''Adam...'' ulang Alea seakan tidak percaya melihat sosok Adam berdiri di hadapannya...
Pria ini tampak lebih tampan dari sebelumnya...mata Alea lalu tertuju pada tangan Adam yang tertembak dulu...hatinya bergetar menyadari Adam berada dekat dengannya saat ini..bagaimana kabar pria ini setelah penembakan malam itu..? membayangkan luka tertemabk itu pasti sangat menyakitkan bagi Adam dan Alea sungguh tak mampu menahan rasa sedihnya sekaligus bahagianya ketika menyadari saat ini Adam berada sangat dekat dengannya...
''Bagaimana tanganmu...Adam..'' Alea tak tahan untuk bertanya...
''Aku baik-baik saja Alea...aku sembuh dengan cepat..'' balas Adam dengan suara yang lembut...ia sungguh bahagia melihat sosok Alea berdiri di hadapannya, gadis ini terlihat semakin cantik dan terawat, tubuhnya yang kurus sudah lebih berisi...Adam merasa seperti mimpi bisa bertemu Alea lagi...
''Aku senang mendengarnya....''balas Alea seakan lupa bahwa Darren bisa muncul kapan saja...ia terlalu senang melihat Adam disini...dan melupakan sekelilingnya..termasuk Darren
Adam lalu mendekati Alea...
''Aku senang kau menerima telp dariku malam itu dan aku senang kau mau menemuiku disini Alea....aku...'' suara Adam terputus ketika wajah Alea berubah pucat mendengar penjelasannya...
''Sstt......pelankan suaramu..''
Alea menggerakan isyarat lewat matanya meminta Adam sedikit menjauh darinya karna Alea sangat yakin Darren sedang mengujinya....peringatan tentang Darren bagai alarm di kepalanya..gadis itu menjadi pucat....
Telp malam itu...Alea sama sekali tidak mengangkatnya, ia tertidur lelap dan mana mungkin bisa bicara dengan Adam..? bagaimana mungkin..?...apakah sebenarnya malam itu Darren yang mengangkat telp dari Danar...?.......jantung Alea berdebar dengan keras hingga airmatanya menetes ketakutan..itu artinya mereka berdua dalam bahaya..Darrenlah yang mengatur pertemuan mereka...?
Jika Alea salah bersikap dan masuk dalam perangkap maka Adam akan mati...
Hoh...memikirkan itu membuat hatinya merasa nyeri, tidak...pikirkanlah sesuatu ALea...jangan biarkan Darren menyakiti Adam lagi...
Alea mengangkat wajahnya dan menggelengkan kepalanya, ia bergerak mundur..airmatanya menetes dengan ketakutan yang kentara....
''Menjauhlah...''bisik Alea dengan suara yang serak..
''Menjauh...mengapa.....'' desah Adam tidak terima,..mereka baru saja bertemu dan mengapa harus menjauh lagi..tidak bisa...Adam sudah mendapatkan Alea dan ia tak akan menyerah begitu saja..ia harus membawa Alea pergi jauh dari tuan Darren..bahkan Adam sudah memegang dua tiket ke luar negri untuk mereka berdua...
''Aku mohon Adam...bisakah kau mengikuti kata-kataku...'' jerit Alea sangat pelan, dengan putus asa...
''Alea...''
''Yang menerima telp malam itu bukan aku Adam...'' bisik Alea..
''Apa katamu..'' Adam sungguh terkejut...dan menyadari jika malam itu Alea langsung memutus sambungan telp ketika ia berbicara....
mungkinkah itu tuan Darren...?
Alea mengangguk ketika Adam berusaha menebak lewat tatapan matanya, itu berarti mereka sedang di awasi sekarang....
Adam memejamkan matanya dengan wajah yang syok....ia menatap Alea..yang hampir menangis...
''Aku tak akan pergi denganmu...'' airmata Alea menetes di wajahnya yang frustasi..hingga Adam merasa sungguh sakit...
''Alea...''
''Aku akan menikah 3 hari lagi....aku ingin bersama suamiku Adaam kau telah kehilangan harapan...'' teriak Alea dengan tatapan dingin...
''Alea......''
''Pergi....'' jerit ALea memberi isyarat...
Adam yang masih terkejut masih berdiam diri di tempatnya...tidak mungkin ini kenyataan bukan..? apa yang telah pria itu lakukan padanya...? mengapa Alea sangat ketakutan..?
''Alea...kita bisa lapor polisi...''ucap Adam memberi harapan..
