Pagi harinya......
Alea bangun lebih pagi dan menuju dapur mini disana dan melihat di kulkas apa yang bisa di gunakannya untuk memasak, Darren sudah mengajarkan dirinya tentang cara menggunakan kompor listrik disini dan Alea sudah menghafal cara menghidupkan dan mematikannya...
Hari ini ia memasak makanan sederhana, omlete dan sup ayam, entah Darren suka atau tidak jika pria itu tidak menyukainya mungkin ia akan memesan makanan dari luar, dan makanan ini akan dihabiskan Alea sendirian..
Karna terlalu asik memasak, Alea tak menyadari jika sejak tadi Darren sudah bangun dan memperhatikannya ia yang sedang asik memasak..Alea bersenandung pelan dan terdengar merdu di telinga pria itu...Darren mendekat pelan hingga tidak menimbulkan suara sedikitpun..menikmati suara indah Alea yang memanjakan telinganya....
Sampai Darren berhenti tepat di belakang Alea, memperhatikan gadisnya yang sedang memasak, terlihat sexy dan menggemaskan...
''Ehm....wangi sekali...'' bisik Darren tiba-tiba tepat di belakang Alea hingga membuat Alea seketika melompat hingga Darren menangkap tubuhnya agar tidak goyah...
Alea menoleh dan membeku melihat wajah Darren di pagi hari yang sangat tampan...yah..pria tampan yang tidak mengenakan atasan ini sangat sexy..
Alea sampai berdehem unutk menahan rasa gugupnya yang kentara...ia tersenyum dengan canggung dan membuat Darren hanya terkekeh melihat Alea salah tingkah...
Pria itu mendekatkan wajahnya dan menikmati kegugupan di wajah Alea...
''Kau sangat cantik di pagi hari sayang...aku sangat lapar...''bisik Darren ingin menciumnya namun,...
Alea menahan bibir Darren menggunakan telunjuknya hingga mata Darren membulat protes.....
''Aku akan selesai memasak sebentar lagi...bisakah kau menungguku saja tuan Darren...kau bisa menungguku sambil bersantai,...'' bisik Alea dengan wajah yang merona malu apalagi ketika ia mengingat kejadian kemarin...bahkan ketika ia mandi tadi ada semua bekas jejak bibir Darren di tubuhnya...
Darren menjauhkan tubuhnya...
''Baiklah...aku akan menunggumu..''
Darren bergerak mundur dan membuat Alea lega...namun tak lama ketika pria itu kembali mendekat dan melum** bibir Alea seringan bulu namun memberi kesan yang dalam hingga mata keduanya kembali bertemu.....
''Kau....'' jerit Alea tidak terima....
''Bibirmu sangat menggoda jadi jangan salahkan aku..''
Darren mengedipkan matanya dengan senyuman puas lalu melangkah santai menjauhi Alea yang masih menatapnya dengan sedikit kesal...
''Hmm..mengapa bau gosong...''desah Alea dengan panik lalu memutar tubuhnya dan menjerit ketika ia meliahat omletenya menghitam dengan begitu dramatis...
''Yah.........gosong...'' ucap Alea dengan sedih...
Ia mengerang... ini semua gara-gara Darren.....ia harus memulai semua dari awal astaga....Alea tak tahan untuk tertawa...
**************************************************
Darren duduk dengan santai di teras balkon ketika Alea mendekatinya...
''Da..daren....''
Pria itu menoleh....
''Hmm...''
''Apakah kau sudah lapar...''
''Yah..aapakah kau sudah selesai masak..''
''Sudah...apakah kau sudah selesai memesan makananmu....''tanya Darren tertarik...
Alea berdehem dengan gugup....
''Aku hanya memasak makanan sederhana...mungkinkah kau....tertarik..''ucap Alea hati-hati....
Darren bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Alea yang masih berdiri di depan pintu...keduanya bertatapan...
''Kita akan segera menikah 3 hari lagi....aku mungkin harus terbiasa dengan masakanmu Alea...''
Darren lalu melangkah melewati Alea yang terpaku di pintu dengan jemari yang bergetar....
''Menikah...'' ulangnya dengan nada yang pelan....
Menikah...apakah dia benar-benar akan menikah dengan pria itu...benarkah...??
ALea menghela nafas dengan mata yang berkaca-kaca, tidak bagaimana sekarang...?? apa yang harus ia lakukan...? setelah menikah maka dia akan terjebak dalam rumah besar itu selamanya...
