AIR MATA

Di dalam perjalanan air mataku teruss mengalir. Kenapa ini semua terjadi padaku, padahal aku sudah berjanji untuk menjadi yang terbaik buat kamu Tasyaaa, ucapku di dalam hati. Ketika Tiba dirumah duka. Aku tidak tahan melihat Tubuh berbaring tertutup kain batik orang yang aku sayangiii yang akan menjadi teman hidupku ternyata meninggalkan ku dari dunia ini. Tidak lama kemudian Alm.Tasya di mandikan, lalu di sholatkan , untuk di ke bumikan (Dikubur). Disaat ingin di ke bumikan Alm.Tasya, Bella menghampiri dan memegang tanganku sambil menatap kedua bola mataku dan berbicara padaku dengan sangat lembut. "Hentikanlah tangisanmu (Ucap Bella dengan mata berkaca kaca). Kita semua yang hidup akan pulang, cuman beda waktu saja kapan dan dimana kita dipanggil sama yang maha kuasa. Kamu harus terima semua ini yang terjadi, kamu mau marah dengan keadaan tidak akan ngembalikan Tasya akan hidup lagi. Aku tau prasaan kamu Kak Ceo tapi jangan seperti ini Tasya pasti menangis melihatmu seperti ini" (Ucap Bella),

"Aku ga bisa nahan air mataku Bell, sakit sekali rasanya dengan kejadian seperti ini, Aku belum sempat mengucapkan selamat tinggal padanya" (Ucapku sambil air mata mengalir)

"Maafin aku Ceoo" (Ucap Bella sambil menangis memelukku dan mengelus kepalaku), Air mataku begitu tak tertahan saat Alm Tasya mulai diturukan ke tanah, lalu aku berkata dalam hati sambil berlinang air mataku. Andai aku tahu, bahwa kamu tidak akan pernah berada disini lagi, aku akan membuat momen bertahan sedikit lebih lama, karna sekarang aku sendirian dan kamu hanya kenangan dipikiranku. Aku akan memberikan apa saja untuk mengucapkan selamat tinggal. Ini adalah waktunya, selamat datang di petunjukan terakhir. Kau kenakan pakain terbaikmu, kau tak bisa tawar jalanmu ke langit, kau manusia yang baik, kita tak pernah belajar, kita sudah pernah disini (di dunia). Semoga diakhirat kita di pertemukan untuk bersama, kenapa kita selalu terjebak dan lari dari berbagai masalah?. Setelah di Kebumikan aku pamit pulang kepada orang tuanya Alm. Tasya, karna aku tidak bisa bertahan dirumah duka, air mata ku terus mengalir. Berjalannya waktu aku tiba di kediamanku (rumahku), waktu terus berjalan dan malam telah tiba. Aku duduk di depan teras rumah ku. Dibenakku masih terbayang wangi parfumnya, potongan rambut andalanya, senyum manisnya yang membuat matanya Menyipit, cara dia menatap, postur tubuhnya dari Belakang, caranya saat menjelaskan sesuatu, suaranya saat memanggil namaku, sifatnya yang sabar. Semuanya masih terekam jelas dalam ingatan yang aku punya. Billa aku memilih melepaskanmu, Percayalah, aku sudah mematahakn seluruh hatiku. Aku sudah berdebat hebat dengan diriku sendiri, aku sudah melangitkan ribuan Do'a agar Tuhan menunjukan jalan selain perpisahan. Sebelum akhirnya aku trima takdir-nya, bahwa memang satu satunya cara adalah rela. Aku rinduuu padamu Tasyaaa, maafkan akuuu..(air mataku mengalirrr dengan tatapan kosong ke arah pepohon yang bergerak terkena angin). Tidak lama kemudia Bella membawakan teh hangat padaku dan berusaha untuk menenangkan ku.

"Jawabb Aku Ceooo (dengan nada lembut sekali)..., apakah kau lelah mengisi ruang hampa itu ataukah kau ingin lebih?, bukankah sulit untuk terus setegar itu?, ketika aku jatuh dalam masa masa indah kutemukan diriku merindu akan perubahan.

