SUASANA

"Ceo memangnya aku boleh minep disini?, tadi mama ngomong ya sama kamu" (Ucap Tasya)

"iyaaa Tasyaaa, tidur sini katanya" (Ucapku),

"Hmm yaudah Ceo, kamu mau kopi apa teh aku buatin buat kamu?" (Ucap Tasyaa),

"Emang bisa?" (Ucapku sambil mengelus kepalanya),

"bisaaaa donggg..., kan jadi istri harus bisa apa yang di mauin suami" (Ucap Tasya sambil bercandaa),

"Tapi kan kita belum suami istri?" (Ucapku sambil tersenyum),

"kannn calonnn" (Ucap Tasya sambil tersenyumm),

"Hadehhh yaudah sana buat. Teh sama kopinya dilemari es, aku taro di situ sama gula juga" (Ucapku),

"iyaaa kak tunggu bentar ya" (Ucap Tasya),

Ketika selesai buat teh dan kopi. Tasya dan aku menikmati suasana di ruang tamu, sambil menikmati air hujan dan sedikit iringan musik indie di sofa berwarna coklat. Ketika Tasya sedang bercerita , suasana semakin mendukung, seketika hasrat ini semakin menjadi jadi.

"Ceoo tujuan hidup kamu apa sih kalo boleh tau?" (Ucap Tasya padaku),

"Kalo tujuan hidup aku sih masih mencari tujan hidup. Karna kalo dalam hidup ini ketika aku udah sampe ditujuan hidup, Berarti hanya disitu aja tujuan aku. Tujuan hidup kan akhir kehidupan. Karna aku masih hidup, berarti masih mencari tujuan hidup aku" (Ucapku),

"maksudnya gimana kak aku masih belum ngerti?" (Ucap Tasya),

"istilah kata begini. Ketika kamu ingin pergi kesuatu tempat atau suatu tujuan dan ketika kamu sampai ditempat itu atau tujan itu, berarti kamu hanya di situ saja. karena kamu sudah sampai tujuan kamu, ga mau nyari tempat yang lain, ga mau menikmati tempat yang lain. Begitupun dengan tujuan hidup, jika aku sudah di tujuan hidup aku, aku mati donggg. Karna udah sampai tujuan aku" (Ucapku),

"hahhh jadi tujuan hidup kamu mati" (Ucap Tasya),

"Mati itu semua manusia, tujuan akhirnya di situ, tapi terkadang tidak sadar. Mangkanya aku masih hidup di dunia ini, masih menikmati hidupku. Dengan waktu berjalan, sampai tujuan hidup itu datang dengan sendirinya" (Ucapku),

"Iya juga ya karna hidupkan terus berjalan dan akan menemukan tujuan hidupnya sendiri, dengan seiringnya waktu. Jadi ya nikmatin aja selagi masih hidup" (Ucap Tasya sambil ngelendeh kepalanya dibahuk aku),

"Hmmmm"(Ucapku sambil tersenyum dan merangkulnya dari samping dan tangan kananku mengelus bagian kepalanya),

"Ceoo, apakah kamu memperlakukan perempuan seperti ini semua? (Ucap Tasya),

"Itu dulu..., Itu pun orang orang tertentu aja, sekarang hanya kamu Tasyaa" (Ucapku)

"Orang yang tertentu seperti apa?" (Ucap Tasya)

"Iyaaa tergantung karakter nya. Kalo manja kaya kamu gini, iya seperti ini aku memperlakukannya. Tapi ga ada kayanya, baru kamu ini yang aku temuin" (Ucapku),

"hmmmm sungguh?" (Ucap Tasya),

"iyaaaaa beneran, udahhh ahhhh kamu ngantuk ga?" (Ucapku),

"belummm Ceoo" (Ucap Taysa sambil menatap mataku),

Entah kenapa suasana seketika menjadi hening, dengan musik indie yang berhenti karna lobet. Hanya terdengar air hujan dan angin mengembus sejuk di tubuhku. Kami saling curi curi pandang dan akhirnya, kami saling menatap mata yang penuh makna. Bibir kami saling mendekat dengan perlahan mata kami pun hampir terpejam. Ketika saling bermesraan dengan Tasya, mataku dan Tasya saling terpejam. Menikmati setiap sentuhan yang saling kami berikan.

Disaat aku mulau menikmati sentuhannya, aku merasakan kenikmatan yang sangat dalam. Pikiranku semakin tidak bisa kekontrol merasakan kenikmatan yang dulu mulai kembali di rasakan oleh diriku dengan seseorang. Namun ini melebihi kenikmatan yang dulu, ada getaran dalam jiwa yang sangat dalam, suasana semakin terhanyut oleh suara hujan.

