Berpergian....

Aisyah, Elham dan Ishtar berjalan-jalan sepanjang toko-toko yang ada di kota, ternyata dinegara ini ada juga toko yang menjual roti burger. Aisyah berpikir masyarakatnya hanya menyukai makanan kebab saja. Aisyah berjalan beriringan bersama Elham dan Ishtar, mereka bertiga berjalan sambil bercengkrama lalu mereka berhenti didepan etalase toko pakaian dan memandangi etalase toko itu sangat lama.

"Pakaian-Pakaian itu sangat indah sekali, lihatlah renda-renda putih yang sangat cantik itu !", kata Elham kagum.

"Pakaian-Pakaian itu hanya cocok dipakai untuk acara pesta saja, tidak cocok untuk dipakai sehari-hari, Elham !", kata Ishtar menoleh kearah etalase toko.

"Tapi pakaian-pakaian itu sangat indah sekali, Ishtar ! Apakah aku tidak boleh melihatnya ?", kata Elham.

"Harganya pastilah sangat mahal dan kita tidak akan mampu membelinya !", kata Ishtar sambil memandangi pakaian-pakaian yang indah itu.

"Lihatlah kilau permata qaisumahnya yang menghiasi pakaian-pakaian itu, berkilau sangat indah sekali, Ishtar !", kata Elham dengan mata berbinar.

"Permata Qaisumah yang membuat pakaian-pakaian itu sangat indah dan gemerlap berkilauan, cantik !", kata Ishtar.

"Aku tahu harga pakaian-pakaian ini sangatlah mahal dan meski aku menabung bertahun-bertahun, aku tidak akan mampu membelinya, Ishtar !", kata Elham.

"Aku tahu itu, teman !", kata Ishtar.

"Jangan sampai kilaunya menggelapkan mata kita, Elham !", Ishtar terpana.

"Aku tahu....! Kamu tidak perlu mengingatkannya...!", sahut Elham.

"Apa menariknya pakaian-pakaian itu teman-teman ?", katanya sambil memandangi kedua temannya itu.

"Tuhan... !!!", seru Elham. "Tidakkah kamu lihat betapa indahnya pakaian-pakaian itu, Aisyah ?"

"Hmmmm....", gumamnya menoleh kearah etalase toko, aku melihat pakaian-pakaian itu hanya berupa pakaian biasa saja. "Indah ?", batin Aisyah.

"Lihatlah kilauan permatanya yang berkilauan indah jika terkena cahaya !", kata Elham sambil menunjuk kearah etalase toko.

"Permata ?", katanya keheranan.

Aisyah tidak melihat permata-permata yang dimaksud oleh kedua temannya itu, ia hanya melihat pakaian-pakaian polos yang berwarna terang tanpa hiasan permata didalam etalase itu. Aisyah kembali menoleh kearah Elham dan Ishtar, mereka berdua memandangi pakaian-pakaian itu begitu kagumnya dengan mata berbinar-binar.

"Lihatlah renda-renda yang menghiasinya sangat menggemaskan, Aisyah !!", kata Elham lagi.

"Renda ?", gumamnya.

Betapa herannya Aisyah karena hanya melihat pakaian-pakaian polos yang berwarna terang saja dan tidak ada renda-renda yang menghiasinya, apa ada yang salah dengan penglihatannya ini, batinnya atau memang daya imajinasi mereka yang hebat dibandingkan dirinya tapi yang ia lihat memang hanya pakaian-pakaian polos didalam etalase itu.

"Cantiknya !", kata Elham takjub.

"Indah sekali...!", kata Ishtar.

Cantik..., indah.... ?, Aisyah memandangi kedua temannya itu keheranan, lalu muncul sebuah ide dikepalanya. Sebentar..., Aisyah akan memeriksanya diinternet dan membaca ulasan mengenai toko pakaian ini, ia memulai menuliskan nama toko pakaian dibagian pencarian diinternet didalam ponselnya.

"Bagaimana kalau kita melanjutkan jalan-jalan kita untuk melihat hijab-hijab saja, teman-teman ?", kata Aisyah sambil menggandeng kedua tangan mereka dan menariknya untuk berjalan serta menjauh dari toko pakaian itu.

"Aku masih ingin melihat pakaian-pakaian indah itu, Aisyah !", seru Elham kaget ketika aku menarik tangannya.

"Aihhh...!!", kata Aisyah.

"Aku belum puas melihat permata-permata yang sangat cantik itu, Aisyah !!", kata Elham lagi.

"Kita harus cepat-cepat menyelesaikan acara jalan-jalannya karena hari mulai panas, Elham !", ia berseru sembari menarik tangannya untuk berjalan dan menjauh dari etalase toko pakaian.

"Aku tidak merasa kepanasan, Aisyah !!", kata Elham dengan melangkahkan kedua kakinya malas.

"Aku merasakan dingin sekali seperti tersiram air es, hari ini !!", Elham menggigil.

"Dingin ???", tanya Aisyah heran.

Aisyah menghentikan langkah kakinya dan melepaskan tangan mereka berdua. Ia merasakan sengatan sinar matahari yang sangat panas hari ini sedangkan Elham merasakan kedinginan, mengapa apa yang ia rasakan dan yang ia lihat berbeda dari yang mereka berdua lihat dan mereka rasakan hari ini.

