Dengan langkah ragu dan pelan, Chania berjalan mendekati bathub. Dimana pria tampan dan maskulin itu tengah berendam dengan menutup mata.
"Pijat kepalaku!" titah Michael.
"Baik, Tuan"
Chania mengambil kursi dan meletakkan di belakang kepala Michael. Jantung Chania berdegup lebih kencang saat hendak menyentuh kepala Tuannya yang di balut rambut hitam tebal.
Ia mengangkat kedua tangannya, tapi belum juga ia menyentuh kepala Tuannya. Ia justru memejamkan mata, menetralisir rasa yang tak biasa tumbuh di hatinya.
"Lakukan saja" perintah Michael santai.
Sontak Chania membuka mata, dan mulai menyentuh lembut kepala Tuannya. Melakukan pijatan - pijatan lembut. Yang membuat jantungnya merasa teduh dan melayang. Ia yakin tak semua sekretaris bisa menyentuh kepala pria dengan ketampanan di atas rata - rata itu.
Chania memijat dengan sangat hati - hati, sambil menikmati garis tegas di wajah Sang CEO yang yang tak lain juga merupakan Sang Mafia kejam.
Chania menelan ludahnya dengan sangat susah. Ingin rasanya ia mencium hidung mancung yang terukir indah di sana.
Sampai akhirnya tangan kanan Chania reflek mengusap bekas cipratan darah yang masih menempel di pipi kanan Tuannya.
Hap!
Tangan halus dengan jari - jari yang lentik milik Chania tertangkap oleh tangan besar dan kekar Michael. Jantung Chania semakin tidak karuan.
Apa yang akan di lakukan Tuannya?
"Maaf, Tuan. Ada sisa noda darah."
Bukannya marah, Michael justru menarik tangan Chania pelan dan memutarnya lembut. Ia kecup punggung tangan seputih salju itu.
Chania sontak membulatkan matanya, hatinya bergetar hebat. Merasakan aliran darah yang menjalar cepat di dalam tubuhnya. Ia tertegun melihat tangan yang masih di genggam oleh Michael, bahkan masih menempel di bibir seksi Tuannya.
"Aa.. Tu..tuan?" Chania gugup sendiri.
Apalagi saat sepasang mata di bawahnya terbuka dan menatap wajahnya yang salah tingkah.
"Kau pernah memandikan pacarmu?" tanya Michael.
"What!" pekik Chania kaget mendengar pertanyaan aneh Tuannya. "Tentu saja tidak, Tuan! memangnya dia bodoh tidak bisa mandi sendiri!" lanjut Chania merasa geli sendiri. Membayangkan memandikan laki - laki.
"Jadi jika sekarang aku meminta mu untuk memandikanku, itu artinya aku bodoh?" tanya Michael menatap mata Chania menunggu jawaban Chania yang tersentak kaget.
"Hehehe" Chania tersenyum kikuk memikirkan jawaban terbaiknya. "Kalau Tuan kan tidak pernah salah, jadi tidak masuk hitungan."
' Hah! bodoh kau Chania! jawaban macam itu! '
Gerutu Chania dalam hati. Merutuki kalimat bodoh yang keluar dari mulutnya sendiri.
"Kalau begitu mandikan aku!" perintah Michael merubah posisi menjadi duduk di dalam bathub dan langsung melepas tangan Chania.
"Hah!" pekik Chania bingung.
"Gosok punggungku, Chania!"
"Eh, iya Tuan!"
' Baiklah, kau sudah terjun Chania, jadi sekalian saja jatuh! '
Chania mulai menggosok punggung Tuannya. Beralih ke tangan yang berpegangan pada pinggiran bathub, lalu bagian depan tubuh Michael. Kemudian sampai pada kaki.
"Junior ku juga harus kau bersihkan, Chania!" ucap Michael penuh penekanan.
"What!" pekik Chania menatap pangkal paha Michael yang tertutup busa tebal.
Tak butuh waktu lama, Michael langsung meraih tangan kanan Chania dan membawanya menerobos tumpukan busa putih. Dan tangan itu mendarat tepat pada junior yang sedang tidur.
Chania reflek menutup mulutnya yang tak percaya dia tengah menyentuh bagian sensitif seorang Michael xavier Sebastian.
"Jangan berlagak seperti perawan" desis Michael tersenyum nakal.
' Saya memang perawan Tuan muda mesum! '
Gerutu Chania merasa aneh dengan apa yang ada di genggamannya. Tiba - tiba Michael berdiri dan keluar dari bathub.
"Aakh!"
Sontak Chania menutup kedua matanya. Merasa geli saat melihat sesuatu yang menggelantung di pangkal paha Michael.
"Hahaha! dasar aneh!" celetuk Michael sambil berjalan ke arah shower.
***
Michael sudah rapi dengan pakaian yang bersih. Entah di buang kemana baju yang terkena cipratan darah - darah musuhnya itu.
Kini ia sudah kembali duduk di mobil limousine mewahnya. Bersama Chania yang terlihat tidak lagi gemetaran melihat anak buahnya yang berwajah iblis.
Mereka bersiap menemui Frederick Sebastian, Papa Michael. Di sebuah rumah megah di tengah kota.
