"Yukk naek, brangkat kita buruan udah bunyi nih perut." Ucapku pada Tasya sambil menepuk nepuk perut.
"Iyaaaa sabar kak." Ucap Tasya padaku. Tasya perlahan menaiki motor dan sambil memegang pinggangku.
Seandainya dia memelukku, hmmm. Gemuruhku.
"Udah kak hayukkk mluncurrrrr." Ucap Tasya kepadaku. Aku dan Tasya keluar mencari tempat makan baso. Di dalam perjalanan Tasya bicara pada ku.
"Kak ...?" Ucap Tasya dengan nada pelan di kupingku.
"Hah, iya apa?" (Ucapku kepada Tasya sambil menoleh kekiri sebentar)
"Padahal aku sama kakak baru kenal. Tapi entah kenapa, kok aku ga takut ya sama kakak, kaya ngerasa udah kenal lama sama kak Ceo. Aku ngerasa kaya di jagain sama kak Ceo, di perhatiin, kayak aku memiliki kakak kandung laki-laki." (Ucap Tasya Kepadaku)
Mendengar ucapan Tasya, Hatiku lega sekali. Akhirnyaa dia merasakan sesuatu yang aku inginkan. Sesuatu perasaan yang mungkin tidak bisa jauh dariku.Semoga saja ke depanya bisa lebih dari sekedar kakak. Mungkin pasangan hidup sampai tua.
Tasya mulai memelukku dengan erat. Kepalanya mulai bersandar di bahu kananku. Tapi rasanya pegel sekali ketika dia bersender di sebelah kananku sambil mengendarai motor ini. Ahhh masaaa bodo! Demi buat dia nyaman, aku rela menahan rasa pegal ini. Pelukan hangat yang di berikan membuat ku semakin ingin memanjakannya dan mencium keningnya secara berkali-kali. Gumamku dalam hati.
Aku tersenyum mendengarnya.
"Mungkin ini takdir dari tuhan sih supaya kita selalu bersama." Ucapku pada Tasya sambil merayu nya.
"ihhhh mulai dehhh, kakak goda godain aku." Ucap Tasya sambil tersenyum malu.
"Bukanya ngegodain luh cuman kan kamu bertanya tadi, mangkanya aku jawab kaya gitu." Ucapku pada Tasya sambil tersenyum.
"Tapi kek nya bisa jadi sihhh kak." Ucap Tasya padaku sambil tertawa malu.
Aku meliriknya dari spion motorku. Perlahan matanya mulai sayup ingin tidur di pundakku. Matanya mulai memejam. Tanganya yang memelukku semakin perlahan melonggar tidak mengencang lagi.
Aku berhenti sejenak di pinggir jalan, Jika aku lanjutkan perjalanan aku takut dia terjatuh saat aku bonceng. Lebih baik berhenti sejenak di pinggir jalan, sampai dia terbangun dengan sendirinya.
Aku menengok ke sebelah kanan melihat Tasya yang sedang aku bonceng tertidur. wajahnya yang begitu lugu, adem sekali jika di pandang dengan mata kepala ini. indah sekali wajahmu Syaa. Perlahan aku mengelus bagian dahi nya menggunakan jari jempol kiriku. Tanpa di sadari bibir ini perlahan mendekat. Aku mencium nya dengan kecupan kasih sayang di pipi kirinya. Ketika aku menciumnya dia malah merasa nyaman dengan kecupan ku malah semakin nyenyak.
Perutku mulai mengeluarkan suara menandakan perut sedang lapar. ihhh sabar peruttt! gak bisa ngerti apa! ini lagi ada kesempatan di dekatnya jadi jangan buat kacau, dia lagi nyaman di dekatku. Perutku tak tertahan karna lapar yang aku rasakan. Mau tidak Mau aku harus Membangunkannya. Tapi Aku tidak tega ingin membangunkanya. Jika lama-lama seperti ini, pundak serta leherku bisa-bisa kecetit juga. hadehhh ampun dah keadaan begini, ada aja hufhhhh!
Tapi Lebih baik aku bangunkan karna dia juga belum makan. Jika di tahan-tahan yang ada malah sakit karna perut kosong. Malah menyebar sakitnya kemana mana, Tau sendiri kalo udah masalah lambung. Sakit yang di derita bisa nyebar kemana mana. Ucapku dalam hati.
