Tak terasa sudah seminggu lamanya Alea tinggal dan hidup dengan tenang di rumah peninggalan neneknya, sungguh hidupnya merasa damai..melalui seorang sahabatnya Alea meminta pindah dari sekolah lamanya ke sekolah barunya di dekat rumah neneknya, meski harus mengandalkan beasiswa Alea cukup bersemangat untuk lulus sekolah dan berharap bisa melanjutkan kuliah di kampus yang terkenal meski untuk itu dia harus bekerja dengan susah payah...
Alea bekerja serabutan, mulai dari pagi hari ketika orang lain masih tidur ia bangun jam 4 pagi untuk menjadi pengantar susu lalu menjaga toko ketika malam tiba, dan bekerja di restoran cepat saji meski ia harus mengorbankan waktu setelah sepulang sekolahnya..
Alea tidak menyerah..ia akan berdiri di kakinya sendiri, ia sangat bahagia hidup sendiri tanpa tekanan siapapun. beruntung lingkungan sekitarnya juga sudah mengenalnya jadi ia tidak perlu canggung apalagi mencoba beradaptasi..para tetangga sangat ramah kepadanya hingga Alea menjadi sangat bahagia..
Seperti pagi ini..kerabat neneknya bernama tante Heni, mengantar sarapan roti lapis yang di antar cucu lelakinya bernama Adam..keduanya kebetulan adalah satu sekolah dan sekelas..
''Alea...istirahat sedikit..apa kau tidak lelah sepulang mengantar susu pagi ini..''
''Aku haus mengantar ini dengan cepat pagi ini juga.'' A
Adam meletakan sarapan roti di atas meja,.melihat Alea lalu lalang membuatnya pusing sendiri, Alea mengeluarkan beberapa tumpuk baju lusinan yang di letakan bertumpuk di atas meja..bibi di ujung jalan memintanya mengantar baju-baju ini sebelum ke sekolah. dan Alea menyanggupinya setelah mendapatkan sedikit uang,...Alea lalu duduk di kursi sambil mengambil sarapan roti bakar itu dengan lahap sementara Adam hanya menatapnya dengan sayang..
''Makanlah pelan-pelan saja..tak ada yang akan merebut roti bakarmu..'' Adam terkekeh sembari meletakan air minum di samping Alea atau gadis itu akan tersedak karna maka terlalu buru-buru..
Alea tersenyum sambil minum, ia cukup kenyang, roti lapis ini sangat mengenyangkannya..bibi Heni sangat baik kepadanya..dulu bibi Heni dan ibunya selalu bersama dan saling menyayangi...
''Bersiaplah..kita akan berangkat sekolah bersama..''ucap Adam seraya duduk di teras depan sembari memainkan ponselnya..
''Aku akan cepat...kak...''
Adam tertegun dengan panggilan Alea kepadanya,.....Kakak..?iapun tersenyum sambil melanjutkan memainkan ponsel..
Alea benar-benar gadis yang manis...
****************************************************
Lukas terkejut ketika pagi ini tubuhnya bermandikan semua berkas yang ada di atas meja kerja tuan Darren, sudah sejak kemarin tuan Darren marah-marah tanpa sebab, bahkan beberapa anak buahnya menjadi pelapiasan emosinya yang begitu tidak terkendali...
Lukas sudah mencoba membawa beberapa gadis-gadis baru yang masih perawan kepada sang tuan berharap tuan Darren akan bisa menikmati tubuh mereka namun, tindakannya itu semakin membuat tuan Darren marah dan akibatnya para gadis itu mendapat kekerasan,,....yang tuan Darren inginkan hanya nona Alea..hanya nona Alea dan tidak bisa di tawar atau di tukar hingga membuat lukas semakin bingung bagaimana mencari sosok nona Alea yang seolah hilang di telan bumi..
''Mengapa hanya seorang gadis saja kalian tidak bisa mendapatkannya Lukas...mengapa kau begitu bodoh..'' teriak Darren dengan murka yang terpancar di wajahnya...
Lukas menundukan kepala dengan pasrah...
''Aku sedang membuat sayembara yang di sebar ke seluruh kota, siapa yang bisa menemukan nona Alea maka ia akan mendapatkan uang yang banyak..''
''Lalu...apakah itu belum cukup untuk menemukannya..apakah tidak ada satu orang pun yang menghubungimu kembali..''
''Tuan Darren,.....''
''Tambah jumlah uangnya dan berikan aku kabar baik brengsek..jika kau tidak sanggup maka aku akan membunuhmu..'' ucap Darren penuh penekanan.....