"A a a aku merindu u u kan Tasyaaa, A a a aku ingin bersamannya Bell" (Ucapku sambil menangis terbata bata),

"Ceoo (Dengan nada lembut sekali dan mata berkaca kaca). Apapun yang kamu rasakan hari ini, bagaimana pun hidup membenturmu hari ini, Aku harap kamu punya alasan kenapa kamu harus tetap untuk hidup. Jangan biarkan omong kosong yang ada di kepalamu menghancurkanmu, percayalah bahwa hidup lebih baik dari pada mati, mati yang mengenaskan dengan cara yang buruk. Lihatlah hal hal kecil di sekelilingmu, jika tidak bisa bertahan demi orang lain, setidaknya bertahanlah untuk diri kamu sendiri. Untuk setiap makan pedas, langit biru yang selalu menarik perhatianmu, untuk bau tanah saat hujan datang, untuk ibadah yang kamu harus perbaiki, untuk cerita yang belum kamu selesaikan, untuk list buku yang belum selesai kamu baca. Aku gak tau seberapa banyak masalah kamu, Tapi kamu harus paham rencana tuhan lebih luas dari derita yang kamu rasakan. Jadi tetaplah hidup sampai kematianmu sendiri yang menjemputmu. Kalau masih terbayang dibenak kamu, besok kita ziarah ya ke makam alm. Tasya, kita do'a kan diaaaa, biarrr tenanggg" (Ucap bella sambil mengelus pundakku dan menangis). Mendengar ucapan Bella aku menangis memeluknya dan mengucapkan terimakasih. Keesokan paginya Aku dan Bella berangkat menuju makam Alm.Tasya yang masih basah. Ketika sampai ditempat aku mendoakan dan menaburkan bunga diatas kuburannya dan aku merasakan dekat sekali, ketika duduk dan memegang Nisannya (Papan namanya). Aku berkata Terimakasih sudah mau berjalan bersamaku, tapi disinilah kita, ditempat ini yang akan membawa kita menuju ke arah yang berbeda. Tapi aku tidak akan pernah lupa denganmu. Engkau abadi di hatiku. Terimakasih sudah mengizinkan nama mu tertulis dilembar buku ku yang berjudul "SEKILAS TINDAKAN DAN KATA BERMAKNA". Semoga kita bisa bertemu lagi dikehidupan yang baru dan ingat lah bahwa "AKU SELALU MENCINTAIMU, TASYA OLIVIA PUTRI".(Ucapku sambil mengalir air mataku). Ketika selesai berziarah aku mengajak Bella ke sebuah taman yang pernah aku kunjungi bersama Almarhumah Tasya dan sahabatku. Merayakan ulang tahun ku Di Taman Penyatu (Nama tempat). Ketika sampai ditempat, aku bersebelahan duduk seperti aku bersama Tasya dulu, dibawah pohon yang rindang dan sebuah bangku panjang Berwarna coklat terbuat dari kayu jati dan sedikit bercerita kepada Bella.

"Bellaaa (Ucapku sambil memandang dedaun yang bergoyang), dulu aku takut mati, dulu kupikir kematian adalah akhir, Namun itu dulu, kini aku tak takut lagi. Aku tahu jiwa ku akan terbang, mungkin tak kan pernah kutemukan semua jawaban, mungkin takkan pernah ku mengerti kenapa, mungkin takkan pernah kubuktikan apa yang ku tahu. Namun ku tahu, bahwa aku masih harus terus mencoba. Jika aku mati esok hari..., aku kan baik baik saja..., karena aku percaya, bahwa setelah kita mati, jiwa kita tetap abadi (Ucapku Sambil mataku berkaca kaca).

"Ceoo (menyebut namaku dengan lembut dan air mata berkaca kaca). Dalam hidup, setidaknya satu kali, kita akan bertemu seseorang yang begitu kita cintai sekuat hati kita. Namun, dirinya tidak pernah mampu kita miliki, hanya mampu kita doakan dan selesai. Ceooo (Ucap bella dengan nada lembut), Izinkan aku untuk bisa menjadi seperti Tasyaaa, sosok seorang seperti Tasya, walaupun itu tidak mungkin bisa sempurna sama seperti Tasya. Tapi aku ingin selalu didekat mu, seperti Tasya yang selalu ada pada hatimu" (Ucap bella dengan mata berkaca kaca), Aku memeluk Bella seakan akan Aku sedang memeluk Tasya, sambil berlinang air mata kami berdua dan aku mengelus bagian belakang kepala nya Bella dengan sangat lembut. Aku berkata padanya jangan tinggalin aku, karna kamu sekilas mirip sekali dengan Tasya dari mata kamu, senyum kamu dan cara kamu memanggil nama ku.(ucapku sambil menangis),

"Aku mencintai kamu Rio Landy Arya saputra. Hiduplah dengan ku untuk Hidup bersama menjalani hari hari kedepanya. Tasya pasti mengizinkan hubungan untuk orang yang hidup bersamamu, yang benar benar mencintaimu. Dan aku yakin itu" (Ucap Bella).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!