"Kenapa kau tinggal di daerah seperti ini?" tanya Michael saat keduanya berjalan beriringan memasuki sebuah gang sempit yang hanya boleh di lewati sepeda itu.
"Karena saya hanya mampu membayar kontrakan di gang seperti ini, Tuan"
"Kau betah? tanya Michael sambil berjalan dengan aura dingin yang memang tak pernah lepas dari wajahnya.
"Mau bagaimana lagi, Tuan?" Chania mengangkat kedua pundaknya, sambil melirik Jack yang juga mengikuti langkah mereka. "Kehidupan mengantarkan saya sampai pada titik terendah seperti ini."
"Sudah berapa lama kamu tinggal disini?"
"Emm.. sejak semua aset dan rumah orang tua saya terjual!"
"Kau tinggal sendiri?"
"Iya! saya tidak punya saudara, Tuan!"
Tiba - tiba Jack mendekati Michael, dan membisikkan sesuatu yang hanya bisa di dengar samar - samar oleh Chania.
"Tuan, ada beberapa pasang mata yang mengawasi kita. Sepertinya mereka mengikuti pergerakan kita sejak keluar dari rumah Tuan besar!" bisik Jack pada Michael yang seketika mengeratkan giginya, membuat rahangnya seketika mengeras.
"Shhiittt!" umpat Michael membuat Chania menoleh dan melihat wajah iblis yang mulai keluar kembali.
"Ada apa, Tuan?" tanya Chania dengan wajah paniknya.
"Tunjukkan dimana rumahmu, cepat!"
"Pertigaan itu belok kanan, Tuan!" jawab Chania.
Michael menarik tangan Chania dan berjalan dengan cepat diikuti Jack. Langkah lebar sang Mafia membuat Chania kwalahan.
Dor!
Tiba - tiba sebuah peluru mengarah pada Jack. Namun untungnya bodyguard dengan badan tinggi besar melebihi Michael itu jeli dan sigap untuk menghindar. Sehingga peluru meleset dan mengenai dinding rumah warga.
"Aaakhh!" Teriak Chania yang tubuhnya langsung bergetar, karena takut dan kaget.
Diikuti suara teriakan - teriakan manusia dari dalam rumah yang dindingnya terkena peluru musuh. Namun tak ada satupun yang berani keluar di saat terjadi aksi seperti itu.
Dan beberapa orang yang berada di luar pun segera berlari mendekati dan masuk ke rumah masing - masing. Menyadari mereka hidup berdampingan dengan Mafia dan juga para penjahat, sebagian merasa sudah biasa hal seperti itu terjadi mendadak.
Namun bagi yang tak biasa, sudah bisa dipastikan jantung mereka tengah bermaraton saat ini.
Michael sigap mengeluarkan senjata jenis Glock dari sabuk belakang dan membuka pelatuknya. Dengan mata elangnya yang begitu pintar mengintai musuh, ia menyusuri area sekitar yang hanya diterangi lampu jalanan. Sampai akhirnya,
Dorr!
Satu peluru Michael melesat, membuat seseorang keluar dari persembunyian dan terkapar di jalanan sempit itu dengan darah yang mengucur dari kepalanya.
"Cepat lari!" Michael mendekap Chania dan membawanya lari ke arah yang di tunjuk Chania sebelumnya.
Chania di buat kagum sekaligus mendelik dengan aksi Tuannya yang begitu lihai memainkan pistol.
Sedangkan Jack dalam sebuah obrolan menggunakan pesawat telepon mereka sendiri sambil berlari. Untuk menginformasikan kondisi terkini agar pasukan bersiap.
Jantung Chania berdetak semakin cepat, tatkala ia berada di dalam dekapan Tuannya. Ia merasakan Tuannya sedang dalam keadaan emosi. Tapi ia pun merasakan nyaman berada di sana.
Chania sigap mengeluarkan kunci pintu kontrakannya, sambil mengangkat kedua pundaknya akibat tersentak kaget. Karena bersamaan dengan itu sebuah peluru lepas dari sebuah pistol yang entah berada di tangan siapa. Yang jelas peluru itu kembali mengenai dinding sebuah rumah.
"Cepat!" titah Michael.
Clek clek!
Pintu terbuka, cepat - cepat Michael mendorong tubuh Chania masuk ke dalam kontrakan kecil itu bersamaan dengan dirinya. Di ikuti Jack yang berada di belakang mereka.
Jrett!
Pintu tertutup dengan keras oleh Jack.
"Pasukan dalam perjalanan, Tuan!" ucap Jack kemudian sembari standby di pintu masuk kontrakan.
Sedangkan Chania duduk di sofa kecil sambil mengatur nafasnya yang terengah - engah.
