Darren menatap semua hidangan di meja dengan tatapan puas...pagi ini ia kembali memaksa Alea makan dalam jumlah yang besar, ia ingin dalam seminggu Alea memiliki perubahan di tubuhnya,..ia ingin berat badan Alea menjadi lebih berisi dan segar untuknya. ia ingin Alea siap unutknya setelah pernikahan..
Darren sungguh tidak sabar lagi menanti hari itu.....
Dan...sesaat kemudian ia menatap sosok Alean dari dalam kamar....gadis itu memakai lingerie yang terbuka..bukan sengaja..sejak kemarin punggung melepuh akibat airpanas, dan mengharuskan dirinya memakai pakaian terbuka sep[anjang hari....dan Darren benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Alea...
Dia gadis yang unik dan menarik, dia juga gadis yang penuh pesona...sudah dua hari mereka bersama di apartement ini dan segala tingkahnya yang polos benar-benar membuat Darren senang...
Alea melangkah pelan seraya memperbaiki tali lingerie yang sedikit jatuh, sial...sudah dua hari ini dia bersikpa manis seperti ****** yang menggoda,,...meski Darren belum menyentuh bercinta dengannya namun bukan berati Darren melepaskannya...
Mereka tidur bersama dengan setiap malam dia tidur di atas tubuh Darren dan pria itu tetap saja menggerayangi tubuhnya...Alea sudah tidak tahan lagi...semakin cepat ia ingin pergi dari sisi psikopat gila ini...
Alea lalu duduk di hadapan Darren...matanya turun menatap hidangan yang mengugah selera di depannya dengan begitu lapar...
Awalny ia tak sudi makan dan membuat tubuhnya berisi, namun,...Darren sangat pintar dengan menyediakan aneka makanan dan kue-kue yang sangat enak..
Alea hanyalah manusia yang lemah, begitu melihat makanan yang enak ini maka ia tak tahan untuk makan....
''Kau cantik sekali..'' bisik Darren menggoda dari seberang meja..
Pipi Alea sudah mulai menunjukan perubahan yang besar, wajahnya kemerahan dan mulai chuby...bibirnya berwarna pink tanpa polesan apapun...Alea benar-benar sempurna di depannya...polos dan manis...
''Terimakasih pujiannya tuan Darren..''
''Berhenti memanggil dengan sebutan tuan...kita akan menikah sebentar lagi jadi...aku rasa kau tidak perlu menyebut kata formal denganku..''ucap Darren tegas...
Alea lalu mengangguk ia lebih tertarik pada makanan di depannya...
''Baik Darren...wah...makanan ini sangat enak..''
''Makanlah..ini semua untukmu...aku harus pergi ke perusahaan sebentar..kau bisa sendiri dirumah bukan..'' bisik Darren santai..
Alea seperti mendapatkan kesempatan.wajahnya langusng terangkat dengan harapan...
''Kau mau pergi...''ucapnya dengan senyuman manis..
Darren memajukan tubuhnya...dan menatap Alea...
''Aku akan pergi...tapi aku akan menguncimu dari luar....''ucapan Darren sekaligus memutus harapan Alea yang sempat tumbuh...
Pria itu sangat menjengkelkan.....
''Bagaimana kalau terjadi sesuatu...aku harus menghubungi siapa...''
Darren lalu meletakan sebuah ponsel keluaran baru di atas meja yang membuat Alea melongo...
''Ponsel baru..''
''Yah...disitu hanya ada nomorku Alea...''
Alea menganggukan kepala..
''Ehm.....bisakah aku bicara sebentar...''
Darren mengangguk...
''Bagimana dengan sekolahku..''
''Setelah menikah kau akan melanjutkan sekolahmu dengan Home Scholing...''
''Apa maksudmu dan mengapa...''
Darren menatap Alea dengan tajam...
''Aku tak suka melihatmu pergi ke sekolah formal dan di dekati banyak pria....aku bisa menyiksa mereka sampai mati jika mereka menatapmu dengan rasa kagum,...''
Alea merasa sesak nafas mendengar penjelasan Darren yang tegas...lalu segera ia menganggukan kepala dengan penuh pengertian...aura kejam Darren terlalu kuat memenuhi ruangan ini dan Alea menjadi tak nyaman, lebih baik ia mengalah saja....
''Ba,...baiklah...aku ikut saja..''
Darren tersenyum...
