Michael kembali mencium bibir Chania, kemudian mendaratkan kecupan di keningnya.
Wow! jantung Chania semakin berdebar saat bibir Michael menyentuh permukaan dahinya. Debaran itu menjalar dengan ke sekujur tubuhnya. Tubuhnya seketika bergetar, karena kecupan di kening di rasa sangat spesial oleh Chania.
[ Bukan hanya Chania, tapi kita juga bukan? 🥰 ]
"Berapa menit yang kau inginkan, girl? hemm?" tanya Michael tersenyum nakal.
"Terserah pada Tuan" jawab Chania pasrah.
"Aku pasti jauh lebih baik dari mantan pacarmu yang manapun." bisik Michael masih sambil memakaikan pengaman untuk sang junior.
Chania hanya membalas dengan senyuman hambar.
Michael mulai mengambil posisi. Chania memejamkan matanya dalam, sambil mencengkeram punggung Michael.
Slip!
Meleset!
' Apa - apaan ini, susah sekali di tembus! '
Gerutu Michael tujuan tidak berhasil.
Percobaan kedua di lakukan Michael, namun hasilnya sama.
' Ah! memalukan! mati saja kau Michael kalau kau tidak bisa menembus benda ini! '
Gerutu Michael kesal.
Sementara Chania masih terlihat memejamkan matanya, meski ia tau jika Michael gagal. Ia yakin Michael tidak mungkin gagal untuk selanjutnya. Sehingga ia terus mencengkeram punggung Michael dengan jantung yang berdebar.
Percobaan ketiga kembali di lakukan oleh Michael. Kali ini tangannya ikut bergerak membantu, agar tidak lagi salah sasaran.
Satu senti bagian ujung berhasil masuk, Chania sudah merespon dengan gerakan yang berlebihan menurut Michael. Punggungnya semakin terasa di terkam oleh jari jemari Chania.
Dua senti, tiga senti sampai akhirnya berhasil masuk seluruhnya.
Chania meneteskan air matanya, karena pada akhirnya kesucian yang ia jaga selama 22 tahun, harus berakhir untuk mendapatkan uang. Matanya terpejam di pundak Michael, dengan jari - jemari lentik yang masih mencengkeram erat punggung Michael.
Sedangkan Michael, baru kali ini ia merasakan bagian bawahnya seperti di gigit kuat oleh benda yang begitu lembut. Namun ia tak menyadari jika yang ia kunjungi adalah bagian suci. Ia berasumsi bahwa Chania sudah lama tidak berhubungan badan. Seperti penjelasan Chania sebelumnya.
Ah! dasar Mafia kurang peka!
Michael mulai bergerak pelan. Ia mengangkat kepalanya dari tengkuk leher Chania, saat merasakan air mata Chania membasahi pelipisnya hingga telinga.
Ia usap lembut air mata Chania. Ia kecup singkat bibir Chania yang menahan rintihan. Chania terlalu malu untuk mengeluarkan suara *******.
"Milikmu terlalu sempit, apa milik pacarmu dulu terlalu kecil!" tanya Michael lirih yang hanya di jawab senyuman hambar dengan bibir bawah yang masih di gigit.
"Keluarkan suaramu, Chania! kamar ini kedap suara."
Namun Chania semakin menggigit erat bibirnya, dengan iringan ******* kecil yang tertahan, saat Michael menambah sedikit ritme di bawah sana.
' Sial! kenapa aku sudah merasa seperti ini? '
Tanya Michael dalam hati. Merasakan dirinya seperti akan mencapai puncak di sepuluh menit permainan.
Michael mencoba untuk mengalihkan pikirannya dari situasi saat ini. Namun saat melihat wajah Chania, ia justru semakin terbawa jauh.
"Fu*k!" umpat Michael menahan pencapaian mati - matian.
Ia menambah ritme karena merasa sudah tak sanggup lagi menahannya.
Sampai akhirnya Chania merasakan benda asing di dalam tubuhnya terasa penuh. Bersamaan dengan hentakan Michael, ia melepas sesuatu yang sedari tadi ingin meledak.
Bersamaan dengan Michael yang berdesis akibat mencapai ******* bersamaan dengan lawan mainnya.
Tubuh Chania bergetar hebat. Ia tenggelamkan wajahnya di pundak kokoh nan berotot dengan mata yang terpejam. Menahan rasa campur aduk yang ia rasakan.
"Hadiah ulang tahun yang luar biasa, Chania! ini sungguh indah!" bisik Michael.
' *Meski singkat!
Ini benar - benar memalukan untukku*! '
Lanjut Michael dalam hati, ia kesal karena tidak bertahan lama.
"Hah!" Chania membuka mata dan mengarahkan wajah Michael untuk menatapnya.
Michael melukiskan senyuman tipis di wajah tampannya, melihat keterkejutan Chania. Lalu duduk bersimpuh dan melepas penyatuan mereka. Membungkus sisa pengaman dengan tisu dan membuangnya di tempat sampah.
Michael menarik selimut, dan menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Chania. Ia tutup tubuh polos mereka dengan selembar kain hangat nan tebal itu.
Sedang sepasang mata Chania mengikuti setiap gerak gerik Michael untuk mendapatkan kepastian.
