Hidden Baby 19

Mungkin ini adalah hari tersial untuk Kai. Karena hanya mengatakan Arga jelek dirinya harus menjaga bocah itu hingga waktu pulang kantor. Beruntung saja Arga tidak bandel sehingga Kai tidak kewalahan saat menjaganya.

Satu pesan diterima oleh Dirga. Hanya membaca namanya saja Dirga sudah berbunga. Wanita yang telah mengunci hatinya ternyata masih menyimpan rasa cintanya. Dirga sudah tidak sabar lagi untuk segera menikahi Vie

[ Ga, jangan lupa Arga harus bobok

siang ]

Sebuah pesan singkat dari membuat Dirga baru tersadar bahwa anaknya sedang ia serahkan kepada Kai untuk membawanya ke mall untuk bermain.

Dirga segera menelpon Kai, untuk menyuruhnya segera kembali ke kantor, karena Arga harus tidur siang.

"Sial," umpat Dirga saat teleponnya tak terjawab.

"Kai kemana sih," gerutu Dirga.

Dirga merasa tidak tenang dalam memeriksa laporan di laptopnya. Bagaimana kalau Vie tau jika Dirga menyuruh anaknya keluar bermain.

Bisa-bisa Dirga di lalap mentah oleh Vie.

Dua jam sudah berlalu. Kai memasuki kantor dengan wajah lelah sedangkan Arga terlihat sangat sumringah. Ia bahagia karena bisa bermain dengan puas dan memainkan hampir semua permainan yang ada di mall. Lalu mengapa Kai yang lelah? Itu karena Kau juga harus ikut bermain, karena pesan Dirga yang menyuruhnya untuk menemani Arga.

Arga yang terlalu pintar pun menyuruh Kai untuk menemani mencoba segala wahana yang ada.

Baru saja membuka pintu ruang kerja bosnya, Dirga sudah bertolak pinggang menunggu kedatangan Kai. Dirga mengetahui hal itu dari CCTV yang tersambung langsung di laptopnya.

"Darimana saja kenapa baru kembali?" todong Dirga cepat.

"Ayah jangan malah-malah sama om Kai. Dia udah baik mau ngajakin Alga main. Gak kayak Ayah yang sibuk duduk," celoteh Arga.

Niat hati ingin memarahi Kai, malah dirinya sendiri yang kena marah anaknya.

Dirga yang belum ada pengalaman untuk mengurus anak merasa sangat kerepotan saat harus menjaga Arga di ruangan. Arga sedari tadi merengek ingin tidur tetapi tidak nyaman dengan sofa yang ada. Susu yang diseduh oleh Dirga juga terlalu panas membuat Arga semakin menangis. Dirga benar-benar merasa kewalahan saat semua permintaan Arga yang tidak sesuai.

"Udah dong Ga, jangan nangis. Ayah jadi bingung," keluh Dirga.

"Alga mau susu, tapi gak panas, Yah," rengek Arga yang sudah mengantuk. Dia tidak bisa tidur kalau belum minum susu.

"Iya, ayah buatin ya."

Arga menggeleng pelan. "Gak mau."

Dirga menghela nafasnya. Seperti Arga sedang menguji kesabarannya. Seketika Dirga membayangkan bagaimana repotnya Vie saat menghadapi Arga yang sedang merengek seperti ini. Melewati harinya selama hampir empat tahun sendiri tanpa ada seseorang di sampingnya. Dirga merasa sangat bersalah kepada Vie saat menatap wajah Dirga.

"Ayah, gendong." Arga merentangkan tangannya agar segera diangkat oleh Dirga.

"Sini."

Belum ada dua menit Arga dalam dekapan Dirga, bocah itu telah terlelap. Mungkin saja Arga terlalu kelelahan dan sangat mengantuk berat.

*

*

*

Saat ini Arga sudah terlihat lebih segar meskipun belum mandi.

