"Kita harus sering kontak fisik!"
Mendengar kalimat itu dan sapuan bibir di pipi dari seorang gadis membuat Keiner harus mengatur nafasnya. Keiner berusaha mengontrol emosinya.
Biasanya tidak ada wanita yang berani mendekati Keiner, saat ada wanita yang ingin dekat dengannya pasti para bodyguard Keiner akan menghalangi dan berusaha menjauhkan duluan.
Dan sekarang tiba-tiba seorang gadis mencium pipinya?
Kalau saja Juvel tidak mengandung anaknya, demi apapun Keiner tidak akan membiarkan tubuhnya disentuh oleh wanita.
"Tidak perlu latihan!" tolak Keiner dingin.
"Kita harus melakukannya supaya tidak kaku!" Juvel terus memaksa. Dia tidak mau melepas tautan tangannya pada Keiner.
Keiner hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, dia tidak bisa membantah untuk sekarang.
Mereka terus menempel sepanjang perjalanan sampai tiba di rumah sakit.
Sebelumnya Lucas sudah mengatur semuanya, saat Keiner dan Juvel datang, mereka langsung menuju ke ruangan dokter kandungan yang sudah menunggu mereka.
"Silahkan duduk!" dokter kandungan wanita bernama Gaby mempersilahkan Juvel dan Keiner duduk.
Dokter Gaby sudah tahu cerita pasangan itu dari Lucas, dia diminta khusus untuk menangani kehamilan Juvel ke depannya.
Setelah beberapa pertanyaan diajukan oleh dokter Gaby, Juvel diminta untuk berbaring karena dokter Gaby akan memeriksa kondisi kandungan melalui USG.
Keiner terus menatap layar monitor USG, dia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri saat bayinya tumbuh dari rahim Juvel.
Karena usia kandungan masih berumur 4 minggu jadi belum terlalu kelihatan, yang terlihat hanyalah gumpalan daging kecil.
"Untuk sekarang keadaan janin sangat sehat, perbanyak makanan sehat dan minum vitamin," ucap dokter Gaby saat selesai melakukan pemeriksaan.
Keiner bisa bernafas lega sekarang, bayinya baik-baik saja.
"Vitaminnya akan ditebus olah Lucas!" Keiner beranjak dari tempat duduknya dan membawa Juvel pergi.
Sedari tadi Juvel hanya terdiam semenjak melihat benih yang tumbuh di rahimnya, ada perasaan aneh yang bersemayam dalam dirinya saat ini. Juvel ingin melindungi benih itu padahal sebelumnya dia kukuh ingin menggugurkannya.
"Kau tidak apa-apa?" tegur Keiner yang melihat Juvel yang hanya diam saja. "Apa kau sakit? Katakan dimana sakitnya? Jangan membuat bayiku dalam bahaya!"
Untuk Keiner yang tidak mau berhubungan dengan wanita, sikap Keiner pada bayi yang dikandung oleh Juvel terbilang penuh kasih sayang.
"Apa sebenarnya tujuan Keiner memiliki bayi?" gumam Juvel dalam hatinya. Dia yakin bukan hanya karena memiliki penerus pasti ada hal lain, Juvel menggunakan insting mafianya.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya memikirkan orang tuaku!" jawab Juvel kemudian. Lebih baik dia fokus pada tujuannya dari pada menebak-nebak tentang Keiner.
"Kita temui mereka sekarang," ucap Keiner yang sudah siap menghadapi Gwen dan Trevor.
*****
Gwen dan Trevor berada di mansion rahasia mereka, tempat di mana si kembar dibesarkan. Saat ini keduanya tengah menikmati waktu mereka, setelah si kembar memutuskan untuk tinggal terpisah dengan mereka, tiada hari tanpa bermesraan.
Mereka tidak sadar jika akan mempunyai cucu dan menjadi kakek nenek.
"Trey..." protes Gwen saat suaminya terus mengganggunya saat memasak.
Trevor terus memeluk Gwen dari belakang dan menciumi tengkuk istrinya.
"Aku suka aroma alami tubuhmu sayang," ungkap Trevor yang semakin genjar mengganggu Gwen bahkan tangan besarnya kini mengangkat tubuh istrinya untuk naik ke atas meja pantry. "Kita sudah lama tidak bercinta di dapur!"
Trevor mematikan kompor Gwen dan langsung mencumbu istrinya.
"Ugh!" Gwen melenguh mendapat sentuhan yang memabukkan.
Saat mereka akan menyatu, layar monitor dari cctv memperlihatkan ada yang datang di mansion mereka. Gwen bisa melihat jika putrinya datang bersama seorang lelaki.
"Trey, Juvel datang!" Gwen berusaha menghentikan suaminya.
Trevor menghembuskan nafasnya kasar. "Kenapa selalu ada pengganggu saat aku sedang dalam posisi enak-enaknya!" ucapnya sebal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Abinaya Albab
bapak nya aj kaya' gitu pantes nurun ke Julian /Facepalm/
2024-07-02
1
Kardi Kardi
ealahhh. sabar kanggg
2024-05-05
1
🥰Siti Hindun
sukurin🤣🤣🤣🤣
2023-11-20
1