Awalnya memang Darren akan menyukainya, dia masih perawan...namun bagaimana setelahnya...? apakah Darren akan membuangnya...? menceraikan dirinya atau mungkin menyiksanya lalu membunuhnya...??
Otak Alea mulai membentuk dua kubu dan masing-masing saling berperang dengan argumennya...
Hoh...Tuhan...apa yang harus ia lakukan...? keluarga Hugo sangat mengerikan dan semua orang tau itu, rekam jejaknya begitu di hafal oleh semua orang...bahkan di sekolahnya dulu semua gadis membicarakan tentang betapa kejamnya keluarga itu...
Bahkan tuan Darius mengganti wanita setiap hari....oh....ia akan menjadi gila,......wajah Alea begitu pucat...
''Alea...''
''Yah.......''
Alea menoleh dan menemukan mata Darren yang dingin menatapnya dengan tajam...
''Aku lapar...'' desah pria itu singkat...
Alea buru-buru menganggukan kepalanya dan melangkah mendekati Darren yang sedang menunggunya...
Darren tersenyum melihat masakan sederhana yang di buat Alea dan menghela nafas....
Dulu ibu sering membuatkannya masakan sederhana ini, selalu bersikap baik pada mereka dan akhirnya apa...?ibu menghianatinya dengan meninggalkannya dengan kejam, jemari Darren terkepal dengan kuat..entah mengapa selera makan Darren berubah buruk, ia benci omlete yang di sajikan Alea di atas meja....
''Buang semua makanan ini..kita karna makan diluar..'' ucapnya singkat...
Alea melebarkan matanya...membuang makanan ini...? bagaimana mungkin...? ia memasak dengan begitu lelahnya...
''Darren mengapa...? apakah masakanku tidak enak...bahkan kau belum mencobanya, apakah terlalu sederhana...''
Alea mencoba bertanya dengan suara yang lembut namun, entah apa yang terjadi pada Darren, pria itu mendekati Alea dan menatapnya tajam...jejak wajah ramahnya menghilang dengan cepat....hingga Alea merasa takut....
''Jika aku bilang tidak suka maka jangan bertanya lagi...apa kau bisa melakukannya.,..aku benci semua masakanmu jadi..berhentilah memasak mulai dari sekarang...''
''Tapi...''
''Diam......''
Darren membentak dengan suara keras...kemudian ia menjatuhkan semua makanan yang di buat Alea hingga tumpah dan hancur di lantai....
Hening.....
Jantung Alea berdebar ketakutan.....sampai hampir tak bisa bernafas...melihat semua itu Alea begitu syok...menyadari sikap Darren yang bisa berubah dalam sekejap membuat Alea gemetar...pria seperti ini yang akan ia nikahi,...
Airmata Alea menetes dalam diam...ia lalu menganggukan kepalanya....
''Jika kau tidak suka paling tidak biarkan aku yang memakannya...aku membuatnya dengan susah payah...'' suara Alea tercekat...
''Yah..kau benar-benar tak mendengarkan perkataanku yah....''
''Aku dengar....yah...ayo kita pergi...''ucap Alea gemetar, mencoba mengalah lalu melangkah menuju kamar meninggalkan Darren yang berdiri membeku di tempatnya..
Sekali lagi ia menoleh ke arah makanan yang tumpah dengan ekspresi paling dingin.....
''Ibu...aku sangat membencimu dan semua...kenanganmu....''desis Darren lalu melangkah pergi...
***************************************************
Alea di dudukan di sebuah taman yang sedikit sepi...Darren bilang dia harus menunggu Darren di temapt ini sementara Darren harus menemui Lukas di sebuah Cafe terdekat,...
Alea duduk dengan tatapan yang kosong, menatap sekelilingnya sepi...hanya bunga-bunga indah yang memanjakan matanya....
''Alea.....''
Suara itu membuat Alea seketika mengangkat wajahnya...dan menatap dengan tak percaya..sampai Alea berdiri karna terlalu terkejut...
Adam berdiri di hadapannnya dengan senyuman rindu yang menyesakan dada...
Keduanya berdiri dengan mata yang berkaca-kaca....
''Adam...'' desah Alea dengan kesedihan yang menumpuk....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
evi
semoga Allah bisa membaca situasinya
2022-05-16
1
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
akal2an darren dn lukas pasti..
2022-04-26
0
Shellia Vya
Oooo jebakan...
2022-04-13
1