"Kemasi semua barang - barang mu, tempat ini sudah tidak aman untuk mu! mereka tau aku bersama mu! mereka juga pasti akan mengejar mu!" ucap Michael sembari bersandar di dinding dekat pintu, guna mendengar pergerakan musuh di luar sana.
"Apa!" pekik Chania dengan wajah paniknya. "Lalu saya harus tinggal dimana, Tuan?"
"Ikut aku!" jawab Michael tegas. "Cepat!" titah Michael yang tak terbantahkan.
Cepat - cepat Chania mengemasi semua barang - barang miliknya. Ia tinggalkan barang tak terlalu ia butuhkan. Kemudian ia mengambil sebuah buku diary peninggalan sang mama yang belum pernah ia baca sekalipun.
Entah apa isinya!
Sampai akhirnya aksi saling tembak di luar pun terjadi. Pasukan musuh beradu dengan pasukan Michael yang baru datang.
Suara letusan peluru berulang kali terdengar sampai dalam kontrakan Chania. Berulang kali Chania tersentak kaget akibat letusan peluru itu.
Chania sudah siap dengan satu koper besar dan satu tas jinjing yang ia letakkan di atas koper.
"Jack, bawa koper Chania!" perintah Michael. "Kita keluar!"
Michael mendekap Chania di tangan kirinya. Sedang tangan kanan senjata Glock nya terkunci rapat oleh jari jemari kokohnya.
Jack mengangkat koper Chania di tangan kirinya. Sedang tangan kanannya sebuah senjata jenis revolver bersiap mengancam musuh.
Saat tak terdengar suara tembakan barulah Jack membuka pintu, menoleh kanan dan kiri. Terlihat beberapa pria berpakaian musuh terkapar di jalanan. Sedang ada dua anak buah Michael yang masih berjaga di sana untuk memberi aba - aba akan keamanan situasi.
Satu gerakan tangan anak buah Michael, Jack langsung keluar di ikuti Michael yang menarik tangan Chania agar tidak terpisah dengan dirinya.
Michael berlari diikuti Chania yang masih terengah. Ini kali pertama Chania berada di posisi berbahaya seperti itu. Mereka melewati beberapa mayat yang tertembak oleh peluru anak buah Michael.
Sampai mata Michael menangkap satu anak buahnya yang tertembak dan terkapar tak bernyawa.
"Berikan keluarganya kompensasi!" ucap Michael pada Jack.
"Siap, Tuan!" Jack meraih senjata api di tangan bawahannya untuk mengenali siapa yang tertembak dan tewas di medan perang.
Sampai akhirnya mereka berhasil sampai di mobil limousine yang juga di jaga ketat oleh banyak anak buah Michael.
Chania duduk dengan nafas yang terengah. Entah apa yang ada di pikiran pria buas bernama Michael itu. Tiba - tiba ia mendekap Chania dan mencium keningnya. Seolah memberikan ketenangan dan keamanan untuk Chania. Sekretaris yang baru ia kenal dua hari itu.
Hal itu membuat Jack yang tengah menoleh kebelakang terheran. Mana pernah Tuannya mencium kening sekretarisnya.
Karena baginya mencium kening adalah salah satu tanda cinta yang menghangatkan. Dan tak pernah sekalipun Tuannya itu melakukan hal itu pada semua wanita.
Jack kembali fokus ke depan setelah menutup kaca pembatas. Jack mengarahkan Dimitri untuk segera melajukan mobilnya, meninggalkan area yang berbahaya untuk Tuan mudanya.
' Perubahan apa yang di alami Tuan muda, sampai - sampai dia mencium kening Nona Chania? '
Batin Jack.
Chania memejamkan matanya, tanpa ragu tangannya memeluk pinggang Tuannya. Entah ia sedang sadar atau tidak melakukan hal itu. Yang jelas Tuannya tampak santai saja.
Jantung Chania berdetak dengan sangat kencang. Sepanjang perjalanan posisi itu sama sekali tak berubah.
Sampai akhirnya mobil memasuki pagar raksasa yang juga di jaga sangat ketat. Mata Chania terbuka dan kembali mengagumi apa yang terpampang di depannya.
Barisan pengawal, kemudian jalanan yang cukup panjang untuk bisa sampai di depan rumah megah bernuansa emas.
.
.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
**Othor minta maaf ya, jika terjadi kesalahan dalam pengetikan dan penataan kalimat.
Othor berharap kakak reader tetap memberi dukungan untuk novel receh ini ya kak🙏
Salam Lovallena**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Mamah Kekey
keren tambah seruu
2024-07-06
0
Dede Dahlia
seru ceritanya.nyesel aku baru mampir sekarang.
2023-07-15
2
epifania rendo
keren bangat
2023-05-08
1