''Bagus....''
Pria itu meletakan pisau dan garpunya di atas meja tanda ia sudah selesai makan, lalu ia pun berdiri dan Alea pun ikut berdiri padahal ia belum sempat makan apapun...
Alea mendekati Darren dan memegangi Jass Darren, membantunya memakaikan pada Darren hingga mata mereka bertemu...
Darren tersenyum seraya mengangkat tubuh Alea untuk memeluknya erat mengangkat tubuh itu ke udara dan kembali melum** bibirnya yang manis di pagi hari, pria itu memejamkan matanya ketika bibir Alea begitu hangat seolah menggodanya...
lidahnya bergerak menjelajah menyesap, memag**nya dengan sedikit kasar...
Sial..ini masih terlalu pagi gairahnya sudah bangkit saja,...dengan sangat berat hati Darren melepaskan ciuman mereka..atau ia bisa lepas kendali dan menyentuh Alea pagi ini...
Tubuh Alea di turunkan walau pelukan itu belum terlepas..dahi mereka masih saling bertautan ketika nafas mereka masih saling memburu...tatapan Darren masih berkabut di kuasai gairah....
Namun ia tersenyum menyadari bibir merah Alea bengkak karna ciuman mereka,....
''Aku akan segera kembali..jangan melakukan apapun yang membahayakan dirimu...atau kau akan mendapatkan hukuman...''
Alea mengangguk dengan patuh...dan memberikan senyum terbaiknya....
Darren lalu tersenyum puas,...melangkah menuju pintu dan berlalu dari sana..Alea menghela nafas...jemarinya terkepal dengan kuat......
Ini belum menikah...jika ia sudah menikah mungkin Darren tak akan membiarkan dirinya keluar dari kamar...ckckck...hidup seperti apa...?
Alea menatap ke atas meja dengan senyuman yang getir..melangkah dan duduk menatap makanan di atas meja dengan tatapan kosong.....
''Alea....hidupmu hanya akan sebatas pemuas saja..''
Alea menutup wajahnya dengan tangan........ia sungguh tak tahan terus berbohong, ia tak tahan jika harus terus merayu pria bajingan itu,...mengapa rasanya waktu sangat lama...? berapa lama Alea harus berpura-pura seperti gadis murahan...?ia sungguh tidak tahan lagi...
Alea lalu meraih ponsel lamanya menghidupkannya dan di sandingkan dengan ponsel baru pemberian Darren kepadanya,....perbedaannya terlalu mencolok namun...Alea tidak tertarik ponsel milik Darren dan hanya akan menyimpannya saja.....
Ponsel lamanya kemudian bergetar di atas meja hingga Alea menoleh dengan tatapan mata yang melebar sempurna, menyadari nama di layar ponsel miliknya...
''Adam...'' desahnya dengan mata berkaca-kaca....
****************************************************
Darren memasuki gadung perusahaannya dengan tatapan dingin, para pegawai hanya menunduk hormat ketika melihat sang Boss muncul disana..sedangkan Lukas masih setia di belakangnya...
Darren mengerutkan kening...
''Apakah kau sudah mengetahui tentang sisa keluarga Alea..aku dengar dalam kecelakaan itu kakaknya lolos..''ucap Darren memasuki lift..
''Yah....kakaknya hilang di dalam jurang..aku pikir jika dia mampu bertahan tapi tidak akan lama...dia pasti sudah mati di dalam hutan...''ucap Lukas menunduk hormat..
Pintu lift tertutup dan menelan tubuh keduanya...
Darren memasukan tangannya ke dalam saku celananya dan berpikir sebentar...
''Aku ingin kau menemukannya Lukas..dalam keadaan hidup atau mati..aku tak ingin meninggalkan satu jejakpun keluarga mereka selamat selain Alea...'' titah Darren penuh tekanan..
''Orang-orang kita sudah di kirim untuk mencarinya...tuan Darren..''
''Bagus...''
''Lalu bagaimana dengan nona Alea...apakah tuan Darren akan membunuhnya...''
Darren menghela nafas...matanya menyipit kejam.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
evi
wah.....ada aura Aura balas dendam nich.....
2022-05-16
0
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
ada dendqm dibelakang semua kejadian kayaknya
2022-04-26
0
Shellia Vya
Ada apa ini??? jangan2 keluarga Alea kecelakaan karena ulah Darren
2022-04-13
0