Satu bulan telah berlalu dari kejadian itu dan sila pun masih setia dengan mengurung diri didalam kamarnya.
Sang bunda yang baru pulang seminggu yang lalu dari menemani sang suami melakukan kunjungan bisnis dibeberapa kota merasa heran dengan perubahan sikap sila.
Tak ada lagi sila yang cerewet dan manja,tidak ada lagi sila yang selalu bikin repot bi asih karna ke isengan gadis cantik itu selalu bikin recok dan bikin riweh saat bi asih berkutat dengan alat tempurnya didapur.
Kini yang ada hanya sila yang berubah menjadi pendiam,sering melamun dan mengurung diri dikamar bahkan semenjak kejadian itu sila pun tak pernah lagi datang kekampus,dia benar benar menutup diri dari dunia luar dan itu membuat sang bunda cemas luar biasa.
Dan semenjak saat itu ega pun tak pernah absen walau sehari tuk menyambangi kediaman sang sahabat sekaligus perempuan yang dia cintai tapi setelah satu bulan berlalu pun ega tetap pulang dengan tangan kosong karna sila sama sekali tidak pernah mau bertemu dengan nya.
Bahkan sampai saat ini ega belum mendapat kejelasan akan status hubungan mereka.
Ega ingin sekali mengatakan apa yang terjadi pada malam itu dan mempertanggung jawabkan perbuatan nya,hanya saja dia ingin mendapat persetujuan dari sila agar tidak salah langkah dan itu akan menambah luka dihati sila.
"nak ega bisa kita bicara sebentar,ada yang mau bunda tanyakan."kata sang bunda sila saat mengetahui keberadaan ega dirumah nya.
"iya boleh bunda."jawab ega sembari mengikuti langkah bunda sila yang berjalan menuju taman belakang rumah.
"duduk nak,maaf loh selama ini bunda udah repotin kamu karna harus jagain sila selama bunda dan ayah tidak dirumah."ucap sang bunda pada ega yang merasa tidak enak karna memberi ega beban untuk menjaga putri kedua nya itu.
"ga apa apa bun...kan sila juga udah ega anggap adik sendiri bun...bunda kan tau kalo ega ga punya saudara jadi anggap aja ega lagi jagain adek sendiri bun."terbersit rasa nyeri dan sesak didada ega begitu mengungkapkan jawaban atas permintaan maaf bunda sila padanya.
Karna bukan nya menjaga ega malah membuat dunia sila hancur dengan sekejap mata.
"apa nak ega tau kenapa sila berubah.?bahkan semenjak bunda pulang dia sama sekali tidak mau keluar kamar bahkan bunda mendapat pemberitahuan dari pihak kampus kalo sila sudah absen dari kampus sejak satu bulan yang lalu...sebenarnya ada apa dengan sila nak.?apa nak ega tau sila kenapa."pertanyaan bertubi tubi pun dilontarkan oleh ibu dari 2 orang putri itu.
Ega menunduk lesu,badan nya bahkan serasa tak bertulang entah apa yang harus dia katakan pada bunda sila.
Haruskah dia jujur tentang kejadian itu atau menutupinya tuk sementara waktu sampai sila mau bicara dengan nya dan memberi kejelasan akan kelangsungan hidup mereka kedepan nya.
Belum sempat ega menjawab bunda sila dan juga ega dikejutkan oleh teriakan bi asih yang meminta tolong.
Ega dan bunda sila pun bergegas menghampiri asal suara bi asih dan begitu masuk ega dan juga bunda sila pun dikejutkan dengan penampakan yang menampilkan sila tengah tergeletak pingsan dipinggir meja makan.
"ada apa bi kenapa sila pingsan."tanya sang bunda yang mendapati putri kesayangan nya lemah tak berdaya dilantai marmer yang dingin.
"gatau nyonya,barusan non sila minta dibuatkan makanan tapi belum juga bibi sampai dibelakang untuk mengambil makanan yang non sila pesen eh non sila sudah pingsan nyonya."jelas bi asih.
"ya udah bun gimana kalo kita bawa sila kerumah sakit,wajah sila juga terlihat pucat mungkin dia sakit bun."ega menberi saran kepada bunda sila.
"ya udah ayo kalo gitu sekarang bantu bunda angkat sila ke mobil ya nak."jelas bunda sila dan bergegas menuju mobilnya yang mana sang supir telah setia menunggu nya didepan pintu masuk mobil.
Setengah jam dalam perjalanan akhirnya mobil yang membawa sila pun telah memasuki kawasan rumah sakit.
Ega dengan sigap membawa sila dalam gendongan nya menuju ruang UGD untuk dilakukan pemeriksaan.
Beberapa orang suster dan satu orang dokter pun ikut serta masuk kedalam ruangan tempat sila diperiksa.
Sila pun diperiksa dengan seksama oleh seorang dokter wanita itu.Tak lama sang dokter pun keluar dan akan memberi tahukan prihal kondisi sila saat ini.
"dokter bagaimana ke adaan anak saya.??apa yang terjadi pada nya dokter.?"tanya sang bunda kala dokter yang memeriksa kondisi sila nampak keluar dari ruang pemeriksaan.
"ibu tenang saja,kondisi anak ibu baik baik saja dia cuma kurang istirahat dan kekurangan asupan gizi...dan hal ini sangat wajar bagi wanita yang tengah hamil muda bu."bagaikan disambar petir disiang hari berita kehamilan sila benar benar membuat bunda erna san juga ega syok.
"a_anak saya ha_hamil dokter.?"tanya sang bunda tak percaya akan hal yang disampaikan oleh aang dokter.
"benar bu selamat ya sebentar lagi ibu akan menjadi seorang nenek dan usia kandungan nyonya sila sudah memasuki mnggu ke 4."tambah sang dokter.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments