Bermimpi...

Makan malam di asrama ini hanya tersedia sepotong roti dan sup kentang serta wortel. Aisyah tidak mengerti kenapa makanan dinegara ini sangat berbeda dari negara asalnya.

Aisyah menyelimuti seluruh badannya, udara disini terasa panas sekali jika siang hari dan jika malam tiba udara terasa sangat dingin sekali.

Asrama ini sangat luas dan gedungnya sangat besar berlantai dua hanya saja bangunannya sangat sederhana serta memiliki peraturan yang lumayan ketat dan penanganannya juga sangat detail, mulai dari ijin keluar-masuk asrama, tata cara makan diasrama, jadwal piket setiap anak-anak yang tinggal diasrama sampai peraturan asrama yang wajib dipatuhi disini serta jam malam diasrama.

Peraturan Asrama juga memberi batasan waktu bagi anak-anak yang tinggal diasrama ini jika keluar dari asrama dan harus ada ijinnya jika ingin berpergian.

Malam ini Aisyah tidak dapat tidur dengan nyenyak, berkali-kali nyamuk datang menggigit mukaku, Aisyah memutar badannya menghadap jendela dan menarik selimut sampai menutupi wajahku.

Udara dikamar semakin dingin, Aisyah berusaha memejamkan kedua matanya dan tidur. Lambat laun Aisyah mulai mengantuk dan tertidur dengan lelapnya.

Aisyah merasakan suasana malam ini sangat berbeda, selain perutnya keroncongan dan nyamuk yang berukuran besar menggigit mukanya ada hal lain yang ia rasakan berbeda malam ini.

Tiba-tiba didalam tidurnya, dia bergumam, "Aku ada dimana ?!", Aisyah melihat hamparan padang pasir yang sangat luas dan tandus disekelilingnya. "Aku juga melayang !"

Seketika Aisyah terbangun dan mendapati dirinya sedang terbang melayang, Aisyah menjadi kebingungan dengan apa yang sedang ia alami, "Benarkah ?", gumamnya dalam hati.

Aisyah melihat kembali kesekitarnya, dan memastikannya kembali jika dirinya benar-benar sedang melayang terbang diudara.

"Aku terbang !!!", pekiknya terkejut seraya melihat kearah bawah. "Aku terbang !"

Dengan senangnya, Aisyah berputar-putar melayang diudara dengan sangat gembira sekali. Aisyah mencoba menggerakkan kedua tangannya dan seraya membentangkan tangannya seperti sayap pesawat lalu mencoba memutar badannya.

"Benar !! Aku bisa terbang melayang diudara!!", ucap Aisyah takjub. "Ah !! Tapi bukankah ini hanya mimpi ?"

"Ini bukan mimpi, Aisyah !", terdengar suara asing menggema diseluruh padang pasir yang sangat luas ini.

Aisyah terkejut dan terjatuh dari posisinya melayang keatas pasir dan ia mulai ketakutan mendengar suara aneh itu.

"Siapa kamu ?", teriaknya ketakutan pada suara aneh tersebut.

Hanya terdengar suara tawa menggema. "Ha...Ha...Ha...Ha...!!!"

Aisyah semakin merinding ketakutan dan mendekap tubuhnya erat dengan kedua tangannya.

"Siapa aku ? Aku adalah dirimu dan dirimu adalah aku tidak ada aku dalam dirimu karena keakuanku berlalu demi keakuan Tuhan !", sahut suara asing yang menggelegar dilangit.

Aisyah merinding mendengar suara aneh itu dan mencoba menggerakkan tubuhnya tapi kedua kakinya sangat kaku.

Suara tawa itu menggema diseluruh padang pasir yang sangat luas ini.

"Keakuan kita adalah bagian dari neraka dan hanya dengan kekuatan Tuhan kita dapat mengalahkannya !!!", kata suara aneh itu lagi.

"Siapa kamu ?", teriak Aisyah ketakutan pada suara aneh tersebut dan Aisyah kembali mendengar suara aneh itu hanya tertawa keras padanya.

"Aku ditempa bukan oleh api dan buih, aku dibentuk bukan oleh debu ataupun embun", suara itu terdengar lagi. "Selamat datang Aisyah !"

Aisyah melihat cahaya terang mengelilingi tubuhnya dan seluruh aliran darahnya terasa panas, tiba-tiba tubuhnya ditarik sangat kuat dan keras dari atas pasir lalu berputar hebat diudara.

Saat ini Aisyah benar-benar merasa sangat panik dan terkejut dengan kejadian ini semua. Ia masih merasakan tubuhnya berputar-putar melayang diudara mengelilingi padang pasir yang tandus ini, ia ketakutan ketika tubuhnya semakin melayang tinggi.

"Tolong aku !!!", teriaknya panik ketakutan. "Aaaahhhh....!!!"

Cahaya terang itu berpendar dari tubuhnya seperti bintang-bintang bercahaya, ia merasakan tubuhnya menjadi ringan dan ia terhempas keras serta merasakan tubuhnya ditarik sangat kuat dan keras.

"Aaaahhh...!!!", jeritnya kesakitan. "Bruuuuukkk...!!!"

Aisyah melihat dirinya sudah terjatuh kebawah dari atas ranjang tidurnya seraya memeluk bantal tidurnya. Aisyah tertegun sejenak ketika menyadari dirinya berada diatas lantai kamar tidurnya. "Apakah aku sedang bermimpi ?" gumamnya pelan lalu menolehkan kepalanya kesamping kanan dan kiri.

Apakah tadi ia bermimpi !? Aisyah kembali memejamkan kedua matanya kemudian membuka kedua matanya dan ia melihat kearah sekelilingnya, ternyata Aisyah masih berada dikamar tidurnya. "Aku tadi bermimpi dan itu hanya sebuah mimpi !", gumamnya seorang diri seraya mencubit pipinya. "Awhhh..., sakit sekali !"

