"Kau mau di sini atau ikut dengan ku?"
"I..ikut, Tuan!" jawab Chania tergagap lagi. Lebih baik ia ikut, dari pada harus menunggu di dalam mobil dengan pemandangan iblis di mana - mana.
"Hemm... ayo! jangan takut! jalan di sampingku. Mereka tidak akan berani menyentuh mu seujung kuku pun, selama kau di sampingku!"
Chania kembali mengangguk dan berusaha untuk bergerak, namun tak kunjung bisa. Akhirnya Michael mengangkat tubuh Chania dan membawanya keluar. Barulah Chania bisa berdiri tapi langsung melingkarkan tangannya di lengan Michael erat.
Hal itu membuat semua pengawal yang berjaga di sana tertegun. Untuk pertama kali Tuannya datang ke markas membawa seorang gadis. Apalagi Tuannya sampai menggendongnya keluar dari mobil. Hal aneh yang pernah dilakukan sang Tuan.
"Selamat datang, Tuan Xavier!" sapa seseorang yang sepertinya pemimpin pasukan.
"Hm!" jawab Michael tak peduli.
Michael melirik sekilas pada Chania yang kesulitan berjalan. Bahkan tak berani mengangkat pandangan. Ia hanya mengikuti langkah Michael.
Dan sepanjang perjalan memasuki markas semua pengawal selalu menunduk saat Michael melewati mereka. Sampai di situ, Chania mulai tau, jika Michael adalah penguasa di markas besar itu.
Dan Chania mukai tau jika ternyata Michael Xavier Sebastian, CEO kenamaan itu bukan hanya seorang CEO. Melain seorang pemimpin klan, Black Hold. Yang ia yakini itu adalah nama sebuah klan Mafia.
Tibalah Michael dan bodyguard utama di dalam markas. Chania yang masih merengkuh lengan Michael memberanikan dirinya untuk mendongakkan kepala. Betapa terkejutnya ia saat melihat ada tiga orang berperawakan tinggi besar tengah di rantai di atas pasir dengan wajah lebam.
"Tunggu aku di sini!" ucap Michael lirih pada Chania sambil melepas pelan tangan Chania di lengannya.
Chania yang tak punya lagi pegangan hanya bisa menatap punggung Michael yang tengah mendekati musuhnya dengan tatapan nanar. Ia memberanikan diri melihat sekelilingnya, tak kata lain yang pantas untuk ia ucapkan, selain seram.
' Apa tidak ada nyamuk di ruangan serba hitam dan bau anyir seperti ini! '
Batin Chani.
Michael berjalan di iringi jiwa iblisnya yang mulai keluar. Chania seperti melihat itu bukanlah Michael yang tadi menyentuh bibirnya dengan lembut dan hangat.
Sampailah Michael di hadapan tiga orang itu. Aura dingin menguasai ruangan yang di dominasi warna hitam.
"Siapa lagi yang bekerja sama dengan kalian?" tanya Michael dingin sambil menyalakan rokoknya dengan santai.
Tak ada yang menjawab. Justru mereka bertiga memicingkan matanya menatap Michael yang terlihat cukup santai, meskipun tak akan ada bawahan yang berani mengusiknya di saat seperti itu.
Michael menyemburkan asap rokoknya pelan di udara. Jika orang normal akan bertingkah seperti itu saat mereka menikmati suasana pantai. Berbeda dengan Michael, ia akan bersikap seperti itu saat menghakimi musuhnya.
Tapi itulah dunia Michael Xavier Sebastian. Dunia hitam yang di turunkan dari mendiang sang kakek, Jerremy Sebastian untuk kemudian menurun ke Papanya, Frederick Sebastian dan kini sampailah di tangannya.
"Kalian tuli!" hardik Michael masih dengan nada yang santai. "Tutup matamu itu!" ucap Michael pada orang yang di ikat di tengah. Yang merupakan pimpinan dari dua orang yang berada di kanan kirinya.
"Atau kau ingin aku yang menutupnya?" tanya Michael sinis.
"Baiklah, karena kau tidak menjawab biar aku yang menutupnya!"
Michael berjalan ke meja yang ada di sampingnya. Dimeja itu ada banyak sekali alat yang biasa di gunakan Michael menghajar musuhnya. Michael mengambil cincin empat lubang yang terbuat dari besi. Dan memasangnya sempurna di buku - buku jari tangan kanannya.
Melihat hal itu Chania yang berdiri lima meter di belakang Michael menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia takut jika tebakannya benar.
Michael mengambil kembali rokok yang sempat ia letakkan, lalu kembali berjalan mendekati tiga orang tawanannya dengan tatapan membunuh.
"Bicara, atau benda ini akan menghancurkan tulang rahang mu, James!" ancam Michael dingin pada pemimpin musuh yang bernama James itu.
"Hahaha! kau pikir aku takut dengan mu Michael! dasar anak tikus!" ucap orang itu.
