"Negoisasi? Bukannya aku datang baik-baik lalu kau menolak dan menuduhku?" Juvel bingung dengan jalan pikiran Keiner.
"Lantas kenapa kau menculikku begini? kalau Jullian tahu, habislah kau!"
Keiner terus memandangi Juvel yang tengah marah padanya, baru kali ini ada wanita yang berani memarahinya. Biasanya wanita yang dekat dengannya patuh dan lemah lembut.
Ah, Keiner lupa jika tengah berhadapan dengan gadis mafia, pasti akan berbeda.
Keiner lalu merangkak ikut naik ke atas ranjang yang membuat Juvel jadi bingung sendiri karena tangannya di borgol tentu saja membuat pergerakannya terbatas.
Lalu Juvel berusaha menendang Keiner tapi kakinya langsung ditangkap oleh lelaki itu.
"Lepaskan aku!" pekik Juvel kemudian.
"Kau pikir aku bodoh, kalau aku melepasmu, kau tentu akan langsung menyerangku!" sahut Keiner yang masih memegangi kaki Juvel.
"Ini semua demi kebaikanmu, Tuan sombong. Jika Jullian atau daddy ku tahu, kau akan tinggal nama!" ancam Juvel yang sangat yakin jika Jullian tengah mencarinya.
Keiner terkekeh, dia mengeluarkan ponsel Juvel dari kantong celananya. Keiner sempat mengambil ponsel itu di kantong celana Jullian yang pingsan.
"Sekarang hubungi kakakmu dan katakan kau baik-baik saja bersamaku!" Keiner menunduk yang membuat wajahnya sangat dekat dengan Juvel. "Jangan terus melakukan gerakan kasar yang membuat bayiku dalam bahaya!"
Juvel menelan ludahnya karena hembusan nafas Keiner yang menerpa wajahnya.
"Lepaskan aku dulu!" pinta Juvel.
"Hubungi kakakmu dan kita bicara baik-baik!"
"Deal!"
*****
"Hallo, Jullian!" Juvel menghubungi kakak laki-lakinya yang saat ini mengumpulkan pasukan untuk menyerang kediaman Keiner.
Setelah bangun dari pingsannya, Jullian tidak mendapati Juvel di ruang bersalin dan dia yakin Keiner telah menculik adiknya.
Jullian kembali ke markas dan mengumpulkan para anak buahnya untuk menyelamatkan Juvel.
Tapi saat semua siap, Juvel justru menghubunginya.
"Aku akan datang menjemputmu!" ucap Jullian yang mendengar suara Juvel.
"Aku baik-baik saja, aku dan Keiner ingin waktu berdua jadi jangan lakukan apapun, Jullian!" Juvel berusaha memberi peringatan.
"Apa kau yakin?" tanya Jullian memastikan.
"Aku yakin, istirahatlah karena besok pagi kau akan kembali mual dan muntah lagi!"
TUT!
Juvel mematikan panggilannya.
"Ck! Apa yang mereka bicarakan!" decak Jullian kesal.
Kemudian Jullian membubarkan para anak buahnya.
"Panggil Irene, suruh dia ke kamarku!" perintah Jullian yang saat ini ingin mengganggu gadis mungil itu. Irene memang bertubuh kecil dan mungil yang pas dalam dekapan Jullian.
Irene yang tengah membersihkan dapur membuat cemilan dan minuman sebelum ke kamar Jullian.
"Tuan..." panggil Irene saat masuk ke kamar Jullian, matanya mencari sosok lelaki kekar yang sering mengganggunya.
Ternyata Jullian berada di kamar mandi, saat lelaki itu keluar, dia hanya memakai bathrobe saja membuat Irene tersipu.
"Kau sudah ada di sini? Cepat kemarilah!" Jullian memberi kode dengan jari telunjuknya supaya Irene mendekat.
Dengan perlahan Irene mendekat, kepalanya tertunduk karena malu.
"Kenapa kau suka sekali menunduk, hem?" Jullian menaikkan dagu Irene supaya bertatapan dengannya. "Ayo kita lanjutkan yang tadi pagi!"
"Tuan sudah sikat gigi, 'kan?" tanya Irene memberanikan diri. Dia tidak mau dicium bekas muntah lagi.
Jullian tertawa mendengar pertanyaan Irene, dia sangat menyukai gadis lugu itu.
"Kau takut mulutku bau?" tanya Jullian kemudian.
"Bukan begitu tapi--"
Kalimat Irene belum selesai tapi dia merasakan tubuhnya diangkat oleh Jullian untuk naik ke atas ranjang.
"Aku tidak akan menciummu tapi malam ini temani aku tidur!"
Jullian memeluk Irene yang membuat badan mungil gadis itu tenggelam di badan besar Jullian.
"Hiks... aku seperti kucing kecil yang didekap induknya!" Irene merasakan dada Jullian yang keras. "Kenapa badannya keras seperti batu?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
C a l l i s t o ®
Agak ga suka tipe tokoh kayak Irene. Mudah trsipu, kayak tlalu gampang
2024-06-28
1
Reza Indra
😍😍😍
2023-04-24
1
Tinna Augustinna
simpan pertanyaan konyolmu jgn bkn bad mood bbang julli
2022-12-30
1