Catatan Author :
Takut terjadi kontra masalah Juvel masih perawan tapi sudah melakukan pap smear. Ada beberapa artikel yang author baca kalau itu diperbolehkan bahkan Amerika pun menyarankan pap smear saat usia sudah menginjak 21 tahun walaupun belum melakukan hubungan sek..s.
Berikut beberapa artikelnya :
*****
Keesokan paginya, Jullian mengalami morning sickness hebat. Lelaki itu terus muntah-muntah sampai isi perutnya kosong.
"Anda tidak apa-apa, Tuan?" tanya Irene, pelayan pribadi Jullian di markas.
"Kau pikir?" ketus Jullian yang badannya terasa lemah tapi Irene sempat-sempatnya bertanya.
"Ma--maaf, Tuan. Mari saya bantu untuk kembali berbaring," ucap Irene yang membantu Jullian berdiri dari kamar mandi dan memapahnya kembali menuju ranjang.
"Apa perlu saya panggil dokter untuk memeriksa keadaan Anda, Tuan?" tawar Irene sambil mendudukkan Jullian di tepi ranjang.
Di detik itu juga, Jullian mencium aroma shampo yang dipakai pelayan pribadinya itu. Irene sudah bekerja untuknya selama setahun ini, Jullian mendapatkan Irene saat melakukan misi. Saat itu Irene dijual oleh ibu tirinya pada pria hidung belang, Jullian membantu Irene dengan membeli gadis itu.
"Shampo apa yang kau pakai?" tanya Jullian sambil meraih rambut Irene dan menciumnya.
"Hanya shampo murah, Tuan," jawab Irene dengan jantung berdebar.
"Aku suka baunya, tidak membuatku mual," ungkap Jullian yang terus membaui rambut Irene kemudian bibirnya mulai menyusup ke leher gadis itu. "Aku juga suka aroma tubuhmu!"
Jullian terus menghendusi tubuh Irene karena hal itu ternyata bisa mengurangi mualnya.
"Tuan..." Irene berusaha menolak tapi justru Jullian meraih dagu dan menciumnya. Itu bukan ciuman pertama mereka, Jullian memang suka mencium Irene setiap ada kesempatan.
"Astaga, bukankah mulutnya bekas muntahan!" batin Irene menjerit. Dia tidak bisa protes karena Jullian adalah penyelamat hidupnya.
Dan hal itu tidak sengaja dilihat oleh Juvel yang baru masuk ke kamar saudaranya.
"Jullian!" teriaknya.
Jullian langsung melepas pagutannya dan membebaskan Irene.
"Ck! Kau menggangguku!" decak Jullian sebal.
Sementara Irene sendiri salah tingkah, dia pamit undur diri untuk kembali ke dapur.
"Kenapa kau suka mencium Irene? Dia hanya gadis polos yang tidak berdosa," ucap Juvel menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya suka mencium bibirnya, aku tidak melakukan hal lebih!" Jullian berusaha membela diri.
"Terserahmu!" Juvel tampak malas berdebat lebih jauh lagi mengenai hubungan antara Jullian dan Irene. "Jadi kau muntah-muntah lagi pagi ini?"
"Menurutmu? Badanku sampai lemah!" ungkap Jullian dengan membaringkan dirinya di kasurnya yang empuk.
Juvel ikut berbaring di samping saudaranya dan berkata. "Aku sudah memikirkan semuanya!"
"Jadi kau mau menggugurkan kandunganmu, 'kan?" tanya Jullian penuh harap.
Juvel menggeleng. "Aku memutuskan untuk mencari ayah dari bayi ini dan akan memberikan bayi ini saat lahir nanti!"
"Apa!? Jadi aku harus menderita selama 9 bulan lamanya? Aku tidak setuju!?"
"Kau bisa mengatakan hal itu karena kau tidak merasakan bagaimana rasanya!?"
Jullian menolak mentah-mentah, dia masih kukuh dengan pendiriannya.
"Ayolah, Jullian. Siapa tahu setelah ini simpatik itu akan hilang. Anggap kita menyelamatkan satu nyawa bayi!" bujuk Juvel.
"Bagaimana cara mencarinya?" tanya Jullian kemudian.
"Dengan meretas data rumah sakit, kita cari ayah dari bayi ini dan kita bicara baik-baik padanya," jelas Juvel dengan antusias.
"Terus selama mengandung kau akan kemana? mommy dan daddy pasti akan curiga!" ucap Jullian yang berpikir realistis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Minarni
bakal jd pasangan inj
2024-03-24
2
El Wang Xiao
hehhhh 🤣🤣🤣🤣
2023-11-14
0
INdah🌹
5544
2023-08-18
0