Pintu terbuka dengan paksa Lukas dan beberapa anak buahnya juga Laras bergegas masuk ke dalam kamar dan mulai mencari...
Hening...
Wajah Laras menjadi pucat menyadari jendela kamar terbuka..sial, Alea kabur dari jendela..bagaimana bisa, tadi sewaktu Laras bangun jelas gadis itu sudah tertidur..bagaimana bisa dia terbangun...apakah Alea mendengar semuanya...?
Sementara para anak buah Lukas berpencar ke seluruh ruangan dan tidak menemukan apapun disana bahkan mereka sampai menelusuri toilet dan dapur namun sosok Alea seakan hilang di telan bumi hingga Lukas menjadi sangat kesal..ia mendekati Laras dan mencengkram lengannya membuat gadis itu ketakutan,...
''Dimana Alea...dimana dia...'' tatap Lukas dengan tajam,.
''Tuu tuan...sepertinya dia kabur melalui jendela, dia kabur dari sana..''tunjuk Laras dengan suara gemetar..
''Apakah itu artinya kau sedang berbohong padaku..'' teriak Lukas di kegelapan malam.
''Aku yakin tadi dia sudah tidur, aku sama sekali tak menyangka jika dia sebenarnya berpura-pura...ampuni aku tuan..'' jerit Laras mengatupkan kedua tangannya memohon ampun..namun Lukas tidak menerima kegagalan...
Lukas tampak sangat marah kemudian ia menatap anak buahnya dan meminta mereka mendekat..
''Beri gadis ini pelajaran karna sudah berani membohongi tuan Darren..'' ucap Lukas dengan sangat dingin...
''Tidak...tidak tuan Lukas, apa yang akan kau lakukan..tuan...tidak...aku mohon beri aku kesempatan...'' isak Laras memohon sampai menjatuhkan tubuhnya di lantai dalam posisi bersujud..
Namun Lukas sama sekali tidak perduli...mendengar permintaan maaf Laras sama sekali tidak menyentuhnya sedikitpun.
Laras menjerit ketakutan ketika para pria berwajah batu itu mendekat dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, Lukas keluar dari sana dengan aura kejam yang kentara di wajahnya..
Tuan Darren akan sangat marah.....
******************************************
Darren melemparkan ponsel miliknya dengan geram, sampai ponsel itu hancur tidak berbentuk, matanya terpejam dengan menahan segala kemarahan di dadanya,... bisa-bisanya Alea lolos lagi...beraninya gadis kecil itu mempermainkannya..
Sial.......
Darren bangkit dari tempat duduknya di ruang kerja milikknya dirumah..ia melangkah mendekati pintu dan membukanya, seorang pelayan tampak menundukan kepalanya penuh hormat,
''Seorang gadis sudah siap untuk anda tuan Darren...''
''Apa dia masih perawan..''
''Tentu saja..''
''Kau sudah memeriksa kesehatannya...''
''Tentu dia sangat sehat untuk melayani anda tuan Darren..''
''Bagus..malam ini aku sedang kesal dan semoga dia bisa memuaskan aku..''
Wajah sang pelayan menjadi pucat...
''Bagaimana bisa seorang perawan memuaskan tuannya yang punya gairah besar...? maka gadis itu akan mati....
Pria itu tersenyum kesal, seharusnya malam ini Alea lah yang menemaninya seharusnya gadis itu...Darren melangkah menuju kamar khusus di ruangannya untuk bercinta dan segera masuk, pintu akhirnya di tutup...
Darren mengeraskan tatapannya hari ini begitu marah hanya karna seorang Alea melarikan diri darinya..beraninya Alea mempermainkannya..jika bertemu nanti maka Darren akan memastikan gadis itu belajar menghormati dirinya, setelah sebelumnya Darren akan membuat tubuhnya bahkan tak bisa melangkahn setelah percintaan mereka..
Pria itu mengangkat wajahnya dan menemukan seorang gadis muda tersenyum ke arahnya, dengan memakai gaun tipis yang menunjukan lekuk tubuhnya ia mendekati Darren dengan sangat berani, dadanya membusung seolah menggoda Darren..
Pria itu tersenyum..jadi gadis ini ingin menggodanya yah...?? hasratnya segera bangkit dan mendekati gadis itu,
Darren segera menarik jubah gadis itu dan seketika menjadi polos, dengan kedua tangannya ia menggapai dada yang membusung itu dan meremasnya sedikit kuat...
bibirnya mendarat mulus di bibir gadis itu dan terbakarlah Darren...