"Aduhhhh kakkk, pleaseee jangan ke bawah bawah" (sambil dengan nada merintih)

"Kenapa? udah nikmatin aja?" (Ucapku sambil mengecup bagian lehernya)

"Iyaa..., tapi jangan sampe kebawah bawah Ceo lebih baik ciuman aja" (Ucap Tasya sambil menatapku dan mulai risih)

"Udah ga papa Tasya nanggung, nikmatin aja suasananya" (Ucapku penuh dengan hasrat),

"Ceoo pleasee..., aku belum pernah, aku masih perawan" (Ucap Tasya),

"iyaa ga papa, emang harus ga perawan dulu baru mau sama aku?" (Ucapku),

"Kamu kan janji jagain aku disini, bukan ngerusak aku" (Ucap Tasya sambil menentes air mata mengalir di pipi kirinya), ketika melihat air mata Tasya mengalir aku langsung tersadarkan.

"hufhhh Tasya (Ucapku dengan nafas yang tergesa gesa), aku minta maaf ya, aku keterlaluan sama kamu" (Ucapku penuh dengan nyesal),

"kok kamu kaya gini sih Ceo?" (Ucap Tasya sambil menangis),

"Aku kebawa suasana Tasya maafin aku ya" (Ucapku pada Tasya sambil ngelus pipinya),

"ihhhh Ceoo!!!, Ceo jangan ngulangin lagi, kan belum menikah aku sama kamu. kalo cuman ciuman ga aku permasalahin kok, itu tanda kasih sayang kamu ke aku. aku sayang sama Ceo" (Ucap Tasya sambil memeluk ku),

"Yaudah gih tidur yuk, udah malem" (Ucapku sambil mengelus punggungnya),

"Iyaaa.., aku tidur disini aja di sofa" (Ucap Tasya),

"Gakk Tasyaaa, kamu tidur sama aku di kamar. Aku janji ga aneh aneh sama kamu" (Ucapku),

"Aku takuttt Ceoo..." (Ucap Tasya),

"Bener aku janji. Kalo aku macem macem sama kamu lagi, kamu bilang ke ibu kamu" (Ucapku dengan mata berkaca kaca),

"Benerrr iyaaa Ceooo" (Ucap Tasya),

"iyaaa Tasya" (Ucapku),

Aku dan Tasya menuju ke kamar untuk beristirahat. Kami saling bersebelahan saat tertidur. Keesokan harinya 06:23 suara alaram terdengar sangat keras dari Handphonenya Tasya dan tasya terbangun untuk mematikan alaramnya dan membangunkanku.

"Ceoo..., bangunnn udah setengah tujuh" (Ucap Tasya),

"Ahhh iya Tasya, bentar lagi ngumpulin nyawa dulu" (Ucapku masih ngantuk)

"iyaudah aku mandi duluan ya, kamu mau teh apa kopi nanti sekalian aku buatin?" (Ucap Tasya),

"Kopii ajaaa Tasya, sekalian kamu beli kue di depan gerbang ada yang jualan kalo pagi untuk sarapan, uangnya dikantong celana diblakang pintu, aku gantung Tasya" (Ucapku),

"Iya Ceo" (Ucap Tasya),

Beberapa menit kemudian, tasya membangunkan ku lagi yang tidur terlelap lagi.

"Ceoo belumm bangunnn juga, nanti kopinya dingin ituu" (Ucap Tasya),

"iyaaaa Syaaa, ciummm dulu donggg" (Ucapku dengan manja),

"Iiihhh males Ceoo cuci muka dulu" (Ucap Tasya sambil prilaku manja),

"Ahhh ciummm dulu luhh bentar aja" (Ucapku),

"Emang emang iyaaaa, tapi nanti langsung mandi ya" (Ucap Taysa),

(MUACHHHH, KECUPAN BIBIR TASYA DIBIBIR KU).

"Aku merasa punya istri Syaaa " (Ucapku sambil tersenyum),

"Hmm mangkanya nikahin aku" (Ucap Tasya sambil nyubit pahaku),

"Aduhh iyaa...,semoga saja" (Ucapku sambil meluk Tasya di atas kasur),

"yaudah mandi sana aku tunggu di terass" (Ucap Tasya),

Aku beranjak dari kasur untuk membersihkan badan. Ketika selesai mandi, aku berjalan ke arah teras dan memandang wajah Tasya yang sedang duduk menikmati pagi hari dengan sebuah teh. Aku menatapnya penuh dengan kasih sayang.

"Aihh Ceoo sini..., menurut kamu, hal yang paling berat untuk menjalani hidup itu seperti apa sih?" (Ucap Tasya),

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!