Hideen Baby 17

Arga mengerjap saat pantulan cahaya matahari menembus celah jendela kamarnya. Saat menoleh kesamping, Arga segera melipat keduanya tangannya didepan dada seraya mengerucutkan bibirnya.

Sepasang orang dewasa tengah tidur saling berpelukan dalam satu selimut. Dengan kesal Arga menarik selimut yang membungkus tubuh Vie dan Dirga.

"Bunda jahat …..!" teriak Arga.

 

Suara Arga mampu membangunkan  Vie yang masih terlelap. Setelah membuka mata, Vie segera melempar asal tangan kekar yang sedang melingkar di perutnya.

"Kenapa, Sayang?" tanya Vie yang sudah mendapati Arga menangis.

"Bunda jahat! Hiks … hiks." 

Vie yang baru saja mengumpulkan sebagian nyawanya segera memeluk tubuh Arga. Mungkinkah anaknya sedang bermimpi buruk.

"Tenang, Sayang. Kamu mimpi apa kok sampai nangis seperti ini?"

Mendengar tangisan Arga membuat Dirga terbangun dengan wajah heran karena melihat ibu dan anak saling berpelukan di pagi buta bak Teletubbies.

"Kamu kenapa bangun, Ga? Mimpi buruk ya?" tanya Dirga sambil merenggangkan otot-otot. Tidurnya malam ini terasa sangat nyenyak.

"Om Bos jahat!" teriak Arga dengan kuat.

Vie dan Dirga saling berpandangan setelah mendengar ucapan dari Arga. Jika tadi yang dikatakan jahat adalah Vie, maka saat ini Dirga juga dikatakan jahat juga oleh Arga.

"Lho, om salah apa Ga?" Dirga mengernyitkan dahinya.

"Om Bos kenapa ambil bundanya Alga? Kenapa om Bos peluk bundanya Alga? Bunda juga,  kenapa bunda juga peluk dia, anak bunda itu Alga bukan dia!"

Seketika tubuh kedua orang dewasa itu membeku akan ucapan anaknya. Vie benar-benar malu atas apa yang telah terjadi, itu semua diluar kesadaran. Namun, tidak dengan Dirga yang tersenyum bahagia mendengar kejujuran Arga bahwa Vie juga memeluk dirinya. Pantas saja tidur malam ini terasa sangat nyenyak. Ternyata guling yang ia peluk hampir satu malaman juga memeluk dirinya.

Kemarahan Arga masih berlanjut. Saat sarapan Arga tak menyentuh sedikitpun makanan, padahal Vie telah menggoreng kan nugget dan ayam kesukaan Arga tetapi, nyatanya Arga tak menyentuhnya.

"Sayang, kenapa gak di makan? Kita mau berangkat lho, nanti telat," tanya Vie.

"Alga gak mau makan. Bunda jahat!"

Vie membuang nafasnya beratnya. Jika sedang marah, Arga memang sulit untuk di bujuk. Harus butuh waktu untuk mengambil hatinya lagi.

"Iya maaf ya, bunda udah jahat tadi. Udah salah peluk orang. Tadi bunda pikir itu Arga, eh ternyata bukan. Semua ini salah om Dirga yang bobok di samping bunda," kilah Vie sambil menunjuk ke arah Dirga.

Mata Arga mengikuti telunjuk yang sedang menunjuk Dirga.

"Kalau gitu Alga lapolin om Bos sama pak LT kalena udah ngambil bundanya Alga," ketus Arga.

Ingin tertawa namun takut Arga semakin ngambek, akhirnya Dirga hanya diam saja saat dihakimi oleh anaknya sendiri yang tak jelas setiap kata yang terucap. 

"Om Bos, kenapa culi bundanya Alga?"

"Om gak nyuri bunda Arga. Sini deh Om mau kasih tau sesuatu." Dirga memberi isyarat supaya Arga duduk di sampingnya.

"Gak mau!" ketus Arga lagi.

"Ya udah om ngaku salah, oke?"

"Arga sayang gak sama ayah Arga? Rindu gak sama ayah Arga? Sekarang ayah Arga udah pulang lho, masa Arga masih mau marah?" rayu Dirga sambil melirik Vie yang tengah menatap sarapan.

Wajah Arga berbinar seketika saat mendengar bahwa ayahnya sudah pulang, berarti sekarang Arga sudah punya ayah dan tak perlu menjadi Dirga sebagai ayahnya.

"Selius Om?" Arga antusias.

Dirga mengangguk. "Iya dong, tapi sarapan dulu, ya."

