Netranya membulat penuh begitu mendapati seseorang yang setengah telanjang tertidur disamping nya,setengah tubuh lelaki itu tertutupi oleh selimut dan posisi dia membelakangi sila jadi sila belum tau siapa lelaki yang kini tertidur disamping nya dalam keadaan setengah telanjang itu yang sila ingat adalah yang terakhir bersama sila pada malam itu adalah natan yang mengantarkan nya pulang karna sila merasa kurang enak badan.
Sila mengalihkan pandangan nya ke arah tubuhnya dan deg jantung nya seperti lepas dari tempatnya,benar saja kini tubuhnya telah polos tanpa sehelai benang pun hanya tertutupi selimut yang sama dengan selimut yang menutupi setengah tubuh sang lelaki.Dengan perasaan hancur,sedih,kecewa,marah dan entah apalagi semua bercampur menjadi satu sila pun bangkit dari ranjang berniat ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya dan begitu sia berdiri sila kembali terduduk dan sedikit meringis merasakan sakit yang luar biasa di **** ***** nya.
Suara sila yang meringis kesakitan pun berhasil membuat ega yang masih terlelap itu pun terbangun dan terlonjak kaget saat menemukan sila tengah terduduk meringis kesakitan sambil memegangi area sensitif nya.Dengan segera ega menghampiri sila yang tengah kesakitan dan menanyakan kondisi sang sahabat.
"kamu kanapa sil.??apa sakit banget ya.??mau aku bantu ke kamar mandi.??"tanya ega setengah memeluk tubuh sang sahabat.Bukan nya menjawab pertanyaan yang ega lontakan sila malah terlihat syok begitu tau kalo ternyata lelaki yang tengah tertidur disamping nya bukanalah natan sang kekasih melainkan ega sang sahabat.
"apa yang kita lakukan ga.??"pertanyaan itu meluncur dari mulut kecil sila dibarengi dengan deraian air mata yanh sedari tadi dia tahan.Ega memberanikan diri memegang tangan sila untuk menenangkan sang sahabat dan mencoba menjelaskan situasi yang ada.
"kamu tenang dulu ya...maafkan aku sil semua kejadian itu begitu tiba tiba dan aku tidak bisa menghindari nya."belum selesai ega menjelaskan permasalahanya sila terlebih dulu memotong ucapan ega dan kembali menyerang tubuh lelaki yang telah mengambil kehormatan nya,namun kali ini serangan yang sila layangkan bukan lah serangan seperti semalam melainkan sebuah pukulan bertubi tubi ditubuh kekar ega.Ega tidak mencoba melawan ataupun menghindar,ega menerima setiap pukulan yang sila layangkan terhadap nya karna dia memang pantas mendapatkan nya.
Setelah puas melayangakan pukulan yang entah berapa kali dia layangkan pada tubuh kekar ega sila pun kembali menangis sesegukan menangisi nasibnya yang berakhir tragis ditangan sahabatnya sendiri.Setelah satu jam menangisi nasibnya yang entah akan seperti apa kedepan nya sila pun mulai bangkit dari duduknya dan berlalu menuju kamar mandi.Ega telah berpakaian rapih dan sepertinya disaat sila menangisi nasibnya ega menyempatkan diri untuk membersihkan diri dan dengan tanpa berkata satu katapun ega dengan setia menemani sila.30 menit berlalu sila pun keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapih dia memakai kembali pakaian yang tadi malam dia pakai saat datang kepesta."aku antar kamu pulang...setelah kamu tenang kita bicara lagi tentang hal ini."ucap ega yang tidak mendapatkan respon apa apa dari sila tatapan nya nampak kosong kesedihan dan kekecewaan nya pada ega tergambar jelas dimatanya,sila melewati tubuh ega begitu saja walau begitu sila tidak menolak ataupun memberontak saat ega membawanya kedalam mobil dan mengantarkan nya pulang sampai rumah.
Saat sampai didepan rumah sila ternyata orang tuanya tengah pergi keluar kota bersama dengan orang tua ega tentunya dan yang ada dirumah itu hanya lah seorang asisten rumah tangga yang telah lama bekerja dikeluarga sila bahkan disaat sila masih didalam kandungan,beliau bernama bi asih .Ega mengantarkan sila sampai kedalam rumahnya tanpa menolah bahkan tanpa menyapa bi asih sila langsung melesat ke arah kamarnya.Begitu sila telah memasuki kamarnya ega pun pamit pulang dan menitipkan sila pada bi asih.
"bi saya pulang dulu ya...tolong titip sila selama bunda sama ayah diluar kota dan kalo ada apa apa tolong langsung hubungi saya ya."ucap ega disaat berpamitan pulang tak lupa juga dia menitipkan sila pada bi asih.
"iya baik den...jangan khawatir selama ada saya non sila aman den."seru bi asih meyakinkan ega agar tidak terlalu khawatir akan majikan muda nya itu.Ega tersenyum lega mendapatkan respon dari bi asih tentang sila,ega pun bergegas meninggalkan rumah sila dan menuju kerumah orang tuanya.Rasa lelah badan dan juga hati bercampur menjadi satu dan itu membuat dia mengurungkan niatnya untuk pergi kekampus dan memutuskan untuk istirahat dirumah seharian dan di isi oleh tidur manjanya walaupun pada kenyataan nya dia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya barang sedetik pun.Bayangan sila yang menyerang nya berseliweran dengan bebasnya dipikiran ega hingga dia pun bangkit kembali dari tidurnya dan membuka laptopnya guna menyelesaikan tugas akhirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments