🍄 Keesokkan harinya . . .
Saat jam dinding menunjukkan angka 07.30 waktu Italia, Michael dan Chania belum juga keluar dari kamar.
Padahal sebelumnya Michael tak pernah keluar kamar lebih dari jam 06.30 pagi. Tugasnya sebagai CEO sekaligus Mafia kelas kakap membuatnya selalu berburu waktu.
Di luar kamar Michael, Oliver tampak bersungut - sungut kesal. Amarah dan cemburu beradu menjadi satu. Dua pengawal yang tengah berjaga pun akhirnya menjadi pelampiasan kekesalan Oliver.
"Apa semalam kalian mendengar Tuan muda bercinta?" tanya Oliver.
"Maaf, Nona Oliver. Kami tidak mendengar apapun. Bukankah kamar Tuan muda kedap suara?" jawab salah seorang pengawal.
"S*it! gadis itu benar - benar membawa pengaruh buruk!" gerutu Oliver sambil mondar - mandir di depan dua pengawal yang pusing sendiri melihat tingkah Oliver.
' Bagaimana kalau mereka sekarang tengah melanjutkan ronde? sialan! '
Jam sudah menunjukkan 07.45, Oliver sudah tidak dapat bersabar lagi. Ia mendekati pintu, dan menempelkan telinganya di daun pintu. Membuat pengawal mengulum senyum.
' Cemburu itu meresahkan! '
Batin salah satu pengawal.
Tak mendengar apapun dari dalam sana, Oliver menghentakkan kakinya kesal. Rasa penasaran semakin menguasai hatinya. Sampai akhirnya tangan kanannya terangkat hendak mengetuk.
"Bagaimana jika nanti Tuan muda marah, Nona?" ucap salah seorang pengawal mencegah aksi Oliver.
"Aku tidak peduli!" acuh Oliver.
Tangan Oliver mengepal, bersiap mengetuk pintu sekuat tenaga. Dadanya kembang kempis menahan kesal dan cemburu.
Kepalan tangan mulai terayun ke depan. Belum sempat kepalan tangan menyentuh daun pintu tiba - tiba ...
Clekk!
Pintu terbuka oleh Chania, membuat Oliver hampir terjerambab ke depan akibat tangannya yang gagal menempel di pintu.
"Akh!" Chania yang reflek karena hampir tertimpa tubuh Oliver, segera menghindar di samping Michael dan bersembunyi di balik tubuh kekar yang tengah menatap heran pada ulah Oliver.
Sedangkan Oliver menatap tak percaya pada Michael dan Chania yang sudah rapi dengan pakaian kerja. Chania terlihat begitu seksi dan segar daripada semalam.
"Apa yang kau lakukan!" hardik Michael kesal.
"Eh,, aa..." Oliver salah tingkah dan bingung sekaligus malu di depan Chania.
"Apa!" hardik Michael dengan nada dingin yang mencekam.
"Saya tadi hanya ingin membangunkan Tuan, karena tidak biasanya jam segini Tuan belum keluar kamar."
"Itu bukan urusan mu, Oliver!" tegas Michael.
Kemudian Michael meraih tangan kanan Chania yang masih bersembunyi di belakang tubuhnya, kemudian membawanya keluar dari kamar untuk sarapan.
Meninggalkan Oliver yang menghentakkan kakinya kesal, karena merasa malu dan kalah. Apalagi kejadian itu terlihat oleh dua penjaga pintu.
Matanya semakin panas saat Michael menuruni tangga dengan tangan Chania yang melingkar di lengan kirinya.
Cepat - cepat Oliver meninggalkan kamar Michael dan menuruni tangga. Jauh di belakang Michael dan Chania yang seperti pasangan suami istri itu.
Kali ini Oliver memilih tidak menjaga Michael yang sarapan bersama Chania. Ia berjalan keluar dari rumah megah itu melalui pintu belakang. Berjalan terus sampai ke paviliun, dimana di sana kamar tidurnya berada.
Ia masuk ke kamar utama paviliun, dimana kamar itu selalu di tempati oleh mereka yang menjabat sebagai kepala pelayan. Dan barisan kemar kecil di sana adalah kamar untuk para pelayan yang jumlahnya 50 kamar. Dimana setiap kamar di tempati dua maid.
"Hah!" Oliver menutup pintu kamarnya dengan kesal.
Kemudian ia menggebrak meja rias dengan keras. Menghadapkan wajahnya pada cermin dengan dada yang kembang kempis karena terbakar amarah. Ekspresi wajah tak jauh dari seperti orang yang kesetanan.
"Persetan dengan Selena! aku harap gadis itu tidak akan pernah di temukan! agar tidak bisa memberikan sumsum tulang belakangnya untuk Selena!" gumam Oliver.
"Aku harus mendapatkan Michael! apapun caranya! meskipun harus mengorbankan Selena!"
Oliver menatap tajam pantulan dirinya di cermin meja rias. Mengamati wajahnya yang tak kalah cantik dari Chania.
"Aku lebih cantik dari pelac*r kecil itu. Tapi kenapa Michael tidak pernah melirik ku sekalipun?"
