Makan malam yang menegangkan itu akhirnya selesai juga, berada di bawah tekanan akhirnya Alea mampu menghabiskan banyak makanan hingga ia benar-benar kekenyangan...dari seberang meja Darren hanya menatap puas...menyadari Alea menjadi sangat penurut dan tidak berkata yang membuatnya marah...
Sambil meneguk anggurnya Darren menatap Alea yang masih memakai jubah mandi, rambutnya yang tergerai berantakan membuatnya semakin manis..gadis ini akan menjadi istrinya sebentar lagi dan Darren tak ingin menunda apapun..
''Ayo kita pergi..''
Ana mengangguk tanpa mengatakan apapun lalu bangkit dari sana..menunggu Darren menghampirinya dan menggenggam jemarinya dengan erat lalu mereka pun keluar...
Alea kembali tak bisa menutupi rasa malunya ketika tatapan orang-orang tertuju kepadanya mereka memandangnya dengan rendah..ia bisa melihat cibiran yang begitu nyata dari wajah mereka..Alea hanya mampu menahan rasa malunya sambil menundukan kepala, ia tak akan pernah menguji kesabaran Darren seperti ini lagi...
Apartemen yang tinggi menjulang di hadapan mereka membuat Alea kembali di himpit rasa malu, menyadari Darren setengah menarik tangannya menyeret masuk ke dalam apartemen..Alea hanya menatap sekelilingnya dengan kerutan di dahinya..Apartement dengan keamanan tingkat tinggi, ada banyak kamera cctv yang terlihat di setiap sudut bangunan..ia yakin tak akan bisa melarikan diri dari sini..belum lagi ada petugas keamanan yang berjaga 24 jam tanpa berhenti..para pria itu seperti bodyguard yang tak ramah...
Darren menoleh dan mendapati wajah Alea dalam berbagai ekpresi dan sekali lagi ia merasa lucu, gadis ini sedang mencari cara untuk lari...
''Jangan berpikir untuk lari..aku telah memberikan identitasmu pada mereka begitu kau keluar dari pintu ini maka alaram akan berbunyi dan kau akan tertangkap..'' nada tegas terdengar di suara Darren..
Alea hanya menggeleng pasrah...
Darren menekan angka 90 di lift dan mereka menunggu dalam ruangan kotak sempit itu untuk beberapa saat sampai akhinya pintu itu terbuka dan Darren menarik Alea keluar bersamanya..gadis itu lalu di hadapkan dengan pintu berwarna hitam di hadapannya, ia melihat Darren mengutak atik pasword dan kemudian pintu terbuka..lalu mereka pun segera masuk, pintu lalu tertutup.
Alea berdiri dengan gugup di tengah ruanga, apa yang harus ia lakukan...? Alea bingung, tuan Darren bilang jika ada renovasi di rumah maka untuk seminggu ini mereka akan tinggal di Apartemennya..
Alea menghela nafas...semua yang ada dirmuangan ini sangatlah mewah, ada mulai dari sofa yang terlihat nyaman televisi yang memiliki tinggi seperti tingginya...ada beberapa pajangan dan guci yang terlihat mahal disini... satu hal yang sama dengan kamar tuan Darren dirumah besarnya adalah seluruh ruangan di dominasi warna gelap. dan terlihat lebih maskulin dan misterius...
''Apa kau ingin berdiri seperti patung disana...''
Suara tajam itu menembus pikiran Ana dan membuat gadis itu melompat,...
Alea menemukan tuan Darren melangkah hanya menggunakan celana panjangnya dan tidak mengenakan atasan..
Dan tubuhnya astaga....
Alea melotot karna pahatan di dada dan perut tuan Darren begitu sempurna...astaga dia seperti para model dalam majalah, tubuhnya sempurna dengan keindahan ragawinya....
Pandangan mata Alea lancang dan jatuh pada sesuatu yang terbungkus di bawah sana dan kemudian menghela nafas, seketika ia memalingkan wajahnya yang memerah...
Matanya sudah ternoda,.....
Alea memejamkan matanya dengan sedikit takut, mengapa besar sekali...??
''Alea...''
''Yah...''
''Mandilah dan masak sesuatu..kau bisa memasak bukan...aku sangat lapar..'' Mata hitam itu menebus mata coklat milik Alea seolah menangkapnya..