"Yah, kita mau pelgi kemana lagi?" tanya Arga.

"Pulang dong, Sayang," jawab Dirga.

"Oh."

Ingatan Arga yang sangat tajam, ia sudah menebak jika saat ini yang sedang dituju oleh ayahnya bukanlah jalan pulang ke rumahnya melainkan jalan menuju rumah Oma Anggi.

"Kita mau kelumah Oma?" tanya Arga.

Dirga melirik sambil mengusap kepala Arga dengan lembut. "Pintar sekali anak ayah," seru Dirga.

"Ga, kita mau ngapain ke rumahmu?"

"Mau ambil hadiah dari mama. Udah kamu gak usah banyak tanya."

Mobil Dirga melaju lebih cepat, karena setelah ini dirinya harus pergi ke tempat lain lagi.

Kadang kadang Arga suka heboh saat melihat truk yang di bak belakangnya digandeng bak kereta api.

Lima belas menit perjalanan yang ditempuh Dirga. Kini mereka bertiga telah memasuki rumah bak istana namun, sangat sepi, mengingat Dirga adalah anak tunggal.

"Kalian sudah sampai?" Mama Anggi menyambut kedatangan calon menantu dan cucunya.

"Arga," panggil Oma Anggi.

Setelah menyalami omanya, Arga berganti menyalami opanya.

"Pinter cucu opa," ucap pak Wira.

Begitu juga dengan Vie yang melakukan hal serupa seperti Arga.

"Kamu kok tambah kurus, Vie? Apakah Dirga memberikan banyak pekerjaan di kantor?" Pak Wira terlalu jeli melihat perubahan tubuh Vie.

"Iya, Pak. Dirga selalu memberikan tugas banyak sehingga saya tidak punya waktu untuk beristirahat," adu Vie.

Wira segara menatap tajam ke arah anaknya yang dianggap sudah keterlaluan. Seharusnya Vie tak harus bekerja lagi karena sudah ada dirinya, tapi mengapa Vie masih juga bekerja. Wira menggelengkan kepalanya.

"Kamu benar-bener ya, Ga. Harusnya Vie itu sudah tidak bekerja lagi. Kamu ini gimana sih, Ga?" protes papanya.

Dirga tidak terima jika ia dituduh memberikan tugas banyak kepada Vie.

"Pa … itu tidak benar. Aku tidak pernah memberikan tugas banyak kepada Vie." Dirga membela diri.

"Ayah bohong, Opa. Bunda Alga kemalen pulang malam-malam," timpal Arga.

Dirga kalah telak. Dasar Arga anak durhakim, kenapa kamu pojokin ayah, Nak? Bisa-bisa ayah dipecat jadi penerus keluarga Wiraguna.

Arga dan Vie terpaksa harus menuruti saran mama Anggi, mandi dulu sebelum pulang. Mama Anggi juga telah menyiapkan baju ganti untuk calon menantunya dan juga cucunya.

Sementara Dirga masih menikmati secangkir kopi bersama dengan papanya di ruang keluarga.

"Pa, papa setuju kan kalau aku menikahi Vie?" yang Dirga.

"Percuma kamu menjadi anak papa hampir 25 tahun, tapi kamu gak bisa menebak sifat papamu ini."

"Berarti jawaban papa iyes, dong? Pa, makasih ya." Dirga begitu heboh saat mengetahui papanya menyetujui hubungannya dengan Vie.

Sejauh ini Dirga tidak mengetahui perjuangan orang tuanya yang diam-diam membantu Vie untuk tetap bisa membesar Arga dengan baik. Untuk apa semua itu ia lakukan jika mereka tidak setuju.

"Kamu jangan bangga dulu, Ga karena kamu harus berjuang untuk mendapatkan restu dari ayahnya Vie," ucap papanya.

Dirga terdiam sejenak. Ia berpikir apakah ayahnya Vie mau memberikan restunya, mengingat Vie yang diusir dari rumahnya.

