Darren segera mengangkat ponselnya, pria itu sengaja diam saja dan menunggu lawan disana bicara...terdengar suara Adam yang tercekat disana...
Adam : Alea......aku menunggumu besok di dekat taman kota...aku akan pergi bersama pamanku dan aku harap kau akan ikut bersamaku...
Darren yang mendengar semua kata-kata Adam menjadi sangat marah sehingga ia pun mengepalkan tangannya dengan kuat...pria itu segera mematikan ponsel agar Adam tidak curiga..
Sementara Darren melirik Alea yang masih tertidur lelap ia tersenyum...
Darren bangkit dari sana dan melangkah keluar kamar, menuju balkon dan menatap suasana kota di tengah malam, jemarinya terkepal dengan kuat..jangan sampai Alea memutuskan ikut karna itu artinya gadis ini akan mendapatkan sesuatu yang tidak akan pernah di sangkanya....
Darren tidak akan pernah memaafkan penghianatan sekecil apapun...
Ia memang tidak akan pernah membunuh Alea..namun gadis itu tidak akan baik-baik saja jika dia berani meninggalkan Darren...
Darren masih berdiri disana...ketika ingatan masa lalu kembali menghempasnya....
#FlasbackOn#
Darren kecil menatap sang ayah yang meninggalkan ruangan itu penuh kengerian..sementara ia mendengar suara tangisan ibunya dan adiknya Erland di ruangan makan yang sudah berubah seperti kapal pecah...
Jemari Darren mengepal ketika ia melangkah masuk, dan menemukan Erland masih memeluk ibunya dengan tangisan seorang anak yang ikut merasakan kesedihan ibunya...
Langkah sepatu Darren berhenti ketika ia menginjak pecahan beling, sementara matanya menajam ke arah sang ibu yang mengangkat wajahnya...
Kedua pasangan ibu dan anak itu saling memandang dalam diam....
''Darren.....''
''Apakah benar yang dikatakan ayah kalau ibu berselingkuh dan akan meninggalkan kami..'' sinar mata Darren kecil terlihat buas seperti tatapan seorang Darius sehingga Paula menjadi ngeri sendiri..
Tubuh Darren lebih tinggi dari anak seusianya...dan begitu tampan, perpaduan wajah paula yang berdarah timur tengah dan Darius yang berdarah eropa...
Paula melepaskan pelukan Erland lalu berdiri dengan sisa kekuatan yang ada..ia mendekat ke arah putranya yang terlihat sangat marah....
''Darren...yang terjadi pada kami orang dewasa sangat rumit untuk membuatmu mengerti sayang....yang harus kau tau ibu sangat mencintaimu dan Erland....''
Tatapan Darren mengeras...
''Ibu tidak menjawab pertanyaanku sama sekali....apakah ibu berselingkuh...apakah ibu akan pergi dari rumah ini...? jawab pertanyaanku dan berhentilah memutar kata...karna aku sangat muak...''
Paula menghela nafas sangat syok menyadari sosok Darren berubah menjadi sosok yang begitu dingin dan tidak tersentuh..bahkan ia telihat buas pada ibunya sendiri, Paula meneteskan airmata....Darius benar-benar mempengaruhi Darren dengan begitu kuat sehingga putranya terlihat kejam bahkan di usianya yang baru 13 tahun...
''Ibu tidak berselingkuh Darren....ibu bertemu kembali dengan mantan kekasih ibu...dia sangat baik dan memberi tumpangan...''
Saat itulah airmata Darren kecil menetes...sakit di hatinya begitu kuat menyiksanya...
''Jadi itu benar...ibu benar-benar berselingkuh, apakah ibu akan pergi meninggalkan kami...''
''Darren...''
''Jawab aku.....''
''Yah,.....ibu sudah tak tahan lagi berada bersama dengan ayahmu Darren, kau sama sekali tidak tau bagaimana pria itu menyiksa ibu....begaimana bisa Darius mengubahmu dalam seminggu...''
''Aaah...jadi ibu mau menyalahkan ayah yang mencintai kami begitu...? ibu pergi selama seminggu...tak taukah ibu jika setiap detiknya aku dan Erlanda selalu menangis mencarimu...''
Hati Paula sungguh sakit mendengarnya...ia kemudian mendekat ingin menyentuh Darren namun di luar dugaan Darren menepis tangannya dan menjauh....
''Darren...''
