NERIMO

"Yallah repot repot amat kan udah di bilang ga usah." ucapku pada Tasya sambil menghela nafas.

"ga papa kan buat Ceoku" ucap Tasya sambil mengulum senyum.

Kok dia jadi manja ya? Hmm okeyy mungkin ini salah satu tandanya. Dia nyaman denganku. Sebisa mungkin aku akan jaga perasaannya. Gumamku dalam hati.

"Yaudah mau minum kopi apa teh?" ucapku.

"Kopi aja kak mau nyantuyyyy. Jangan lupa air putih nya ya heheh." ucap Tasya padaku.

" iyaaaaa tunggu sebentar ya." ucapku pada Tasya.

"iyaaaa kak." ucap Tasya padaku.

Tidak beberapa lama kemudian. Setelah selesai membuat kan kopi, Aku menghidangkan nya ke Tasya.

"Nih kopinya. Kamu udah makan belum? ucapku pada Tasya.

"Alhamdulilah sudah kak. Kakak belum makan ya? Eehhh Om deng heheheh." ucap Tasya padaku sambil bercanda.

"Sudah kok. Jangan Om dong Tasya." ucapku sambil tersenyumm.

"hahahah iyaaaa dehhh kak Ceooo." ucap Tasya padaku.

"Kak kenapa ya disaat kita berdoa Meminta sesuatu, terkadang tidak sesuai apa yang kita mau datangnya?" ucap Tasya padaku.

"Memang terkadang apa yang kita minta tidak sesuai ekspetasi kita. Tapi sebenarnya yang di berikan itu yang kamu butuhkan saat itu. Doa mu pasti di kabulkan. Tapi bukan saat itu. Karna yang kamu butuhkan saat itu, yang tidak kamu butuhkan sebenarnya. Terkadang kita tidak menyadarinya. Kita mintanya motor, datengnya beras. Dari orang di sekeliling kamu. Mungkin kata tuhan yang kamu butuhkan saat ini itu beras bukan motor. Karna perutmu kosong engkau menjadi orang yang selalu merasa kurang." ucapku pada Taasya sambil mencet hidungnya Tasya.

"Aduhh sakit Kak Ceo. (ucap Tasya sambil memegang hidungnya yang merah). Tapi kan nyesssss banget di dada rasanya. Ternyata menjadi dewasa itu tidak menyengkan ya, banyak sekali yang akan di hadapi. Banyak sekali yang akan di alami dan impian impian yang belum terwujud." ucap Tasya dengan wajah murung.

"Memang... Ada beberapa hal yang tidak sesuai keinginan kita. Ada beberapa hal yang tidak searah dengan pemikiran kita. Ada beberapa janji yang tidak di tepati. Ada pun hati yang tidak pandai menghargai. Tak apa. Sebab, kita menyadari kita ini manusia biasa yang ber kekurangan. Tidak semua hal bisa kita dapatkan. Sebab ada beberapa hal yang tuhan ambil dari kita, bukan karena tidak pantas menerima. Tetapi tuhan tau apa yang terbaik dan apa yang kita butuhkan. Semua kecewamu akan sembuh. Hatimu akan kembali utuh. Semua hanya persoalan waktu saja dan kamu akan baik baik saja. Sebab kamu tahu, kamu lebih hebat dari apa pun yang kamu pikirkan tentang dirimu sendiri. Memang... Untuk senang terkadang kita harus melewati beberapa luka, yang membutuhkan air mata. ucapku pada Tasya sambil mengelus kepalanya.

Ketika aku mengelus kepalanya dan memandangi wajahnya. Hati ini berbicara tanpa di sadari. Wajah kamu adem sekali jika di pandang dan senyummu yang manis kamu miliki. Gigi calingmu dan lesung pipimu membuatku semakin ingin selalu bersamamu. dari segi Kakraktermu yang terutama membuatku tertarik pada mu Sya.

Aku sangat merasakan getaran hati yang luar biasa ingin memelukmu. Rasa ini ingin sekali. Tapi, Aku berusaha menahannya. Takut dia risih denganku. Semoga saja apa yang aku rasakan kamu merasakannya juga. Gumamku.

"Tapi ngomong ngomong. Kakak tinggal sendirian di sini atau udah punya pasangan hidup?" ucap Tasya padaku.

"Aku tinggal sendiri Tasya. Ibu dan ayahku tinggal di teluk (Nama tempat). sama adik sama kakak." ucapku pada Tasya.

"Owhhh emang kakak berapa bersaduara?" Ucap Tasya padaku.

"Tiga Tasya. aku anak kedua. kamu berapa bersaudara?" Ucapku pada Tasya.

"Aku dua bersaudara kak. Aku anak bungsu, yang pertama nerusin usaha bokap restoran ikan kakap. Kakak kerja dimana? Apa lagi ga kerja?" Ucap Tasya padaku.

"Aku kemaren sempet kerja di tempat coffe. Sekarang ya dirumah aja. Paling jual token listrik sama pulsa, untuk sementara waktu ini." Ucapku pada Tasya.

"Emang cukup kak untuk kehidupan sehari hari?" Ucap Tasya padaku.