 

Arga yang sejatinya anak yang patuh pun segera menuruti ucapan Dirga untuk sarapan. Rasanya ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan ayah yang selama ini ia rindukan.

Setelah siap dengan seragam sekolah, Arga harus menunggu Dirga yang masih mandi. Pagi tadi ada seseorang yang mengantarkan pakaian ganti untuk Dirga.

"Lama banget sih dia mandinya," gerutu Arga.

Vie juga sudah menunggu Dirga. Ia tidak tahu jika Dirga akan numpang mandi di rumahnya.

"Emang benel ya Bun, kalau ayah Alga udah pulang?"

Vie menelan kasar ludahnya. Meskipun berat, ia harus segera memberitahukan kepada Arga bahwa Dirga adalah ayahnya.

"Iya Sayang, ayah Arga udah pulang," jawab Vie.

"Hore … ayah Alga udah pulang. Alga punya ayah," teriak Arga dengan wajah bahagia.

Sesaat kemudian Dirga telah menyempil di antara ibu dan anak yang tengah berbincang santai.

"Om, Ayo antalkan Alga ketemu dengan ayah Alga. Alga mau peluk ayah." Arga langsung menahan kaki Dirga.

Dirga jongkok untuk menyamankan tinggi badannya dengan Arga. Apapun yang terjadi, Dirga harus mengatakan semua kepada Arga. Tak baik bermain kucing-kucingan, sementara Arga sudah berharap lebih.

"Denger ya Ga. Ayah kamu ada disini, kamu bisa langsung peluk."

"Mana?" tanya Arga bingung.

"Ini ayah kamu, Ga. Arga mau kan punya ayah seperti ini?"

Arga terdiam untuk sejenak dan menatap bundanya, memastikan bahwa tak ada kebohongan dengan ucapan Dirga. Vie mengangguk pelan, seolah itu adalah jawabannya.

"Telpaksa mau ajalah Om, kan udah dicetak. Mana mungkin bisa dikembalikan lagi," celoteh Arga.

🌼 Bersambung 🌼

Halo-halo absen kembang dan kopi!

( Author nodong )

Dukung novel ini biar bisa nangkring di beranda dong 😊😊 kalau kalian baca ada typo, colek othor ya, biar segera di revisi, jangan di abaikan 😊😊

