RINDU

Lalu Tasya berjalan kearah ku dengan mengelap air matanya, supaya tidak terlihat dengan ku bahwa dia abis menangis.

"Kak Geaa ngomongin kamu apa?" (Ucapku)

"Iyaaa begituuu Ceo. Jangan cerobohhh, kak Gea ga mau aku ngerasain hamil diluar nikah yang dirasaiin sama kawan kawan nya" (Ucap Tasya),

"Iyaaa aku minta maaf ya sama kamu, aku berlebihan bangettt sama kamu" (Ucapku),

"Iyaaa Ceo ku, lagian juga kamu ga ada niatan kan untuk ninggalin aku, ngebuat prasaan aku hancur" (Ucap Tasya sambil menatap ku),

"Sebisa aku Tasya, aku sayang banget sama kamu, Aku ngerasa punya keluarga kedua, aku ngerasa kamu juga bisa ngertiin aku. Keluarga kamu juga bisa ngertiin aku, Bagaimana aku bisa ninggalin kamu" (Ucapku),

"Janjii..." (Ucap Tasya sambil mengulurkan jari kelingking nya),

"Aku janji Tasyaa, sebisa mungkin aku akan selalu menjadi terbaik di kehidupan kamu, aku akan selalu bersama kamu Syaa" (Ucap ku sambil menyambut jari klingking Tasya dengan jari klingking ku),

"Yasudah Tasya aku pamit pulang ya sampai berjumpa dari hari esokkk sayangkuhh" (Ucapku sambil mengelus pipi Tasya),

"Iyaaa sayangku, sebelum pulang cium dulu pipi aku Ceoo" (Ucap Tasya sambil manjaaa seperti anak kecil), kami saling memberikan Ciuman yang sangat berarti di pipi dan aku beranjak pulang dengan berpamitan kepada kedua orang tuanya Tasya yang sudah ku anggap keluarga keduaku.

"Buuu ..., yahhh...., aku pamit pulang ya udah siangg" (Ucapku sambil mengulurkan tangan untuk salim),

"Buru buru amatt, nanti aja sore" (Ucap aayahnya)

"Iyaaa nya kamu ini" (Ucap ibunya)

"Iyaaa ga papa, Ceo pulang dulu mau beberes dirumah" (Ucapku),

"Yaudah hati hati dijalan" (Ucap kedua orang tuanya Tasya),

"iyaaa, assalamualikum" (Ucapku sambil menundukan kepala),

"wa'alikum salam" (Ucap Tasya dan kedua orang tuanya), aku beranjak pergi, ketika dalam perjalanan dengan udara yang sejuk suara telpon ku berderinggg, (Tuuuuuuuuttt, Tuuuuuuutt, Tuuuuut Suara telephon). Aku berhenti sebentar didekat warung untuk megangkat Telephone. Ternyata dari kawan kecil ku, baru balik dari bandung dia bernama Bella Safitri.

"Hallooo.. Assalamu'alikummm" (Ucap Bella sahabat lama ku),

"wa'alikumsallam breee" (Ucapku),

"Apa kabarrr nihhh, aku mau maen kerumah, masih yang lama kan?" (Ucap Bella),

"Masihhh breee, alhamdulilah baik. Kamu gimana kabarnya?" (Ucapku),

"Alhamdulilah baik, yaudah aku on the way ke rumah kamu yaaa (Ucap Bella),

"Okeeyy breee" (Ucapku), Aku melanjutkan perjalananku. Ketika aku sampai di kediamanku, Tidak lama kemudian kawan kecil ku sampai dengan membawa kendaraan sebuah mobil yang mewah dan sebuah oleh oleh untuk diriku.

"Hallo Ceooookuuu" (Ucap bella keluar dari mobil dan menghampiriku, langsung memeluk diriku)

"Aduhh engapppp Bellaaa" (Ucapku sambil menepuk pelan punggu Tasyaa),

"Aku kangennn" (Ucap bella sambil mata ber kaca kaca),

"Aku juga kangen banget sama kamu, itu mobil kamu, sukses ya sekarang?" (Ucapku sambil tersenyum),

"Iyaaa Alhamdulilah, ini aku bawa oleh oleh (beberapa baju, sepatu dan jam tangan yang sangat mahal) untuk kamu. Maaf ya cuman ini yang bisa aku bawain buat kamu" ( Ucap Bella),

"Ihhh kaya apa aja, banyak banget iniiii. Tapi makasih banyak yaaa" (Ucapku sambil tersenyum),

"Iya sama sama" (Ucap bella),

"Yaudah masuk gih" (Ucapku),

"Ga ada yang berubah ya dari rumah kamu jadi keinget masa masa kecil dulu" (Ucap Tasya sambil tersenyum), aku berjalan kedapur untuk mengambil makanan ( kue lapis legit) dan sebuah minuman (s lemon tea) kesukaan Bella dan menghantarkan kepadanya.

