Mengikuti perjalanan ini....

"Mari kita keluar dari tempat ini, nona Aisyah !", kata jam antik itu padanya.

"Baiklah, mari kita pergi dari tempat ini !", kata Aisyah semangat.

"BHALAZAMMM..!!", kata jam antik itu.

Aisyah melihat dirinya terbang melayang keluar dari dalam bangunan berdinding keramik berwarna-warni itu lalu mendarat diatas bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu.

"Aku ingin mengikuti pria berjubah putih itu, wahai jam antik !", kata Aisyah.

"Jangan, nona Aisyah !", kata jam antik itu mencegahnya.

"Kenapa ?", kata Aisyah heran.

"Pria berjubah putih itu bukan orang sembarangan, nona Aisyah !", kata jam antik itu.

"Maksudmu ?", tanya Aisyah penasaran.

"Pria berjubah putih itu bukan orang biasa, nona Aisyah. Pria itu adalah seorang pemimpin dinegeri ini meski dia adalah seorang sufi agung", kata jam antik itu mengingatkan.

"Bagaimana kamu bisa tahu, bukankah pria itu adalah tuan yang ingin kamu kunjungi ?", kata Aisyah heran.

"Memang benar aku ingin sekali menjumpai tuanku itu tapi ini sangat berbahaya, aku takut dia akan mengetahui keberadaan kita dan kita tidak akan bisa kembali lagi ke waktu nona Aisyah berasal !", kata jam antik itu.

"Tidak bisa kembali lagi ke jaman kita datang lagi, maksud mu kita tidak bisa pulang lagi jika kita ketahuan ?", kata Aisyah panik.

"Benar, nona Aisyah !", kata jam antik itu lagi.

"Aaahhhk...., ini benar-benar sangat rumit dan merepotkan saja !", kata Aisyah kesal sambil menggaruk kepalanya.

"Tenanglah, nona Aisyah !", kata jam antik itu padanya.

"Bagaimana kita bisa mengetahui kelanjutan cerita mu ini, wahai jam antik jika kita berhenti disini ?", kata Aisyah sambil memandangi jam antik itu.

"Aku akan mencari sebuah ide, nona Aisyah, agar kita bisa mengikuti tuanku itu tanpa diketahui olehnya !", kata jam antik itu lalu berputar-putar.

Aisyah melihat sekeliling jam antik itu dipenuhi warna pelangi dan kelap-kelip bintang yang bersinar lalu ia melihat jam antik itu mendekatinya.

"Lihatlah nona Aisyah !", kata jam antik itu padanya.

Aisyah melihat kearah tubuhnya dan ia telah berganti pakaian dengan jubah panjang berwarna hitam dan ia mengenakan hijab warna hitam.

"Aku mengubah pakaian nona Aisyah dengan cara berpakaian orang-orang dinegara ini, Persia !", kata jam antik seraya terbang melayang kearahnya.

"Wow...! Ini sangat keren sekali", kata Aisyah bersemangat lagi.

"Aku sengaja mengubah pakaian nona Aisyah agar kamu tidak terlalu mencolok jika berjalan dikota ini", kata jam antik itu padanya.

"Lalu bagaimana caranya kita mendekati pria berjubah putih itu agar kita tidak sampai ketahuan !", kata Aisyah sambil menoleh kearah jam antik.

"Sebentar, aku akan berpikir sejenak", kata jam antik.

"Baiklah,...!", kata Aisyah sambil memandangi pakaian yang sedang ia kenakan ini.

Suasana diruangan ini agak gelap, tidak ada lampu sama sekali. Aisyah memperhatikan ruangan ini, sepi dan senyap.

"Kita ada dimana, wahai jam antik ?", kata Aisyah sambil mengeluarkan jam antik itu dari dalam saku jubahnya.

"Ini kantung ajaib, nona Aisyah !", kata jam antik itu. "Kita berada disebuah kantung ajaib ciptaanku !"

"Kantung Ajaib ???", kata Aisyah kaget seraya mengedarkan pandangannya kearah sekeliling ruangan ini.

"Benar !", kata jam antik itu lagi.

"Menarik sekali idemu, wahai jam antik !", kata Aisyah.

"Aku sengaja membuat kantung hitam ini agar kita tidak ketahuan jika kita sedang mengikuti pria berjubah putih itu karena kantung ini tidak ada yang bisa melihatnya !", kata jam antik itu padanya.

"Benarkah ?", kata Aisyah penasaran.