"Aku juga merasakan kedinginan, Aisyah ?! Udara disekitarku seperti es, sangat dingin, aku sampai menggigil !", kata Elham lagi lalu mendekap tubuhnya dengan kedua tangannya.

Ketika Aisyah melihat Ishtar yang hanya diam tidak bersuara sedikitpun, dia hanya menolehkan kepalanya kesamping kanan dan kesamping kiri tapi dia hanya memandangi dirinya dengan tatapan kosong, tidak bereaksi dengan ucapan Elham dan dirinya.

"Kedinginan ?", tanyanya lagi pada Elham bingung. "Hari ini sangat panas, Elham. Kamu tidak keliru mengatakannya?", tanya Aisyah.

"Tidak ! Aku tidak merasakan panas sama sekali, Aisyah ! Aku merasakan kedinginan !", kata Elham lagi lalu mendekap tubuhnya.

"Astaga... !!!", batin Aisyah, ia perlahan melepaskan pelukan Elham dan melangkah mundur menjauh dari Elham dan Ishtar.

Keanehan terjadi lagi dan kali ini tidak hanya terjadi diasrama tapi diluar asrama dan sekarang kedua temannya yang mengalami keanehan tersebut. Berarti tidak ada yang salah dengan penglihatannya dan lorong panjang yang ia lihat dilantai atas asrama itu memang ada dan permata itu juga ada hanya saja ia tidak melihatnya tapi kedua temannya yang melihatnya sekarang ini. "Ya, Allah....!!!" gumam Aisyah pelan. "Ada apa ini...?"

Aisyah hanya memegangi dahinya, dan ia merasakan pening sekali, apa yang sedang terjadi padanya. Kenapa banyak kejadian-kejadian aneh yang ia alami semenjak aku bermimpi dipadang pasir itu. Aisyah berjalan meninggalkan kedua temannya dan ia tidak memperdulikan mereka lagi. Aisyah hanya melihat mereka dari kejauhan, mereka berdua masih berdiri mematung didepan toko pakaian dan memandangi pakaian-pakaian itu.

Dia melihat kearah etalase toko yang berubah menjadi deretan pakaian-pakaian mewah yang indah, aku terkejut melihatnya.

"Toko pakaian itu berubah menjadi toko pakaian mewah ?", katanya seorang diri. "Sepertinya aku harus segera pergi meninggalkan tempat ini !!!", Aisyah berjalan melewati deretan toko-toko tanpa menoleh sedikitpun, ia terus berjalan tanpa tujuan. Hatinya gelisah dan pikirannya kacau, ia tidak tahu harus berkata apa lagi.

Ini semua bukan sekedar ilusi tapi kenyataan dan ia mulai berpikir tentang mimpi itu, suara yang tiba-tiba menggema diseluruh padang pasir yang sangat luas yang ada dan ia alami didalam mimpinya itu. Aisyah terus berjalan melewati jalan-jalan dikota ini tanpa memperdulikan apapun lagi, ia berjalan dan terus berjalan tanpa henti, ia tidak sedikitpun menghentikan langkah kakinya.

Aisyah juga tidak merasakan teriknya panas sinar matahari yang menyengat hari ini, ia juga tidak memperdulikan cucuran keringatnya lagi, ia hanya terus berjalan tanpa henti dan didalam keinginanku hanya cepat kembali sampai kekamar tidurnya, dan tujuannya untuk segera sampai keasrama sangat kuat tanpa memperdulikan lagi rasa lelah yang mendera tubuhnya. Berjalan...., dan terus berjalan....

Akhirnya Aisyah sampai, ia berdiri didepan pintu gerbang asrama seorang diri dengan peluh bercucuran membasahi seluruh pakaiannya. Aisyah berdiri mematung memandangi bangunan asrama itu tanpa bergeming. Aisyah hanya menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan. Ia bermimpi aneh ketika ia tinggal diasrama ini dan ia mengalami kejadian-kejadian yang aneh juga karena ia tinggal disini.

"Apa hubungan asrama dengan itu semua ?", batinnya. "Apa yang hendak disampaikan padanya lewat mimpi itu ?"

Aisyah berjalan masuk melewati halaman asrama dan berhenti lagi didepan pintu asrama, ia kembali menarik nafasnya dalam-dalam lalu memegang pegangan pintu untuk membukanya dan ia masuk kedalam asrama.

"Assalamualaikum...!", Aisyah mengucapkan salam pada petugas loket asrama.

"Waalaikumsalam...!!", jawab petugas loket asrama padanya.

"Aku melihat tadi kamu berangkat bersama kedua temanmu, kenapa sekarang kamu pulang sendirian ? Kemana mereka berdua ?", tanya petugas loket.

"Mereka berdua ada urusan yang sangat penting disebuah toko pakaian, jadi aku pulang lebih dulu keasrama !", katanya datar kepada petugas loket asrama itu lalu berjalan masuk kedalam asrama menuju kearah kamar tidur.

"Kalau begitu selamat beristirahat !", kata petugas loket asrama dari kejauhan, Aisyah hanya diam tanpa menyahut ucapan petugas loket asrama padanya.

Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!