Hidden baby 7

"Om Ikal …." Arga terlihat sangat girang saat melihat wajah Haikal yang sudah lama tak dilihatnya karena.

Haikal mendekati Arga. "Ikut Om, bentar ya. Kita beli celana baru."

Arga mengangguk penuh antusias lalu mengikuti langkah Haikal yang meninggal tempat Vie bekerja. Namun, Haikal sebelumnya sudah meminta izin terlebih dahulu kepada Vie untuk membawa Arga jalan-jalan sebentar agar tak mengganggu pekerjaan Vie dan Arga merasa bosan.

"Alga pelgi dulu ya, Bunda. Om, nitip Bunda ya, jangan di malah-malah. Kasian bunda Alga."

Dirga yang sedari tadi hanya menyimak pembicaraan Arga dan Haikal semakin yakin jika Arga bukan anak Haikal, lalu anak siapa? Mengapa sangat misterius sekali sih suami Vie.

"Sebenarnya suamimu, kamu umpetin dimana sih, Vie? Sampai-sampai kamu harus bawa dia lembur. Kalau aku yang jadi bapaknya, aku pasti akan sewa sepuluh baby sitter untuknya," celoteh Dirga.

Ga, itu memang anakmu. Anak kita. Percayakah jika aku mengatakan kamu ayah biologis dari Arga. Bahkan aku tak kreatif untuk membuatkan nama untuk anak kita. Tapi, asal kamu tau, nama Arga itu sangat bermakna saat itu.

Dirga yang menyadari bahwa Vie sedang menatapnya tanpa kedip lalu memilih menjentikkan jarinya di depan wajah Vie.

"Aku tau kamu masih terpesona dengan ketampanan ku, kamu nyesel kan udah ninggalin aku?"

Vie segera tersadar dan menetralkan kembali penglihatannya agar tak terlihat sedang gugup. Lelaki yang berstatus sebagai kekasihnya, dulu hingga saat ini karena diantara keduanya belum menyatakan putus. Vie pun memilih melanjutkan agar pekerjaan cepat selesai.

"Besok jangan bawa anakmu lagi kesini! Ini kantor, bukan taman bermain!"

Vie mendongak, menatap Dirga dengan tatapan sendu. "Iya, besok aku gak bawa dia lagi."

"Bagus tapi, ngomong-ngomong anak kamu lucu juga ya, ganteng juga. Aku jadi penasaran dengan suaminya seperti apa. Jadi pengen tau suamimu lebih dalam, mau tau gimana caranya bisa nyetak anak comel seperti dia."

Ga, itu anak kamu.

Mulut Vie kelu untuk mengatakan kenyataan. Ia takut akan direndahkan lebih rendah lagi.

*

*

*

Dari kejauhan, Dirga hanya bisa melihat wanita yang masih mengunci hatinya bersama dengan anak dan laki-laki lain sedang tertawa. Entah apa yang sedang mereka tertawakan.

"Kal, makasih ya udah mau anterin kami pulang."

"Iya, makasih om Ikal, yang baik hati." Arga tak ingin ketinggalan mengucapkan kata terimakasih kepada Haikal.

"Sama-sama baby boy."

Namun, saat Arga mendengar kata baby boy matanya mendelik. Arga paling tidak suka dirinya disebut dengan baby boy karena dia merasa sudah besar.

"Lho kenapa?" Haikal pura-pura tidak tahu.

"Aku sudah besal, Om. Bukan anak bayi lagi," protes Arga.

Haikal dan Vie tertawa kecil. "Oh … jadi baby boy itu hanya panggilan untuk anak kecil ya. Om Ikal salah besar dong kalau gitu. Berarti Arga sekarang udah besar."

Haikal mengangguk kepala.

"Iya, kan Alga mau jagain bunda bial gak diganggu olang, Om."

Hampir lima belas menit menempuh perjalanan, akhirnya sampai juga di depan rumah Vie dengan keadaan Arga sudah tertidur. Saat Vie berusaha membuka pintu, Haikal menahan lengan Vie.

"Biar aku bantu." Haikal segera turun dan membuka pintu untuk Vie. Dengan sigap, Haikal mengambil alih gendongan Arga untuk membawanya ke dalam rumah. Vie hanya pasrah, ia pun hanya membawa peralatan Arga saja.

"Kal, makasih ya udah anterin kita."

Haikal tersenyum lebar. Perempuan yang ia kenal 4 tahun itu selalu saja menolak pernyataan cinta darinya. Haikal yang mencintai Vie dan ingin sekali menggantikan sosok ayah untuk Arga tak pernah diterima.

"Ya udah, kamu istirahat ya, udah malam. Aku pulang, gak enak apa kata tetangga nanti."

Vie mengangguk lalu mengantar kepergian Haikal sampai depan pintu.

Rumah yang tak terlalu besar. Hanya ada satu kamar tidur, satu kamar mandi yang letaknya berada di dekat dapur dan ruang tamu yang tidak terlalu besar.

Sudah empat tahun Vie tinggal di tempat ini. Meskipun kecil namun, terasa nyaman.

