KEHIDUPAN

"Gak juga kok Tasya. Aku juga sama masih butuh wawasan, tapi kita mumpung masih muda harus banyak shering sama orang jangan ke satu orang aja. wawasan itu bisa kita dapatkan dari lingkungan, pertemanan, orang tua dan wawasan yang hebat adalah pengalaman kita sendiri. (Ucap saya kepada Tasya)

"Kalo menurut kak Ceo kehidupan itu apa sih?" (ucap Tasya kepadaku)

"Kehidupan itu adalah sunda gurau, Permainan. Di dalam permainan itu aku tidak ingin kalah atau menang. Tapi aku ingin menikmatinya, biar seru permainan ini." (Ucapku pada Tasya),

"Berarti hidup ini tergantung kita yang menyikapinya seperti apa dan kunci nya ada didalam diri sendiri ya kak." (Ucap Tasya padaku),

"Bener banget. Karna hidup itu adalah aksi dan reaski, aksi dan konsenkuensi, aksi kamu apa, kamu harus trima konsenkuensinya." (Ucapku pada Tasya)

"Iyaaa bener banget. Ibu aku juga pernah ngomong kek gini sama aku, apapun yang kita tanam itu yang kita petik." (Ucap Tasya padaku)

Aku tersenyum mendengarnya. Benar apa kataku dia adalah wanita yang cerdas. Mempunyai jiwa yang hebat. Jarang sekali di miliki orang menggunakan sifat ke karakter dirinya.

"Tapi ngomong ngomong kamu kedinginan begini apa masih mau nglanjutin kekuliah?" (Ucapku kepada Tasya)

"Kayak nya sih ga kak. Soalnya baju aku basah kaya gini, masa aku mau make jaket kakak kekuliahan." (Ucap Tasya padaku)

"Iyaaa gak papa kamu pakai aja, buat kamu." (Ucapku kepada Tasya),

"Ihhhh ga enak lah kak, nanti kakak pake jaket apa kalau keluar rumah?" (Ucap Tasya padaku)

"Aku masih ada jaket kok tenang aja. Tapi kalau kamu hari ini ga kuliah kamu kena marah dosen kamu ga?" (Ucapku pada Tasya)

"Gak kok kak lagian juga keknya hari ini ga ada dosennya." (Ucap Tasya kepadaku)

"Kok kamu bisa tau?, kalo dosennya ga ada." (Ucapku pada Tasya)

"iyaaa soalnya kalo hujan biasanya dosennya juga ga dateng kak" (Ucap Tasya kepadaku)

"Owhhh gituu, tapi kalo dateng gimana, nanti kamu kena marah besoknya?" (Ucapku padanya)

"Ga kok kak, bilang aja aku keujanan kemaren baju aku basah" (ucap Tasya kepadaku),

Ternyata wanita ini agak keras kepala juga. Gemuruhku dalam hati.

Aku mulai merapihkan rambutku yang terurai panjang sepundak untuk di ikat. Biar terlihat lebih menawan untuknya.

"Hmmm gitu, kalo boleh tau kamu ngambil jurusan apa?" (ucapku pada Tasya),

"Aku ngambil jurusan hukum sih kak." (Ucap Tasya kepadaku)

"Kenapa kamu ngambil jurusan hukum?" (Ucapku pada Tasya),

"Karna aku ingin memberi hukuman untuk orang orang yang melakukan kejahatan. Apalagi sampai makan uang rakyat" (Ucap Taysa sambil bercanda)

"Kalo ada orang yang korupsi tuh pantes banget kalo diberikan hukuman mati" (Ucapku pada Tasya)

"chakssss iya ya sekalian. Beri hukuman tidak manusiawi, soalnya kan mereka juga ga memikirkan hak manusiawi. Padahal mereka masalah uang dari jabatanya cukup luh itu untuk kehidupanya. Tapi kenapa coba masih makan uang rakyat" (Ucap Tasya padaku),

Tegass juga nih perempuan. Jadi takut kalo jadi suaminya. ucapku dalam hati sambil tertawa. Aku tersenyum melihat wajahnya, walau curi-curi pandang 8ngin melihat wajahnya, rasa mood ini semakin semangat menjalani hidup. Ketika melihat wajahnya yang begitu sejuk sekali setelah pucat di wajahnya mulai menghilang. Bibir merah yang di milikinya mulai menjadi segar. Membuatku ingin mengkecupnya dengan penuh cinta. Tapi belum saatnya. Aku meminum kopi yang telah ku buat dengan nada yang enak dari sruputan kopi. Surrrrrrrfttttt! Ahhhhhh!