"Syaaa." Ucapku dengan lembut sekali mememanggilnya. Tetapi tidak ada respon.
"Syaaa." Ucapku kedua kali dengan menepuk nepuk pipinya dengan pelan.
Tidak bangun juga.
Pingsan apa gimana dia ini. "Syaaaa, bangunnn."
Akhirnya dia terbangun. Alhamdulilah di kira pingsan. Ucapku dalam hati.
"Aduhh! Udah sampe ya?" Ucapnya dengan santai.
"Sampai dari mana kamu tidur. Aku takut kamu jatuh. Jadi berhenti sebentar di sini." Ucapku dengan tersenyum.
"Ehhh iyaaa maaf kak." Ucapnya dengan malu sambil menutupi wajahnya.
"Iyaaa ga papa, tapi kamu manis juga kalo di pandang-pandang saat tidur." Ucapku mulai merayunya.
"Ihhh apa sih kak." Ucapnya sambil tersenyum. Yaudah ayuk, lanjutin perjalanannya.
"Iyaaa deh." Aku mulai melanjutkan perjalanan. Di saat perjalanan aku perlahan curi-curi pandang untuk melihat wajahnya yang adem sekali jika di pandang. spionku bermanfaat juga untuk melihat wajahnya.gumamku dalam hati.
"ihhh kak jangan ngliatin aku gitu di spion, udah fokus cari tempat makan baso nya." Ucap Tasya kepadaku.
"Iyaaaa." Ucapku pada Tasya.
"Itu kak! sebelah kiri tempat basonya kelewatan." Ucap Tasya padaku sambil nepuk pundakku.
"Ehhh iya sorry, kaga ngeliat aku, bentar muter balik dulu. " Ucapku kepada Tasya.
"Iyaaaa mangkanya fokusss kak." Sambil tersenyum ucap Tasya padaku.
Ketika sudah sampai di tempat baso. Entah kenapa tangan ini, ingin sekali menggenggam tanganya nya sambil berjalan. Aku berjalan perlahan dengan Tasya. Aku mencoba mengenggam tanganya. Ketika aku menyentuh tanganya dan menggenggamnya. lembut sekali telapak tanganya, halusss. Tasya tersenyum di saat aku menggenggam tanganya. Aku pun tersenyum. Tapi kenapa jadi kaya alay gini! ahhh! mau bagaimana lagi, Aku suka padanya. Tidak peduli apa komentar orang nantinya, jika melihatku seperti ini.
***
"Permisi pak masih ada tempat kosong untuk Kami berdua?" Ucapku pada penjual baso.
"Masih mas. Di pojok belakang. Mau pesen mie ayam, apa baso? Ucap si penjual baso padaku.
"Aku baso mas, tapi kaga pakai mie ya. Kalo kamu Tasya?" Ucapku pada penjual baso dan Taysa.
"Aku baso juga, tapi lengkap kak, pake mie" Ucap Tasya Padaku.
"Okeeyyyy jadi baso nya aja satu. Baso lengkapnya 1 ya pak." Ucapku pada penjual baso.
"Minumnya apa mas? Ada s/hot jeruk, teh botol, air putih." Ucap sih penjual baso.
"Saya jeruk hangat mas. Kamu apa Tasya?" Ucapku pada Tasya.
"Aku teh manis hangat aja kak." Ucap Tasya Padaku.
"Minumnya jeruk hangat satu.Teh manis hangat satu mas." Ucapku pada penjual baso.
"Okee mas silahkan ditunggu. Nanti pesananya kalo sudah siap, saya antar ke meja mas." Ucap si penjual baso.
"Baik mas. Saya tunggu Secepatnya sudah laper nih." Ucapku kepedagang baso sambil tersenyum.
Lalu saya berjalan kearah meja yang di tunjukan untuk saya dan Tasya. Aku duduk berhadapan dengan Tasya. Perlahan mulai memandangi wajahnya yang begitu manis sekali. Merasa dama saja hidup ini jika di dekatnya. Apakah ini yang di namakan jatuh cinta? Gumamku dalam hati.
"Kak kok kepala aku pusing banget ya?" (Ucap Tasya Padaku)
"Hmm. Mungkin itu tadi kamu kehujanan, lupa di bilas kepalanya pakai air. Aku mintain air putih hangat dulu ya untuk kamu." Ucapku pada Tasya.
