ASTAGA....

Tengah malam telah tiba dan Aisyah terjaga dari tidur lelapnya lalu menatap keatas langit.

"Wahai jam antik, apakah kamu sedang tertidur ?", kata Aisyah sambil menoleh kearah jam antik disampingnya berbaring.

"Ada apa, Aisyah ?", kata jam antik itu.

"Ini sudah waktunya kita pergi ke rumah pria berjubah putih itu, ini waktu yang sangat tepat buat kita melihatnya dari dekat !", kata Aisyah bangun dan duduk sambil memandangi kearah bawah.

"Oh..., maaf aku hampir melupakan nya, nona Aisyah !", kata jam antik itu lalu melayang berputar-putar.

"Apa yang sedang kamu lakukan sekarang dengan berputar-putar melayang seperti itu ?", kata Aisyah.

"Aku akan membawa kita kedalam rumah tuan agung iru, nona Aisyah !", kata jam antik itu lagi.

"Kalau begitu cepatlah ! Jangan membuang-buang waktu lagi, karena kesempatan kita hanya saat ini !", kata Aisyah berseru.

"Baiklah, nona Aisyah", kata jam antik itu lagi.

"Cepatlah !!! Waktu kita tinggal sedikit !", kata Aisyah cemas.

"BHALAZAAMMM...!"

Aisyah melihat dirinya terbang melayang menembus kedalam sebuah rumah dan ia telah berada didalam sebuah ruangan dengan temaram cahaya lilin menerangi tempat ini.

Pelan-pelan Aisyah memasuki ruangan kamar tidur ini dan berhati-hati agar tuan agung itu tidak terbangun dari tidurnya.

"Benarkah ini kamar pria berjubah putih itu ?", kata Aisyah setengah berbisik pelan sambil menoleh kearah sekelilingnya.

"Itu tuan ku yang agung, nona Aisyah, lihatlah kesana !", kata jam antik itu padanya.

"Hei..., jangan pergi terlalu dekat dengannya..", kata Aisyah menarik jam antik itu dengan cepat.

Aisyah melihat kearah pria berjubah putih itu yang sedang tertidur diatas tempat tidur kayu beralas kain tipis. "Untunglah orang itu tertidur lelap, meski jam antik kuno itu mendekati dirinya !?", batin Aisyah seraya menghela nafas panjang.

"Ada apa nona Aisyah !?", ucap jam antik kuno.

"Kita bisa membuat nya terbangun dan kamu tidak dapat melihatnya lagi jika dia tahu kita ada didalam sini !", bisik Aisyah pelan.

"Maaf, aku melupakan itu, nona Aisyah !", kata jam antik itu.

"Hmm..., apakah kamu melihat jam saku yang sama dengan mu itu ?", kata Aisyah sambil menoleh kearah sekeliling tempat ini.

"Untuk apa kita melihatnya, nona Aisyah ?", kata jam antik itu terheran.

"Aku hanya ingin melihatnya saja, apakah jam itu memang dirimu, wahai jam antik ?", kata Aisyah sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang.

"Kamu memang benar, nona Aisyah !", kata jam antik itu. "Kita harus melihatnya secepatnya sebelum, tuanku itu terbangun !"

"Benar, tapi tetaplah berhati-hati, aku juga penasaran bagaimana asal muasal dirimu menjadi sebuah jam antik yang ajaib !", kata Aisyah sambil mengedarkan pandangannya kearah sekeliling ruangan kamar ini.

Aisyah terus mencari-cari kesekeliling ruangan kamar tidur ini tapi kamar ini benar-benar kosong, tidak ada barang apapun didalam kamar ini bahkan lemari pakaian saja tidak ada.

Aisyah berjalan pelan mendekati tempat tidur pria berjubah putih itu seraya mencari jam saku itu yang pria itu beli dari pengrajin perhiasan itu.

"Aha... !", kata Aisyah pelan ketika menemukan jam saku yang mirip dengan jam antik miliknya ini. "Ini dia, jam saku yang mirip dengan mu, wahai jam antik !"

Aisyah mengamati jam itu lebih dekat dan memang benar jika jam saku itu adalah jam antik itu tapi penampilannya tidaklah sekusam jam antik miliknya ini, jam itu masih terlihat masih mengkilat dan warna emasnya masih terang dibanding jam antik itu.

Tampak Aisyah berjalan menghampiri ranjang tuan agung besar yang tidur pulas.

"Jam saku itu memang benar dirimu, wahai jam antik ! Orang ini adalah tuan mu yang telah membeli mu dari pengrajin perhiasan itu", kata Aisyah berbisik pelan.

"Benar, nona Aisyah....?", kata jam antik itu lesu.

Aisyah menoleh kearah jam antik itu heran ketika melihat jam kuno itu tampak menjauh dari pria berjubah putih itu dan ia merasakan jam itu tidak senang.

"Ada apa dengan mu, apa kamu baik-baik saja ?", kata Aisyah cemas.

"Tidak apa-apa, nona Aisyah !", kata jam antik itu tidak bersemangat.

"Aihhh....! Apakah kamu sedang cemburu pada kembaran mu itu ?", kata Aisyah mulai menyadarinya.

Jam itu hanya terdiam dan terbang melayang-layang diatas ruangan ini, dan tidak menjawab perkataan Aisyah padanya. Aisyah menatap kearah jam antik kuno itu dengan perasaan geli bercampur kesal melihat reaksi dari jam antik kuno.

"Aissshhh..., yang benar saja ada sebuah jam memiliki perasaan ?", kata Aisyah sambil menepuk dahinya kesal.

"Aku sedih karena aku tidak bisa menemani tuan ku itu lagi dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan ?", kata jam antik itu pilu.