Pagi ini Vie dan juga Arga sengaja bangun siang, karena memang hari sabtu. Namun, tidur Vie harus terganggu saat dering ponselnya terus saja berbunyi mengganggu alam bawah sadarnya.

Vie segara mengangkat panggilan telepon tersebut.

Belum sempat Vie mengumpulkan sebagai nyawanya, ia harus segera terbangun saat Jane mengatakan sudah menunggunya di kantor.

"Apa-apaan ini, Jan? Ini hari Sabtu lho, masa iya harus pagi-pagi berangkatnya. Aku belum bangun."

Kalau belum bangun mengapa saat ini bisa mengangkat teleponku?

"Maksudku, aku baru bangun." Vie melirik anaknya yang masih tertidur di sampingnya.

"Jadi Arga bagaimana?"

Kamu gak usah pikiran dia. Hari ini biar Max yang jagain Arga biar dia gak dugem terus di hari liburnya.

Arga dan Vie sudah siap untuk berangkat. Di depan rumah sudah ada mobil Max yang terparkir untuk menjemput Arga.

"Om Max," seru Arga.

Max yang berada di dalam mobil langsung keluar saat mendengar panggilan dari Arga.

"Hai baby boy, ganteng sekali kamu pagi ini? Sudah siap?"

Wajah sumringah Arga tiba-tiba berubah manyun saat mendengar kata yang paling tidak ia sukai.

"Lho, kok kayak bibirnya bebek?" goda Max. "Hilang gantengnya tinggal jeleknya," lanjut Max lagi.

"Vie, Arga aku bawa ya? Kamu percaya kan sama aku? Aku mau bawa dia ke rumah sepupuku, kebetulan dia baru pulang dari luar negeri." Kini Max menatap Vie.

Vie mengangguk, ia percaya kepada Max, sebab ini bukan pertama kalinya Arga ia lepas begitu saja kepada Max.

"Oke. Makasih ya udah mau direpotin."

Mobil Max melaju pelan meninggalkan Vie yang enggan ikut di mobil Max. Ia lebih memilih menunggu ojek yang sudah ia pesan.

Sesampainya di kantor, Vie mengernyitkan dahinya melihat suasana yang sepi. Hanya ada satu dua orang yang berlalu.

"Kok sepi?" gumam Vie.

Vie segera melangkah cepat menuju lantai nomer 7 dimana ruang kerjanya berada.

Setelah sampai ruang kerjanya, lagi-lagi Vie dibuat ternganga oleh suasana ruangan yang kosong melompong tak ada satu orang pun yang hadir membuat Vie semakin bingung dan segera menghubungi Jane. Tak selang berapa lama, Jane datang.

"Jane, katakan ini bukan prank, kan?"

Jane tertawa pelan. "Bukan dong, Vie. Kamu kan harus menangani proyek baru. Kata pak Dirga sini sudah harus di presentasi kan lho, makanya hari ini kamu lembur."

Vie mendudukkan tubuh kasar di kursi kerasnya hingga pan.tat nya terasa sakit.

"Heran, hidupku kok penuh cobaan terus sih? Kapan aku bahagia?" rutuk Vie.

"Sabar Vie, semua ada waktunya. Saat ini mungkin kamu harus bersakit-sakit terlebih dahulu dan akan bersenang-senang kemudian," celoteh Jane.

🌼 bersambung 🌼

Bantu dukung novel baru teh ijo dong. Tabur bunga dan kopi banyak-banyak, biar lebih semangat lagi buat up 😊