Terpopuler

Comments

Fatimah Bajari

Fatimah Bajari

arga lucu banget hihi ❤

2025-03-27

0

Ds Phone

Ds Phone

ada aja jawapan nya

2025-01-16

0

Erviana Erastus

Erviana Erastus

alga /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-19

0

lihat semua
Episodes
1 Hidden Baby 1
2 Hidden Baby 2
3 Hideen Baby 3
4 Hidden Baby 4
5 Hidden Baby 5
6 Hidden Baby 6
7 Hidden baby 7
8 Hidden baby 8
9 Hidden Baby 9
10 Hidden Baby 10
11 Hidden Baby 11
12 Hidden Baby 12
13 Hidden Baby 13
14 Hidden Baby 14
15 Hidden Baby 15
16 Hidden Baby 16
17 Hideen Baby 17
18 Hidden Baby 18
19 Hidden Baby 19
20 Hidden Baby 20
21 Hidden Baby 21
22 Hidden Baby 22
23 Hidden Baby 23
24 Hidden Baby 24
25 Hidden Baby 25
26 Hidden Baby 26
27 Hidden Baby 27
28 Hidden Baby 28
29 Hidden Baby 29
30 Hidden Baby 30
31 Hidden Baby 31
32 Hidden Baby 32
33 Hidden Baby 33
34 Hidden Baby 34
35 Hidden Baby 35
36 Hidden Baby 36
37 Hidden Baby 37
38 Hidden Baby 38
39 Hidden Baby 39
40 Hidden Baby 40
41 Hidden Baby 41
42 Hidden Baby 42
43 Hidden Baby 43
44 Hidden Baby 44
45 Hidden Baby 45
46 Hidden Baby 46
47 Gairah Duda Perjaka
48 Hidden Baby 47
49 Hidden Baby 48
50 Hidden Baby 49
51 Hidden Baby 50
52 Hidden Baby 51
53 Hidden Baby 52
54 Hidden Baby 53
55 Hidden Baby 54
56 Hidden Baby 55
57 Hidden Baby 56
58 Hidden Baby 57
59 Hidden Baby 58
60 Hidden Baby 59
61 Hidden Baby 60
62 Hidden Baby 61
63 Hidden Baby 62
64 Hidden Baby 63
65 Hidden Baby 64
66 Hidden Baby 65
67 Hidden Baby 66
68 Hidden Baby 67
69 Hidden Baby 68
70 Hidden Baby 69
71 Hidden Baby 70
72 Hidden Baby 71
73 Hidden Baby 72
74 Hidden Baby 73
75 Hidden Baby 74
76 Hidden Baby 75
77 Hidden Baby 76
78 Hidden Baby 77
79 Cuplikan Jerat Hasrat Sang CEO
80 Hidden Baby 78
81 Hidden Baby 79
82 Hidden Baby 80
83 Hidden Baby 81
84 Hidden Baby 82
85 Hidden Baby 83
86 Hidden Baby 84
87 Hidden Baby 85
88 Hidden Baby 86
89 Hidden Baby 87
90 Hidden Baby 88
91 Hidden Baby 89
92 Hidden Baby 90
93 Hidden Baby 91
94 Hidden Baby 92
95 Pengumuman
96 Istri Buta Yang Malang ( Novel baru Teh Ijo )
97 Separuh Hati Untuk Nafisya
98 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
99 Promo Novel Mengejar Cinta Pak Duda
100 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
101 HIDDEN BABY 2
102 MENGEJAR CINTA CEO AROGAN
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Hidden Baby 1
2
Hidden Baby 2
3
Hideen Baby 3
4
Hidden Baby 4
5
Hidden Baby 5
6
Hidden Baby 6
7
Hidden baby 7
8
Hidden baby 8
9
Hidden Baby 9
10
Hidden Baby 10
11
Hidden Baby 11
12
Hidden Baby 12
13
Hidden Baby 13
14
Hidden Baby 14
15
Hidden Baby 15
16
Hidden Baby 16
17
Hideen Baby 17
18
Hidden Baby 18
19
Hidden Baby 19
20
Hidden Baby 20
21
Hidden Baby 21
22
Hidden Baby 22
23
Hidden Baby 23
24
Hidden Baby 24
25
Hidden Baby 25
26
Hidden Baby 26
27
Hidden Baby 27
28
Hidden Baby 28
29
Hidden Baby 29
30
Hidden Baby 30
31
Hidden Baby 31
32
Hidden Baby 32
33
Hidden Baby 33
34
Hidden Baby 34
35
Hidden Baby 35
36
Hidden Baby 36
37
Hidden Baby 37
38
Hidden Baby 38
39
Hidden Baby 39
40
Hidden Baby 40
41
Hidden Baby 41
42
Hidden Baby 42
43
Hidden Baby 43
44
Hidden Baby 44
45
Hidden Baby 45
46
Hidden Baby 46
47
Gairah Duda Perjaka
48
Hidden Baby 47
49
Hidden Baby 48
50
Hidden Baby 49
51
Hidden Baby 50
52
Hidden Baby 51
53
Hidden Baby 52
54
Hidden Baby 53
55
Hidden Baby 54
56
Hidden Baby 55
57
Hidden Baby 56
58
Hidden Baby 57
59
Hidden Baby 58
60
Hidden Baby 59
61
Hidden Baby 60
62
Hidden Baby 61
63
Hidden Baby 62
64
Hidden Baby 63
65
Hidden Baby 64
66
Hidden Baby 65
67
Hidden Baby 66
68
Hidden Baby 67
69
Hidden Baby 68
70
Hidden Baby 69
71
Hidden Baby 70
72
Hidden Baby 71
73
Hidden Baby 72
74
Hidden Baby 73
75
Hidden Baby 74
76
Hidden Baby 75
77
Hidden Baby 76
78
Hidden Baby 77
79
Cuplikan Jerat Hasrat Sang CEO
80
Hidden Baby 78
81
Hidden Baby 79
82
Hidden Baby 80
83
Hidden Baby 81
84
Hidden Baby 82
85
Hidden Baby 83
86
Hidden Baby 84
87
Hidden Baby 85
88
Hidden Baby 86
89
Hidden Baby 87
90
Hidden Baby 88
91
Hidden Baby 89
92
Hidden Baby 90
93
Hidden Baby 91
94
Hidden Baby 92
95
Pengumuman
96
Istri Buta Yang Malang ( Novel baru Teh Ijo )
97
Separuh Hati Untuk Nafisya
98
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
99
Promo Novel Mengejar Cinta Pak Duda
100
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
101
HIDDEN BABY 2
102
MENGEJAR CINTA CEO AROGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!