TAKDIR MEMANGGIL

Tidak lama kemudian. Kami beranjak pulang kerumah. Cepatnya waktu berjalan. Malampun tiba. Tanpa di sadari orang tuaku datang di kediamanku. Memelukku dengan rasa rindu yang tidak lama berjumpa dan aku menangis dipelukannya.

"Apa kabarrr anakku?" Ucap ibuku.

"Hari ini. H-hari ku baik sekali Buu." Ucapku sambil wajahku tertunduk dan menangiss. Tak tertahan air mata ini mengalir untuk menutupi masalahku. Supaya ibuku tak khawatir dengan keadaanku.

"Jangan bohong sama ibu. Kenapa? Coba cerita sama mama." Ucap mamaku. Bella keluar dari kamar, ibuku kaget melihat Bella yang penuh dengan luka.

"Ihhh, Bella kamu di sinii sejak kapan? Itu badan kamu kenapa?" Ucap ibuku.

"Coba kita duduk di sini (di ruang tengah tempatku pernah bermesraan dengan Tasya). Cerita semua kalian ada masalah apa yang menimpa kalian?" Ucap ibunya.

"Maaa aku belum ngasih tau mama tentang aku punya pasangan hidup. Bernama Tasya Olivia Putri. Tapi saat ini aku tidak bisa bersamanya, Tasya ninggalin Ceo maa." Ucapku sambil menangis.

"Ninggalin bagaimana? Dia selingkuh?" Ucap mama ku.

"Tidak bu, dia baik sekali sama aku. Dia sayang banget sama aku bu. Dia meninggal dunia kemarin bu Jam 10 pagi. Terjadi kecelakaan sama Bella, di tabrak dari belakang sama mobil yang menyalip. Aku ingin bersamaanya saat ini, mati pun aku terima." Ucapku saambil menangis.

"Innalilahi wa innailaihi rojiun (Ibuku langsung memelukku). Nak (Ucapnya dengan lembut dan mengelus ngelus kepalaku), Ibu tau apa perasaan kamu saat ini yang sedang di rasakan. Dimana iman kamu? Kalau allah tidak mengizinkan, tidak akan pernah terjadi. Kalau allah mengizinkan, semua akan terjadi. Berarti kamu dan Tasya belum di izinkan hidup bersama di dunia. Mungkin di akhirat nanti kamu bisa bersama sama dengan Tasya. Jalanlah sesuai keinginan allah. Karna itu yang terbaik dan jangan menyalahkan orang lain, keadaan atau diri sendiri. Jangan, itu tidak baik. Ibu tau kamu sakit, ibu tau kamu terluka nak.

apakah Kamu udah makan nak? Ucapnya dengan mata berkaca kaca.

"Belumm bu..., aku lapar." Ucapku.

"Ibu ambilkan dulu nasi buat kamu ya." Ucapnnya dan mencium keningku.

Ketika selesai mengambil nasi.

"Sini nak... Ibu suapkan nasi." Ucapnya dengan lembut dan mata berkaca kaca.

"Bu...aku haus." Ucapku dengan wajah tertunduk.

"Minumlah nak... jangan tergesa gesa." Ucapnya sambil menahan gelas yang sedang aku pegang untuk minum takut jatuh.

"Aku kenyang bu... Aku mengantuk." Ucapku.

"Tidurlah anak Ibu." Ucap mamaku sambil mengelus punggungku.

Ibuku tersenyum dengan mata berkaca kaca. Melihat sosok anaknya tertidur terlelap karna perasaannya yang sedang di alami. Ibuku mencium keningku saat tertidur dan mengelus ngelus kepalaku. Dia berkata, tetap menjadi anak kecil ibu, yang lucu. Jangan cepat menjadi dewasa. Karena ibu tak mau kamu marah saat ibu manja. Ucapnya sambil berlinang air mata.

Jam 12 Malam aku terbangun dari tidur. Lelah sekali menjalani hidup ini. Aku perlahan beranjak keluar dari kamar. Melihat ke kamar Bella yang sedang tertidur bersama orang tuaku. Aku meneteskan air mata melihat mereka sedang tertidur. Maafkan aku sudah melibatkan permasalahan ini terhadap kalian. Gumamku.

Aku menyeduh sebuah kopi untuk ku bawa ke teras untuk menghangatkan tubuhku. Suasana sangat hening dan sepi sekali. Hanya terdengar suara ranting pohon, dari angin yang tertiup sedang di malam hari. Daun berjatuhan dikit demi sedikit. Lampu jalan yang berwarna kuning, membuat suasana semakin tenang sekali.