Aisyah bangun dari tempatnya terjatuh dan berdiri sambil membetulkan letak hijabnya. Aisyah membersihkan ranjang tidurku dengan sapu lidi pipih kecil lalu kembali untuk tidur.

"Mimpi yang menakutkan !", ucap Aisyah seorang diri seraya menarik selimutnya. "Aku harap aku tidak bermimpi lagi !!!"

Kemungkinan Aisyah bermimpi aneh karena belum berdoa saja, lalu dia melantunkan ayat-ayat suci dalam hatinya dan mencoba kembali memejamkan kedua matanya sambil menyelimuti tubuhnya dan tertidur dengan lelapnya sampai subuh hari.

Suara pintu kamarnya diketuk keras dari luar dan suara seorang memanggil namanya. "Aisyah !!!"

Aisyah lalu terbangun dari tidurnya bergegas turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamar tidurnya. Dan Aisyah terkejut saat melihat Elham berdiri didepan kamar tidurnya.

"Elham... ???", tanyanya bingung.

"Waktunya berjamaah Aisyah ! Diasrama setiap anak yang tinggal diwajibkan untuk mengikuti jamaah", kata Elham padanya. "Cepatlah !!!"

Aisyah segera mengambil keperluannya untuk berjamaah dan mengganti pakaiannya serta hijabnya dengan cepat.

"Apa kamu tidak membaca kertas peraturan tersebut ?" tanya Elham padanya.

"Aku ?", gumam Aisyah pelan. "Aku belum membaca semua peraturan tersebut !"

Mereka berdua melangkahkan kaki mereka menuju tempat jamaah yang berada diluar gedung asrama.

"Aku tidak melihat Ishtar ?", tanyanya pada Elham. "Apakah dia sakit ?", Aisyah bertanya lagi.

"Tidak, dia tidak sakit hanya sedang berhalangan untuk hadir berjamaah !", jawab Elham.

"Oh...!!", ucap Aisyah polos.

Mereka berdua lalu bergegas masuk kedalam ruangan masjid asrama. Mereka berdua mengambil shaff terdepan untuk berjamaah.

Setelah beberapa jam kemudian, Mereka berdua keluar dari gedung masjid dan berjalan sepanjang lorong asrama.

"Dimana kalau kita mandi disini, Elham ?", tanyanya. "Aku belum tahu letaknya karena kamar mandi didalam kamar tidur tidak ada".

Tiba-tiba Elham terduduk berjongkok dilantai dan menundukkan kepalanya. "Ada apa denganmu, Elham ?", tanya Aisyah panik dan kebingungan. "Apa kamu sakit ? Mana yang sakit, Elham ?"

Aisyah melihat Elham tertawa mendengar ucapannya dan tubuhnya terguncang keras karena tertawa.

"Aisyah !!! Kamu baru menanyakan letak kamar mandi setelah dua hari disini ?", tanyanya geli. "Maaf, maaf aku tidak bermaksud menertawakan dirimu, apakah kamu tidak membersihkan tubuhmu sedari kemarin ?"

Aisyah tersipu malu dan menundukkan kepalanya kebawah. Aisyah tidak tahu bagaimana raut wajahku saat ini, ia benar-benar sangat malu ketika Elham bertanya padanya.

"Aku lupa menanyakan pada Eama ketika pertama datang keasrama ini, aku pikir kamar mandi tersedia didalam kamar tidurku dan aku lupa bertanya karena aku belum terbiasa beradaptasi dengan suasana negara ini !", jawabnya malu.

"Aku akan mengantarkanmu kekamar mandi, Aisyah !", kata Elham menahan tawa sambil merangkul pundaknya. "Jangan malu dan sungkan untuk bertanya padaku, Aisyah mengenai asrama !"

Mereka berdua melangkahkan kaki mereka masuk kedalam asrama dan berjalan menuju kamar tidur Aisyah, tentu saja Aisyah keheranan karena dikamar tidur tidak ada kamar mandi didalam. Mereka berhenti agak jauh dari letak kamarnya.

"Disebelah sini kamar mandinya, aku tahu letak kamar tidurmu berada agak terpisah dari kamar yang lainnya jadi wajar kamu bingung akan bertanya pada siapa ?", kata Elham seraya tersenyum.

"Ehmmm..., aku juga tidak terlalu memperhatikan sekelilingku ?", jawab Aisyah malu. "Dan maaf sudah merepotkanmu !"

"Tidak apa-apa, ini sudah kewajiban kita sebagai teman satu asrama untuk tolong menolong, jangan terlalu dipikirkan !" ucap Elham.

"Terimakasih...", sahut Aisyah.

"Baiklah, aku kembali kedalam kamarku jika kamu mencariku kamarku berada dilantai dua bangunan ini", kata Elham.

Elham lalu berjalan pergi, tapi ketika dia melangkahkan kakinya beberapa langkah dari Aisyah, tiba-tiba Aisyah memanggil Elham kembali.

"Apakah kita boleh bertukar nomer telepon dan akun media sosial, Elham ?", tanya Aisyah malu-malu.

Elham membalikkan badannya menghadap kearahnya dan menatapnya lama lalu tersenyum senang. "Tentu, Aisyah !", sahutnya seraya tersenyum ramah.

Aisyah berjalan mendekat kearah Elham seraya mendekatkan ponsel miliknya kearah ponsel Elham dan ia sambil tertawa kecil ketika Elham dengan suka rela menanggapi permintaannya dengan sangat senang gembira.

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

kuliah dimana sih aisyah

2022-08-28

1

Aries Kurniawati

Aries Kurniawati

z

2022-05-10

1

lihat semua
Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!