Putri dan reza telah mengetahui semua cerita antara sila dan juga ega sehingga mereka bisa hadir di acara aqiqah sang putri cantik milik ayah ega itu.
Hanya sila lah yang tidak mengetahui kebenaran yang sesungguh nya karna dia benar benar menutup diri dari dunia luar,bahkan semenjak kejadian itu dia pun menutup komunikasi bahkan sama putri sekali pun.
Semua tampak berkumpul bersuka cita menyambut hadirnya anggota baru dikeluarga handoyo.
Keluarga handoyo bahkan tak menutupi ataw merahasiakan status sang cucu bahwa benar adanya kalo sang anak telah memiliki anak perempuan,hanya saja mereka mereka masih menutupi cerita dibalik hadirnya sang bidadari kecil itu.
Semua orang taunya kalo istri dan ibu dari bayi mungil itu tengah menyelesaikan studinya diluar negri dan tengah disibukan dengan ujian dikamus nya jadi belum bisa pulang.
Ega yang telah siap mengenakan baju koko yang seragam dengan sang papa dan mamah sinta mengenakan gaun gamis yang seragam dengan sang cucu tercinta.
Seluruh keluarga handoyo pun telah memasuki tempat acara dan duduk didepan para tamu undangan.
Acara pun berlangsung dengan lancar,semua yang hadir ikut berbahagia dengan kehadiran anggota baru keluarga handoyo itu.
Acara pokok pun telah usai,kini tinggal acara makan makan dan beramah tamah antara tamu dan pemilik acara.
Ega menyempatkan diri menghampiri keluarga gunawan yang ikut hadir disana dia menggendong sang putri guna mempertemukan si kecil dengan keluarga sang ibu untuk pertama kali nya.
Bunda erna pun berhampur ke arah ega dan segera meraih tubuh kecil kembaran sang putri tercinta nya.
"halo sayang...sini sama nene,masya allah cantik banget kamu sayang...mirip banget sama sila waktu dia seumuran dengan kamu sayang."tak henti henti nya wanita yang baru pertama kali menjadi nenek itu mendaratkan kecupan nya diseluruh wajah sang cucu.
"siapa nama nya nak?"tanya bunda erna pada ega setelah kedua nya duduk dikursi yang bersebelahan.
"Tiara Putri Handoyo bunda...tapi panggil aja ara."jawab nya.
"terimakasih loh bunda,ayah sama mbak bila udah sempatin datang ke acara nya ara...tapi ngomong ngomong apa sila tidak keberatan untuk ini bunda."tanya ega ragu tapi rasa penasaran nya tidak bisa hilang sebelum menanyakan prihal itu pada keluarga gunawan karna kebetulan semua bisa hadir kecuali suami nabila yang kebetulan lagi keluar kota dan tak bisa hadir disana.
"sila lagi pergi ke jogja,sudah 2 minggu ini dia memutuskan tinggal bersama eyang nya disana."jawab bunda erna sendu.
"maaf belum sempat memberi kabar."lanjut bunda erna sembari mengusap tangan ega guna memberi kekuatan pada anak muda yang di usia muda nya terpaka menyandang status seorang ayah tanpa pernikahan.
Ega pun membalas nya dengan senyuman,walapun ada rasa yang menyesakan dada tapi dia berusaha ikhlas dan tegar karna kini dia tak sendiri ada si ara yang kini menemani hari hari sepi nya.
"biar kan sila menata hatinya dulu,biarkan dirinya tenang dan biarkan dia belajar ikhlas menjalani dan menghadapi perjalnan hidup yang tak selamanya manis."tambah nabila.
"iya mbak...ega juga sudah janji sama sila kalo ega ga akan mengganggu nya lagi...ega akan fokuskan semua perhatian ega untuk ara"
Berbagai topik nyambung menyambung dibahas hingga suara dering telpon bunda erna berbunyi memekik.
Nama sila tertera dilayar ponselnya dan itu bukan cuma panggilan suara melainkan sebuah panggilan video.
Menyadari kalo yang menelpon bunda erna adalah sila ega bergegas meraih tubuh mungil ara dan membawa nya jauh dari bunda erna.
"assalamualaikum sayang...ada apa nak??kok tumben video call?"tanya sang bunda sedikit gugup kala melihat wajah sang putri dilayar ponselnya.
"wa'alaikumsalam bunda...bunda dimana kok rame banget?"tanya sila menelisik keberadaan bundanya yang terlihat disebuah tempat yang cukup ramai.
"bunda lagi ikut pengajian sama teman sayang...tadi bunda nanya kok ga dijawab.?ada apa video call bunda.?tumben tumbenan"tanya sang bunda kembali.
"oh iya sampe lupa...itu sila mau ngasih kabar kalo sila sudah mulai kuliah hari senin bunda...cuma mau kasih kabar itu,tapi gatau kenapa sila kangen bunda makanya sila video call."jawab sila panjang lebar.
Ditengah perbincangan nya dengan sang bunda sila terdiam membeku.
Tak sengaja netranya menangkap sosok yang dia benci,tatapan nya beralih pada bayi mungil yang tengah digendong pemuda itu dia begitu lucu dan menggemaskan.
Dengan memakai mni dress dengan warna senada dengan sang ayah menambah kegemasan nya.
Sejenak ada rasa yang entah apa itu berdesir menyelimuti hati sila,tapi sedetik kemudian sila memalingkan wajahnya kala tatapan nya kembali pada sesosok wajah orang yang sangat dia benci.
"sayang mamah tutup dulu telpon nya...mamah mau pamit pulang dulu sama yang punya acara kebetulan ayah harus balik lagi kekantor...nanti kalo sudah dirumah kalo masih kangen mamah telpon lagi ya."
Sambungan telpon pun berakhir dan keluarga gunawan pun pamit undur diri dari kediaman handoyo.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Wanti Suswanti
aku kesel banget sama sila...ada ibu yg tega telantarin anaknya kaya gitu..
2024-01-20
0