Aisyah melihat kearah ruangan ini lagi, dan ia berada didalam sebuah kantung ajaib, pikirnya lagi. Ini sangat menarik !

Tampak seorang pria bersorban putih serta berjubah putih sedang berjalan seorang diri disebuah jalan menuju pemukiman penduduk.

"Hei..., itu dia, tuan pemilikmu !", Aisyah berseru seraya menunjuk kearah seorang pria berjubah putih itu.

"Benar, itu tuanku, tuan yang telah membeliku dari pengrajin perhiasan itu !", kata jam antik itu.

"Apakah mengikuti dia tidak akan terjadi apa-apa, bukankah kata mu akan sangat berbahaya jika kita membututinya ?", katanya lagi.

"Tidak ! Tidak akan ada yang dapat mengetahui keberadaan kita, sehebat apapun itu orangnya !", kata jam antik.

"Benarkah ?" kata Aisyah.

"Karena aku membuat kantung hitam ini tidak kasat mata dan aku telah memberi mantera pelindung diseluruh kantung hitam ajaib ini !", kata jam antik itu lagi.

"Oh, aku mengerti !", kata Aisyah paham.

Aisyah berjalan membuntuti pria berjubah putih itu dari belakang ketika pria itu berjalan melewati sebuah jalan setapak, ia melihat pria itu menoleh kearah belakang.

Tanpa disadari Aisyah turut serta menghentikan langkah kakinya saat pria bersorban putih serta berjubah putih itu berhenti dan berbalik arah.

"Apakah pria itu menyadari jika kita membuntuti dirinya ?", katanya berbisik pelan pada jam antik itu.

"Tidak, tidak mungkin tuan itu mengetahui keberadaan kita, nona Aisyah !", kata jam antik itu pelan.

Aisyah terpaku kaku saat pria berjubah putih itu melangkah kearahnya yang sedang berdiri beberapa meter darinya, keringat dingin mulai menyerangnya.

Tubuh Aisyah menjadi kaku dan sulit untuk digerakkan meski mereka sedang berada dikantung ajaib yang tidak terlihat tetapi rasanya pria bersorban putih serta berjubah putih itu mampu menembus penglihatannya kedalam kantung ajaib ini.

"Tuhan...., tolonglah kami....!", kata Aisyah gemetaran.

Aisyah melihat pria berjubah putih itu semakin berjalan mendekat kearahnya. Pria itu mulai curiga dan mengerutkan dahinya kearah Aisyah berdiri dan jam antik kuno yang sedang melayang diatasnya.

Pria bersorban putih serta berjubah putih berdiri tegak dihadapan mereka dengan pandangan yang penuh kewaspadaan.

"Siapa disana ?", kata pria berjubah putih itu. "Keluarlah !"

Aisyah terkejut mendengar pria berjubah putih itu berbicara seorang diri dan mulai menaruh curiga, "Bagaimana ini !?", batin Aisyah cemas.

"Siapa...?", pria itu setengah berteriak sambil melangkah kearah Aisyah dan jam antik kuno yang berada didalam kantung ajaib.

"Wahai jam antik, bagaimana kalau kita segera pergi meninggalkan tempat ini sejauh mungkin ?", kata Aisyah pelan.

"Sepertinya itu ide bagus, mari kita segera pergi dari sini, nona Aisyah !", kata jam antik itu berbisik.

"He...He..! Cepatlah sebelum pria berjubah putih itu mencabut hak hidup kita, wahai jam antik !", kata Aisyah lanjut. "Cepatlah... !!!"

"BHALAZAAAMMMM....!!", kata jam antik itu bersamaan munculnya asap putih, dan mereka menghilang dari tempat itu.

Mereka muncul disebuah atap rumah penduduk kota ini, dan tampaknya mereka sudah sangat jauh dari pria berjubah putih itu, ia melihat sekelilingnya.

Aisyah kini berada diatas rumah lagi, dan itu sama seperti sebelumnya mereka selalu muncul diatap rumah penduduk, seperti sebuah kebiasaan bagi Aisyah kini dan memang Aisyah sadari jika tempat teraman buat mereka adalah ketinggian.

"Bagaimana tuan itu mengetahui keberadaan kita, bukankah kamu menjamin kantung hitam ajaib ini tidak dapat terdeteksi oleh tuan itu ?", kata Aisyah bingung.

"Aku sendiri tidak memahaminya, nona Aisyah ! Ini juga sangat aneh ?", kata jam antik itu.

