Sifat dan Karakter

"Iyaaaa kak." Ucap Tasya padaku sambil nganggukan kepala.

"Rumah kamu dimana ya? Aku belum tau" Ucapku pada Tasya.

"Diperumahan Alam Nusantara NO69 kak, lumayan deket kok dari rumah kakak." Ucap Tasya padaku sambil ngambil baso terakhir di mangkoknya.

"iyaaaaaaudah yuk." Ucapku pada Tasya.

"Bentrrr ngabisin minum dulu." Ucap Tasya padaku.

"Masssss..." Ucap Tasya sambil mengangkat tangan memanggil pegawai baso.

"Iyaaa kak ada apa?" kata sih penjual baso.

"Mau bayar kak brapa semuanya?" Ucap Tasya pada pedagang baso.

"Baso dua mangkok dua puluh enam ribu. Teh manis hangat delapan ribu. Sama jeruk hangat sepuluh ribu. Jadi semuanya emoat puluh empat ribu kak." Ucap sih pedagang baso ke Tasya.

"Nih mas ambil aja susuknya." Ucapku pada pedagang baso sambil ngasih uang lima puluh ribu.

"Iyaaaa makasih ya massss." Ucap pedagang baso padaku.

"ihhh aku aja kak. Aku yang traktir tadi aku bilang! nih kamu pegang uang aku!" Ucap Tasya padaku sambil cemberut.

" yaudahhh iyaaa jangan cemberut dong, nanti kalo makan bareng lagi aku yang traktir kamu, kalo ada uang aku nya." Ucapku pada Tasya sambil tersenyum.

"Kalo ga ada uang ya jangan traktir aku lah. Jangan memaksakan. Yaudah hayyyyuuukkkk pulang." Ucap Tasya padaku sambil tersenyum.

"Iyaaaa" Ucapku pada Taysa.

Aku dan Tasya berjalan keluar untuk pulang. Rasa di dalam hatiku ini takut sekali kehilanganya. Setelah abis ini, takut tidak berjumpa lagi dengannya. Semoga saja dia merasa nyaman denganku. Selalu ingin bersamaku selamanya.

"Naikk Tasyaaa. Kita mampir di warung babeh Uban dulu di situ. beli obat buat kamu." Ucapku pada Tasya.

"Iyaaa udah kak." Ucap Tasya padaku sambil megang pinggangku.

"Pritttttttt pritttt. Teruss, terussss." Ucap tukang parkir. Yang tiba-tiba mendadak muncul bikin kaget saja.

"Buduh tiba tiba muncul." Ucapku sambil kaget.

"ihhh kakak mulutnya." Ucap Tasya padaku.

"kagett Syaaa. Tadi kan kaga ada pas dateng. Giliran mau pulang muncul." Ucapku pada Tasya sambil tersenyum.

"niihhh massss." Ucap Tasya pada tukang parkir sambil ngasih uang dua ribu.

"Iyaaa makasihhh mba." Ucap sih tukang parkir.

Lalu Saya dan Tasya melanjutkan perjalanan ke arah warung babeh Uban. di perjalanan Tasya mencubit perutku. Sambil memberitahu dengan jengkel.

"Aduhhh, Syaaa." Ucapku, Mencubit pertuku dengan jengkel.

"Kak tukang parkir juga punya keluarga yang harus di nafkahkan. Jadi kasih aja jangan komentar!"

"Iyaa maaf. Kagett Syaaa tiba-tiba muncul." Ucapku.

Waduhh mulai risih apa Tasya dengan tingkah ku? Ahhh biarlah jika memang tuhan mempersatukan dia pasti akan selalu bersamaku. Gemuruhku dalam hati.

Ketika sampai di babeh Uban. Aku membeli salah satu merek obat sakit kepala dan memberikannya langsung pada Tasya. Aku menghantar Tasya pulang kerumah. Tidak lama kemudian, ketika tiba di rumah Tasya. Rasa hati ini mulai khawatir takut tidak berjumpa lagi denganya.

"Okeyy sampaiiiii." ucapku pada Tasya.

"Alhamdulilah, hayukkkk kak masuk dulu." ucap Tasya padaku.

"Waduhhh maaf aku langsung pulang ya ga bisa mampir." ucapku pada Tasya.

"Iihhh kenapa kak, mampir dulu aja." ucap Tasya padaku.

"Udah ga usah. Kan kamu mau istirahat kalo aku dirumah kamu, nanti yang ada kamu ga istirahat." ucapku pada Tasya.

"Hmm yaudeh dehh, makasih ya atas bantuan nya hari ini." ucap Tasya padaku sambil tersenyum.

"Iyaa sama sama, aku juga makasih traktiran nya." ucapku pada Tasya.

"iya kak. Ini jakettt nya gimana? Kakak masuk dulu aja tunggu dalem aku salin dulu." ucap Tasya padaku.

"Ituuu jakettt buat kamu Tasyaa. Udah aku pamit pulang dulu ya." ucapku pada Tasya.

Berat sekali rasa hati ini untuk meninggalkanya. Ahhh! Tapi yasudahlah aku harus pulang. Jika aku lama-lama di sini yang ada dia tidak bisa cepat untuk istirahat. Gumamku dalam hati.

"Tunggu! Aku belum ada NO HP kakak?" Ucap Tasya padaku.

"hmm iyaaa nih catet 08317789****" ucapku pada Tasya. Alhamdulilah akhirnya dia merasa nyaman denganku.

"Iyaaa aku kasih nama Om Ceo ya." ucap Tasya sambil bercanda.