Aku berkata di dalam hati. Aku pernah kehilangan diriku, beberapa waktu yang lalu. Kemudian aku berhasil berjuang dan mengembalikanya seperti semula. Sekarang aku kembali kehilangan diriku. Kehilangan semua rasa. Hidup seperti mati. Tidak ada tujuan, tidak ada impian, kosong. Hanya sibuk menyalahkan dan mengasihani diri sendiri yang terlalu bodoh untuk sekedar bertahan hidup.

Aku semakin tua. Aku pikir aku menua dengan baik. Aku berharap seseorang mengatakan padaku, aku melakukan ini sendirian. Ada alasan bahwa aku bersyukur. Ada banyak sekali yang aku syukuri. Namun itu berbeda ketika orang asing yang selalu menunggumu di depan pintu yang mana ironisnya orang asing sepertinya lebih menginginkan ku, dari pada siapapun sebelumnya. Sayang sekali mereka biasanya gila.

Minggu lalu aku menyadari diriku ini. Ketika ku ceritakan kembali sebuah cerita, kubuat semuanya seolah terdengar lebih buruk. Tak bisa menghilangkan perasaan bahwa aku hanya buruk saat penyembuhan. Mungkin itulah alasanya setiap kalimat terdengar di ulang ulang yang mana ironis karena ketika aku tak jujur. Aku masih di abaikan, Sekarang kita terasingkan.

Hal hal yang pernah aku nikmati membuatku tetap bekerja sekarang, hal yang aku dambakan. Umur semakin bertambah. bebanku juga semakin bertambah. Namun, aku semakin lebih baik untuk mengakui aku salah. Aku lebih bahagia dari sebelumnya. Setidaknya itulah usaha saya untuk membuatku tetap bersama dan memprioritaskan kesenanganku. Kerena, jujur saja aku hanya berharap apa yang aku janjikan akan bergantung pada aku yang telah aku berikan. Bukanlah keputusanku untuk diblecehkan.

Maaf ya Tuhanku. Aku membutuhkan begitu banyak waktu untuk menyadari, bahwa aku hanya bisa benar benar bahagia dengan mu. Engkau mengambil orang terdekat dari hidupku. Untuk menunjukan kepadaku bahwa hanya engkau yang aku butuhkan dan hanya engkau yang aku punya sampai akhir.

Aku minta Maaf...Butuh waktu lama untuk kembali kepada engkau dan memahami bahwa satu satunya jalan yang benar adalah jalanmu. Sungguh aku akan tersesat tanpamu. Engkaulah yang menghiburku pada saat dibutuhkan.

Engkau mengatakan di kitab suci, Sesungguhnya dengan kesulitan akan datanglah kemudahan dan itu dijamin.

Tanpa di sadari suara hati ini mulai menjawab perkataanku sangat jelas pada diriku seperti sedang berdialog antara aku dan hati.

"Dirimu adalah kesadaran murni, tanpa noda. Dirimu bukanlah subyek dari ilusi dunia ini, hentikan hayalan mimpi ini! Mimpi ini telah menutupi pikiranmu. Kenapa menangis? Dirimu adalah murni. Nama yang kamu dapatkan bukanlah dirimu. Hanya pikiran yang diciptakan palsu untukmu. Tubuh ini bukanlah kamu dan juga bukan tubuh. Tuhan penguasa alam semesta juga tidak menangis. Suara ini adalah ilusi yang dikaitkan dengan kamu. Kualitas di bayangkan sebagai milikmu yang melekat di semua indria indria. Unsur unsur tidak penting dalam manusia memproleh kondisi pertumbuhan, melalui penambahan makanan, air dan minuman, itu bukan pertumbuhan atau penyusutan dirimu.

Didalam cangkang tubuh ini, dirimu tetap tidak berubah. Jangan di bingungkan oleh tubuh ini yang telah kamu ikat dengan dirimu. Ayah, Anak, Ibu, istri milikku. Bukan milik mu. Jangan berlebihan memberikan perhatian hanya kepada kumpulan unsur (Tubuh) saja. Orang bodoh di khayalkan, oleh pikirannya. Rasa sakit meringankan rasa sakit (Duka), Orang bodoh di khayalkan oleh pikirannya, kenikmatan kenikmatan dari kesenangan memberi kebahagiaan. Orang yang cerdas pikiranya bebas dari kebingungan, bebas dari rasa sedih dan senang (sukha dan dukha). Kereta berjalan di atas bumi. Tubuh ini duduk di dalam kereta. Diri ini bersemayam dalam tubuh. Jiwa yang bodoh berpikir 'Aku adalah tubuh'. padahal diri ini tidak terikat pada gerbongnya. Orang bodoh yang demikian tidah tahu apa apa.