"Apa yang kamu katakan benar jika pria berjubah putih itu bukan orang sembarangan dan tuan itu bisa merasakan keberadaan kita meski kita tidak terlihat olehnya !", kata Aisyah kagum.

"Itu yang aku takutkan, nona Aisyah jika kita ketahuan membuntutinya, tuan itu tidak akan melepaskan kita !", kata jam antik itu cemas.

"Perjalanan waktu ini tampaknya sangat berbahaya buat kita, dan kita harus berhati-hati !", kata Aisyah serius.

"Maafkan aku, nona Aisyah, ini semua ideku dan menyebabkan semua kekacauan ini !", kata jam antik itu.

"Tenanglah, ini bukan kesalahan mu, aku rasa kita tidak bisa membuntuti pria berjubah putih itu lagi karena terlalu berbahaya jika kita sampai ketahuan !", kata Aisyah sambil memandangi jalan-jalan di kota ini dari atas sini.

"Terimakasih, nona Aisyah, kamu telah membantuku mengetahui asal usul ku !", kata jam antik itu. "Maaf telah merepotkanmu !"

"Tidak banyak yang aku lakukan, wahai jam antik, aku hanya menemani mu menemukan kejelasan kisah mu", kata Aisyah sambil memandangi jam antik ditangannya.

"Tidak, nona Aisyah ! Kamu tetap telah membantuku meski hanya menemani ku saja mencari kebenaran asal muasal ku, tetap itu berarti, nona Aisyah !", kata jam antik itu.

"Aku juga berterimakasih pada mu telah memberiku petualangan yang sangat seru ini, wahai jam antik !", kata Aisyah sambil tersenyum.

Aisyah memandangi langit diatas sana yang penuh bertaburan bintang-bintang yang sangat indah dilangit sana, dan hari mulai gelap.

Tak terasa perjalanan waktu ini telah memakan banyak waktu mereka sampai hari berganti malam dan suasana diseluruh kota terlihat mulai kehilangan cahaya matahari dan berganti dengan cahaya lentera yang tergantung didepan rumah-rumah penduduk dinegeri Persia ini.

"Bagaimana kalau kita melanjutkan rencana kita esok hari sebelum fajar terbit karena pria berjubah putih itu pasti masih tertidur sangat lelap ?", kata Aisyah memberi ide.

"Benar, tuan ku itu pasti masih tertidur lelap karena tuan ku itu biasa tidur larut malam setelah menulis !", kata jam antik.

"Baiklah, kita mencari tempat aman untuk beristirahat", kata Aisyah mulai bersemangat lagi.

"Aku akan membuat tempat istirahat untuk kita malam ini, nona Aisyah", kata jam antik.

"Baiklah...!", kata Aisyah menurut.

"BHALAZAMMM...!"

"Selamat malam... !", ucap Aisyah pada jam antik ditangannya itu dan ia tersenyum padanya.

"Selamat malam, nona Aisyah !", kata jam antik itu menjawabnya.

"Terimakasih telah membuat tempat istirahat untukku !", kata Aisyah tersenyum kecil.

"Sama-sama nona Aisyah !", sahut jam antik kuno terdengar sangat senang.

Saat ini Aisyah sudah berada diatas bunga Tulip kuning berukuran raksasa itu lagi dan berbaring diatasnya sambil menikmati pemandangan langit diatas sana dari tempatnya terbaring, dan kali ini bunga Tulip kuning raksasa, sekarang telah ditutupi sebuah pelindung transparan yang menutupi seluruh permukaan bunga Tulip sehingga ia tidak merasa kedinginan diatas sini lagi.

Aisyah perlahan-lahan memejamkan kedua matanya untuk beristirahat sampai menjelang tengah malam hari. Bunga Tulip kuning raksasa bergerak melayang pelan diatas langit seperti sedang mengayun-ayunkan mereka yang tertidur lelap.

