Kedai kebab...

"Kami pesan tiga porsi kebab dengan banyak keju !", kata Elham kepada pembuat kebab.

"Dibawa pulang atau dimakan disini ?", tanya pembuat kebab itu pada gadis cantik berhijab itu.

"Kami akan memakannya disini !", kata Elham lagi.

"Minumnya ?", tanya pembuat kebab itu.

"Kami pesan Amar Al-Din untuk minumannya", kata Elham.

"Apa tersedia ?", Pembuat kebab itu menganggukkan kepalanya seraya berteriak keras kepada rekannya. "AMAR AL-DIN DAN KEBAB KEJU PENUH TIGA !!!", pembuat kebab itu berteriak keras.

Elham mengajak kami berdua untuk duduk didalam kedai langganannya. Elham memilih tempat duduk ditengah-tengah kedai ini.

Aisyah melihat kearah sekelilingnya, kedai ini sangat ramai dan penuh sesak oleh orang-orang yang mengantri untuk membeli kebab dikedai ini, tampaknya orang-orang yang tinggal dikota, dinegara ini tampaknya sangat menggemari kebab dari kedai ini.

"Aku memesan kebab dengan keju penuh, kamu pasti akan menyukainya Aisyah !", kata Elham menoleh kearahnya.

"Terimakasih, Elham. Kamu sudah mengajakku berjalan-jalan dan membawaku ketempat ini", jawabnya senang. "Aku pasti menyukainya !", Aisyah tersenyum.

"Elham adalah jagoan kuliner dan dia paling tahu tempat-tempat terenak dikota ini, Aisyah ! Kamu bisa menanyakannya !", kata Ishtar.

"Kamu bisa menanyakan tempat kuliner yang ingin kamu kunjungi padaku, Aisyah. Aku juga bisa mengantarkan kamu !", kata Elham lagi.

Oh, iya ?! Ini pasti mengasyikkan berkeliling dikota ini, teman-teman !", katanya semangat.

Elham tertawa senang mendengar perkataannya, Elham begitu bangganya saat ia dan Ishtar memujinya, saat ia melihat akun media sosial milik Elham berisi postingan kuliner, dia selalu rajin menggugah postingan tentang makanan beserta tempat-tempat yang dia kunjungi, sangat lengkap.

"Tapi minggu depan kita sudah masuk kuliah dan itu merupakan ajaran baru untukku di universitas ?", katanya.

"Tenanglah, kita bisa berwisata kuliner saat hari libur, seperti hari minggu misalnya. Kita bisa berjalan-jalan menikmati kuliner", kata Elham menyemangatinya.

"Hari minggu asrama terkadang mengadakan acara pengajian yang diadakan setiap dua minggu sekali diasrama, Elham", kata Ishtar mengingatkan pada temannya itu.

"Oh, iya Aisyah, aku hampir lupa !", kata Elham sambil memegangi keningnya. "Maaf...!!!"

"Hmmm... !!!", gumam Ishtar.

Elham melirik kearah Ishtar lalu tersenyum malu padaku. Dia mengangkat kedua bahunya sambil memegangi kedua telinganya.

"Maaf, aku lupa, Aisyah memberitahukan padamu !", kata Elham berbisik pelan.

"Tidak apa-apa Elham ! Kita bisa melakukan acara kuliner kita pada waktu libur kuliah saja !", ucap Aisyah padanya.

"Elham dan aku biasanya setiap dua minggu sekali setelah acara pengajian kami pulang kerumah untuk menjenguk kedua orangtua kami, Aisyah !", kata Ishtar padanya.

"Iya, hari jumat biasanya kami pulang kerumah !", kata Elham.

"Oh...!", kata Aisyah.

"Maafkan aku tidak bisa menemanimu berjalan-jalan mengelilingi kota ini, Aisyah", kata Elham.

"Tidak apa-apa, Elham. Aku bisa pergi sendiri karena aku sudah tahu bagaimana caranya pergi kekota dari asrama", Ia berkata pada Elham.

"Aku akan memberitahukan jalan-jalan dikota ini padamu dan kendaraan apa yang harus kamu naik jika pergi keluar dari kota, aku akan mencatatkan untukmu, Aisyah !", kata Elham lagi sambil mengeluarkan notes kecil dari saku bajunya.

"Kamu bisa menulisnya nanti, Elham dan aku tidak tergesa-gesa untuk berpergian keluar asrama saat ini", kata Aisyah.

"Tidak perlu sungkan, ini juga tidak terlalu merepotkanku, Aisyah", kata Elham sambil menulis diatas meja kedai. "Aku hanya menulis jalan-jalan, tempat-tempat serta kendaraan apa yang harus kamu naik jika pergi keluar dari asrama !"

Aisyah tersenyum haru saat melihat Elham yang merupakan salah satu senior diasramanya begitu memperhatikan dirinya seperti saudaranya sendiri, ia beruntung bisa mengenal mereka berdua. Elham menjelaskan tulisan tangannya yang dia tulis dinotes miliknya, ia mendengarkan setiap perkataannya dengan seksama.

"Jangan sampai lupa untuk melihat catatan tulisanku ini, Aisyah jika kamu hendak berpergian keluar dari asrama", kata Elham serius.

"Lebih baik kamu membawa catatan itu jika akan berpergian keluar asrama, itu akan membantumu dengan mudah, Aisyah !", kata Ishtar padanya.

"Bawa saja notes ini, aku tidak memerlukannya lagi, Aisyah !", kata Elham sambil memberikan notes kecil itu padanya.

"Apakah kamu tidak membutuhkannya, Elham ? Apa tidak ada catatan penting buatmu dinotes itu ?", tanyanya.

