Alea sedikit tersenyum dengan wajah yang lega..ini pertama kalinya ia tertawa lepas bersama dengan Adam...
''Ehm....mengapa kau terus menatapku dan tertawa...apakah ada sesuatu di wajahku hingga membuatmu lucu..''
Alea mengigit bibirnya...ia pun tersenyum salah tingkah..meski ia tau ini sungguh tidak mudah namun, Alea merasa bahagia karna bisa bersama Adam pria yang di sukainya..pria yang selalu ada untuk membantunya,..ketika ia dalam pelariannya Adam selalu ada untuk dirinya...membawakan makanan, membantu jualannya....Adam ada di saat titik terendah hidupnya dan Alea sungguh bersyukur untuk itu..
''Kau semakin tampan saja..''balas Alea malu-malu...
Adam menoleh dan terkekeh geli melihat Alea sudah mulai berani menggodanya, sebelah tangannya memegang stir mobil namun sebelah tangannya menggenggam tangan Alea dengan erat...ia tau ini tak mudah namun bukan berarti tidak mungkin bukan...?
Polisi akan membantu mereka dan ia yakin itu....
''Kau gadis yang paling cantik yang pernah aku temui....aku ingin kau tau jika aku...sangat menyukaimu...''bisik Adam tulus...
Alea menutup senyumnya ketika ia membayangkan sosok Darren...apakah pria itu sadar jika dia telah pergi...? Alea lalu membalikan tubuhnya mencoba menatap ke belakang mobil mereka mungkin saja anak buah Darren sedang membuntuti mereka..kalau ya maka mereka tak akan bisa lari...dan ia akan tamat...Darren akan menyiksanya....
Namun..tak ada satu mobil pun yang mengikuti mobil mereka..semua tampak normal dan semoga Darren menyerah kepadanya...
Alea melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah...menyadari kemarahan Darren membuat tubuhnya merinding...
''Alea....''
''Yah...''
Adam menoleh dan membelai rambut panjang Alea dengan sayang...sungguh ia sangat menyayangi gadis ini..dan berharap mereka selalu bersama...
''Apa yang kau pikirkan...'' tanya Adam dengan senyum lembutnya...
Alea menyentuh jemari Adam dan menggenggamnya dengan sedih....ia menatap Adam...
''Jika memang kita tidak bisa pergi bersama aku harap..kau bisa hidup lebih baik Adam...aku berharap kau bisa melanjutkan apa yang menjadi keinginanmu...aku selalu akan mendoakanmu Adam..''
Adam menarik tangannya dan tersenyum...
''Apa arti masa depanku tanpamu Alea...? bahkan aku sama sekali tidak yakin...dengarkan aku Alea..aku tak akan pergi tanpa dirimu aku ingin kita pergi bersama meninggalkan kota ini meninggalkan negara ini Alea...yakinlah padaku aku bisa membahagiakanmu..''
''Ciehh...kau sangat dewasa ketika berbicara,.....''bisik Alea tersenyum...
Adam lalu mengecup punggung tangan Alea dengan sopan...
''Aku bersungguh-sungguh Alea..pernahkah kau membayangkan jika suatu saat nanti kita akan menikah setelah selesai kuliah...? apakah kau pernah membayangkan jika kita akan terus bersama...kita akan punya anak dan.......''
''Semua sangat indah Adam...aku membayangkannya percayalah..''ucap ALea menenangkan..
''Setelah dari kantor polisi kita akan langsung ke bandara...'' Adam semakin mempercepat laju mobilnya hingga Alea menoleh...
''Mengapa cepat sekali...''
''Aku tak ingin membuang waktu Alea...lebih cepat kita pergi itu lebih baik...lagi pula kita tak pernah tau jika mungkin saja tuan Darren sedang mengejar kita...'' tegas Adam...
''Apakah kita benar-benar akan pergi dari kota ini Adam...kau tidak bercanda bukan..''
Alea masih merasa ini hanyalah angan,...ini terlalu mudaah,....jauh di dalam hatinya Alea menyimpan keraguan, mungkinkah Darren benar-benar melepaskannya..?
''Tidak...mana mungkin aku bercanda Alea...kita akan pergi sekarang juga...kau harus tenang....''
Alea menganggukan kepala, mencoba bersandar di jok mobil dan bersikap tenang...pelarian ini seperti sedang di kejar hewan buas yang siap menerkam mereka..
Bisakah mereka lari...?
Saat itu juga kata-kata Darren mengantui pikirannya dan mengganggu...
Kau harus ingat bahwa kau...adalah milik seorang Darren, tubuhmu adalah milikku...apa kau mengerti...?
Deg!!!!
Alea memejamkan matanya ketika kata-kata Darren terdengar bagai mantra di kepalanya...