"Itulah manusia. Kadang ga sadar apa yang dilakukannya. Orang yang seperti itu orang yang paling miskin sebenernya, karna selalu merasa kurang rezeki yang diberikan oleh tuhan" (Ucapku pada Tasya),

"Menurut kak Ceo kan miskin itu orang yang selalu merasa kurang. Kalo kaya sama sederhana menurut kakak apa?, ada bedanya gak?" (Ucap Tasya padaku)

"Tentu ada bedanya. Kalo kaya menurut aku itu harus memiliki tiga hal. Kalo ke tiga hal ini di miliki semua, baru orang tersebut bisa di bilang kaya. Yang pertama FINANSIAL. Kedua hati. Ketiga PIKIRAN. Tapi kalo ada manusia hanya memiliki finansial saja, tidak memiliki hati dan pikiran, Dia bukan kaya, tapi hanya kelebihan harta saja. Karna kata kaya mencakup memliki semuanya." (Ucapku pada Tasya)

"Kalo sederhana? Orang yang pas pasan bukan dalam finansial?" (Ucap Tasya padaku)

"Tidak juga. Sebenernya sederhana itu adalah cara hidup seseorang. Misalkan kamu bertanya sama aku. Kak ceo kenapa ga makan direstoran? Terus saya jawab, buat apa? Lebih baik saya kasih uang keorang tua saya atau ke istri saya, udah bisa dapet ikan, ayam, hanya dengan uang seratus ribu. Suasana makan tidak keganggu orang lain. Bisa bercanda bersama keluarga. Coba kalo di restoran kalo mau bercanda juga sungkan dengan ketawa yang terbahak bahak. Jadi ga seru suasana makannya dan ketika ngbrol juga keganggu dengan orang lain, begitu istilah katanya. Bukanya ga mampu makan di restoran." (Ucapku pada Tasya)

"Iyaa juga sih. Berarti kesederhanaan itu adalah cara hidup seseorang." (Ucap Tasya sambil tersenyum)

"Iyaaaaa. Tapi kalo menurut kamu kesenangan sama kebahagian itu apa sih? Kalo kebahagiaan tadi kan letaknya syukur, kalo kesenangan?" (Ucapku pada Tasya)

"Kalo kesenangan itu keinginan aku terpenuhi, itu kesenangan sih menurut aku. Tapi kalo kebahagian letaknya syukur, berarti belum pernah ada dong manusia yang bahagia di dunia ini. Kan kata kamu kita belum bisa syukur karna masih hidup, Kita masih belajar mengiyakan segala sesuatu yang terjadi?" (Ucap Tasya padaku)

Aku tersenyum kagum padanya. mempunyai pikiranya yang sangat dalam. "Benerrr itu cara berfikirku, seperti itu. Kesenangan itu apapun kebutuhan kita, apapun keinginan kita, itu terpenuhi. Mangkanya itu kebahagian juga belum pernah aku rasakan Tasya, Karna aku masih didunia. Tapi kalo aku sudah meninggal dunia, berada disurga bersama-sama, mungkin disitu letak kebahgiaan aku. Karna sudah tidak merasakan lagi adanya masalah yang akan aku alami lagi" (Ucapku pada Tasya)

"Iya iya Kak Ceo. Berarti hidup ini hanya ada kesenangan dan kesedihan. Kebahagiaan pun itu tidak akan pernah ada selama di dunia." (ucap Tasya)

"Benerrrr. Karna hidup kan sunda gurau menurut aku tadi, permainan" (Ucapku pada Tasya),

"Iya bener sih soalnya orang bahagia itu dia sudah tidak merasakan masalah lagi. Karna sudah bahagia, kok aku baru sadar ya kak." (Ucap Tasya padaku)

"Itu pemikiran aku sih. Soalnya itu yang aku rasakan. Setiap manusia itu berbeda-beda cara berfikirnya, ga mungkin semua manusia itu sama sudut pandang nya dalam kehidupan. Tapi kalo menurut kamu ga baik, ya ga papa Jangan diambil, soalnya itu yang aku rasakan." (Ucapku pada Tasya)

"Tapi yang aku rasakan kek nya sama sih kak. Kemaren berarti yang aku alami hanya kesenangan bukan kebahagian." (Ucap Tasya padaku)

Aku mentap matanya yang berkaca-kaca. Kenapa dia ingin menangis? Apakah aku salah mengatakan sesuatu? Atau menyakiti perasaannya dari ucapanku. Waduhh, aku harus memperbaikinya ucapanku sebisa mungkin. hufttt. gemuruuhku dalam hati.