Ketika mendengar ucapan Tasya seperti itu. Aku mulai merasa tidak percaya diri untuk memilikinya. Ternyata dia orang yang sangat terpandang. Hidup serba kecukupan. Bagaimana bisa aku untuk bersamanya? Aku takut jika dia bersamaku jhga mungkin akan menyesal hidup dengan serba apa adanya? Huftttt. Tapi yasudahlah semoga saja dia bisa menerimaku dengan senang hati dan lapan dada. Gemuruhku dalam hati.

"iyaaa alhamdulilah dicukup cukupin. Tergantung aku juga sih ngatur keuangan ini. Bagaimana harus bisa menghemat uang dalam posisi kaya gini. Kalo kamu niat lulus kuliah mau kemana?" Ucapku pada Tasya.

"Kalo aku sih kepengenan kerja dulu sama orang. Tapi orang tua aku udah ngasih saran suru nerusin usaha butik nya. Karna ga mau ngeliat anaknya kerja sama orang lain?" Ucap Tasya padaku.

"lahhh kenapa bukan nya baik iya, dapet pengalaman kalo kerja sama orang? Entahhh itu kita dapet gimana caranya ngedidik anak buah disaat kita nanti punya usaha sendiri. Bagaimana caranya nanggepin costumer yang bawel?" Ucapku pada Tasya dengan herann.

"iyaa sih kepengen nya gitu cuman kata ayah itu kalo kerja sama orang pasti di marahain. Di pandang sebelah mata. Semena mena. Disuru suru harus begini, harus begitu. Ayah ga tega aja katanya. Kalo anak ayah seperti itu" Ucap Tasya padaku.

"Hmm tapi inget sih satu hal untuk kamu. Ketika kamu di wariskan usahanya ke kamu. Kamu jangan semena mena sama karyawan kamu. Jangan mudah marah juga. Jangan pelit juga sama karyawan. Karna mereka kerja tenaga, pikiran, untuk dirinya dan perusahaan. Jadi kamu juga harus memikirkan mereka. Karna liat aja jaman sekarang, banyak yang menyepelehkan karyawan. Padahal perusahaan itu maju karna karyawan juga. Dari sopan santun mereka. Cara mereka menanggapi customer. Kalo customer udah nyaman pasti akan kesitu terus, ga akan ketempat lain." Ucapku pada Tasya sambil tersenyum.

"iyaaaa bener banget kak. Aku juga dapet curhatan dari temen aku itu sampe di pecat dari kerjanya. Padahal dia ga sengaja mecahin kaca jendela perusaahaan tempat dia kerja. Padahal dia ada niatan untuk ganti lohhhh. Padahal dia lagi butuh uang untuk keluarga sama anak anak nya." Ucap Tasya padaku dengan wajah kesal.

"Nahhhhh, itu pelajaran sih buat kamu, jadi jangan mudah mecat oranggg. Apalagi dia ada niat ganti rugi. Dari kesalahan yang dia perbuat, walaupun tanpa di sengaja." Ucapku pada Tasya.

"Hmmm iyaaa ya. Tapi kak menurut kakak keluarga itu apa sih?" Ucap Tasya padaku.

"Kalo menurut aku. Keluarga itu kayak cahaya. Ketika aku berada disuatu ruang yang gelap. Aku butuh itu, untuk menemukan sesuatu yang sedang aku cari" Ucapku pada Tasya dengan mengulum senyum.

"iyaa ya, sedih atau senang keluarga juga yang benar benar merasakan pertama dan membantunya dengan sangat tulus." Ucap Tasya.

"Tapi menurut kamu menjadi seorang ibu itu seperti apa sih? Kan kamu perempuan nih? Ucapku pada Tasya.

"Aku belum nikah kak. Jadi gak seberapa tau. Tapi yang aku tau masukan dari ibu aku tuh kata dia sih petama. Kamu lihat dulu cara ibu ngurus kamu. Kedua kata dia, kadang setelah menjadi ibu. Kita tuh kayak ngepush diri sampai ambang batas ga tentu. Harus kuat. standby, happy, baik, sehat, Sabar terus menerus dan harus yang lainya. Padahal ibu juga manusia, bisa capek, lelah, bosan dan butuh istirahat. Intinya, takaran diri kita sendiri aja. Ga semua hal harus kepegang 100% dan perfect. Kita manusia punya batasan sendiri dan disitu kita belajar. Memilah mana yang prioritas kapan harus ambil jeda dan kapan harus meminta bantuan." Ucapku pada Tasya.

"iyaaa ya bener banget. Tapi terkadang sosok perempuan yang menjadi seorang ibu itu ngelebihin super hero." Ucapku pada Tasya sambil tersenyum.

"iyaaa tapi ya kembali lagi ke diri kita masing masing untuk menyikapinya. Tapi kakak udah punya pacar apaa belum atau udah menikah? Kok nanya seperti itu? Apa kak Ceo sudah ingin menikah dengan pacaranya?" Ucap Tasya padaku dengan penuh tanda tanya.

"Belum. Aku ga ngerti aja pacaran itu apa sama pernikahan. Bingung aja mau ngejalaninnya. Masih bingung harus banyak belajar dulu dari sekarang. Aku belum punya pacar Syaa. masih singgle." Ucapku pada Tasya.

"Sriusss luhh kakkkkkkk." Ucap Tasya sambil menghela nafas.

"Iyaaa 2 riusss Tasyaaa. Kenapa emangnya?" Ucapku pada Tasya.

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!