Episodes
1 Assalamualaikum...
2 Baba...
3 Bermimpi...
4 Kamar mandi yang bermasalah...
5 Berkunjung kekamar teman....
6 Misterius....
7 Kedai kebab...
8 Berpergian....
9 Sebuah petunjuk....
10 Jatuh tertidur....
11 Jam antik....
12 Perjalanan waktu....
13 Negeri yang elok....
14 Ternyata akulah pemilikmu...
15 Aku tidak mampu berkata....
16 Mengikuti perjalanan ini....
17 ASTAGA....
18 Apa yang harus aku takutkan....
19 Labirin waktu....
20 Siapakah dirimu....
21 Munculnya Cahaya Ajaib....
22 Penginapan kuno
23 KARAVAN SARA...
24 Persiapan Festival...
25 Menyambut Musim Semi....
26 FESTIVAL NOWRUZ....
27 Dari mana datangnya AIDL...
28 Karam Baba...
29 Mengikuti Pria Asing...
30 BINTANG ROH....
31 Kembali ke penginapan...
32 Terluka...
33 KERUSAKAN...
34 Tanda dalam mimpi.....
35 Sebuah Cermin....
36 Apa Fungsinya Coba....
37 Teleportasi...
38 Rumah...
39 CHAOS...
40 Sisi Romantis Seorang Tuan...
41 Kekuatan Baru...
42 Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43 TAMAN KOLAM...
44 Kupu-Kupu Cantik....
45 Waktu Berhenti...
46 Permainan Dimulai...
47 Mari Kita Bertaruh...
48 Siapa Yang Menang kali ini...
49 Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50 Kunci Ketiga...
51 Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52 Semua hanya Bayangan...
53 Pertempuran dipintu ketiga...
54 Danau Merah...
55 TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56 IKAN ADU SIAM RAKSASA
57 Aku Mampu Menaklukkannya...
58 PINTU KEEMPAT
59 Anemon Cantik ...
60 Mimpi...
61 Sosok Berjubah Putih...
62 Pembicaraan Yang Manis
63 Taman Halus...
64 Harimau Raksasa Putih Metalik
65 PUTARAN GULALI
66 Terjebak...
67 Lemparan Manisan...
68 Perisai Pelindung Aisyah...
69 Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70 Munculnya Cermin...
71 Cermin Ajaib milik Aisyah...
72 Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73 Mencari Dan Menemukan...
74 Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75 Kesembuhan...
76 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77 Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78 Raksasa Foxglove...
79 Haruskah Melawannya...
80 Negoisasi Tercapai...
81 Roller Coaster Gulali...
82 Roller Coaster Gulali Ke-2...
83 Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84 Ramuan Ajaib...
85 Kembali Ke Istana Awan...
86 Koma...
87 Bangkit Dari Koma...
88 Terkuncinya Pintu Keempat ...
89 Ketiga Benda Asing...
90 Keluar Dari Pintu Keempat...
91 Genangan Air...
92 Memecahkan Kode...
93 Tuas Pengungkit...
94 Mendapatkan Anemon Laut...
95 Peliharaan Baru Aisyah...
96 Ayo ! Segera Pergi...
97 PINTU KELIMA...
98 Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99 Benda Kilat Kuncinya...
100 Sebuah Pintu
101 Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102 Robot Emas...
103 BOCAH KECIL DI JALANAN...
104 BOCAH KECIL BAGIAN 2
105 Melanjutkan Perjalanan...
106 BUKU PETUNJUK...
107 PENJAGA PINTU KELIMA
108 Pedang Awan Putih
109 Tiga Jin Angin Topan
110 Mengendalikannya...
111 BADAR...
112 Istana Emas...
113 Perangkap Istana Emas...
114 Dalil Yang Menyesatkan...
115 GARUDA...
116 Bertarung...
117 Jam Antik Kuno Berputar...
118 PERSIA...
119 Tabib...
120 Kembali Ke Karavan Sara...
121 Aidl...
122 Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123 SEMBUH !
124 Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125 Tuan Agung Yang Sama...
126 BILQIS...
127 Menghindari Kehancuran Kota...
128 Pusaka Yang Menakutkan...
129 BARTER...
130 Melakukan Perjalanan...
131 Ke Kota Susa...
132 Mengajak Keroshy...
133 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134 Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145 Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146 Awal Di Pagi Hari
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Assalamualaikum...
2
Baba...
3
Bermimpi...
4
Kamar mandi yang bermasalah...
5
Berkunjung kekamar teman....
6
Misterius....
7
Kedai kebab...
8
Berpergian....
9
Sebuah petunjuk....
10
Jatuh tertidur....
11
Jam antik....
12
