Baba...

Berjalan cukup melelahkan juga meski jarak supermarket dan asrama tidak terlalu jauh tapi ia sudah cukup capai, ucap Aisyah seorang diri didalam kamar tidurnya. Lalu Aisyah meletakkan barang-barang belanjaannya diatas meja kemudian duduk diatas ranjangnya.

Aisyah membuka ponselnya dan mengecek media sosialnya dan melihat ulasan berita disana, terlihat ulasan berita-berita dari berbagai luar negeri, ia juga membuka jurnal universitas tempatnya mengeyam pendidikan. "Oh iya, aku belum menghubungi baba sejak tadi", batinnya.

Takl lama kemudian Aisyah lalu mengirim pesan lewat ponsel miliknya pada baba yang ada dirumah.

Beberapa menit kemudian terdengar ponselnya berbunyi dan baba menghubungi Aisyah lewat telepon.

"Assalamualaikum baba !", sapa Aisyah. "Bagaimana kabar baba, Aisyah sudah sampai sekitar sepuluh jam yang lalu ?"

"Waalaikumsalam waramatullahiwabarakatuh, Alhamdulillah baba baik-baik saja! Bagaimana kabarmu disana, nak ?", sapa baba.

"Aisyah baik-baik saja baba, baru saja Aisyah datang dari supermarket untuk berbelanja keperluan sehari-hari", jawab Aisyah.

"Oh iya ?", kata baba senang.

"Aisyah juga sudah sampai diasrama sekarang", ucap Aisyah lagi.

"Syukurlah kamu senang tinggal disana", jawab baba.

Aisyah lalu bercerita pengalamannya bertemu Qadira tadi dan bagaimana suasana asrama tempat dia tinggal disini dan segala peraturannya yang detail dan ketat pada baba.

Setiap ia bercerita mengenai dirinya dinegeri orang, Aisyah mendengar baba selalu tertawa senang bahkan saat dirinya menceritakan pengalamannya dinegeri orang ini terdengar baba sangat antusias menanggapi ceritanya.

"Perkuliahan baru mulai minggu depan baba, Aisyah baru saja membaca jadwalnya jadi seminggu ini masih libur", ucap Aisyah.

"Itu lebih baik, kamu jadi punya banyak waktu untuk beradaptasi Aisyah!", kata baba ditelepon.

"Iya...", jawab Aisyah.

"Beristirahatlah Aisyah, baba tutup dulu teleponnya !", kata baba.

"Iya baba, nanti Aisyah kirim pesan pada baba bagaimana perkembangan Aisyah disini", kata Aisyah dan suara baba lagi-lagi terdengar sangat senang.

"Assalamualaikum Aisyah !", salam baba ditelepon. "Jaga kesehatanmu dan jangan lupa makan ya, nak", kata baba lagi.

"Waalaikumsalam baba !", jawab Aisyah. Mereka berdua mengakhiri pembicaraan ditelepon.

Aisyah merasakan sangat senang hari ini meski dia masih belum terbiasa dan kurang percaya diri dinegara asing ini tapi setelah berbicara ditelepon dengan baba tadi Aisyah memiliki sedikit semangat dan itu membuatnya merasa lega.

Layaknya sebuah energi penyemangat yang sangat berkhasiat. Aisyah membuka buku diari kesayangannya dan melihat beberapa foto yang dia bawa dari rumah lalu mulai menulis pengalamannya disini didalam buku harian kesayangannya.

"Aku tahu ini pasti tidaklah mudah melewati hari-hari dinegara asing ini tanpa keluarga", ucapnya pelan.

Aisyah menatap tulisannya dibuku hariannya yang baru ia tulis, lalu ia bergumam, "Tapi aku harus belajar giat agar aku dapat cepat menyelesaikan kuliahku disini dan kembali pulang !"

Aisyah mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. "Assalamualaikum !", sapa seorang perempuan cantik ketika Aisyah membuka pintu kamarnya.

"Sekarang jadwal makan siang tadi Eama menyuruhku untuk memberitahukan padamu", ucap perempuan cantik itu.

"Waalaikumsalam !", jawab Aisyah agak terkejut ketika melihat seorang gadis berparas cantik didepan pintu kamarnya.