''Yah....aaku...aaa...akan melakukannya...''
Alea langsung melangkah ke kamar utama dimana ada kamar mandi disana dan melesat masuk...
Dan....Ana membeku...ketika melihat peralatan mandi di kamar mandi itu sangat mewah terasa sangat berbeda dengan miliknya dirumah...disini ada banyak tombol pengatur,....
ia harus menekan apa...? astaga mengapa semua menyulitkan dirinya...? geram Alea dengan bingung...
Seperti sedang bermain tebak-tebakan gadis itu menekan tombol dengan sembarang,...hingga terdengar suara dari kamar mandi...
''Aaaarrrrrrggghhhh......''
Mendengar teriakan Alea, Darren tentu sangat terkejut lalu dengan sigap membuka pintu kamar mandi dan melihat Alea sedang menjerit di dalam kamar mandi kaca....ada asap yang keluar dari sana...dan segera Darren membuka pintu kaca itu dan menarik Alea keluar....
Dan pria itu terkejut ketika jubah mandi Alea panas..gadis itu menekan tombol untuk air panas dan ia terbakar tanpa mampu melarikan diri..
''Saakit...panas....'' jerit Ale meronta hingga Darren merasa sedikit iba..
Pria itu melepaskan jubah mandi Alea dan mematikan tombol air panas...
Tubuh polos Alea di peluknya hingga gadis itu menjadi tenang....
Alea masih terus menangis ketika ia merasa punggungnya melepuh...
''Sakit...'' isaknya pelan....
''Aku akan mengobatimu Alea....''ucap Darren...
******************************************************
Alea gemetar ketika hanya memakai handuk untuk menutup tubuh bagian depannya, karna bagian punggungnya melepuh akibat air panas...sementara Darren sedang mengoleskan salep di sana untuk memberikan sensasi dingin disana...dan sedikit meniupnya...
''Jangan salah menekan lagi...apa kau tak bisa membaca..''ucap Darren sinis...
Alea menyipitkan matanya...
''Aku sedikit mengerti tapi yah...aku pikir semua tombol sama saja..mana aku tau jika yang muncul adalah air panas...bahkan air panas itu mampu memasak telur...'' isak Alea masih merasa perih...
Darren terkekeh...membalikan tubuh Alea dan menurunkan pandangan pada handuk tipis yang menutup tubuh bagian depannya...Alea menjadi gugup...
''Aku senang kau melakukan kesalahan ini...itu artinya malam ini kau harus tidur di atas tubuhku...''
''Apa,....'' ALea menggeleng..
Darren tersenyum tajam, menandakan ucapannya tak bisa di bantah...
''Tapi kau bilang tak akan menyentuhku dulu, aku bahkan terlalu kurus untuk melakukan itu tuan Darren..''
Darren menatapnya tajam..lalu mengambil jemari lentik Alea dan menuntunnya di permukaan inti Darren yang mengeras dan besar disana...keduanya bertatapan tajam...yang satu tatapan ketakutan yang satunya tatapan penuh gairah yang menyala...
''Minggu depan setelah rumah selesai di renovasi maka kita akan segera menikah...dan setelah menikah..kau akan menjadi milikku..tak perlu menunggu terlalu lama.....aku hanya perlu tubuhmu sedikit lebih berisi dan siap untukku...sekarang,..bangun..aku telah memesan makan enak untuk kita...aku menunggmu di meja makan.''
Darren mendekat dan.....melum** bibir Alea sesaat, kemudian pria itu bangkit dari tempat duduknya dan keluar kamar...
Sial...ucapan pria ini sama sekali tak percaya...janjinya mudah di batalkan hanya karna nafsu....Alea memejamkan matanya...
Bagaimanapun ia harus bisa pergi dan kali ini...ia tak akan pernah bisa di temukan...tidak akan bisa...
Menjadi istri seorang Darren Hugo...? tidak ia sama sekali tidak tertarik...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote yah...dukung Author terus....biar lebih semangad lagi Upnya....
Love U All
❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
Fani Husniyyah
kek nya author terbawa dialog yg srg mncl drakor.
srg ad kata "yah" d awal kalimat percakapan
2022-05-25
2
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
manut dl lea
2022-04-26
0
RiJu
sering typo sama nama alea, kadang berubah jadi ana 😂
2022-04-17
0