Lucas.
"Mereka menunggu di ruangan anda, Tuan," ucap Lucas yang membuat Keiner bergegas ke ruangannya.
Saat Keiner masuk ke ruangannya, dia melihat ada sepasang lelaki dan perempuan duduk dengan serampangan di sofa mahalnya.
"Siapa mereka? Mereka seperti gelandangan!" komentar Keiner yang melihat saudara kembar Jullian dan Juvel.
Jullian dan Juvel sebelumnya meretas data rumah sakit dan beruntung data tentang Keiner ada di sana karena memang sengaja tidak disembunyikan oleh Lucas, seperti rencana sebelumnya.
Untuk memastikan Keiner adalah ayah dari bayi yang dikandung Juvel, si kembar mendatangi dokter Lala dan menanyakan semuanya.
Awalnya si kembar berpikir jika pemilik benih adalah laki-laki yang sudah beristri yang susah mempunyai keturunan, mereka tidak menyangka jika ternyata Keiner adalah seorang taipan kaya raya.
Jullian bahkan sempat memikirkan jika Keiner akan menjadi target untuk dikuras hartanya.
"Kita harus cepat mendatanginya, Jullian!" ajak Juvel kemudian saat sudah tahu siapa ayah dari bayi yang dia kandung.
Mereka pergi ke salah satu perusahaan Keiner dan mengancam Lucas supaya mereka bisa bertemu dengan pemilik benih.
Si kembar berpenampilan seperti yang biasa mereka pakai, kaos dan jeans yang bolong-bolong apalagi ada beberapa bagian tatto Jullian yang terlihat, Keiner memandang semua itu seperti gelandangan di pinggir jalan.
"Juvel, ternyata ayah dari bayi yang kau kandung adalah orang yang sombong," komentar Jullian memandang tidak suka pada Keiner.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Afika Fika Yesy
hehehe korban baru nih
2023-12-23
3
epifania rendo
ayah yang sombong
2023-04-25
0
liberty
ampun dah barbar langsung mau diporoti 😅
2023-03-07
1