Aku tidak mampu berkata....

Mereka meninggalkan tempat pria bersorban tua dan kembali keatas ketempat bunga Tulip kuning raksasa yang sedang terbang melayang dilangit.

"Mereka adalah pemilikmu, wahai jam antik... !", kata Aisyah pelan sambil memandangi jam antik ditangannya itu.

Aisyah duduk diatas bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu tanpa semangat dan lesu. Ia menghembuskan nafasnya berkali-kali.

"Apakah kamu sudah mengetahuinya, wahai jam antik ?", kata Aisyah sambil memainkan rantainya.

"Apakah nona sedang berbicara denganku ?", kata jam antik kuno itu.

"Huffh...!", ia kembali menghembuskan nafasnya. "Ini hari yang melelahkan..!"

Aisyah membaringkan tubuhnya diatas bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu lalu memejamkan kedua matanya.

"Ini sungguh-sungguh membingungkan ?," kata Aisyah pelan. "Hatiku benar-benar tidak nyaman.."

Aisyah merasakan perasaan bersalah kepada pria tua itu, karena sikapnya yang terlalu waspada kepadanya.

"Hmmmm..!", ia menghela nafasnya lagi lalu menimang jam antik itu. "Apakah kamu tidak tahu jika orang itu adalah tuanmu yang sebenarnya ?"

"Ingatanku tentang masa laluku agak sedikit samar, nona Aisyah !", kata jam antik itu.

"Samar ? Apa sebuah jam saku bisa amnesia ?" kata Aisyah. "Betapa beratnya kehidupan yang kamu jalani sehingga membuat kamu kehilangan ingatanmu ?"

Aisyah memandangi jam antik itu sambil memperhatikan bentuknya yang unik nan indah, jam saku ini selain antik juga sangat indah berkilau.

"Seingatku, aku berasal dari tempat pengrajin perhiasan yang terkenal di kota Persia ini tapi aku tidak tahu jika pengrajin perhiasan itu adalah tuanku", kata jam antik itu.

"Hmmmm...., ini sungguh sangat menariksekali..!", kata Aisyah sambil bergumam. "Bagaimana jika kita ikuti lagi pria tua itu ?"

"Nona Aisyah tampaknya masih sangat penasaran dengan pengrajin perhiasan itu !", kata jam antik itu sambil melayang.

"Tidak, aku tidak penasaran hanya saja aku ingin melihat kelanjutan kisahmu, wahai jam antik !", kata Aisyah.

"Benar, nona Aisyah", kata jam antik.

"Hmm...?", ia hanya bergumam.

"Maaf nona Aisyah, aku telahmerepotkanmu", kata jam antik itu dengan nada sesal.

"Tenanglah ! Ini tidak terlalu merepotkan untukku, aku ikut senang bisa membantumu mengingat kehidupan masa lalumu, wahai jam antik !", kata Aisyah sambil memandangi langit yang membentang diatasnya berbaring.

"Terimakasih, nona Aisyah !", kata jam antik itu padanya.

"Sama-sama...!", sahut Aisyah.

Bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu bergerak perlahan-lahan diatas langit, dan membawa mereka semua melintasi bangunan-bangunan dibawah sana.

"Hmmm...!", ia kembali menghembuskan nafasnya pelan.

Aisyah masih terbaring diatas bunga Tulip kuning itu, ia benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi, ini sungguh diluar cerita.

"Kisah dibalik jam antik ini sangat mengharukan dan cerita jam antik ini ternyata seperti itu sebenarnya", batin Aisyah sambil menoleh kearah jam antik yang sedang melayang.

Aku tersenyum, "Apakah kamu baik-baik saja, wahai jam antik ?", kata Aisyah.

"Kenapa nona Aisyah menanyakannya ?", kata jam antik.

"Tidak ! Aku hanya ingin pendapat darimu saja saat kamu sudah tahu asal muasalmu !?", kata Aisyah.

"Sejujurnya aku sedikit sedih, nona Aisyah karena cerita tentang ku berbeda dari ingatan ku selama ini", kata jam antik.