Tasya menganggukkan kepalanya.
"Mas... Minta air putih hangat satu dulu mas, buat dia." Ucapku kepada pegawai baso.
"Baik mas bentar." Ucap pegawai baso padaku.
"Nih mas air putih hangat nya." Ucap pegawai baso padaku.
"Baik mas. Terima kasih banyak." Ucapku pada penjual baso.
"Tasya minum dulu nih, air hangat nya. Nanti selesai makan baso, kita mampir dulu ke apotik." Ucapku pada Tasya.
"Iyaaa kak. Tapi ga usah ke apotik, nanti mampir aja kak, beli obat di warung " Ucap Tasya Padaku.
"Yaudah basing kamu Tasya. Nanti aku anter pulang langsung istirahat ya." Ucapkku Pada Tasya.
"Hmm iya kak. makasih ya perhatiannya." Ucap Tasya sambil tersenyum dan menggenggam tanganku.
"Iya sama sama Tasya" Ucapku pada Tasya.
"Permisiiiiii massss. Ini baso ga pake mie, yang ini lengkap mas." Kata si pegawai baso.
"Sini mas yg ga pake mie saya. Yang lengkap nang entu masss." Ucapku pada pegawai baso.
"Ini minum nya jeruk hangat mas, sama teh manis hangat." Kata pegawai baso.
"Iyaaaa masss, taro aja di meja." Ucap Tasya ke pegawai baso.
Lalu kami langsung makan menikmati baso yang sudah di sajikan.
"Gimana kak enak basonya?" Ucap Tasya kepadaku.
"Enak bangettt. Soalnya baso ini masuk makanan favorit aku. Selain soto betawi." Ucapku ketasya sambil tersenyum.
"Kakak suka soto betawi juga. Berarti sama dong. Soto betawi tuh khas banget sama kuah rasanya, yang enak banget kalo di sruput. Di tambah lagi dengan emping nya dan daging nya yang empuk." Ucap Tasya kepadaku dengan wajah senang.
"Iya pless pake nasi. Bisa nambah dua kali makanya. " Ucapku pada Tasya sambil tersenyum gembira.
"Iyaa ya. Kak menurut kakak bedanya cinta dan kasih sayang itu apa sih. Soalnya kan banyak banget anak muda, termasuk aku belum tau banget apa itu cinta dan kasih sayang?" Ucap Tasya kepadaku sambil naekin alis.
"Kok nanya itu? kan lagi bahas soto betawi. Hmm jangan jangan ada benih cinta ini." Ucapku pada Tasya sambil tersenyum.
"Ihhh kakak! Soalnya banyak banget gitu anak muda jaman sekarang, Mudah banget ngucapin cinta, ngucapin Sayang." Ucap Tasya kepadaku sambil cemberut.
"Keknya kamu pernah ngalamin ini ya." Ucapku pada Tasya sambil senyum tipis.
"Iyaaa kak. Ada orang waktu itu ngedeketin aku, keknya mudah banget gitu ngungkapinnya. Padahal aku sama dia baru kenal itu pun dari sosial media." Ucap Tasya padaku dengan wajah murung.
Hmm, ini kesempatan buatku untuk terlihat lebih menarik di depanya.
"Tasyaaa. Cinta itu tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata. Menggunakan logika pun ga akan ketemu. Tapi cinta hanya bisa di rasakan oleh hati dan sebuah tindakan. Cinta juga hanya untuk orang orang tertentu." Ucapku pada Tasya sambil Tersenyum.
" Hmm gituu... Kalo Kasih Sayang?" Ucap Tasya padaku sambil mau minum teh hangat.
"Kalo kasih sayang itu menyeluruh kepada siapapun. Mau itu manusia, hewan, tumbuhan, harus kita sayangi. Itu lah arti kasih sayang" Ucapku pada Tasya sambil melahap basoku.
"iyaaaa ya" Ucap Tasya padaku sambil tangan nya di wajah dagunya dengan memegang sendok.
"Yaudah buruan basonya di abisin sisa dua biji lagi itu. Nanti pulang langsung minum obat. Langsung tidur biar ga pusingg lagi kepala kamu." Ucapku pada Tasya.
"Iyaaa kak." Ucapnya sambil meminum teh hangatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments