Setelah puas memarahi Jullian, Juvel kembali ke apartemen pribadinya untuk beristirahat. Gadis itu masih merasakan keram di perutnya dan juga bagian sensitifnya yang perih.
Juvel segera meraih ponselnya dan mencari tahu lebih banyak mengenai inseminasi buatan.
"Jadi virginku diambil alat sialan itu!" umpat Juvel yang sadar kenapa bagian sensitifnya begitu perih dan sakit.
Kemudian Juvel kembali membaca dan menemukan fakta bahwa proses inseminasi buatan itu akan terlihat hasilnya dua minggu setelah proses penanaman benih.
"Oh God! Bukankah sekarang masa suburku? Bagaimana ini?" gumam Juvel jadi gelisah sendiri.
"Ini semua karena Jullian!"
Juvel terus menyalahkan saudara laki-lakinya. Kalau saja Juvel menolak dengan tegas dan tidak terprovokasi oleh Jullian, hal ini tidak akan terjadi.
Bayangkan saja, Juvel masih virgin dan belum menikah tapi harus hamil dan mempunyai anak.
"Bukankah ini gila!?" pekik Juvel frustasi.
Juvel berdiri di dinding kaca apartemennya sambil melihat pemandangan kota, dia mengingat tadi malam sempat membuat permohonan jika dia ingin keluar dari kehidupan mafia yang dia jalani selama ini.
"Apa ini artinya permintaanku terkabul? tapi gak begini juga!?" Juvel mengacak rambutnya.
Juvel sudah bosan dengan hidupnya, dari kecil dia harus berpindah-pindah tempat. Saat dia sekolah dan menemukan teman baru, tak lama Juvel akan pindah sekolah lagi.
Belum lagi, dia harus menjalani latihan keras dari sang daddy. Dan yang paling Juvel benci adalah ketika dia harus membunuh dalam keadaan terdesak.
Rasanya suara jeritan orang-orang yang pernah dibunuhnya, menghantuinya setiap malam.
"Semoga benihnya tidak tumbuh dan inseminasi buatan itu gagal!" gumam Juvel kemudian.
*****
Sebulan berlalu semenjak peristiwa salah penanaman bibit itu, Juvel tampak baik-baik saja. Gadis itu mengira jika proses inseminasi buatan telah gagal. Juvel menjalani rutinitasnya seperti biasa.
Juvel bertanggung jawab untuk mengelola bisnis kasino, untuk itu Juvel sering ke kasino daripada markas utama. Juvel paling menghindari misi apalagi jika dia harus satu misi dengan Jullian yang menyebalkan.
Saat Juvel tengah memeriksa laporan keuangan yang masuk, ponselnya terus berdering. Rupanya panggilan dari Zack yang berada di markas utama.
"Hallo, pria tua!" jawab Juvel yang suka menggoda orang kepercayaan daddy nya itu.
"Kenapa kau suka sekali memanggilku seperti itu!" ketus Zack yang terpancing.
"Hahaha... Kau akan tambah tua jika suka marah!"
"Sudahlah, Jullian sakit lebih baik kau kemari. Dia terus muntah-muntah beberapa hari ini!"
"Oh iya? Kok aneh, seharusnya jika Jullian yang sakit, aku yang merasakan sakitnya!"
Juvel jadi bingung sendiri sampai dia mengingat jika bulan ini terlambat datang bulan.
"Ah, aku akan membelikan Julian obat pelancar datang bulan!"
Juvel bergegas meninggalkan kasino menuju apotek untuk membeli obat pelancar datang bulan, itu sudah biasa dia lakukan jika Jullian sakit perut karena Juvel yang terlambat menstruasi.
Tapi saat sampai di apotek, Juvel melihat sebuah alat tes kehamilan dan juga membelinya. Juvel harus memastikan jika dia tidak hamil.
Sesampai di markas utama, Juvel segera menemui Jullian di kamarnya. Lelaki yang biasanya angkuh itu sekarang terkapar di atas ranjang.
"Aku sudah membeli obat pelancar datang bulan, minumlah!" Juvel menarik selimut Jullian yang membuat saudaranya itu melotot tajam.
"Sebaiknya kita harus menemukan cara supaya simpatik ini tidak terus-terusan terjadi, tidak mungkin selamanya aku begini!" kesal Jullian.
"Mungkin ini sebuah karma karena daddy sudah melakukan banyak kejahatan," ungkap Juvel secara gamblang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Warni Arni
Hahahhahahaha
2025-01-05
0
Abinaya Albab
benihnya siapa yg hamil siapa yg morning sickness siapa /Facepalm/
2024-07-01
1
Afika Fika Yesy
wkwkwk julian ngidam
2023-12-23
1