"Apakah kamu kecewa ketika mengetahuinya ?", kata Aisyah sambil menoleh kearah jam antik itu yang sedang melayang diatasnya.

"Tidak, aku tidak kecewa tapi aku hanya bersedih karena aku telah melupakan tuanku yang sebenarnya !", kata jam antik.

"Tentu, aku tahu itu ! Tapi itu semua bukanlah kesalahan mu jika kamu tidak mengingatnya !", kata Aisyah lalu duduk dari tempatnya berbaring.

"Terimakasih nona !", kata jam antik kuno terharu.

"Manusia terkadang juga luput dari kesalahan apalagi dirimu yang hanya sebuah benda ajaib, kesalahan tidak selamanya buruk....!", kata Aisyah sambil memandang kearah bangunan berdinding keramik berwarna-warni dibawah sana.

"Benarkah ?", kata jam antik itu.

"Iyaaa...!", sahut Aisyah.

Aisyah melihat pria bersorban itu muncul dan berjalan menuju kearah bangunan berdinding keramik berwarna-warni itu, dia menyapa seorang pria lainnya yang sedang berdiri disampingnya.

"Lihatlah ! Pria tua itu telah tiba disana, wahai jam antik !", kata Aisyah sambil menunjuk kearah bangunan berdinding keramik berwarna-warni itu.

"Benar, nona Aisyah !", kata jam antik.

"Bagaimana kalau kita mendekat kesana ?", kata Aisyah. "Tapi buat kita tidak terlihat lagi, agar aku dapat melihat dari dekat !"

"Baiklah, nona Aisyah !", kata jam antik itu. "BHALAZAMM....!"

Mereka masuk kedalam bangunan dengan dinding berlapis keramik berwarna-warni itu, ia melihat pria bersorban itu membuka pintu dan melangkah masuk diikuti oleh seorang pria.

"Assalamualaikum...!", pria berjubah putih yang juga mengenakan sorban putih mengucap salam ketika masuk kedalam ruangan ini.

"Waalaikumsalam...! Mari masuk, masuk, dan Selamat datang !", jawab pria tua itu tertawa riang.

"Aku baru hendak pergi menemui anda, tuan, tapi aku agak sibuk belakangan ini jadi aku tidak ketempat anda ternyata tuan yang datang kemari !", ucap pria tua itu.

"Benar, aku memang ingin mengunjungi mu kebetulan aku sedang ada urusan dikota", jawab pria bersorban itu.

"Mari silahkan duduk, tuan !", kata pria bersorban itu pada tamunya.

"Terimakasih !", sahut pria berjubah putih itu seraya duduk dikursi yang disediakan oleh pengrajin perhiasan itu.

"Maaf, aku merepotkanmu dan membuatmu datang jauh-jauh ketempat ku, tuan !", kata pria tua itu.

"Tidak mengapa, aku senang bisa mengunjungi dirimu, sudah lama aku juga tidak melihat mu di majelis", kata pria bersorban itu.

Aisyah melihat pria tua itu terdiam lama sambil menundukkan kepalanya, tampak pria itu mengusap kedua matanya.

"Iya, aku tidak bisa hadir karena ada urusan yang sangat penting, maafkan aku, tuan !", jawab pria tua itu kemudian berjalan melewati meja panjang itu.

"Bolehkah aku mengetahui, urusan apa yang membuatmu sangat sibuk ?", kata pria berjubah putih itu.

"Urusan keluarga, tuan !", jawab pria tua itu seraya memberikan segelas kecil minuman berwarna hitam. "Silahkan diminum...!"

"Terimakasih, minuman ditempatmu selalu enak untuk dinikmati !", kata pria berjubah putih itu seraya meminum minuman berwarna hitam itu.

"Terimakasih, itu sebuah pujian buatku !", sahut pria tua bersorban itu.

"Apakah yang ingin kamu perlihatkan padaku, kamu mengatakan jika ingin menawarkan perhiasan padaku ?", kata pria itu lagi pada pengrajin perhiasan itu.