"Aku dan temanku juga sudah memberitahukan kepada yang lain", kata gadis cantik dihadapannya ramah.

"Perkenalkan namaku Elham !", Gadis cantik itu mengulurkan tangannya pada Aisyah untuk bersalaman.

"Aku Aisyah !", jawabnya sambil menyalaminya.

"Senang mengenalmu, Aisyah !", kata Elham seraya tersenyum ramah padanya.

"Sama-sama ! Aku juga sangat senang berkenalan denganmu !", kata Aisyah.

"Aku senior disini dan ini pertama kali aku piket diasrama", ucap Elham lanjut.

"Senang mengenal dirimu juga, Elham", sahut Aisyah malu-malu.

"Aku tahu kamu adalah mahasiswi dari luar negeri, ini sudah agak lama asrama tidak mendapat tamu dari luar negeri karena kebanyakan anak-anak disini dari luar kota", kata Elham.

"Ini pertama kalinya aku datang dinegara ini dan juga pengalamanku sekolah diluar negeri", jawab Aisyah.

Aisyah melihat seorang gadis berjalan mendekat kepada mereka serta tersenyum ramah ketika melihatnya.

"Ayo cepetan ! Kita sudah ditunggu untuk makan siang dan jangan sampai terlambat karena jamnya sudah ditentukan", ucap gadis itu terburu-buru.

"Kamu tidak berkenalan?", kata Elham mengingatkan. "Sebentar lagi kami akan menyusul !", ucapnya lagi.

"Hai, aku Ishtar ! Senang mengenalmu !", ucap gadis itu penuh semangat seraya menjabat tangan Aisyah erat.

"Namaku Aisyah dan senang berkenalan denganmu !", sahut Aisyah tersenyum.

"Dia adalah teman satu angkatan denganku dan ini pertama kali kami piket diasrama ini", kata Elham seraya menggandeng tangan Aisyah.

"Iya ?", sahut Aisyah.

"Ishtar memang sangat bersemangat, maaf agak mengejutkan dirimu dan membuatmu tidak nyaman", kata Elham.

"Oh, tidak apa-apa !", kata Aisyah.

"Maaf aku memang jika berbicara dengan suara keras, ini memang kebiasaan orang-orang dinegara ini jika berbicara dengan suara lantang", kata Ishtar malu.

"Maaf jika membuatmu terkejut dan tidak nyaman", sambungnya.

"Tidak apa-apa, aku sangat senang mengenal kalian karena aku belum mengenal siapapun disini", jawab Aisyah. "Aku memang belum terbiasa dengan suasana baru disini".

Mereka berjalan bersama menuju tempat makan siang. Aisyah melihat beberapa anak seumuran dengannya sudah berdiri mengantri untuk mengambil makanan didepan loket.

Terlihat seorang petugas loket memberikan secarik kertas seperti kupon kepada mereka bertiga tanpa banyak bicara.

Aisyah berdiri dibelakang kedua seniornya, kembali dia menundukkan kepalanya kebawah dan melihat kedua ujung sepatunya, "Baba...", batinnya memelas melihat bagaimana peraturan diasrama ini.

Petugas loket memberikannya sebuah kupon untuk mengambil makanan dan Aisyah berjalan masuk kedalam ruangan tempat untuk makan, kupon ini hanya berisi nomer.

Aisyah melihat anak-anak asrama hanya menunjukkan kupon-kupon tersebut pada petugas dapur asrama dan petugas itu kemudian memberikan senampan berisi makanan kepada mereka.

Kali ini tiba gilirannya untuk mengambil makanan dan menunjukkan kuponnya.

"Aisyah !", sapa seorang wanita padanya dan dia melihat kearah wanita tersebut, ternyata Eama yang memanggilnya.

"Eama !?", kata Aisyah seraya menoleh kearah seorang wanita bergamis hitam.

"Semoga kamu terbiasa tinggal disini, Aisyah", ucap Eama.

"Terimakasih eama !", jawab Aisyah sambil tersenyum ramah.

"Nikmati makananmu, semoga kamu menyukainya Aisyah !", kata Eama sambil melebarkan senyumannya ketika melihat kearah Aisyah.

"Baik, Eama !", sahut Aisyah.