''Mengapa ibu tega...? mengapa ibu melahirkan kami jika kau akan meninggalkan kami hah...? katakan padaku bu...''
Paula kehabisan akal menghadapi Darren, ingin sekali ia jujur tentang apa yang telah ia alami bersama Darius...ia ingin sekali mengatakan jika Darius ayah mereka hanya memperlakukanya seperti binata*ng, bahwa Darius sama sekali tidak memperlakukannya dengan baik, bahwa pria itu tak pernah puas dan selalu menyiksa Paula dalam fantasi s*xnya yang gila..
Paula sungguh tidak tahan lagi di perlakukan seperti pelacur, lebih baik dia pergi atau dia akan mati....
Airmata Paula menetes sakit hati, entah apa yang telah di katakan Darius sehingga Darren sungguh dendam dan membencinya..bahkan melihat seperti musuh...itu sangat menyakitkan untuk dirinya...''
''Seorang ibu bahkan rela mati untuk anaknya Darren,...jika kau mau ikut bersama ibu...ibu akan senang sekali nak dan memperjuangkan kalian...''
Darren tertawa dengan keras sampai airmatanya menetes...
''Ibu mau membawa kami kepada selingkuhanmu begitu...dengarkan aku baik-baik ibu....aku tak akan pernah memaafkan ibu jika ibu pergi meninggalkan kami berdua...dan jika ibu benar-benar pergi maka hubungan di antara kita juga berakhir...jadi...pikirkan itu semua ibu..'' desis Darren dengan ancaman yang terlihat nyata di wajahnya hingga Paula tersungkur di lantai dengan mengepalkan tangannya...
Harus bagaimana meyakinkan Darren kalau ayahnya bukanlah malaikat seperti perkiraannya, bahwa Paula sudah sangat lelah menghadapi Darius...bahwa jika ia bertahan lebih lama lagi..mungkin ia akan tinggal nama...
Paula menutup wajahnya dengan rasa frustasi yang begitu dalam, ia hanya bisa melihat Darren pergi meninggalkan ruangan itu entah kemana...''
Sementara Erland kembali memeluk tubuhnya dengan erat hingga keduanya tenggelam dalam tangis....
*****************************************
Keesokan harinya,
Darren harus menerima kenyataan kalau ibunya Paula benar-benar pergi tanpa satu katapun, tanpa berpamitan,...bahkan semua barang-barangnya telah lenyap di lemari tak ada jejak seorang Paula lagi di kamar ini dan untuk pertama kalinya Darren mengalami patah hati yang begitu menyakitkan dirinya....
Bagaimana bisa ibunya meninggalkannya...? bagaimana bisa seorang ibu mampu meninggalkan anaknya untuk pergi...Darren sungguh merasa kepahitan di dalam dirinya mulai menguasainya ia sangat membenci sang ibu....dan kebencian itu mulai mengakar di dalam hidupnya...
Erland di serahkan dalam pengasuhan pengasuh, sementara Darius mengunci diri di kamarnya karna begitu terpukul dengan kepergian Paula...
Darren beruntung dia sudah memiliki Lukas saat itu yang bekerja sepenuhnya untuk dirinya atas perintah sang Ayah, dan Lukas akan melakukan apa saja untuk dirinya...
Seperti hari ini...Darius masih mengunci diri di kamar, sementara Darren mengetuk pintu dengan cemas karna sang ayah tidak juga keluar kamar....
Berkali kali Darren mencoba mengetuk dan akhirnya berhasill, gerakan pintu terbuka dari dalam ruangan membuanya lega luar biasa...
Darren melangkah menemui Darius...
''Ayah....aku ingin meminta sesuatu padamu...''
Darius memijit dahinya yang lelah...lalu mendekati sang putra..
''Apa yang kau minta...''
''Identitas pria yang menjadi selingkuhan ibu..''
Darius tersenyum senang karna berhasil mempengaruhi Darren, dengan begini maka hak asuh anak akan jatuh sepenuhnya di tangannya...
''Baiklah...apa yang akan kau lakukan Darren....''tanya Darius tak sabar...
''Memberinya pelajaran...''
''Hahaha...itu baru anakku...''
#FlasbackOff#
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 338 Episodes
Comments
Shellia Vya
Sudah mulai ada titik terang antara masa lalu Darren dan Alea
2022-04-13
1
ixora sllu
BPK nya penjahat bertopeng nih
2022-04-12
1
Lisa Sasmiati
ternyata Darius emang kejam 😰😡
2022-04-08
0