"Astaga ! Ini adalah masa lalu dan apa yang kita lihat adalah sebuah masa lalu !", kata Aisyah mengingatkan pada jam ajaib itu yang sedang melayang berputar-putar itu.

"Aku tidak akan menjawab perkataan mu, nona Aisyah !", kata jam antik itu.

"Astaga..!", kata Aisyah sambil menoleh kearah pria berjubah putih itu.

Aisyah melihat pria itu terlelap sekali dan orang itu benar-benar tidak menyadari kehadirannya dikamar ini dan ia menoleh kearah jam antik itu lagi.

Ternyata benda juga mempunyai perasaan yang peka, seandainya jika semua benda seajaib jam antik itu mungkin manusia bisa memahami sikap semua benda disekitarnya sehingga kita bisa mengetahui perasaan mereka semua.

Mungkin...

"Lihatlah, tuan itu meletakkan dirimu diatas selembar kain putih dan ada tulisan diatas kain putih itu !", kata Aisyah berbisik sambil mendekatkan wajahnya kearah jam saku itu.

"Benar sekali nona Aisyah dan aku baru mengetahuinya sekarang !", kata jam antik kuno terkejut.

"Ini adalah tulisan kuno, aku tidak bisa membacanya, apakah kamu tahu makna tulisan ini ?", kata Aisyah pelan.

"Itu adalah tulisan dalam bahasa Persia yang menyerupai sebuah mantera pelindung !", kata jam antik itu sambil melayang mendekat kearahnya.

"Hmmmm...", kata Aisyah bergumam.

"Kita tidak bisa sembarang menyentuh jam saku itu, nona Aisyah !", kata jam antik itu.

"Apakah tulisan itu memiliki makna atau ada artinya ?", kata Aisyah pelan.

"Tulisan itu berbunyi, " TAKDIR ADALAH TAKDIR MU DAN MAMPU MENGUBAH TAKDIR BURUK MENJADI TAKDIR BAIK !", kata jam antik itu.

"Seperti sebuah mantera memang jika kita membacanya atau semacam sebuah pesan yang sengaja ingin pria itu tinggalkan kepada pemilik jam saku selanjutnya...", kata Aisyah dan hal ini semakin membuatnya penasaran.

"Benar, nona Aisyah !", kata jam antik itu lagi. "Aku sudah mengatakan pada mu jika tuan itu bukanlah orang sembarangan dan tuan itu adalah seorang yang agung".

Aisyah hanya tersenyum lebar kearah jam antik itu, apa benar jika pria yang tertidur lelap dihadapannya itu adalah seorang pria hebat. Aisyah belum menyelesaikan pengamatannya, ia melihat pria itu bergerak dari tidurnya dan terbangun menatap kearahnya.

Seluruh tubuh Aisyah berubah menjadi kaku sekaku sebuah patung dan tenggorokkannya terasa tercekat tanpa mampu bersuara.

"Siapa kamu ???", kata pria itu kepada Aisyah yang berdiri tepat dihadapannya.

Marah, pria bersorban putih serta berjubah putih itu terlihat sangat marah saat mengetahui seseorang menerobos masuk kedalam kamar tidur pribadinya.

"Apa ?", kata Aisyah terkejut dan ia melihat pria itu duduk dari tempat tidurnya dan memandangi kearahnya dengan tatapan yang sangat tajam menusuk.

"Siapa kamu ??", kata pria itu lagi.

"Wahai jam antik, mari kita pergi dari sini secepatnya !!!", teriak Aisyah ketakutan pada jam antik itu.

"Jangan Lari !!!!", teriak pria itu.

"CEPAAAAATT... !!!!", teriak Aisyah lagi.

"BHALAZAAAAMMM....!!!", kata jam antik itu cepat.

Aisyah melihat pria itu juga terbang kearahnya dan ia mendengar pria berjubah putih itu meneriakkan sesuatu yang mirip dengan yang diucapkan jam antik itu.

Tiba-tiba keluar sebuah cahaya terang dari dalam tangan pria bersorban putih serta berjubah putih itu.

"BHALAZAAMMM.... !!!", terdengar pria itu juga mengatakan kata-kata yang sama seperti jam antik itu.

Aisyah mendengar seperti suara ledakan yang keras dan saling berbenturan. "JEDAAARRRRR....!!!"

Aisyah terpental jauh ke atas langit dan ia merasakan seluruh tubuhnya terasa terbakar panas, ia hanya melihat dirinya terbang melayang jauh dan ia tidak mampu bersuara.

Tubuh Aisyah bergerak ringan diudara dan ia merasakan seluruh tubuhnya mati rasa tanpa mampu berbuat apa-apa selain hanya diam dan terdiam.

"Apa yang sedang terjadi....?", batin Aisyah dalam hati dan ia merasakan lidahnya kelu sekali.

Tubuhnya terpental sangat keras dan sangat jauh, ia melihat bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu melesat kencang kearahnya dan mengejar dirinya yang terpelanting keras.

Hanya bisa melihat semua kejadian yang ia alami dan hanya bisa menerimanya tanpa mampu melawannya. Ia memejamkan kedua matanya sambil menahan rasa sakit yang mendera seluruh tubuhnya.

"Astaga..", tubuhnya mati rasa.

Aisyah melihat dirinya berlahan terbaring diatas bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu yang terhempas keras dan ia hanya bisa terdiam tanpa bergerak sedikitpun, tubuhnya terasa terbakar panas serta gemetaran.

Asap hitam tampak mengelilingi seluruh tubuh Aisyah yang terbakar dan terasa panas sekali.

"BRUUKK..... !!", terdengar suara tubuhnya jatuh terbaring diatas bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu.

Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!