"Ya itu kembali kediri kamu sendiri. Tapi inget satu hal, kita dalam hidup ini selalu berfikir positif, untuk menjalani kehidupan yang baik. Karna selama kita hidup ini selalu belajar dari kesalahan untuk menjadi diri sendiri. (Ucapku pada Tasya)

"iyaaaaa sih kak bener, soalnya yang aku rasakan kemaren juga, Jika aku terlalu berfikir negatif dalam hidup itu hasilnya akan negatif juga." (Ucap Tasya kepadaku)

Aku mendengar suara perut yang berbunyi dari Tasya. aku menyadari dari tadi hanya aku sediakan minum saja. Aku ingin memberinya makanan tetapi di rumahku benar-benar lagi tidak ada apa-apa untuk di makan. Aku harus mengajaknya makan di luar. Semoga saja hubunganku semakin dekat denganya. Untuk bisa memlilikinya. Semoga saja harapanku tidak menjadi sia-sia untuk mendapatkan nya.

Tapi aku heran dengan diriku sendiri. padahal aku baru ketemu, tapi rasanya sudah ingin memiliki seutuhnya saja. Hadehhhh!! Ceooo, Sabaarr! jangan terburu-buru.

"Nah itu dia, itu kamu tahu. Tapi ngomong ngomong kita ngbrol dari tadi kamu udah makan belum? Aku laper nih nyari makan yuk." (Ucapku penuh dengan harapan pada Tasya)

Tasya tersenyum. Aku merasakan senang sekali dalam hati. Semakin dia senyum padaku dengan tulus. Semakin menjadi aku ingin segera menikahinya. Ucapku dalam hati.

"Iyaaaa kak, aku juga laper padahal tadi udah sarapan sih. Tapi mau makan apa kaak aku traktir karna kakak udah nolong aku." (Ucap Tasya sambil tersenyum)

"Buhhhh sriusannnn mau traktir aku." (Ucap aku sambil tersenyun)

"Iyaaa kak sriussss, kakak suka makan apa?" (Ucap Tasya sambil tersenyum)

"Terserah sih, kan ditraktir kamu" (Ucapku pada Tasya sambil tersenyum)

Bolehhh juga nih. Ada rasa timbal baliknya. Walaupun aku ga berharap untuk di bayarin. Gemuruhku dalam hati.

"iyaudah gih yuk, udah reda juga hujan nya kita nyari yang makanan kuah aja biar nambah anget kan abis ujan juga." (Ucap Tasya padaku)

Aku berharap sih angetnya bukan soal makan tapi dari pelukan mu Tasya. Ucapku dalam hati dan wajahku tersenyum memandangnya.

"Lettssss gooo baso berarti nih ya, bentar aku ngeluarin motor dulu Tasya." (Ucapku sambil tersenyum)

"Okeee kak" (Ucap Tasya padaku),

Aku perlahan menuju garasi motor untuk di keluarkan. Ketika Tasya sedang naik di motorku. Aku merasakan kedekatanku dengannya semakin bertambah. Apakah ini pertanda bisa menjadi lebih lagi dari ini, ataukah tidak? Apakah malah terjadi perpisahan untuk selamanya?

Ahhhhh! masa bodo lah! yang penting saat ini aku denganya. Sebisa mungkin aku bersikap baik padanya dan membuat hari ini menjadi momen yang indah. Momen yang sulit untuk di lupakan. Pertemuan yang baru di mulai dari sebuah gerimis di pagi hari. Menumbuhkan cinta yang bersemi-semi di hatiku.

Kadang lucu dengan diriku ini. Baru bertemu tapi sudah punya harapan besar untuk memilikinya. Tapi ya namanya perasaan mau bagaimana lagi, Tidak bisa di bohongi. Ucapku dalam hati.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!