Perjalanan waktu....
13
Negeri yang elok....
14
Ternyata akulah pemilikmu...
15
Aku tidak mampu berkata....
16
Mengikuti perjalanan ini....
17
ASTAGA....
18
Apa yang harus aku takutkan....
19
Labirin waktu....
20
Siapakah dirimu....
21
Munculnya Cahaya Ajaib....
22
Penginapan kuno
23
KARAVAN SARA...
24
Persiapan Festival...
25
Menyambut Musim Semi....
26
FESTIVAL NOWRUZ....
27
Dari mana datangnya AIDL...
28
Karam Baba...
29
Mengikuti Pria Asing...
30
BINTANG ROH....
31
Kembali ke penginapan...
32
Terluka...
33
KERUSAKAN...
34
Tanda dalam mimpi.....
35
Sebuah Cermin....
36
Apa Fungsinya Coba....
37
Teleportasi...
38
Rumah...
39
CHAOS...
40
Sisi Romantis Seorang Tuan...
41
Kekuatan Baru...
42
Kekuatan yang sangat menyeramkan...
43
TAMAN KOLAM...
44
Kupu-Kupu Cantik....
45
Waktu Berhenti...
46
Permainan Dimulai...
47
Mari Kita Bertaruh...
48
Siapa Yang Menang kali ini...
49
Petunjuk dari Sistem Kabut Istana Awan Putih...
50
Kunci Ketiga...
51
Kembali Ke Masa Lima Tahun yang Lalu...
52
Semua hanya Bayangan...
53
Pertempuran dipintu ketiga...
54
Danau Merah...
55
TOPI BERWARNA MERAH YANG CANTIK...
56
IKAN ADU SIAM RAKSASA
57
Aku Mampu Menaklukkannya...
58
PINTU KEEMPAT
59
Anemon Cantik ...
60
Mimpi...
61
Sosok Berjubah Putih...
62
Pembicaraan Yang Manis
63
Taman Halus...
64
Harimau Raksasa Putih Metalik
65
PUTARAN GULALI
66
Terjebak...
67
Lemparan Manisan...
68
Perisai Pelindung Aisyah...
69
Pasir Penghisap Dari Cokelat...
70
Munculnya Cermin...
71
Cermin Ajaib milik Aisyah...
72
Dinding Dasar Taman Halus yang kokoh...
73
Mencari Dan Menemukan...
74
Danau Fantasi Dalam Dunia Mimpi Tanpa Batas...
75
Kesembuhan...
76
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian I...
77
Bentangan Tanaman Menjalar Bagian II
78
Raksasa Foxglove...
79
Haruskah Melawannya...
80
Negoisasi Tercapai...
81
Roller Coaster Gulali...
82
Roller Coaster Gulali Ke-2...
83
Roller Coaster Gulali Bagian Ke-3...
84
Ramuan Ajaib...
85
Kembali Ke Istana Awan...
86
Koma...
87
Bangkit Dari Koma...
88
Terkuncinya Pintu Keempat ...
89
Ketiga Benda Asing...
90
Keluar Dari Pintu Keempat...
91
Genangan Air...
92
Memecahkan Kode...
93
Tuas Pengungkit...
94
Mendapatkan Anemon Laut...
95
Peliharaan Baru Aisyah...
96
Ayo ! Segera Pergi...
97
PINTU KELIMA...
98
Cara Mengangkatnya Ternyata Unik...
99
Benda Kilat Kuncinya...
100
Sebuah Pintu
101
Pintu Di Dalam Pintu Kelima...
102
Robot Emas...
103
BOCAH KECIL DI JALANAN...
104
BOCAH KECIL BAGIAN 2
105
Melanjutkan Perjalanan...
106
BUKU PETUNJUK...
107
PENJAGA PINTU KELIMA
108
Pedang Awan Putih
109
Tiga Jin Angin Topan
110
Mengendalikannya...
111
BADAR...
112
Istana Emas...
113
Perangkap Istana Emas...
114
Dalil Yang Menyesatkan...
115
GARUDA...
116
Bertarung...
117
Jam Antik Kuno Berputar...
118
PERSIA...
119
Tabib...
120
Kembali Ke Karavan Sara...
121
Aidl...
122
Mengembalikan Ingatan Aisyah...
123
SEMBUH !
124
Mencari Keberadaan Tuan Agung itu...
125
Tuan Agung Yang Sama...
126
BILQIS...
127
Menghindari Kehancuran Kota...
128
Pusaka Yang Menakutkan...
129
BARTER...
130
Melakukan Perjalanan...
131
Ke Kota Susa...
132
Mengajak Keroshy...
133
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part I...
134
Perjalanan ke tujuh mata air Part II...
135
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part III...
136
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IV...
137
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...
138
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VI...
139
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VII...
140
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part VIII...
141
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part IX...
142
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part X...
143
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XI...
144
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XII...
145
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part XIII...
146
Awal Di Pagi Hari

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!