"Tidak, aku tidak menawarkan perhiasan pada mu, tuan karena aku tahu kamu tidak akan berminat !", jawab pria bersorban itu sambil mengeluarkan sebuah kotak dari dalam pakaiannya.

"Lalu apa yang akan kamu tawarkan kepadaku ?", tanya pria berjubah itu.

"Jam !", jawab pria tua itu.

"Jam ?", kata pria berjubah putih itu keheranan.

"Benar, aku ingin menjual sebuah jam saku yang kepada mu, tuan !", kata pria tua itu.

"Bisakah aku melihat jam itu ?", kata pria berjubah putih itu.

"Dengan senang hati, tuan !", jawab pria tua itu seraya mengeluarkan sebuah jam dari dalam kotak lalu memperlihatkan kepada pria berjubah putih itu.

Aisyah melihat pria bersorban tua itu berjalan mendekat kearah tempat pria berjubah putih itu duduk.

"Hmmmm, jam ini unik sekali dan benar-benar sangat indah sekali", kata pria berjubah putih itu.

"Benarkah, tuan ?", kata pria tua itu.

"Jam ini sangat cantik sekali, tidak salah jika kamu yang membuat jam ini !", kata pria berjubah putih itu.

"Bukan, bukan aku yang membuatnya, tuan tapi mertuaku yang membuat jam ini !", ucap pria tua itu.

"Mertua mu ?", kata pria berjubah putih itu terkejut. "Apakah mertua mu adalah seorang pengrajin seperti mu ?"

"Benar, tuan ! Mertuaku adalah pengrajin perhiasan dan seorang ahli jam !", kata pria berjubah putih itu.

"Hmm..., ternyata seluruh keluarga mu adalah pengrajin perhiasan dan kamu adalah salah satu penerusnya !", kata pria berjubah putih itu.

"Benar...!", kata pria tua itu pelan.

"Aku akan membeli jam ini karena aku sangat menyukainya bukan karena aku suka pada perhiasan tapi aku memang ingin memiliki jam ini !", kata pria berjubah putih itu.

"Benarkah, tuan ? Benarkah akan membelinya ?", kata pria tua itu sambil berkaca-kaca.

"Benar, pantang buatku untuk membohongi mu !", kata pria berjubah putih itu seraya tersenyum.

"Terimakasih..., terimakasih..., tuan, aku sangat berterimakasih atas kemurahan mu ini !", kata pria tua itu seraya memeluk tamunya.

"Sudahlah, kamu tidak perlu menangis seperti itu !", kata pria berjubah putih itu sambil menepuk punggung pria tua itu.

"Terimakasih..., terimakasih !", kata pria tua itu lagi sambil menundukkan kepalanya.

Aisyah melihat pemandangan dihadapannya dengan perasaan yang sangat terharu, tak terasa air matanya berlinang dari kedua matanya.

"Kamu menangis, nona Aisyah ?", kata jam antik itu.

"Ahh..., tidak ! Aku tidak menangis, mataku berair hanya karena kemasukan debu, aku tidak menangis...!", kata Aisyah sambil mengusap kedua matanya yang basah oleh air mata.

"Kamu tidak menangis, tapi mengeluarkan banyak air mata dari kedua mata mu, nona Aisyah !", kata jam antik kuno itu sambil melayang mendekat kearahnya.

"Tidak, sudah aku katakan, aku tidak menagis, aku hanya merasa terharu !", kata Aisyah.

Aisyah melihat pria berjubah putih itu keluar dari tempat ini setelah memberikan sebuah kantung kain kepada pria tua itu dan membawa jam antik itu bersamanya.

Kemudian Aisyah melihat pria tua itu membuka kantung kain ditangannya dan mengeluarkan isi nya yang ternyata berisi koin-koin emas yang sangat banyak sekali jumlahnya lalu pria tua itu bersujud diatas lantai dan mengucapkan syukur berulang-ulang.

Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!