Setelah berbincang dengan papanya beberapa menit, kini Vie dan Arga sudah keluar dari kamar dengan pakaian yang dianggapnya mahal.

Arga tak hentinya berceloteh saat duduk di samping opanya, menceritakan semua kejadian yang ia lalui di sekolahnya.

"Jadi kapan rencana kalian menikah?" tanya mama Anggi.

Vie sangatlah terkejut saat mendengar pertanyaan dari mamanya Dirga yang langsung menanyakan kapan nikah.

"Dirga maunya secepatnya, Ma. Tapi-" Dirga menjeda ucapnya.

"Tapi apa?"

🌼 Bersambung 🌼

Assalamualaikum, selamat pagi.

Cuma mau mengingatkan kalau sekarang adalah hari Senin waktunya vote.

Jangan lupa Vote, taburi kembang dan kopi, biar othor semakin bersemangat lagi.

Bab ini belum di revisi, mohon di maaf jika ada typo dimana-mana. 😊😊

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

mintak restu dulu

2025-01-16

0

Kar Genjreng

Kar Genjreng

🥰🥰🥰🥰🥰🥰😘🥰🥰😍😍😍😍😍😍

2022-05-20

4

Nunung

Nunung

Arga lucu bawel amattt

2022-04-27

5

lihat semua
Episodes
1 Hidden Baby 1
2 Hidden Baby 2
3 Hideen Baby 3
4 Hidden Baby 4
5 Hidden Baby 5
6 Hidden Baby 6
7 Hidden baby 7
8 Hidden baby 8
9 Hidden Baby 9
10 Hidden Baby 10
11 Hidden Baby 11
12 Hidden Baby 12
13 Hidden Baby 13
14 Hidden Baby 14
15 Hidden Baby 15
16 Hidden Baby 16
17 Hideen Baby 17
18 Hidden Baby 18
19 Hidden Baby 19
20 Hidden Baby 20
21 Hidden Baby 21
22 Hidden Baby 22
23 Hidden Baby 23
24 Hidden Baby 24
25 Hidden Baby 25
26 Hidden Baby 26
27 Hidden Baby 27
28 Hidden Baby 28
29 Hidden Baby 29
30 Hidden Baby 30
31 Hidden Baby 31
32 Hidden Baby 32
33 Hidden Baby 33
34 Hidden Baby 34
35 Hidden Baby 35
36 Hidden Baby 36
37 Hidden Baby 37
38 Hidden Baby 38
39 Hidden Baby 39
40 Hidden Baby 40
41 Hidden Baby 41
42 Hidden Baby 42
43 Hidden Baby 43
44 Hidden Baby 44
45 Hidden Baby 45
46 Hidden Baby 46
47 Gairah Duda Perjaka
48 Hidden Baby 47
49 Hidden Baby 48
50 Hidden Baby 49
51 Hidden Baby 50
52 Hidden Baby 51
53 Hidden Baby 52
54 Hidden Baby 53
55 Hidden Baby 54
56 Hidden Baby 55
57 Hidden Baby 56
58 Hidden Baby 57
59 Hidden Baby 58
60 Hidden Baby 59
61 Hidden Baby 60
62 Hidden Baby 61
63 Hidden Baby 62
64 Hidden Baby 63
65 Hidden Baby 64
66 Hidden Baby 65
67 Hidden Baby 66
68 Hidden Baby 67
69 Hidden Baby 68
70 Hidden Baby 69
71 Hidden Baby 70
72 Hidden Baby 71
73 Hidden Baby 72
74 Hidden Baby 73
75 Hidden Baby 74
76 Hidden Baby 75
77 Hidden Baby 76
78 Hidden Baby 77
79 Cuplikan Jerat Hasrat Sang CEO
80 Hidden Baby 78
81 Hidden Baby 79
82 Hidden Baby 80
83 Hidden Baby 81
84 Hidden Baby 82
85 Hidden Baby 83
86 Hidden Baby 84