Buugh!
Satu pukulan keras mendarat di rahang kiri James. Sontak darah menetes dari sana.
Hal itu membuat Chania memejamkan matanya. Kakinya bergetar, bibirnya tercekat. Tak mampu melihat hal kekerasan seperti itu.
Rokok menyala di tangan kiri Michael di sulutkannya ke pipi kanan James.
"Aaaaakhhh!" teriak James.
"Kau tidak takut dengan anak tikus ini, tapi kau berteriak hanya karena rokok anak tikus?" tanya Michael menantang. "Rasakan ini, brengsek!"
Bughh!
Bughh!
Buugh!
Hantaman demi hantaman dari tangan kanan Michael mendarat di wajah dan tubuh James. Namun James masih terlihat hidup.
Chania semakin menutup matanya rapat, hanya suara Michael dan James yang bersahut - sahutan masuk ke telinganya.
Sedang dua tawanan di samping James tampak ragu untuk melawan. Sepertinya nasib mereka akan sama dengan tuannya.
"Tak semudah itu membunuhku, bangsat!" ucap James terengah.
"Hah!" Michael tersenyum sinis.
Ia kembali mendekati meja, melepas ring di tangan kanannya. Kemudian beralih pada pisau berlapis emas. Mata Chania semakin membulat melihat itu. Sedang Michael kembali mendekati musuhnya.
"Kau tidak akan pernah takut dengan ku, bukan? kau lupa sejauh mana kau menghilang, tapi ujung - ujungnya kau ada di markas ku!" bisik Michael tersenyum sinis pada pria yang sudah babak belur itu.
Sreett!
Pisau super tajam itu menggores dalam pipi James. Darah segar mengalir dari sana. Hingga James benar - benar tak berdaya.
"STOOPP!" suara histeris itu membuat semua orang menoleh ke sumber suara.
Chania yang tidak sanggup lagi menahan rasa mual serta ngilu, reflek berteriak. Semua pengawal Michael tampak heran dengan apa yang di lakukan Chania. Bukankah resiko tinggi jika menghalangi iblis mengamuk?
"Hentikan, Tuan! hentikan! apa tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah!" ucap Chania memberanikan diri.
Michael yang masih di selimuti aura iblis, menarik nafasnya dalam. Menancapkan pisaunya pada meja kayu. Kemudian berputar arah, berjalan dengan pelan dan dingin ke arah Chania yang sedang gemetaran.
Ia pikir Michael sudah luluh olehnya, karena sempat di perlakukan manis. Namun nyatanya tatapan Michael untuknya saat ini, sama seperti tatapan Michael pada musuhnya.
Semakin dekat jarak Michael dengan nya, membuat reflek Chania melangkah mundur. Hingga Chania membentur dinding. Dan saat itu juga jarak Chania dan Michael hanya satu meter saja.
Bugh!
Michael menabrakkan kedua telapak tangannya pada dinding di sebelah kanan dan kiri kepala Chania. Mengunci tubuh Chania hingga gadis itu ketakutan.
"Beraninya kau merusak tugas ku! kau pikir siapa dirimu!" ucap Michael dengan gigi yang mengerat.
Chania menunduk, tak berani menatap sepasang mata iblis yang sedang mengarah padanya.
"Tugas mu hanya melayani nafsu ku, brengsek! jangan pernah ikut campur urusan pribadi ku!" ucap Michael penuh ancaman. Membuat mata Chania menganak sungai.
"Mengerti!" bisik Michael tajam.
Chania hanya bisa mengangguk, tanpa bisa berucap sedikitpun.
"Sekali lagi aku mendengar suaramu menggonggong di markas ini, maka leher mu yang akan aku tebas!" ancam Michael tanpa peduli siapa yang sedang dia ancam.
Chania kembali menggeleng cepat, seketika air di pelupuk matanya menetes begitu saja, membasahi pipi mulus dan putih. Di katai menggonggong membuatnya merasa di anggap anjing peliharaan oleh Michael.
Melihat tetesan itu, mata Michael mengerjap. Namun tak mengurangi aura kejam yang sedang ia tunjukkan pada musuh - musuhnya.
"Jaack!" teriak Michael tepat di wajah Chania yang membuat jantung Chania hampir saja melompat dari sarangnya.
.
.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
Mohon dukungannya ya, Kak! dengan cara tinggalkan like setiap selesai membaca. Dan jika berkenan berikan ulasan terbaiknya, dan bisa juga tambahkan kritik dan saran di kolom komentar.
Salam Lovallena 🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Mamah Kekey
hebat chania .. mafia di lawan
2024-07-06
0
Elizabeth Yanolivia
aku suka jalan cerita dan cara penulisannya kak 😘😘😘😘
2024-01-30
0
Baihaqi Sabani
aduj kmu c chania..hrsyaa. di mbl sj
2023-10-18
2