"Telusuri dari mana mereka!" perintah Michael pada Jack yang berjalan di belakangnya.
"Siap Tuan! beberapa anak buah kita sudah bergerak!"
"Hemm!" jawab Michael berjalan ke arah pintu dengan di ikuti Chania sedikit dibelakangnya. Mereka masuk ke dalam rumah dengan pintu utama yang setinggi 3 meter itu. Dimana ada beberapa maid wanita yang sudah berjaga di balik pintu untuk menyambut kepulangan sang Tuan rumah.
"Selamat malam, Tuan muda!" sapa kepala maid yang membuat Chania tertegun menatap wajahnya hingga kaki.
"Hemm!" jawab Michael cuek.
' Siapa wanita ini? kepala pelayan? cantik sekali! seperti bidadari. Jika di rumahnya sudah ada bidadari seperti ini, untuk apa Tuan Michael mencari sekretaris untuk memuaskan nafsunya? '
Batin Chania menatap perempuan yang berusia sekitar 5 tahun di atasnya. Tinggi semampai, kulit putih mengkilap, dengan rambut pirang kecoklatan seperti dirinya, serta sepasang mata biru, yang entah itu asli atau softlens.
Sedang kepala pelayan itu sendiri menatap dingin pada Chania. Seolah menunjukkan sikap tidak sukanya akan kehadiran Chania di istana itu.
Sebenarnya bukan hanya kepala pelayan yang shock, tapi semua maid. Karena baru kali ini Tuannya membawa gadis asing masuk ke rumah mewahnya.
"Ambil koper di dalam mobil! dan bawa ke kamar ku!" perintah Michael pada salah satu maid wanita.
"Baik, Tuan!" jawabnya berjalan keluar.
"Maaf, Tuan muda. Koper siapa yang Tuan muda maksud?" tanya kepala pelayan mengikuti langkah Michael.
Michael tidak menjawab dia hanya menggerakkan sedikit kepalanya dan mengarahkan pada Chania di belakangnya.
Seketika raut wajah perempuan cantik itu berubah menjadi tidak suka dengan dahi yang mengerut. Seolah api akan keluar dari atas kepalanya.
"Apa Tuan muda tidak salah? Tuan muda memasukkan perempuan asing ke dalam kamar Tuan?" ucap kepala pelayan melirik tidak suka pada Chania.
"Dia memang asing bagimu, tapi tidak bagiku!" jawab Michael terus berjalan ke arah tangga di ikuti Chania dan kepala pelayan.
"Tapi, Tuan muda! saya saja tidak berani untuk sekedar duduk di tempat tidur Tuan, bagaimana mungkin ada gadis di dalam kamar Tuan muda!" protes kepala pelayan.
"Tentu saja kau tidak boleh duduk di tempat tidurku! memangnya siapa dirimu!" ketus Michael tanpa menoleh ke belakang. Ia mulai menginjak anak tangga pertama.
"Tuan, ini sangat tidak benar! saya tidak setuju gadis ini tidur di kamar, Tuan!" protesnya lagi, "banyak kamar tamu di istana ini! jika Tuan tidak mau dia tinggal di kamar tamu, kenapa tidak di tempatkan di kamar tamu VIP? kenapa harus di kamar Tuan?" protes kepala pelayan dengan memicingkan matanya ke arah Chania di sampingnya.
Chania mulai merinding, perempuan di sampingnya sepertinya bukan perempuan sembarangan. Tatapannya begitu tajam dan menusuk. Meskipun tampilan luarnya sangat anggun dan mempesona, tapi sepertinya tidak dengan hatinya.
' help me, God! '
"Ini rumah ku! kamar ku adalah milik ku! aku bisa melakukan apapun di sana, ataupun memasukkan siapa pun ke dalam sana tanpa persetujuan dirimu!" ucap Michael saat kakinya menginjak anak tangga tertinggi.
"Maaf jika saya lancang, Tuan! tapi bagaimana jika gadis ini suruhan musuh?"
"Diam Oliver!" bentak Michael sedikit di tahan. "Bukankah aku tidak mengizinkan mulutmu itu untuk protes apapun tentang hidup ku selama kau masih ingin di sini? tentang apapun yang aku lakukan kau tidak punya hak untuk protes!" lanjut Michael, "atau kau keluar dari rumah ini!" bentak Michael. "Sekarang, turun!" perintah Michael yang tak terbantahkan.
Chania merasa kaget dengan bentakan Michael pada perempuan cantik itu. Tapi ia senang karena ia di bela oleh orang yang paling di hormati di rumah itu.
Oliver, perempuan cantik itu akhirnya turun dengan ekspresi marah. Dan menghela nafasnya kasar. Ia hentakkan sebelah kakinya kemudian berbalik dan kembali menuruni tangga besar dengan pagar berlapis emas itu.