Bagi Lukas...ini adalah hal biasa mendapatkan kemarahan dari sang tuan..sudah 15 tahun dia mengikuti tuan Darren jadi cukup waktu baginya untuk tau sifat pemarah sang tuan......dan ia memilih diam dan menerima semua kemarahan tuan Darren atau dia akan di hukum, dan hukumannya pasti sangat berat jika dia melawan...
''Kau tau ini sudah berapa lama Lukas..''
''Satu minggu tuan Darren...'' balas Lukas tetap dalam posisi menundukan kepala.....
Darren mengepalkan tangannya.....
''Kau tau benar aku...sama sekali tidak bisa bercinta dengan siapapaun dan terus membayangkan gadis sialan itu..kau tau biasanya aku tak bisa menahan hasratku Lukas...semakin lama kau lama menemmukannya maka aku akan menderita...dan kau tau jika aku menderita...? maka kau juga akan merasakan hal yang sama...''teriak Darren dengan mata yang memerah penuh kemarahan..
''Aku tak akan kembali sebelum membawa pulang nona Alea..''
''Tidak..jika kau sudah tau tempatnya maka biarkan aku sendiri yang menjemputnya...dia akan merasakan akibatnya karna berani melarikan diri dariku..''
Lukas menundukan kepalanya...
''Baik tuan Darren....''
Darren akhirnya mulai menguasai dirinya sendiri, sudah seminggu lamanya ia menahan gairah..sudah seminggu dan gadis itu pasti sedang menertawainya di suatu tempat..
Alea..Alea...Alea......awas kau...ketika kita bertemu nanti akan ku buat kau berpikir 1000 kali untuk melawanku..Darren mengusap wajahnya dengan kasar...
''Bagaimana kabar wanita tua itu dan juga anaknya....'' tanya Darren mengerutkan keningnya..ia penasaran , apakah mereka ikut mencari atau malah mengabaikan peringatan darinya...jika ya..maka Darren akan memberikan mereka pelajaran berharga......
''Mereka sedang berada di tempat persembunyian...''
Darren sungguh kehilangan kesabaran, ia pun bangkit dari tempat duduknya dan mengambil jassnya, sementara Lukas masih bingung akan kemanakah tuannya..?
''Tuan Darren.....''
''Kita harus mengejutkan mereka dari tidur mereka aku pastikan mereka tak akan pernah ingin tidur lagi..'' Darren segera meraih pistolnya dan melangkah keluar ruangan di ikuti Lukas yang melangkah di belakangnya....
*******************************************
''Mama...apa kau yakin tuan Darren tak akan menemukan kita....''tanya Arnold sembari menahan sakit di kakinya..
Tante Meri menghela nafas...sudah seminggu ini ia berusaha mengelabui tuan Darren dan anak buahnya...mereka tidak akan pernah menemukannya bukan...??
''Tenanglah Arnold, kita sudah tinggal di kawasan kumuh ini mana mungkin tuan Darren akan menemukan kita...''
Belum sampai habis kata-kata tante Meri pintu kamar kecil mereka di tendang dengan keuat dari luar hingga keduanya terkejut dengan ekpspersi syok yang kentara...
Darren muncul disana dengan senyum maninya yang terlihat jahat, tubuh keduanya gemetar sampai hamnpir jatuh pingsan...
''Well....kalian berdua benar-benar pasangan ibu dan anak yang bebal dan tidak tau berterimakasih..'' ucap Darren dengan santai.....
Tante Meri dan Arnold saling menatap dengan airmata yang menetes..
''Kami belum bisa menemukannya tuan Darren...kami sudah berusaha...namun Alea sama sekali tak bisa di temukan..''
Darren lalu mengangkat pistolnya bersiap menembak, sebelum bunyi telp milik tante Meri berdering..wanita ity melebarkan matanya..
''Tuan Darren...ini telp dari desaku...aku harap ini kabar baik tuan Darren..'' seru tante Meri ketakutan...
''Cepat angkat dan aku ingin mendengarnya...''
Tante Meri mengangguk lalu mengangkat telp dari saudaranya di desa,...
''Meri..aku melihat keponakanmu tinggal di rumah orangtuamu..''
Senyum kejam terlihat di wajah Darren yang membeku..........
Alea......aku akan mendapatkanmu dengan segera..........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
napa orang baik selalu tersiksa ya
2022-04-26
1
Yulan Eka
ya ampun Bru awal ajha cerita.y udh bikin deg degan.....apalagi kelanjutan.y....
2022-04-25
1
Shellia Vya
Kalaupun Alea ditemukansemoga saja setelah bersama Alea Tuan Darren tak lagi bermain wanita
2022-04-11
0