"Tuan, kalau boleh tau... apa kesalahan mereka sampai Tuan menyiksa mereka seperti itu?"
"Mereka melakukan sabotase pada barang - barang kiriman ku!" jawab Michael
"Barang - barang?" Chania mengerutkan keningnya.
"Iya" jawab Michael santai.
"Barang - barang apa, Tuan?"
"Rahasia! ingat! jangan ikut campur urusan pribadi ku!" tegas Michael menatap mata Chania tajam.
"I..iya, Tuan!" Chania mengerucutkan bibirnya lucu.
Michael mengangkat sebelah sudut bibirnya, lalu menarik tubuh ramping itu dan langsung mencium bibir Chania sekilas.
Bersamaan dengan itu, mobil yang di kemudikan Dimitri berjalan pelan memasuki sebuah pagar besi tinggi dan besar. Dengan ukiran yang sangat indah. Mata Chania membulat lucu. Michael tersenyum kecil melihat ekspresi konyol Chania.
"Besar sekali!" gumam Chania melihat bangunan bernuansa hitam dan putih yang masih berjarak sekitar 500 meter dari pagar kokoh itu.
Dan semakin heran saat terlihat jelas istana itu di jaga dengan ketat oleh banyaknya pria bermuka seram.
"Ini rumah Tuan Michael?" tanya Chani menatap dalam mata Michael.
"Semasa kecil"
"Semasa kecil?"
"Ya! rumah ini di tempati Papa!"
"Tuan tidak tinggal di sini?"
"Tentu saja tidak! aku bukan anak - anak, masa iya tinggal dengan orang tua!"
"Kalau saya justru semakin bahagia tinggal bersama orang tua. Hanya saja mereka yang memilih meninggalkan saya sebatang kara di muka bumi ini," ucap Chania lesu. "Dan hanya di temani sisa hutang mereka yang segunung!" lanjut Chania dengan muka masam.
Michael mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar dari bibir Chania. Saat ia hendak bertanya tiba - tiba pintu mobil sudah di buka oleh Jack.
Michael turun dan di ikuti oleh Chania. Michael berjalan memasuki rumah megah itu dengan di sambut beberapa maid yabg menunduk saat Michael lewat.
Chania berjalan satu langkah di belakang Michael. Dan di belakang Chania ada Jack dan Dimitri yang selalu mendampingi Tuannya di manapun Tuannya berada.
"Selamat sore, Tuan muda Xavier!" sapa seorang laki - laki paruh baya berwajah tegas. "Tuan besar Bastian sudah menunggu Tuan muda di ruang kerja beliau!" lanjutnya.
"Hemm!" jawab Michael acuh.
Ia terus berjalan ke arah ruang kerja Papanya berada.
"Nona silahkan menunggu di sini!" ucap pria itu menunjuk sofa ruang tamu yang terlihat sangat besar dan mewah.
"Baiklah!" Chania mengangguk dan menatap punggung Michael sebelum duduk di sofa.
Jack berjalan mengikuti Michael ke ruang kerja Frederick, sedang Dimitri berdiri di belakang sofa dimana Chania duduk di sana.
"Kamu tidak duduk, Dimitri?" tanya Chania mendongak pria bertubuh besar dan tegap itu.
"Tidak, Nona. Terima kasih!" jawab Dimitri tersenyum sopan.
' Andai Tuan Michael tersenyum semanis senyum Dimitri dan Jack! Ah, pikiran bodoh lagi! '
Ucap Chania dalam hati.
***
🍄 Di ruang kerja Frederick
"Deborah bilang, Selena semakin parah! kapan kau bisa menyerahkannya?" tanya Frederick.
"Beri aku waktu, Pa! aku sedang berusaha!" jawab Michael santai. "Bukankah Deborah bilang aku harus bisa membuatnya jatuh cinta padaku terlebih dahulu!"
"Papa tau itu! Tapi kesempatan Selena untuk hidup akan semakin tipis jika kamu tidak bertindak cepat!" ucap Frederick. "Papa capek, Michael! Deborah terus saja memojokkan Papa! meminta kamu segera bertindak!"
"Michael sudah bertindak, Pa!" jawab Michael. "Sebaiknya Papa kembali ke Amerika! tidak perlu bertemu lagi dengan Deborah! Inilah kenapa Michael tidak suka Papa datang ke Itali! Perempuan itu pasti menabur racun di otak Papa!"
"Michael!" bentak Frederick.
Michael menghela nafasnya karena di bentak oleh orang yang paling ia hormati.
"Kamu jangan lupa jasa Deborah pada Mama mu!"
"Michael tau, Pa! Michael tidak akan pernah lupa!"
"Kalau begitu bertindak dengan cepat! Jangan sampai lawan tau kalau kalian akan mengambil paksa nyawa seseorang yang tak berdosa!"
Michael memejamkan matanya dalam. Mengingat sesuatu yang sempat berdesir di hatinya.
.
.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
merubah = mengubah
2024-01-31
0
Ning Ning
sepertinya Michele sama cahania sama Debora dan Selena dan tuan besar akan mengambil orang yang ta berdosa sepertinya cahania putri Selena jadi penasaran
2023-03-04
1
Lela Roci Jajanan Kite
p
2023-01-07
1