Tidak....Darren sudah tidak ada lagi...Darren sudah tak bisa menemukannya lagi bukan...? sekarang mereka tinggal melapor ke polisi dan polisi akan memberikan perlindungan pada mereka berdua lalu ia dan Adam akan pergi jauh dari negara ini yah...
Kau harus tenang Alea...semua akan baik-baik saja...kau akan terbebas dari Darren......
Mobil itu meluncur menuju kantor polisi.....hingga tak berapa lama kemudian mobil milik Adam memasuki parkiran kantor polisi dan mematikan mesin mobil...
''Adam...aku masih takut..bagaimana jika kita langsung ke bandara saja dari pada melapor polisi begini..''
Wajah Alea terlihat sangat cemas...
''Tujuan kita datang karna ingin meminta perlindungan hukum, agar tuan Darren tidak akan bisa menangkap kita walau dia menemukan kita di bandara nanti..'' Adam mencoba menenangkan keraguan Alea...
Alea hanya mengangguk dengan pasrah..lalu turun dari mobil bersama dengan Adam...keduanya melangkahkan kakinya masduk ke dalam kantor..
Alea sedikit segan ketika melihat beberapa pria berseragam menatap mereka dengan tajam..
''Selamat malam pak..''sapa Adam dan Alea sopan..
Seorang pria berseragam bernama pak Wahyu mendekat dan tersenyum kepada mereka berdua...
''Ada yang bisa saya bantu...'' tatap pria itu ke arah Adam dan Ale secara bergantian..
''Kaa..kami datang untuk memohon perlindungan hukum..''
''Perlindungan hukum..apakah kalian berdua sedang terancam sekarang...''
Alea sudah gemetar, bagaimanapun ini pertama kalinya ia harus berhadapan dengan para polisi, mendengar nada suara mereka saja Alea begitu gugup..
''Yah...aku pikir ada seseorang yang sedang mengincarku pak, dia adalah seseorang yang terkenal di kota ini...''
Pria berseragam itu menyipitkan matanya ke arah Alea yang terlihat begitu takut..
''Siapa dia...''
''Pak..apakah ketika kami mengadukannya bapak akan melindungi kami...''tanya Adam ingin tau...
Pak Wahyu tertawa.....
''Tentu saja..kami akan melindungi setiap warga negara yang memang membutuhkan perlindungan...katakan siapa yang kau maksud nona...''
Alea menggigit bibirnya, astaga...mengapa harus sampai polisi...? bagaimana jika Darren tau segalanya ia akan semakin marah...namun Alea sudah tidak bisa mundur lagi...ia akan melakukan apa saja agar terbebas...termasuk melaporkan Darren Hugo..
''Darren Hugo...pria itu bernama Darren Hugo pak...''ucap Alea dengan nada terputus...
Pak Wahyu melebarkan matanya dengan tidak percaya, tentu saja..apakah kedua remaja ini tak tau dengan siapa mereka berurusan..? tuan Darren Hugo amat di kenal di seluruh pelosok kota, di dalam dan luar negri...
Tuan Darren Hugo amat di segani oleh siapapun, dia memilik wajah malaikat yang tampan meski mereka juga tidak mengabaikan bagaimana seorang Darren Hugo denga masa lalunya yang kelam...
Namun...tuan Darren bukanlah lawan yang sebanding dengan kedua remaja ini..
''Dengar anak muda...aku akan menelfon tuan Darren sekarang...dan beliau akan datang kesini..''
Mendengar jika Darren akan datang membuat lutut Alea menjadi lemas..tidak..ia tak akan mau bertemu Darren, pria itu akan marah kepadanya tidak..
Alea berdiri hingga membuat Adam dan pak Wahny terkejut dan menatapnya...
''Aku tak ingin bertemu dengannya pak...tidak..kalau dia harus datang maka aku akan mencabut laporan saja..''ucap Alea dengan mata yang basah...
''Nona Alea...''
Alea sudah tidak perduli ia hanya ingin pergi....
Namun..begitu sampai di pintu, langkah ALea terhenti dengan dramatis ketika melihat sosok Darren muncul dan menatapnya dengan sangat tajam..
''Kau pikir kau akan kemana Alea..'' desis Darren dengan raut wajah yang sangat marah........
Tubuh Alea tak berdaya....
''Tidak mungkin...'' rintihnya lemah...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
Shellia Vya
Kan sudah Darren peringatkan dari awal Alea...kenapa masih nekat juga???
2022-04-13
0
Lisa Sasmiati
tegang dan deg degan menjadi satu 😰😰 duh nasibmu Adam dan Alea 😮😰😎
2022-04-08
0
Duma Candrakasi Harahap
bakalan ada perang badar nih
2022-04-05
2