Sesuatu di bawah sana sudah mengeras dan besar, siap memasuki gadis itu yang tak pernah berpikir apa yang terjadi kepadanya sesaat lagi..
Tubuh gadis itu di baringkan di ranjang lalu ia segera menaikinya, tanpa aba-aba tanpa pemanasan yang lama, Darren segera memasuki tubuh gadis itu...
''Aarrrrggghhh......'' jerit gadis itu merasa terkejut karna sesuatu yang besar itu memaksa masuk ke dalam dirinya yang sempit..
Namun ia bahkan tidak sanggup untuk melepaskan diri karna Darren terus menghujamnya tanpa berhenti membuatnya hampir pingsan..tidak..ia tak pernah berpikir akan menderita seperti ini..
Keperawanannya di bayar dengan sangat mahal namun rasa sakitnya terlalu besar untuk di tanggungnya...
Lama gadis itu berusaha mengimbangi permainan Darren yang kasar dan egois hingga membuat tubuhnya serasa hancur..
Sebaliknya Darren sulit berkonsentrasi, pikirannya terus berkelana seolah mencari dimana Alea...sial...gadis itu telah mengambil alih pikirannya dan tidak menyisakannya sedikitpun..
Darren bahkan tak bisa menikmati permainan ini sama sekali, karna yang ia bayangkan hanyalah Alea...Alea dan hanyalah Alea..karna itu tubuh yang lain tak akan bisa memuaskanya dengan sepenuhnya..hanya pemenuhan kebutuhan dan bukan kepuasan yang ia inginkan..
Darren segera menuntaskan hasratnya dan turun dari tubuh itu,ia sudah tak perduli bagaimana kondisi sang gadis, pelayan akan mengurusnya...
Darren melangkah kembali ke ruang kerjanya usai ia membersihkan diri...
Melangkah melewati lorong panjang langkahnya berhenti ketika bertemu dengan Erland adiknya, pria kecil itu baru saja keluar dari perpustakaan untuk mempelajari bahan materi terkait tugasnya sebagai dosen..
Darren menatap Erland dengan tajam, lalu bersedekap...
''Bagaimana harimu Erland..''
Erland tak melewatkan ketika seorang gadis di papah keluar oleh para pelayan, bagaimana gadis itu begitu sekarat, bahkan terdengar rintihan yang menyakitkan, apa yang terjadi...kakaknya pasti telah melakukan penyiksaan...Erland lalu menatap mata Darren dengan tajam..
''Tidakkah kau berhenti kakak...'' ucap Erland sudah tak tahan....
Erland sebenarnya sudah memutuskan pindah dari rumah ini karna tidak tahan, namun ia tak berani melawan perintah Darren, bukan karna apa-apa..kakaknya adalah orang yang kejam, jika perintahnya tidak di turuti maka ia akan menghancurkan Erland meski ia adalah adik kandungnya..
''Apa maksudmu..''
''Bagaimana kalau kakak mencari seseorang yang benar-benar memuaskanmu...siapa dia...aku akan membantumu menemukannya...asal kakak..berhenti...''
Darren tersenyum, walau senyumannya tidak sampai di matanya, mendekati Erland dan menepuk bahu adiknya dengan penekanan hingga rasanya meremukan tulang bahu Erland...
''Kau sangat perhatian kepadaku Erland, aku sangat bahagia...namun...aku sedikit tidak menerima jika ada seseorang yang mengaturku...tetaplah menjadi dosen yang baik atau apapun yang kau suka..kau bisa menutup matamu dan abaikan apa yang kau lihat di rumah ini...apa kau mengerti Erland..''
Erland melonggarkan tenggorokannya, percuma saja mengatakan semua pada kakaknya...
''Aku harus kekamar kak....selamat malam..''
Erland lalu melangkah pergi dengan wajah yang muram, sungguh ia sedih melihat sang kakak terus saja perpetualang mencari cinta sejatinya..
**************************************
Alea menatap rumah neneknya yang berada cukup jauh dari jangkauan bibinya, juga Laras...
Alea menghela nafas..semoga ia tak akan bisa di temukan disini....
Visualnya silahkan di liat di Group Chat ya,....
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote biar Author semangat up setiap hari...
❤️❤️❤️❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
Ira Valencia
semoga alea baik,, aja😍
2025-02-09
0
Nurjannah Sari
gimana cara Liat ny y
2022-06-07
0
Vitanov
Di sudut kanan atas ya..yang ada tulisan Ayo Chat..❤️
2022-04-22
0