87 Hidden Baby 85
88 Hidden Baby 86
89 Hidden Baby 87
90 Hidden Baby 88
91 Hidden Baby 89
92 Hidden Baby 90
93 Hidden Baby 91
94 Hidden Baby 92
95 Pengumuman
96 Istri Buta Yang Malang ( Novel baru Teh Ijo )
97 Separuh Hati Untuk Nafisya
98 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
99 Promo Novel Mengejar Cinta Pak Duda
100 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
101 HIDDEN BABY 2
102 MENGEJAR CINTA CEO AROGAN
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Hidden Baby 1
2
Hidden Baby 2
3
Hideen Baby 3
4
Hidden Baby 4
5
Hidden Baby 5
6
Hidden Baby 6
7
Hidden baby 7
8
Hidden baby 8
9
Hidden Baby 9
10
Hidden Baby 10
11
Hidden Baby 11
12
Hidden Baby 12
13
Hidden Baby 13
14
Hidden Baby 14
15
Hidden Baby 15
16
Hidden Baby 16
17
Hideen Baby 17
18
Hidden Baby 18
19
Hidden Baby 19
20
Hidden Baby 20
21
Hidden Baby 21
22
Hidden Baby 22
23
Hidden Baby 23
24
Hidden Baby 24
25
Hidden Baby 25
26
Hidden Baby 26
27
Hidden Baby 27
28
Hidden Baby 28
29
Hidden Baby 29
30
Hidden Baby 30
31
Hidden Baby 31
32
Hidden Baby 32
33
Hidden Baby 33
34
Hidden Baby 34
35
Hidden Baby 35
36
Hidden Baby 36
37
Hidden Baby 37
38
Hidden Baby 38
39
Hidden Baby 39
40
Hidden Baby 40
41
Hidden Baby 41
42
Hidden Baby 42
43
Hidden Baby 43
44
Hidden Baby 44
45
Hidden Baby 45
46
Hidden Baby 46
47
Gairah Duda Perjaka
48
Hidden Baby 47
49
Hidden Baby 48
50
Hidden Baby 49
51
Hidden Baby 50
52
Hidden Baby 51
53
Hidden Baby 52
54
Hidden Baby 53
55
Hidden Baby 54
56
Hidden Baby 55
57
Hidden Baby 56
58
Hidden Baby 57
59
Hidden Baby 58
60
Hidden Baby 59
61
Hidden Baby 60
62
Hidden Baby 61
63
Hidden Baby 62
64
Hidden Baby 63
65
Hidden Baby 64
66
Hidden Baby 65
67
Hidden Baby 66
68
Hidden Baby 67
69
Hidden Baby 68
70
Hidden Baby 69
71
Hidden Baby 70
72
Hidden Baby 71
73
Hidden Baby 72
74
Hidden Baby 73
75
Hidden Baby 74
76
Hidden Baby 75
77
Hidden Baby 76
78
Hidden Baby 77
79
Cuplikan Jerat Hasrat Sang CEO
80
Hidden Baby 78
81
Hidden Baby 79
82
Hidden Baby 80
83
Hidden Baby 81
84
Hidden Baby 82
85
Hidden Baby 83
86
Hidden Baby 84
87
Hidden Baby 85
88
Hidden Baby 86
89
Hidden Baby 87
90
Hidden Baby 88
91
Hidden Baby 89
92
Hidden Baby 90
93
Hidden Baby 91
94
Hidden Baby 92
95
Pengumuman
96
Istri Buta Yang Malang ( Novel baru Teh Ijo )
97
Separuh Hati Untuk Nafisya
98
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
99
Promo Novel Mengejar Cinta Pak Duda
100
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
101
HIDDEN BABY 2
102
MENGEJAR CINTA CEO AROGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!