"Kamu kerja dimana sekarang?" (Ucapku)

"Aku udah punya perusahaan sendiri kak, restoran seafood" (Ucap bella),

"Jadi orang suksess lah ya" (Ucapku),

"Tapi justru bagi aku ketika awal awal sukses, aku merasa tersesat disaat aku punya banyak uang. Aku tidak siap untuk punya banyak uang dengan waktu yang singkat. Mangkanya aku selalu bilang sama kawan aku, hati hati, cintai masa susah kamu, karna disaat kamu berhasil, kamu akan merindukan masa masa susah kamu. Udah siap apa belum mentalnya, untuk orang yang punya uang. Ga siap hancur hidupnya seperti aku awal awal. Segitu ga siapnya mental aku. Kamu mau tau ga?, orang kaya yang kampungan, kampungan banget aku tuh. Setiap hari ngabis uang belanja yang ga ada guna nya banget dalam kehidupan. ga pernah terfikir saat itu. Mangkanya menurut aku saat itu aku tersesat. Sampai aku juga pernah menulis di buku diary ku Bahwa aku adalah seorang musafir yang tidak pernah menemukan jalan pulang lagi. tapi Kamu kerja dimana sekarang?" (Ucap bella),

"Aku ga kerja bell, ya begini aja jual pulsa listrik, cukup cukupin aja buat biaya hidup" (Ucapku),

"Kamu mau ga aku bukain usaha, basing kamu mau buka usaha apa?," (Ucap bella),

"Gak usahhh bell, makasih lagi enak difase kaya gini, aku nya belum mau fokus buka usaha yang besar " ( Ucapku),

"Ga papa lah Ceo, masa mau begini terus aneh kamu ini" (Ucap bella dengan heran),

"Iyaaa nanti lah ya ( hehehe ucapku sambil tertawa sedikit), pasangan kamu siapa saat ini?" (Ucapku),

"Belum ada, belum nemu juga Ceo orang yang seperti kamu" (Ucap Tasya sambil melirik ku dan tersenyum),

"Terusss mulai bercanda nya ga jelas" (Ucapku),

"Iyaaa benerrr" (Ucap Tasya dengan srius),

"Aku udah ada bell yang deket sama aku, aku ga mau nyakitin prasaan dia" (Ucapku),

"Benerannnn" (Ucap bella),

"iyaaaa, tapi yasudahlah kalo memang jodoh ya kita nikah. Lagian juga kan kita udah saling kenal satu sama lain" (Ucapku),

"Sumpah dah aku agak nyesek denger nya" (Ucap Bella),

"Maaf Bell" (Sambil memegang tangan Bella dan mengelus tangannya),

"Iyaaa ga papa" (Ucap Bella),

"Kamu pulang kesini tinggal dimana?" (Ucapku),

"Paling aku sewa hotel kak" (Ucap bella),

"Minep sini aja ya, tinggal sama aku dari pada minep dihotel, ga ada yang jagain kamu" (Ucapku),

"Emang boleh ?, kena marah pak RT nanti" ( Ucap Bella)

"Gakk Bella, yaudah gih kamu istrihat dulu dikamar sana, kan baru sampe. Aku juga mau rebahan baru balik" (Ucapku),

"Emang kakak dari mana?" (Ucap Bella),

"Dari tempat Tasya, pasangan aku" (Ucapku),

"Ohhhh yaudah gih kamu istirahat aja, aku nanti mau nginget kenangan kenangan dulu yang terjadi disini" (Ucap Tasya),

"Yaudah jangan sungkan ya anggep rumah sendiri, sini cium dulu keningnya, kamu makin cantik ya" (Ucapku, Muachhhh suara cium di kening Bella)

"Eehmmm Ceooo" (Ucap Bella sambil mengelap bekas ciumanku), berjalannya waktuuu. Ketika terbangun dari tidurku, seperti biasa kami bercerita tentang masa masa yang dilakukan masa kecil dulu. Tertawa, menangis, mengingat kenangan dulu dan keesokan harinya Tasya ingin berkunjung kerumah ku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!