Jullian seperti mendapat lotre, dia menggandeng tangan Irene untuk cepat pergi dari wahana permainan.
Tapi saat mereka akan keluar, mereka berpapasan dengan saudara tiri Irene yang juga berada di sana.
"Irene!" panggilnya.
Irene yang sadar jika yang memanggilnya adalah saudara tiri yang suka menyiksanya dulu langsung berlindung di punggung Jullian.
"Oh, sekarang kau ternyata menjadi wanita simpanan! Cih, menggelikan!"
Jullian yang mendengar itu tentu saja tidak suka, dia memasang badannya untuk melindungi Irene.
"Kalau Irene jadi simpanan memangnya kenapa? Irene tidak ada sangkut pautnya lagi denganmu!" tegas Jullian.
Suadara tiri Irene yang bernama Chloe itu tertawa terbahak-bahak.
"Kau rupanya sudah terjerat dengan gadis sok polos itu, dia menjerat para pria dengan kepolosannya itu!" ucap Chloe memprovokasi.
Irene yang lemah hanya bisa menangis mendapat fitnah seperti itu, tangannya meremas baju Jullian. Dia ingin cepat pergi dari sana.
"Jullian, aku ingin pulang!" lirih Irene. Suara yang begitu lemah dengan tubuh bergetar meminta perlindungan.
Karena berada di tempat umum, Jullian tidak mau membuat keributan. Dia akhirnya membawa Irene pergi.
Sebelum pergi, dia memberi peringatan pada Chloe dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya. "Hari ini kau beruntung tapi jika aku bertemu denganmu lagi, kau harus berlari dan bersembunyi karena aku tidak akan segan-segan melakukan pertumpahan darah!"
Bukannya takut, Chloe kesal karena Jullian tidak mudah terprovokasi.
"Awas kau, Irene!"
*****
Di dalam mobil, Jullian menghapus air mata Irene yang membasahi pipi mulus gadis itu sementara Irene sendiri merasa takut, takut Jullian akan percaya dengan omongan Chloe.
Dia tahu jika Jullian sering melecehkan dirinya tapi diantara semua manusia yang dia kenal, hanya Jullian yang bersikap baik padanya. Untuk itu, Irene menerima semua perlakuan Jullian, dia sudah dibeli jadi Irene harus patuh.
Irene takut Jullian akan membuangnya.
"Jullian, apa yang dikatakan Chloe itu tidak benar. Pria yang dekat denganku hanya kau seorang dan semua yang kau lakukan padaku adalah pertama kalinya," ucap Irene dengan menundukkan wajahnya.
Jullian merasa tercubit hatinya, pantaskah gadis polos dan murni itu dia sakiti. Hasrat yang menggebu-gebu sebelumnya langsung sirna begitu saja.
"Kita cari makan, kau pasti lapar!" Jullian mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tidak jadi main lobak?" tanya Irene yang bingung.
"Lobakku hari ini ingin tidur dan hibernasi sampai sampai ladang gembur siap untuk ditanami," sahut Jullian.
Di detik itu juga, ponsel Jullian berdering karena mendapat panggilan dari Juvel.
"Jullian!" panggil Juvel saat kakaknya sudah mengangkat panggilan.
"Kau ada di mana sekarang?" tanya Jullian.
"Aku ada di apartemen, aku ingin memberitahumu sesuatu jadi kemarilah!"
Jullian yang penasaran akhirnya membeli beberapa makanan dan membawanya ke apartemen adiknya.
Saat sampai di apartemen, Irene segera mempersiapkan makanan yang dibeli untuk dimakan bersama-sama.
Dan Jullian ikut duduk bersama Juvel di meja makan.
"Sesuatu apa?" tanyanya.
"Aku harap kau akan setuju dengan keputusanku, Jullian." Juvel mengatur nafasnya untuk melanjutkan kalimatnya. "Aku dan Keiner memutuskan untuk menikah!"
"Apa!?" teriak Jullian tidak percaya. "Apa kau gila!?"
"Kau sangat tahu, aku ingin keluar dari dunia mafia dan aku mengambil kesempatan ini," jelas Juvel. Gadis itu berusaha membujuk Jullian. "Jadi, tahanlah beberapa bulan lagi!"
Jullian sampai tidak bisa berkata-kata lagi, Juvel benar-benar nekat. Tentu tidak akan semudah itu keluar dari dunia mafia apalagi mereka menjadi generasi penerus keluarga Brown.
Tapi masalah terbesar yang akan dihadapi Jullian adalah kehamilan Juvel yang simpatiknya ada padanya.
"Irene..." panggil Jullian pada pelayan pribadinya yang sibuk di dapur.
Irene segera mendatangi Jullian dan tubuhnya ditarik untuk naik ke paha lelaki itu. Jullian memeluk Irene dengan posesif. "Terus berada di dekatku, Irene. Selama beberapa bulan ke depan, aku akan berpenyakitan!"
"Penyakit muntah-muntah itu? Jadi setiap hari aku harus membantumu untuk muntah atas dan bawah?" tanya Irene memastikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Susi Susiyati
😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
2024-05-17
0
Kardi Kardi
MUNTAHHH. UP & DOWN. RUNTAHHHHH. HAAAA
2024-05-05
1
Ramlah
/Facepalm//Joyful//Joyful/
2024-01-29
1