Oliver melepas kancing seragam kepala pelayan yang saling mengait. Pelan - pelan menurunkan semua baju yang melekat di tubuhnya. Menyisakan pakaian dalam berwarna merah menyala saja.
Tubuhnya terlihat meliuk bagai gitar spanyol. Kulit putih mulus terpampang nyata dari pantulan cermin. Kemudian ia menarik rambut pirang kecoklatan yang di gelung, hingga helaian rambut panjangnya jatuh menjuntai melewati pundak.
Oliver menatap kesempurnaan tubuhnya yang indah dengan seksama. Juga wajahnya yang cantik. Kemudian melepas softlens berwarna biru yang selalu ia pakai.
Kembali ia menelisik tubuhnya dari ujung kepala yang di hiasi rambut pirang kecoklatan. Turun pada sepasang mata kecoklatan yang lentik dengan bulu mata tebal.
Lipstick merah menggoda tergaris indah pada bibir mungilnya. Tatapannya kembali turun sampai pada dadanya. Sepasang buah dada kenyal dan padat menyembul membentuk gundukan yang indah.
Oliver yakin, semua laki - laki yang melihatnya pasti tergoda. Tapi entah kenapa Michael tak pernah tergoda dengan benda itu. Meski berulang kali ia mencoba menggoda Michael.
Ia kembali mengamati turun ke perut ramping yang seksi. Sampai ke bagian inti tubuhnya yang terbalut kain segitiga flace yang terawang. Hingga sampai pada kaki putih mulus dan jenjang.
"Aku pun tak kalah seksi dari pelac*r kecil itu! Tapi kenapa Michael tak pernah sekalipun meminta aku melayani dirinya di ranjang?" gumam Oliver menahan kesal.
"Aku bahkan membuat diriku tak pernah di jamah lelaki manapun, hanya berharap ia yang pertama kali menjamah tubuhku! meskipun aku tau ia tak suka perawan!"
Oliver Memicingkan matanya, melihat dirinya dari pantulan cermin.
"Maafkan aku Selena, sepetinya aku berubah pikiran. Aku ingin memiliki Michael seutuhnya. Lagi pula kamu sudah sakit. Sepertinya kamu memang sudah di gariskan untuk meninggal di usia muda!"
Oliver menggambarkan wajah iblisnya pada cermin di depannya.
"Sebagai kakak aku sangat menyayangi mu Selena. Tapi aku sangat mencintai Michael! Kau tau itu sejak kita kecil. Kalau Michael berhasil menemukan pendonor untuk mu, maka cinta ku akan kandas. Aku tidak mu, Selena."
Oliver beralih pada ponselnya yang masih berada di dalam saku seragamnya. Kemudian mendial satu nomor dari sana.
☎️ Hallo?
📞 Mom!
☎️ Ada apa Oliver?
📞 Mom, Michael membawa pulang seorang pelacur! Bahkan dia mengajak pelacur itu tinggal di kamarnya! Oliver benci, Mom! Mommy harus bantu Oliver! Buat Michael membuang pelacur kecil itu!
☎️ Oliver, dengarkan Mommy! mulai sekarang lupakan cintamu pada Michael. Kembalilah ke rumah. Jangan buat dirimu kelelahan di rumah Michael. Kau seorang puteri Oliver.
📞 What!
☎️ Oliver, kita harus fokus pada kesembuhan Selena. Frederick memastikan Michael berhasil membuat gadis itu mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Selena tanpa susah payah kita membunuhnya secara paksa.
📞 Kenapa Mommy seegois itu? kenapa Mommy tidak memikirkan perasaan Oliver? Mommy tau Oliver mencintai Michael sejak belasan tahun lalu!
☎️ Oliver, demi adik mu!
📞 Demi adik ku kata Mommy? jika demi adik Oliver, maka gadis buruan kalian itu juga adik Oliver, Mom! itu artinya kalian membunuh satu puteri demi menyelamatkan puteri lainnya.
☎️ Dia berbeda! dia bukan anak kandung ku! Meskipun di dalam darahnya mengalir darah Smith, sama seperti kamu dan Selena.
📞 Mommy egois! Oliver berharap gadis itu tidak akan pernah di temukan, atau Oliver akan membuat gadis itu lenyap lebih dulu.
☎️ Kamu terlambat Oliver! Michael sudah menemukannya. Mommy tidak peduli lagi! kamu harus buang perasaan mu itu. Dan biarkan Michael melakukan apa yang ia suka! Termasuk membawa siapa saja pulang ke rumahnya.
📞 Tidak akan!
Oliver memutus panggilan secara sepihak. Ia lempar ponsel bergambar apel tergigit dengan tiga mata utama itu ke lantai marmer. Hingga ponselnya membentuk garis - garis keretakan.
Oliver menarik nafas dan membuangnya kasar. Dadanya kembang kempis mengingat Michael sudah menemukan gadis incaran keluarganya itu.
.
.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 324 Episodes
Comments
Elizabeth Yanolivia
ciri-ciri oliver mirip chania
2024-02-01
0
Elizabeth Yanolivia
terjerambab = terjerembab
2024-02-01
0
Rangga Alfiano
seru ceritanya
2023-05-15
1