"Aku rasa tidak ada catatan penting buatku didalam notes ini, coba aku lihat !", Kata Elham sambil membuka catatan-catatan dinotes tersebut dan membacanya lagi lalu memberikan notes itu lagi kepadanya.

"Terimakasih !", Aisyah menerima notes kecil itu dari Elham kemudian menaruhnya didalam sakunya.

"Catatan yang aku tulis itu sangat berguna untukmu, Aisyah !", kata Elham sambil membetulkan letak hijabnya.

"Iya, ini pasti berguna untukku dan membantuku jika berpergian keluar asrama, notes kecil ini seperti buku petunjuk yang diberikan petugas asrama waktu itu", jawabnya.

"Oh..., kamu sudah pernah keluar dari asrama ?", tanya Elham.

"Iya, pertama kalinya aku datang diasrama dan aku harus membeli beberapa keperluanku disupermarket dekat asrama", kata Aisyah lagi.

"Dengan siapa kamu keluar asrama waktu itu ? Sendiri ?", tanya Ishtar.

"Aku keluar sendirian saat itu dan seorang petugas asrama yang menjaga gerbang yang memberikan buku petunjuk tersebut kepadaku", jawab Aisyah.

"Iya, kita pasti diberi buku petunjuk jika belum tahu kekota ini oleh pihak asrama. Banyak anak-anak dari luar kota yang belum pernah kemari", kata Elham.

"Iya dan buku petunjuk itu sangat memudahkanku ketika aku berpergian keluar asrama, buku petunjuk itu berisi sangat lengkap", kata Aisyah.

"Aku tidak pernah mendapat buku petunjuk tersebut karena sepertinya petugas asrama tahu jika aku tidak memerlukannya !", kata Elham sambil tertawa.

"Tentu saja, itu terlihat dari wajahmu yang menandakan jika kamu bukan gadis rumahan dan itu tergambar jelas diwajahmu, Elham !", kata Ishtar tergelak.

Mereka bertiga tertawa lepas dikedai kebab ini saat mendengar perkataan Ishtar tentang Elham dan bagaimana Elham menggambarkan sosok dirinya sendiri.

Kemudian seorang pembuat kebab datang membawa pesanan mereka bertiga dan meletakkan makanan tersebut diatas meja kedai. Dia juga meletakkan gelas-gelas berisi minuman dingin dengan es batu didalamnya.

"Ini pesanannya nona-nona !", kata pembuat kebab itu kepada kami. "Selamat menikmati !", lalu pergi.

"Oh iya, aku harus membayar berapa untuk satu porsi kebab ini, Elham ?", tanya Aisyah.

"Tidak usah membayarnya karena aku memang berniat mentraktir makan kalian berdua dikedai ini, Aisyah !", kata Elham sambil tertawa.

"Jangan itu merepotkanmu, Elham ! Kita sama-sama belajar disini dan kamu juga perlu biaya untuk kuliahmu, biar aku membayar makanan milikku", Aisyah mengeluarkan dompet kainnya dari saku.

"Tidak ! Tidak ! Tidak Aisyah !!! Aku memang berniat mentraktir kalian berdua makan dikedai langgananku ini sebagai bentuk merayakan perkenalan kita", kata Elham serius.

"Terimakasih banyak, Elham !", kata Aisyah sambil memeluk gadis cantik berhijab itu. "Terimakasih !"

Elham tertawa sambil menepuk pundaknya pelan. Aisyah kemudian melepaskan pelukannya dan menyeka kedua matanya yang berlinang, terharu. Ishtar tersenyum dan ikut meneteskan airmatanya haru dengan momen dikedai kebab ini.

"Ini Amar Al-Din, ini adalah minuman yang terbuat dari aprikot kering rasanya manis", kata Elham seraya meletakkan minuman dan kebab itu didepannya.

"Selamat menikmati !", kata mereka bersama.

"Ini sangat manis sekali, aku suka dengan rasanya, minuman ini sangat unik dilidahku dan aku baru pertama kali meminumnya", katanya kagum.

"Minuman ini biasa disuguhkan saat menjelang bulan suci tapi aku memesannya khusus untuk merayakan perkenalan kita ini, Aisyah", kata Elham.

"Oh, terimakasih banyak, Elham atas perhatiannya !", kata Aisyah. "Ini sebuah penghormatan untukku !"

Aisyah melihat kearah piring makannya yang berisi kebab penuh keju dan daging serta acar, diatasnya ditaburi saos mayonais dan tomat. Aisyah memakannya dan rasa kebab ini benar-benar lezat sekali dan berbeda dengan kebab-kebab yang pernah ia makan sebelumnya.

"Ini sangat lezat sekali !", batinnya sambil menelannya perlahan serta menikmatinya.

Aisyah memakannya sedikit demi sedikit dengan perasaan yang sangat bahagia. Aisyah sangat beruntung mengenal Elham dan Ishtar.

Sebelumnya ia selalu membayangkan bagaimana ia harus melewati hari-harinya dinegara asing ini tanpa siapapun yang ia kenal tapi ketika ia telah mengenal mereka berdua perasaan kalut itu hilang seketika dari pikiranku.

Aisyah bersyukur, karena Tuhan membantunya mengenal mereka berdua, seniornya. Aisyah melihat kearah kedua gadis itu yang begitu menikmati makanan lezat ini tanpa berkata sepatah katanya.

Tampak Aisyah menikmati makanannya dan ia juga sangat menyukai kebab buatan kedai ini yang sangat lezat sekali, dan ia terlihat tersenyum lega ketika melihat kedua temannya menikmati makanan ini dengan perasaan bahagia bersama dengannya secara tulus serta gembira ria.

Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!