Adam tersenyum dengan harapan, yah....hanya polisi yang bisa membantu mereka...Adam benar-benar nekat ia mendekati Alea tanpa takut....
''Adam...tidak...tidak...aku tidak mau...''
Adam merasa sudah gila, demi apapun dia tak akan pernah melepaskan Alea lagi....
Sial...
Adam mendekati Alea dan mencekal tangan itu walau Alea tidak mau...
terjadi saling tarik menarik di antara mereka dan Alea hanya bisa menjerti..ia sangat takut jika Darren akan membunuh Adam...pria itu akan sangat marah,...
''Adam....lepaskan...''
Adam menggeleng, malah membawa Alea ke dalam pelukannya...
''Apa kau mau menjadi pemuas pria tua itu Alea...''
''Apa...''
''Yah...semua orang di kota ini tau siapa keluarga mereka Alea..dia seorang psikopat yang kejam...dia bahkan bisa menyiksa para wanitanya jika mereka tak bisa memuaskannya...''
Informasinya sangat memukul telak mental Alea....
''Adam...tapi dia bisa membunuhmu, lepaskan aku saja...Adam....'' pinta Alea memohon..ia rela berkorban lagi pula...Alea tau jika tak ada yang bisa menolongnya dari Darren..pria itu punya kekuasaan yang begitu besar...
Adam menoleh dengan tajam.....
''Aku rela mati demi bisa membebaskanmu Alea...aku tidak bisa tenang jika kau hanya menjadi wanitanya..'' teriak Adam keras...
Hening......
Tangisan Alea pecah saat itu juga..tak pernah ada orang yang mau berkorban untuknya tidak ada..hanya Adam pria pertama yang perduli kepadanya...isakan ALea pecah di taman yang sepi itu dan membuat Adam membeku...
Mendekati Alea dan memeluk Alea dengan erat...
''Aku mencintaimu Alea..entah sejak kapan...mungkin sejak kita bertemu dulu...aku sudah menyukaimu...mungkin sejak kau tersenyum padaku...saat itulah aku berjanji aku akan memberikan hidupku kepadamu...''
''Oh Adam...seandainya saja itu mudah untuk kita...seandainya saja..''
''Kita harus berjuang Alea,.....aku tak akan menyerah...walau dia akan membunuhku..'' ucap Adam dengan tegas...
Pria muda itu menarik paksa Alea untuk ikut dengannya....hingga Alea tidak bisa melawan...Adam menarik Alea masuk ke dalam mobilnya yang telah dia siapkan dan pergi dari sana....
****************************************
Darren memejamkan matanya ketika ia melihat Adam menarik tangan Alea pergi...sebenarnya ia bisa saja menghentikan mereka namun...Darren memilih untuk bermain-main dengan mereka...
Alea....akhirnya menghianatinya juga...? desis Darren dengan tatapan kejam....
Sementara Lukas menundukan kepalanya...
''Tuan Darren...mereka sepertinya menuju kantor polisi untuk melaporkan anda..''ucap Lukas hati-hati..
Suasana hati Darren sedang buruk dan ia tak ingin menambah kemarahan sang tuan lagi...
''Brengsek dia membawa Alea pergi dan akan melaporkan aku ke polisi....anak kecil itu...'' geram Darren bangkit dari tempat duduk dan melangkah keluar menuju mobilnya dengan kemarahan yang menguar disana...
''Adam...kali ini aku benar-benar akan memberimu pelajaran berharga...''desis Darren lalu masuk ke mobil sementara Lukas dan lainnya bergerak mengikuti mobil Adam...mengawasinya dari jarak yang sedikit jauh....
Namun tidak menangkapnya...mereka membiarkan Adam membawa Alea menuju kantor polisi....
Sementara Alea seakan tak percaya menyadari ia dan Adam berada di dalam mobil yang sama....rasanya seperti mimpi Adam datang menolongnya...
Ah,...semoga saja polisi menerima laporan mereka dan menangkap Darren...Alea sangat mengharap itu...
Terlepas dari Darren adalah harapannya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
dan polisi teman derrren sw
emua .. pas komplit
2022-04-26
0
Shellia Vya
Tak semudah itu Adam,kau tak punya kuasa apa2 untuk bisa melawan Darren
2022-04-13
0
Lisa Sasmiati
duh adambisa " di bunuh Darren dan kau Alea nggak tahu hukuman apa yg akan kau terima dari Darren 😰😮😱
2022-04-08
0