"Makanannya agak pedas...", ucap Eama lagi seraya berbisik kearah Aisyah dan hal itu membuat Aisyah tertawa mendengar ucapan Eama padanya.

Aisyah lalu berjalan menuju meja makannya dan Aisyah melihat kearah kedua gadis yang sedang melambaikan tangan kearahnya, mereka menyuruh Aisyah untuk duduk bersama dengan mereka, dan ia menanggapi ajakan kedua gadis itu dengan senang hati karena hanya mereka berdualah yang Aisyah kenal diasrama ini.

"Aisyah !", panggil Ishtar dan melambaikan tangannya kearah Aisyah cepat.

"Duduk disini, Aisyah !", teriak kedua gadis muda itu kompak.

"Iya !", jawab Aisyah buru-buru.

Aisyah bergegas melangkahkan kedua kakinya cepat-cepat menuju kearah kedua kawannya dan segera duduk bersama mereka berdua. Terlihat kedua gadis itu tersenyum senang tatkala Aisyah duduk dimeja makan bersama mereka, tampak dari raut wajah keduanya berseri-seri menyambut kedatangan Aisyah.

"Makanannya agak pedas tapi aku harap kamu menyukainya !", bisik Ishtar. "Jika kamu tidak suka jangan dihabiskan"

Aisyah hanya menganggukkan kepalanya dan memandangi nampan yang berisi makanan, ia melihat sepiring nasi kuning panas dan semangkuk sup daging. Aisyah menoleh kearah kedua gadis itu, mereka memakan makanan tersebut dengan lahapnya.

"Huff...!", desahnya pelan.

Aisyah mulai memakan makanan tersebut dengan mengunyahnya pelan-pelan.

"Ahh..., makanan ini pedas sekali...!", jeritnya, Aisyah tersedak kepedasan ketika dia menelannya.

Kedua gadis itu menoleh kearahnya kaget. "Aisyah..., apa kamu baik-baik saja ??", ucap Elham panik. "Minumlah !!!"

Aisyah meminum segelas air yang diberikan Elham padanya dengan cepat. "Jangan dimakan jika kamu tidak menyukai makanannya, Aisyah !", kata Elham.

"Makanan disini memang agak pedas !", ingat Elham pada Aisyah yang terbatuk-batuk karena tersedak.

"Dia belum terbiasa dengan makanan dikantin asrama, Elham", kata Ishtar melihat kearahnya ragu.

"Kamu nanti akan terbiasa dengan memakan makanan diasrama ini, Aisyah !", kata Ishtar.

Aisyah hanya menganggukkan kepalanya dan seraya tersenyum kepada mereka berdua. Aisyah memegangi dadanya yang agak sakit karena tersedak tadi.

Makanan ini benar-benar pedas dan sangat tidak enak, dia melihat kearah nampan makanannya. "Apakah makanan diasrama seperti ini ?", batinnya cemas. "Ini sungguh-sungguh mengkhawatirkan dan aku harap bisa terbiasa", lalu Aisyah terdiam memandangi piringnya.

"Menu makan malam biasanya beda dengan menu makan malam dan semoga kamu menyukainya", kata Elham. "Aku paham jika kamu belum terbiasa dengan makanan dinegara asing ini, Aisyah".

Tak lama kemudian Aisyah kembali kekamarnya setelah makan siang dan dia tidak menghabiskan makanannya karena tidak terbiasa dengan makanan pedas. Alhasil perutnya tidak merasa nyaman dan kenyang, dia juga tidak mungkin membeli makanan diluar karena harus banyak berhemat.

Aisyah duduk diranjangnya sambil membenamkan wajahnya diatas bantal. Aisyah tidak tahu apakah dia benar-benar bisa melewati hari-harinya disini dan dirinya harus lebih bersemangat lagi.

Tampak Aisyah menghela nafasnya pelan seraya bersandar. Ini adalah hal yang sangat sulit dijalani dan ia harus menerima ini semua cepat atau lambat, suka atau tidak suka.

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

Aisyah, you have to can it

2022-08-28

1

Na Gi Rah

Na Gi Rah

Tetep semangat dan terus belajar. pemimpin penerus ANDRILOS telah datang mengunjungi tempat ini.

2022-08-07

1

Anysah Vien

Anysah Vien

kasian aisyah, pasti msh terasa lapar

2022-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!