Aku tersadar seketika. Aku di dalam halusinansi yang membuat jiwa dan pikiranku terkurung. Khayalan yang begitu nyata. Aku kebingungan dengan semua apa saja yang barusan terjadi.

Ternyata itu semua hanyalah hayalan. Bipolar yang aku derita membuat seakan akan kejadian menjadi nyata. Handphoneku berdering. Ketika aku ingin mengangkat panggilannya kulihat Bernama Dr.Rizal bakri. Aku bertanya tanya sejak kapan aku mempunyai seorang teman dokter dan mempunyai no telphone nya? Aku seperti tersadar. Seperti terbangun dari tidur.

"Hallo Selamat malam, Nak rio." Ucap Dr.Rizal bakri.

"wa'alaikumsallam, iyaa?" Ucapku dengan bingung.

"Bagaimana keadaan kamu saat ini?" Ucap Dr.Rizal bakri.

"Alhamdulilah saya baik dok. Kok saya agak merasa aneh ya. Saya merasa bingun sekali. Sejak kapan saya punya teman seorang dokter atau mengenal sampe menelponku seperti ini?" Ucap Dr.Rizal bakri.

"Jadi gini nak rio, tapi kamu jangan tersinggung ya." Ucapnya.

"Iyaa dokk." Ucapku.

"Jadi gini nak Rio. Kamu mengidap bipolar. Karena tekanan hidup yang menimpa kamu dan aku membantu untuk merawat mu setiap minggu" Ucapnya.

"Apa bipolar itu dok?" Ucapku.

"Bipolar itu adalah suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati. Mulai dari posisi terendah depresif/tertekan ke tertinggi/manik." Ucapnya.

"Saya gila dok?" Ucapku.

"Tidakkk nak rio, hanya depresi saja dan suasana hati yang dapat berubah ubah dengan cepat." Ucapnya.

"Tapi kok saya merasakan seperti terbangun dari tidur ya dok. Padahal aku sedang duduk diteras rumah tadi pagi dan ini sudah malam. tanpa aku sadari?" Ucapku.

"Alhamdulilah jika kamu sudah merasakan kesadaran. Berarti kamu mulai ada kesembuhan dalam penyakit yang sedang kamu derita." Ucap Dokter rizal.

"Aku sembuh dok?" Ucapku dengan bingung.

"Iyaaa kamu mengidap penyakit Bipolar. penyakit ini sulit untuk di sembuhkan. Bisa seumur hidup atau bertahan bertahun tahun. Ingat satu pesan saya baik baik. Kita hidup harus belajar mengiyakan semuanya yang terjadi apapun itu bentuknya. Maka akan timbul arti dari Ikhlas dan kesabaran" Ucapnya.

"Baikkkk dok. Alhamdulilah, Terimakasih banyak sekali dok." Ucapku.

"Yasudah jalani harimu dengan kesadaran. Penuh dengan rasa manusiawi." Ucap dokter.

"Baikk dok sekali lagi Terimakasih banyak." Ucapku.

"Iyaa sama sama nak Rio." (Ucap dokter).

Ketika selesai menelpon. Ternyata aku menyadari semua kejadian yang aku alami tadi, hanya sebuah halusinasi dan imajinasiku. Aku mulai menjalankan hari hari seperti manusia biasanya dengan kesadaran dan mendapatkan sesuatu yang berharga dalam diriku mempunyai daya berpikir yang luar biasa (Cerdas).

Terimakasih telah membantuku untuk kesembuhan penyakit yang sedang aku derita. Namun minggu depan, aku harap aku di suatu tempat sedang tertawa. Untuk siapapun yang bertanya, aku berjanji aku akan baik baik saja. Aku pernah punya trauma, melakukan hal hal yang tidak aku inginkan. Terlalu takut untuk memberitahumu. Namun sekarang, aku pikir sudah saatnya.

Ternyata manusia itu tidak puas dengan sekedar ada, sekedar hidup. Karena lebih dari itu manusia membutuhkan makna hidup. Sejak itu, berkembang aneka bentuk filsafat yang mencoba menemani manusia untuk mencari makna hidup. Seperti eksistensialisme yang saya pikirkan, apa itu makna? dan maknanya makna sampai manusia sedalam itu mencari sebuah makna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!