"Memang aku om om Tasya. Udah aku pulang dulu ya, see you." ucapku pada Tasyaaa sambil ngedipin mata sebelah kanan.

"byeeeee." ucap Tasya padaku sambil tersenyum dan melambaikan tangan.

Aku bersegera beranjak pulang kekediamanku. Tempat yang penuh dengan kenyamanan. Ketika sampai di rumah, aku berjalan kearah kamar untuk beristirahat sejenak. Ruang ternyaman bagiku yaitu Kamar pribadiku. Ketika aku sedang berbaring. Terlintas di benakku, disitu aku berfikir. Ternyata jika kita saling membantu dengan tulus tanpa imbalan. Kita akan merasakan sesuatu yang tidak bisa di ucapkan oleh mulut, hanya bisa di rasakan oleh hati. Aku terbangun dengan cuaca yang sangat nyaman. Tidak panas, tidak juga hujan. Aku menoleh ke jam dinding menunjukan jam 16:23 wib. Aku beranjak dari kasurku. menuju kamar mandi untuk membersihkan badan. Suara jatuh air dari shower membuat suasana menjadi tenag sekali. Membuat tubuh menjadi segar sekali.

Ketika selesai bebersih aku melihat banyak orang lewat di halaman rumahku sedang berolahraga. Terlintas di benakku segitu banyaknya manusia, tidak ada satu pun yang sama, mau dari pikiran dan tingkah laku. Tapiiii SIFAT manusia itu semua sama. Mempunyai kasih sayang, benci, dendam, rasa peduli, malu, tapi yang membedakan manusia itu ternyata katakternya. Cara penggunaan sifat tersebut terhadap dirinya.

Malam telah tiba. Aku menunggu notifikasi pesan dari Tasya tapi tak kunjung ada. Hati ini bertanya tanya. Kenapa tidak ada notifikasi dari nya? Apakah dia tidak merasa senang denganku? Atau hanya membuat perasaanku tidak hancur saja ketika di meminta no telponku? hufhhhh!!!

Hari mulai berganti. Keesokan harinya aku membuka HP ku ada notifikasi dari nomor tidak dikenal.

"Assalamualikum kak. Aku Tasya yang neduh kemaren dirumah kakak. Nanti aku pulang kuliah mampir ke tempat kakak boleh ga?" isi pesan Tasya.

Ketika melihat isi pesan darinya. Hati ini langsung lega sekali. Semoga saja aku selalu bisa untuk bersamanya. Aku tertarik sekali denganya.

"Iyaaaa kesini aja. Tapi apa ga sebaiknya kamu pulang dulu kerumah, biar orang tua kamu ga khawatir? isi pesanku ke Tasya.

"Hmm iyaaaa kak. Tapi bolehkan aku kerumah kakak?" isi pesan Tasya.

"iyaaa boleh lah. Keadaan kamu bagaiamana sudah mendingan?" Pesanku pada Tasya.

"Alhamdulilah kak sudah mendingan kok. Kemaren hanya masuk angin aja." isi pesan Tasya padaku.

"Alhamdulilah. Yaudah akuu tunggu dirumah ya." isi pesaku pada Tasya.

"Kamu mau aku bawain makanan apa kak?" isi pesan Tasya.

"Ga usah bebawan. di sini ada makanan. Jangan repot repot." Isi pesanku.

"Ihh ga papa kak. Aku ga ngerasa direpotin kok." Isi pesan Tasya.

"ihh bandel udah ga usah bawa apa apa. Kesini aja aku tunggu bawel." isi pesenku dengan emot tersenyum.

"ihhh apa sih Ceo bukanya bawell loh." isi pesan Tasya.

"hehe yaudah kesini." isi pesanku.

"Okee dehh shiapppp kak." pesan Tasya padaku.

Tidak beberapa lama kemudian, waktu dzuhur telah Tiba. Menandang waktu ibadah bagi umat islam sudah masuk untuk melakukan shalat. Aku bersegera melaksanakan ibadah shalat dzuhur. Ketika selesai melaksanakan ibadah shalat dzuhur, Aku berdoa kepada yang maha kuasa. Yarabbb. Entah kenapa ketika aku mentap kedua bola matanya dan senyum manis nya, Aku mulai merasakan takut kehilangannya. Padahal aku baru kenal denganya. Jika dia jodohku. Menjadi teman hidupku. Maka dekat kan lah aku dengannya sedekat dekatnya. Hati ini pasti sakit sekali jika berpisah denganya. Aku mencintainya, Ya rabb. Tidak lama kemudian Tasya sampai kerumah.

"Assalamualikummmmmm kak. Sambil ngetok pintu rumahku TOKk TOKK TOK.

"Kakkkk, Kakkkk Ceo, kakkkkk!" ucapnya dengan nada tinggi.

"Iyaa sebentar." ucapku pada Tasya.

"Iyaaaa kak." ucap Tasya padaku.

Cekrekkkkkk ngeeetttttttt Suara buka pintu.

"ihh jerit terus kamu ini." ucapku dengan senyuman.

"Iyaa gimana lagian di panggil lama nyautnya." ucap Tasya.

"yaaaa sabarrr Tasya." ucapku sambil mengelus kepalanya.

"iyaaa dehh maaf kak. Kak, nih aku bawa baso bakar buat cemilan." ucap Tasya padaku sambil tersenyum.

Aku menghela nafas. Keras kepala sekali nih anak. Sudah di bilang ga usah bebawaan masih aja. Hadehhh Gemuruhku dalam hati.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!