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

duh G peka amat ni dirga, muka nya emang mirip siapa si arga

2025-03-06

0

Ds Phone

Ds Phone

apa lagi yang harus di laku kan

2025-01-16

0

Ooreoenakloo

Ooreoenakloo

jangan bilang si dirga kan

2022-06-02

2

lihat semua
Episodes
1 Hidden Baby 1
2 Hidden Baby 2
3 Hideen Baby 3
4 Hidden Baby 4
5 Hidden Baby 5
6 Hidden Baby 6
7 Hidden baby 7
8 Hidden baby 8
9 Hidden Baby 9
10 Hidden Baby 10
11 Hidden Baby 11
12 Hidden Baby 12
13 Hidden Baby 13
14 Hidden Baby 14
15 Hidden Baby 15
16 Hidden Baby 16
17 Hideen Baby 17
18 Hidden Baby 18
19 Hidden Baby 19
20 Hidden Baby 20
21 Hidden Baby 21
22 Hidden Baby 22
23 Hidden Baby 23
24 Hidden Baby 24
25 Hidden Baby 25
26 Hidden Baby 26
27 Hidden Baby 27
28 Hidden Baby 28
29 Hidden Baby 29
30 Hidden Baby 30
31 Hidden Baby 31
32 Hidden Baby 32
33 Hidden Baby 33
34 Hidden Baby 34
35 Hidden Baby 35
36 Hidden Baby 36
37 Hidden Baby 37
38 Hidden Baby 38
39 Hidden Baby 39
40 Hidden Baby 40
41 Hidden Baby 41
42 Hidden Baby 42
43 Hidden Baby 43
44 Hidden Baby 44
45 Hidden Baby 45
46 Hidden Baby 46
47 Gairah Duda Perjaka
48 Hidden Baby 47
49 Hidden Baby 48
50 Hidden Baby 49
51 Hidden Baby 50
52 Hidden Baby 51
53 Hidden Baby 52
54 Hidden Baby 53
55 Hidden Baby 54
56 Hidden Baby 55
57 Hidden Baby 56
58 Hidden Baby 57
59 Hidden Baby 58
60 Hidden Baby 59
61 Hidden Baby 60
62 Hidden Baby 61
63 Hidden Baby 62
64 Hidden Baby 63
65 Hidden Baby 64
66 Hidden Baby 65
67 Hidden Baby 66
68 Hidden Baby 67
69 Hidden Baby 68
70 Hidden Baby 69
71 Hidden Baby 70
72 Hidden Baby 71
73 Hidden Baby 72
74 Hidden Baby 73
75 Hidden Baby 74
76 Hidden Baby 75
77 Hidden Baby 76
78 Hidden Baby 77
79 Cuplikan Jerat Hasrat Sang CEO
80 Hidden Baby 78
81 Hidden Baby 79
82 Hidden Baby 80
83 Hidden Baby 81
84 Hidden Baby 82
85 Hidden Baby 83
86 Hidden Baby 84
87 Hidden Baby 85
88 Hidden Baby 86
89 Hidden Baby 87
90 Hidden Baby 88
91 Hidden Baby 89
92 Hidden Baby 90
93 Hidden Baby 91
94 Hidden Baby 92
95 Pengumuman
96 Istri Buta Yang Malang ( Novel baru Teh Ijo )
97 Separuh Hati Untuk Nafisya
98 Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
99 Promo Novel Mengejar Cinta Pak Duda
100 Menikahi Ketua Osis | teh ijo
101 HIDDEN BABY 2
102 MENGEJAR CINTA CEO AROGAN
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Hidden Baby 1
2
Hidden Baby 2
3
Hideen Baby 3
4
Hidden Baby 4
5
Hidden Baby 5
6
Hidden Baby 6
7
Hidden baby 7
8
Hidden baby 8
9
Hidden Baby 9
10
Hidden Baby 10
11
Hidden Baby 11
12
Hidden Baby 12
13
Hidden Baby 13
14
Hidden Baby 14
15
Hidden Baby 15
16
Hidden Baby 16
17
Hideen Baby 17
18
Hidden Baby 18
19
Hidden Baby 19
20
Hidden Baby 20
21
Hidden Baby 21
22
Hidden Baby 22
23
Hidden Baby 23
24
Hidden Baby 24
25
Hidden Baby 25
26
Hidden Baby 26
27
Hidden Baby 27
28
Hidden Baby 28
29
Hidden Baby 29
30
Hidden Baby 30
31
Hidden Baby 31
32
Hidden Baby 32
33
Hidden Baby 33
34
Hidden Baby 34
35
Hidden Baby 35
36
Hidden Baby 36
37
Hidden Baby 37
38
Hidden Baby 38
39
Hidden Baby 39
40
Hidden Baby 40
41
Hidden Baby 41
42
Hidden Baby 42
43
Hidden Baby 43
44
Hidden Baby 44
45
Hidden Baby 45
46
Hidden Baby 46
47
Gairah Duda Perjaka
48
Hidden Baby 47
49
Hidden Baby 48
50
Hidden Baby 49
51
Hidden Baby 50
52
Hidden Baby 51
53
Hidden Baby 52
54
Hidden Baby 53
55
Hidden Baby 54
56
Hidden Baby 55
57
Hidden Baby 56
58
Hidden Baby 57
59
Hidden Baby 58
60
Hidden Baby 59
61
Hidden Baby 60
62
Hidden Baby 61
63
Hidden Baby 62
64
Hidden Baby 63
65
Hidden Baby 64
66
Hidden Baby 65
67
Hidden Baby 66
68
Hidden Baby 67
69
Hidden Baby 68
70
Hidden Baby 69
71
Hidden Baby 70
72
Hidden Baby 71
73
Hidden Baby 72
74
Hidden Baby 73
75
Hidden Baby 74
76
Hidden Baby 75
77
Hidden Baby 76
78
Hidden Baby 77
79
Cuplikan Jerat Hasrat Sang CEO
80
Hidden Baby 78
81
Hidden Baby 79
82
Hidden Baby 80
83
Hidden Baby 81
84
Hidden Baby 82
85
Hidden Baby 83
86
Hidden Baby 84
87
Hidden Baby 85
88
Hidden Baby 86
89
Hidden Baby 87
90
Hidden Baby 88
91
Hidden Baby 89
92
Hidden Baby 90
93
Hidden Baby 91
94
Hidden Baby 92
95
Pengumuman
96
Istri Buta Yang Malang ( Novel baru Teh Ijo )
97
Separuh Hati Untuk Nafisya
98
Promo : Ranjang Big Bos by Nitta Siregar
99
Promo Novel Mengejar Cinta Pak Duda
100
Menikahi Ketua Osis | teh ijo
101
HIDDEN BABY 2
102
MENGEJAR CINTA CEO AROGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!