"Hari ini adalah hari ulang tahun ku!" jawab Michael menatap lukisan naga di langit - langit kamarnya.
"31 tahun?"
"Hemm... sepertinya aku sedang beruntung! kau selesai tepat di hari ulang tahunku!" Michael tersenyum melirik Chania. "Sehingga kamar ini tidak sunyi!"
Chania tersenyum hambar menanggapi ucapan Michael.
' Jadi aku memberikan kesucian ku sebagai hadiah ulang tahun mu, Tuan! sungguh aku tidak akan menyesal! '
"Kenapa tidak ada pesta, Tuan?"
"Pesta?" Michael melirik Chania.
"Ya!"
"Aku benci pesta ulang tahun! aku benci hadiah ulang tahun!" jawabnya kembali menatap langit - langit kamarnya.
"Hah! tapi Tuan bilang apa yang kita lakukan barusan adalah hadiah ulang tahun?"
"Ya! kecuali malam ini!" Michael tersenyum dingin. "Sudah seminggu lebih aku tidak bercinta, Chania! kau tau rasanya seperti apa?"
Tanya Michael yang di jawab dengan sebuah gelengan kecil.
"Kepala rasanya ingin pecah!" jawabnya, "dan kau adalah wanita pertama yang aku kencani di hari ulang tahunku!"
Chania tersenyum dan ada rasa bangga mendengar jawaban Michael Ia masih dengan menahan rasa perih di intinya.
"Tapi Tuan selalu ingat hari ulang tahun, Tuan!" ucap Chania bertingkah manja.
Michael hanya menjawab dengan senyuman dingin.
"Happy Birthday, Tuan!" bisik Chania.
Michael tidak menjawab, ia malah menarik tubuh Chania untuk bersandar di dadanya.
Chania merasa begitu damai setiap bersandar di dada Michael. Ia kecup dada itu lalu memejamkan matanya. Bukan untuk tidur, melainkan untuk menikmati aroma woody dari tubuh Tuan Mafia itu.
Michael pun tampak nyaman membelai rambut kepala Chania dan mencium wanginya. Entah, apakah Mafia itu sadar akan ulahnya yang tak biasa itu.
Beberapa menit berlalu . . .
Chania masih merasakan lemas setelah keperawanannya terenggut oleh Tuannya, alias Michael Xavier yang saat berbaring di sampingnya. Mereka masih dalam keadaan telanjang bulat di balik selimut tebal.
Berbeda dengan Michael yang tersenyum tipis karena berhasil menikmati tubuh sekretarisnya di hari ulang tahunnya. Chania justru meringis karena merasakan perih di bagian intim, yang sudah beberapa kali di buat berdenyut oleh Michael. Tapi tak di pungkiri itu sangat nikmat.
Chania duduk, hendak bangun untuk ke kamar mandi. Ia berdiri dengan ekspresi meringis menahan sakit. Dua langkah ia lakukan dengan lutut yang menekuk dan rapat.
"Kamu kenapa?" tanya Michael yang sudah duduk di tepi ranjang.
"Perih, Tuan! eh maksudnya . . ." Chania tidak menemukan alasan yang tepat untuk menutupi hilangnya keperawanan oleh Michael.
"Apa?"
"Ee... mungkin karena sudah lama tidak di pakai, jadinya begini, Tuan! sedikit sakit!" jawab Chania. "Apalagi Tuan melakukannya dengan kekuatan penuh!" lanjut Chania lirih.
"Memangnya kapan terakhir kau berhubungan?"
"Emm..." Chania kembali berfikir keras. "Lebih dari satu tahun yang lalu, Tuan! saat mantan pacar saya ulang tahun!"
' Ah! pacar yang mana pula! '
Jerit Chania dalam hati.
Michael mengangkat sebelah alisnya sembari menatap tubuh polos Chania yang masih menggoda matanya.
"Maksud mu, pacarmu kau beri hadiah ulang tahun sebuah percintaan? sama seperti yang baru aku dapatkan?"
"Emmm. .. iya, Tuan!" jawab Chania yang membuat Michael menyeringai.
"Kalau begitu malam ini kau harus memberikan aku hadiah bercinta tiga ronde! aku tidak suka sama dengan orang lain! Michael harus mendapatkan lebih!" tegas Michael.
"What!" pekik Chania membulatkan matanya menatap tak percaya pada Michael yang justru tak terlihat merasa bersalah.
"Kenapa?"
"Satu ronde saja sudah membuat saya susah berjalan! apalagi tiga ronde! apa tidak patah tulang saya!" protes Chania.
"Kau belum mencobanya, Chania" Michael berdiri dan mengangkat tubuh polos Chania ala bridal. "Ronde selanjutnya kau pasti menyukainya!"
"Akh!" pekik Chania kaget.
.
.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
harga diri michael langsung merosot terjun bebas🤣🤣🤣
2024-02-01
1
Dede Dahlia
kuat,cerdas tapi oon ga bisa membedakan masih perawan apa engga hadeuh 🤦♀️
2023-07-15
1
Rose
maklum lh mafia yg satu in sukanya yg gadis sdh bolong.
2023-05-22
1