Semenjak kepulangan sila kerumah ega pun mulai berhenti menemui sila dan lebih fokus pada kuliahnya.
Dia bertekad menyelesaikan kuliah nya agar bisa membantu bisnis sang papa dengan begitu dia bisa mendapatkan penghasilan untuk merawat anaknya kelak.
Walaupun sekarang pun ega tak kekurangan materi tapi ega bertekad untuk membiayai kebutuhan anaknya dari hasil kerja kerasnya bukan dari pemberian orang tua nya.
Walaupun kadang rindu berat pada sang pujaan hati dan si calon bayi tapi ega sekuat tenaga menahan nya dan memendam rindunya dalam hati.
Beruntung nya bunda sila selalu rajin memberi kabar tentang tumbuh kembang si jabang bayi dibonusi dengan foto sang anak yang semakin hari perutnya semakin membucit tapi itu tak mengurangi kecantikan seorang Nasila putri gunawan.
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Hari berganti hari,minggu berganti minggu dan bulan pun berganti bulan.
Tak terasa kini kehamilan sila telah memasuki bulan kesembilan san tinggal menunggu waktu tuk melihat si buah hati.
Mungkin tuk para bumil bumil diluar sana mereka akan antusias menyambut kelahiran si buah hati.
Tapi tidak untuk sila,dia masih tidak bisa menerima kehamilan nya,bahkan untuk menyiapkan keperluan si kecil pun dia sama sekali tak mau tau.
Nabila lah yang disibukan menyiapkan segala sesuatu nya dibantu oleh sang ayah si kecil tentu nya.
Setelah mengetahui jenis kelamin sang anak yang berjenis kelamin perempuan itu,ega pun begitu antusias mnyiapkan segala sesuatu kebutuhan sang anak yang benar benar girly banget.
Nuansa kamar yang didesain dengan konsep princess perlengkapan mandi,baju serta pernak pernik yang serba pink pun telah siap pakai oleh sang pemilik kamar.
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Pagi itu disaat sila melakukan olah raga pagi ala bumil dengan jalan jalan pagi tuk memperlancar proses melahirkan sila merasakan nyeri dibagian bawah perut nya.
"aawww siiittthhh"sila meringis dan menghentikan langkah nya.
"ada apa non?"tanya bi asih yang selalu setia menemani majikan muda nya melakukan olah raga tiap pagi itu.
"ga tau bi...perut bagian bawah aku sakit bi."keluh sila pada bi asih.
"ya udah kita istirahat dulu sebentar ya...kalo masih sakit saya akan telpon mang ujang buat jemput."saran bi asih pada sila.
"iya bi kita istirahat dulu aja...kalo sakitnya sudah hilang kita lanjut jalan aja...ga usah panggil mang ujang ya"jawab sila,bi asih pun menyetujui nya dengan anggukan kepala.
Setelah dirasa perutnya merasa baik baik saja sila dan bi asih pun melanjutkan langkah nya.
30 menit berlalu sila dan bi asih pun sampai didepan rumah dan belum juga sempat masuk kedalam rumah sila kembali meringis kesakitan.
"aawwww siittthhhh.."
"kenapa non?sakit lagi ya?"kata bi asih kembali berjalan ke arah belakang dimana sila berdiri.
"iya bi...ini malah lebih sakit dari yang tadi."
"sekarang coba jalan dulu pelan pelan non kita masuk kerumah dulu"kata bi asih sambil memapah sila.
Dan saat ingin duduk disofa tiba tiba sila menghentikan langkah nya menyadari langkah sila yang terhenti bi asih pun kembali bertanya.
"kenapa lagi non?sakit banget ya?"tanya nya cemas.
"itu bi..."sila menggantung ucapan nya dan menunjuk ke arah kaki nya dimana kaki nya sudah basah dipenuhi cairan bening.
"masya allah non itu ketuban non pecah kayanya."panik bi asih begitu melihat cairan bening mengalir di kaki sila.
"terus gimana bi?"tanya sila yang masih belum tau harus apa.
"sebentar non bibi telpon nyonya atau non bila dulu biar kita bisa pergi kerumah sakit ya non"bi asih pun mulai mencari kontak bunda erna dan hasilnya nihil setelah bebrapa kali panggilan masih belum ada jawaban.
Begitu pun dengan nabila,entah karna apa bila mendadak tidak bisa dihibungi.
Karna tak tega melihat sila yang semakin kesakitan akhirnya bi asih pun memutuskan untuk menghubungi ega kebetulan bi asih pun sering bertukar kabar dengan ega tentang kondisi sila selama ini.
tut...tut...tut...
Dering ke 3x akhirnya telpon tersambung."halo assalamualaikum bi...kenapa?"tanya ega dengan tenang dan penuh kesopanan.
"den ega sibuk ga?den ega dimana sekarang?"tany bi asih masih merasa sungkan san ragu karna tau keadaan sila dan ega sedang tidak sehat.
"ga kok bi lagi nyantai lagi ga sibuk...ini lagi dijalan mau ke kampus"jawab ega santai.
"kalo ga sibuk bibi bisa minta tolong den?"tanya nya sedikit ragu.
"bisa bi...ada apa ya kebetulan ini udah agak deket ke situ...sebelum ke kampus saya kesitu dulu"jawab nya sambil memutar arah karna kebetulan rumah sila dan arah kampus berlawanan arah.
"ini den non sila den...."ucapan bi asih terputus saat mendengar sila merintih kesakitan.
"ada apa dengan sila bi?"ega mulai merasa cemas dan sedikit menambah kecepatan laju mobilnya.
"sepertinya non sila mau melahirkan den...ketuban nya sudah pecah den"lanjut bi asih sembari mengusap bagian punggung sila yang terus meringis kesakitan.
"sebentar ya bi...sebentar lagi saya sampai disitu tolong siapin perlengkapan yang harus dibawa ke rumah sakit ya bi jadi begitu saya sampai kita bisa langsung kerumah sakit."
Bi asih pun bergegas masuk kekamar tamu yang disiapkan untuk kamar sang bayi dan mengambil tas yang sudah siap dibawa karna sejak seminggu yang lalu nabila sudah lebih dulu menyiapkan segala keperluan sila saat melahirkan nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Airin Moo
berarti sila sama ega gak nikah ya🤔
terus orang tuanya ega nggak tau apa yg terjadi sama anaknya🤔🤔🤔
2024-05-01
0
enungdedy
ini sahabat2 nya gk ada yg taukah klo sila hamil?
2023-07-07
2