Sedangkan Chania di buat kagum. Melihat sebuah pintu berukuran 2,5 meter dengan sepasang pintu. Yang membuatnya semakin heran, ada dua orang berpakaian pengawal yang berjaga di sisi kanan dan kirinya.
"Selamat malam, Tuan muda!" sapa dua pengawal.
"Hemm!"
Kemudian dua pengawal itu mengamati Chania dari atas sampai bawah, untuk memastikan gadis itu tidak berbahaya untuk Tuannya.
"Dia bersamaku!" ucap Michael yang kemudian membuat dua pengawal itu mengangguk paham.
"Baik, Tuan muda!"
Michael masuk ke dalam kamarnya, dengan menarik tangan Chania. Seketika mata Chania membulat. Melihat kamar yang begitu luas dan lagi - lagi di dominasi oleh warna emas.
Ukuran kamar yang berkali - kali lipat dari kontrakan kecilnya. Namun mungkin hanya sekitar lima kali lipat dari kamarnya saat ia masih menjadi orang kaya.
"Whoaa!" kagum Chania, saat matanya menyusuri setiap inchi dari kamar itu. Dan matanya kembali mendelik saat melihat ukiran naga emas di atap kamar Michael.
"Woow! naga itu lagi!" seru Chania.
Michael hanya mendongak sekilas mengikuti arah pandang Chania. Lalu berjalan masuk ke arah walk in closed.
"Siapkan bajuku!" ucap Michael saat membuka pintu walk in closed.
"Dimana Tuan menyimpan baju?"
"Di sini!" jawab Michael masuk ke dalam walk ini closed.
Belum sempat Chania melangkah, pintu di ketuk oleh seorang maid yang mengantarkan koper miliknya.
Setelah itu Chania segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam walk in closed. Ia tak melihat Michael ada di sana. Namun ia mendengar suara shower dari pintu yang ada di dalam sana.
Chania segera mengambil baju tidur untuk Tuannya, Dan segera membawanya keluar, meletakkan semua di atas tempat tidur Michael.
Chania duduk di tepi tempat tidur Michael. Dan menggerakkan bokongnya.
"Woah! empuk sekali!" celetuknya. "Ini jauh lebih nyaman dari tempat tidur ku dulu! hahahaha! jelas sajalah kami kan beda level!" seru Chania.
Michael keluar dari pintu walk in closed dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya. Tangan kirinya menyisir rambut basahnya. Jangan di tanya bagaimana ekspresi Chania. Dia sangat tertegun, seolah tengah menatap indahnya cakrawala.
Menatap tanpa berkedip air yang menetes dari ujung rambut Michael, dan jatuh di dada bidang dan putih bersih. Terus meluncur sampai melewati perut six pack sang Mafia. Hingga berakhir dengan menghilang di antara serat - serat handuk.
Mata Chania seolah terhipnotis oleh pemandangan yang semakin dekat saja dengan matanya.
"Puas?" tanya Michael mengangkat sebelah alisnya.
Sontak Chania menyadarkan dirinya dari lamunan konyolnya. Kemudian menggelengkan pelan.
"Heheh!" senyumnya kemudian dengan menunjukkan semua barisan rapi dari gigi - gigi putihnya.
Tanpa malu Michael melepas handuknya dan melempar ke pangkuan Chania.
"Aakh!" pekik Chania menutup matanya dengan kedua telapak tangan.
"Kenapa kau!"
"Tuan, cepat pakai celana Tuan! memalukan!" teriak Chania.
"Cih! lagi - lagi berlagak sok perawan!" celetuk Michael sambil mengambil boxer hitam di tepi ranjang yang sudah di siapkan Chania.
"Tuaaan... cepat!" kekeh Chania.
"Haha!" Michael tersenyum tak berdosa sambil mengambil celana jeans pendek dan kaos biru lengan pendek.
"Sudah!" ucap Michael menarik tangan Chania agar membuka matanya. "Sekarang kamu mandilah! setelah itu kita makan malam di bawah!"
Chania membuka matanya, lalu kembali terhipnotis oleh tampilan casual Tuannya.
' Senatural itu ketampanan Tuan Michael! '
Ucap Chania dalam hati.
"Siap, Tuan!" ucap Chania kemudian.
Chania menarik kopernya dan membawanya ke walk in closed. Dan memulai ritual bebersihnya.
Chania keluar dari walk in closed dengan setelah berbahan kaos. Hotpants yang di padu dengan kaos oblong. Tampilan sederhana yang membuat seorang Michael menatap tak berkedip.
.
.
🪴🪴🪴
Kira - kira apa tanggapan Michael atas tampilan sederhana Chania Renata?
Tunggu di next episode ya!
Happy reading 🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
michael dan chania saling mengagumi satu sama lain dalam diam😍
2024-02-01
2
Elizabeth Yanolivia
closed = closet
2024-01-31
0
Elizabeth Yanolivia
apakah istana michael ada lift?
2024-01-31
0